
Adzan subuh berkumandang, Nafisa terbangun teringat akan ada jam pagi di kampusnya karena menggantikan dosen nyebelin tingkat dewa. Setelah menjalankan kewajiban sebagai umat muslim sholat subuh berjamaah di masjid, Nafisa segera merapikan mukena dan beranjak berdiri sibuk mencari sandalnya.
"Non cari apa?" tanya seorang ibu-ibu setengah baya.
"Cari sandal saya warna biru Bu," jawabnya.
"Oh yang itu apa non," dia menunjuk sandal biru dalam posisi terbalik mungkin karena banyak jamaah subuh jadi tidak seperti semula posisinya.
"Ah iya betul Bu makasih ya," Nafisa baru menyadari siapa ibu yang menunjukkan letak sandalnya.
"Eh...Bi Siti kirain siapa tadi," sapa Nafisa dengan ramahnya.
"Lho Bibi mau kemana kok bawa tas besar mau pulang kampung apa?" tanya Nafisa.
"Iya Non disini tenaga bibi sudah tidak dibutuhkan lagi sama Tuan Ali, karena beliau mau pindah ke Surabaya satu keluarga."
Bi Siti adalah asisten rumah tangga Bapak Ali Mustofa tetangga Nafisa, lebih tepatnya rumah mereka hanya berjarak 3 rumah saja, jadi Nafisa mengenal sekali keluarga Pak Ali dengan baik karena dia juga sebagai ketua RT di komplek perumahan yang ditinggali Nafisa.
"Bi Siti gimana kalo Bibi sekarang tinggal sama saya ,mau gak Bi? Saya gak ada temannya di rumah kontrakan itu , Bibi bisa bantu-bantu kalo saya ada pesanan kue, atau nasi box. Bibi saya gaji UMR kok plus bonus kalo banyak pesanan."
"Beneran Non? mau...mau Bibi mau kerja sama Non kalo gitu, dari pada Bibi di kampung juga nganggur."
"Iya beneran Bi masa saya becanda, rencana saya pingin buat cafe kecil-kecilan kan Bibi bisa bantu saya nantinya."
" Oh ya dan satu lagi jangan panggil Non ya Bi panggil Nafisa aja lebih nyantai."
"Ah jangan atuh Non gak sopan Bibi panggil langsung nama, ya sudah bibi panggil mbak Fisa aja ya."
"Ah terserah Bibi aja deh, yuk Bi langsung ke rumah saya aja," ajak Nafisa.
********
Pagi ini Nafisa berangkat dengan ojol karena motornya masih opname di bengkel.Sengaja dia berangkat pagi karena tidak ingin terjebak macet.
Sampai di kampus tepat jam 06.45 segera Nafisa mengambil materi di ruang Ardian. Dia berjalan menuju kantin untuk memakan bekal nasi goreng buatan Bi Siti sambil menikmati secangkir kopi buatan Bu Irma sang pemilik kantin.
Sambil membuka lembaran materi yang akan disampaikan nanti. Sesekali ia melirik handphone melihat jam. Beberapa saat kemudian ponselnya bergetar notifikasi WhatsApp dari Doskill nya masuk
Doskill
Assalamualaikum,selamat pagi Nafisa nanti jam 07.30 jangan lupa ya kamu gantikan saya di Ruang 3U Kimia Analisa.
Nafisa
Siap komandan
Doskill
Goodluck
Nafisa
Jangan lupa juga pesanan saya komandan.
Nafisa segera merapikan berkas ternyata kurang sepuluh menit lagi. Dia terburu-buru beranjak berdiri sambil memasukkan berkasnya ke file map .....
__ADS_1
Brukk...
Kertas berantakan di lantai,"Maaf saya buru-buru tidak melihat jalan."
Nafisa berjongkok memunguti kertas.
"Biar saya bantu , interupsi dari orang yang di tabrak Nafisa.
Nafisa mengangkat kepalanya dan kaget tak percaya karena kembali ia bertemu dengan Ryan dosen Teknik Kimia. Seperti copot jantungnya melihat sekilas tatapan Ryan.
"Loh Nafisa ya... ketemu lagi kita," sapa Ryan dengan ramahnya.
"I... iya Pak Ryan ,maaf saya duluan ya ada kelas pagi hari ini takut terlambat."
"Tunggu dulu"....Ryan memegang tangan Nafisa yang hendak berbalik arah.
Nafisa melirik ke arah tangan Ryan. Ryan segera melepaskan tangannya.
"Oh maaf ..maksud saya kita jalan bareng kamu ke ruang mana Fisa?" tanya Ryan.
"Di ruang 3U Pak."
"Kalo begitu kita searah saya mau ke ruang Dekan Fakultas MIPA."
"Kamu buru-buru banget dosennya siapa?"
"Pak Ardian ,"jawab Nafisa singkat tanpa mau menceritakan kalo dia yang menggantikan posisi Ardian karena berhalangan hadir.
Ya Alloh kalo berada dekat Pak Ryan kenapa jantung gue berdetak upnormal. Masa sih gue naksir dia.....kan tuh dosen dah punya anak istri dasar Nafisa bego!!!! batinnya. Gue harus pandai membawa diri jangan norak dihadapannya, batinnya.
Tak terasa Nafisa sudah sampai di depan ruang 3U " Permisi Pak Ryan saya masuk duluan, sambil tersenyum anggun Nafisa memisahkan diri masuk ke ruangan.
Hari ini aku ada rapat di Ruang Dekan Fakultas MIPA. Karena berjalan sambil lihat ponsel tak sengaja aku menabrak seorang mahasiswi yang sedang terburu-buru.
Ya Alloh seakan berdetak kencang jantung ini ketika bertemu kembali dengannya secara tidak sengaja.
Ya Alloh semoga dia adalah jawaban dari do'a ku selama ini.
Melihat senyumannya yang anggun ketika hendak masuk ke kelas membuatku benar-benar jatuh cinta. "Astaghfirullah aku telah zina mata, ampuni hambamu ini Ya Alloh," gumam Ryan sambil mengusap kasar wajahnya.
*******
.
.
.
.
.
Setelah selesai kelas Nafisa segera menuju ruang Ardian mengembalikan materi Kimia Analisa. Ternyata Ardian sudah berada di ruangannya.
"Assalamualaikum Pak Ardian."
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam ."
"Pak ,ini saya kembalikan materinya dan untuk tugas sudah saya sampaikan, mereka akan mengumpulkan tiga hari setelah pertemuan tadi."
"Saya permisi ya Pak saya mau pulang, sudah tidak ada kelas lagi hari ini."
"Oh ya Nafisa ini pesanan kamu tongseng kambing."
"Hahaha bapak beneran beliin saya ."
"Ya iyalah kan saya sudah janji, untuk sate kambing nanti sore saya kirim lewat gofood aja ya kalo dibeli sekarangkan gak enak makannya."
"Terserah bapak aja deh,sahut Nafisa."
"Makasih ya pak untuk ini Nafisa mengangkat bungkusan tongsengnya."
*******************
Pulang dari kampus Nafisa menunggu ojol(ojek online) di depan gerbang dekat pos satpam. Kebetulan Firman mau pergi ke rumah temannya yang searah dengan kampus Nafisa.
Drrrt...drrrt
Ponsel Nafisa bergetar. Segera ia mengangkatnya, ternyata dari dokter Firman.
"Sasa Lo pulang jam berapa kebetulan nih gue lewat kampus lo mo nebeng gak?" tanya Firman.
"Dih Abang nawarinya telat gue dah pesan ojol nih depan kampus lagi nungguin si Abang ojol."
Tak lama kemudian Firman menghentikan mobilnya tepat didepannya. Menurunkan kaca mobilnya.
"Ayo Sa abang Anter sekalian traktir maksi ,batalin aja ojeknya," perintah Firman.
"Kasihan dong bang tuh dah sampai si Abang ojol," sambil menunjuk ke arah belakang mobil Firman.
Firman keluar mobil menghampiri Abang ojek online memberikan selembar uang lima puluh ribu, "Maaf bang batal ya pesanannya nih uangnya. Ayo Sa ikut ke mobil gue."
"Makasih mas, wah saya gak punya kembaliannya nih, sahut bapak ojek.
Udah ambil saja gak papa."
Nafisa menuruti Firman masuk ke dalam mobil. Setelah ia memasang seat beltnya, Firman menjalankan mobilnya.
"Maksi kemana enaknya nih?"
"Terserah Abang deh kan gue cuma ditraktir, sebenarnya sih gue punya tongseng kambing untuk maksi tapi gak papa lah ntar gue makan sore aja."
"Gimana kalo....Waroeng Steak aja ya ."
"Oke bang ngikut aja sih gue."
Sambil menunggu pesanan datang Firman memulai curhatnya.
"Sa.. gue ajak lo kesini pingin cerita sesuatu..."
"Apa bang cerita aja, gue siap jadi pendengar setia πβsuer deh,"sambil mengangkat 2 jarinya.
__ADS_1
****************Bersambung*************
Jangan jadi silent rider ya gaes pencet like aja ...πππ