
Hari ini benar-benar melelahkan bagi Nafisa sampai dia tidak bisa mengajak otaknya untuk berpikir lagi menyelesaikan reaksi kimia organik.
Ia menutup bukunya kemudian melangkah menuju ke Bu Irma pemilik kantin untuk memesan nasi goreng pedas. Tak lupa ia memesan minuman favoritnya Capucino, ia meminumnya sebelum menyantap nasgor super pedesnya.
Tiba-tiba ia dikagetkan oleh notifikasi dari WhattsApp. Setelah ia baca ternyata dari partner kerjanya yang kemarin ijin pulang karena ibunya sakit, Sekarang sudah masuk kerja kembali. Berarti jadwal kerja kembali ke jam semula. Dan hari ini libur karena shift sore sampai malam digantikan temannya.
Setelah urusan memberi makan cacing di perut nya kelar ia segera menuju ruang dosen paling nyebelin. Dimana lagi kalau bukan ruang Pak Ardian.
Tok... tok....
.
"Assalamu'alaikum, Selamat siang. "
"Ya Wa'alaikumsalam, silahkan masuk", jawab Ardian.
Nafisa membuka pelan pintu kemudian menutup kembali dengan hati-hati.
"Maaf Pak mau menyelesaikan koreksi yang kemarin."
"Oh itu berkasnya, Ardian menunjuk tumpukan berkas di meja, setelah selesai kamu bikin rekap nilainya perkelas ya."
"Jam satu siang nanti saya ada rapat dosen di luar kampus, kalau kamu sudah selesai tolong kunci ruangan di titipkan ke satpam fakultas, saya ada kelas sekarang."
"Baik pak," segera Nafisa menyelesaikan tugasnya, file dikirim ke email dosennya, berkas di bereskan. Tepat pukul dua siang selesai semua tugasnya segera ia berkemas.
***************
Setelah sampai rumah Nafisa segera membersihkan diri dan membuat bolu karamel pesanan mbak Rista. Akhirnya selesai juga bolu karamel keluar dari oven, tinggal mendinginkan terus masukin ke dus kue.
Sore hari seperti biasa Nafisa membersihkan halaman depan rumah, sekaligus menyiram tanaman yang memang dua hari ini tidak turun hujan.
Sibuk menarik ulur selang yang sudah terpasang di kran tiba-tiba ada seorang pria datang mengagetkannya.
"Permisi, selamat sore," sapa pria itu.
Nafisa terlonjak kaget tak sengaja selang yang ia pegang airnya menyemprot pria yang baru datang.
Nafisa memohon maaf segera ia berlari mematikan kran. Kemudian Pria tersebut mengambil sapu tangan untuk mengelap muka yang basah terkena semprotan air tadi.
"Maaf apa benar ini Jln. Sakura 152C?" tanya pria itu.
Nafisa menatap pria itu, "Ah Pak Ardian... maaf jadi basah baju bapak, mari pak duduk dulu, bapak kok bisa tau rumah saya?"
Menatap dengan kesal kepada Nafisa, "Saya mau ambil pesanan bolu karamel."
"Oh iya pesanannya mbak Rista, sebentar ya pak saya ambilkan."
"Ini Pak bolu karamelnya saya kasih bonus puding buah naga siapa tau istri bapak suka."
"Jadi semua berapa?"
"Lima puluh ribu."
Ardian memberikan uang lima puluh ribu kepada Nafisa.
"Maafkan saya Pak tadi benar-benar tidak sengaja," Nafisa menunduk dalam.
" Tergantung."
"Hah..... Kok tergantung sih pak?"
"Saya akan memaafkan kalau kamu mau memenuhi permintaan saya," jawabnya jahil
sambil tanganya bersedekap di dada.
__ADS_1
Nafisa menghela nafas.......... Permintaan bapak dosen yang terhormat itu apa ya kalau saya boleh tau?" tanya Nafisa dengan pelan agak jengkel juga karena memaafkan kok bersyarat batinnya.
" Besok temanin pergi ke reuni teman SMA saya," Sambil bersedekap dan menaikkan alisnya.
" Ada pilihan lainkah bapak dosen yang terhormat?"
" Mmmm pilihan lain...... kamu jadi asisten saya selama satu Minggu."
"Dan pilihan ke tiga semua matkul yang saya ampu kamu akan mendapatkan niai E jika tidak memilih salah satu nya."
"What..... ih bapak mah sukanya nyiksa saya, masak syaratnya seperti itu," sambil mengerucutkan mulutnya dan menghentakkan kakinya.
Yang jelas tambah nyebelin bagi Nafisa. Baru selesai hukuman gara-gara ia tidur di kelas sekarang sudah kembali berurusan dengannya lagi.
"Saya jelas menolak pilihan pertama karena takut disebut pelakor, kenapa tidak mengajak istri bapak saja ke reuniannya."
Asisten untuk urusan kampus... atau....... pribadi?" jawab Nafisa sambil bersedekap menatap Ardian meminta penjelasan.
" Dan pilihan yang ketiga tidak ada seorang mahasiswa yang rela akan mengulang matakuliahnya."
"Oke, yang pertama saya belum punya istri mana mungkin saya memilih pergi dengan kamu kalau sudah punya istri, yang kedua urusan pribadi dan kampus, yang ke tiga itu resiko kalau kamu tidak memilih pilihan pertama atau kedua," jawabnya datar.
"Nanti deh pak jawabannya saya perlu mikir dulu, udah bapak buruan pulang dah di tungguin istri tercinta kan?"
"Diusir nih, ya udah saya pulang dulu terimakasih untuk pudingnya, sambil mengangkat tas berisi kue dan pudingnya."
**********
Segera Nafisa buka grup wa NKS
Nafisa
Hei ciwi-ciwi Assalamualaikum
Karin
Wa'alaikumsalam
Sofi
Nafisa
Ntar makan malam di rumah gue ya sekalian ngerjain tugas Kimia.Oke gue cuzz mo rampungkan beberes dulu.😉
Sofi
Siap komandan
Karin
Iyes gue bawa camilan aja untuk temen belajar.😙
Sofi
Gue bawa buah aja untuk dibikin jus.😂😂
Nafisa segera membersihkan diri dan menunggu adzan maghrib. Selepas maghrib ia menghubungi sahabat nya untuk mengerjakan tugas kampus di rumahnya sekalian makan malam menu malam ini dia masak sate lilit sambal matah.👇
****
Setelah selesai semua tugasnya.Ia segera merapikan tempat tidur. Ponsel bergetar ternyata ada pesan WhatsApp dari Mbak Rista
Rista
__ADS_1
Makasih ya puding dan bolu karamel nya enak banget. btw saya lupa nanya namanya siapa?
Nafisa
Nafisa ...... kalau di Facebook Jasmine.
Rista
Nafisa....ternyata kamu mahasiswi adikku.Dunia sempit ya....
Nafisa
Maksudnya ???
Rista
Iya tadi yang ambil kuenya kan adikku , dosen kamu kan?
Nafisa
Oh kirain Pak Ardian itu suaminya Mbak Rista 😊
Rista
😂😂😂 Emang Ardian gak cerita?
Suamiku ada rapat mendadak gak bisa ditinggalkan. Kebetulan adikku mau main ke rumah jadi sekalian mbak minta tolong ambilkan bolunya
Nafisa
Oh gitu ya mbak.
Iya deh kapan-kapan kita sambung obralan lagi ya mbak....udah ngantuk berat nih aku mbak, maafkan ya😴😴😴😴🙏🙏🙏🙏
Nafisa menutup ponselnya di meja belajar kemudian tertidur pulas.
Setengah jam kemudian ponselnya bunyi ada notifikasi WhatsApp masuk dari Ardian
Ardian
Assalamualaikum
Ardian
Saya tunggu jawaban kamu besok pagi...
Ardian
Nafisa.......
Ardian menghela nafas lega akhirnya dia bisa mengirimkan pesan lewat WhatsApp dari tadi bingung dan ragu.
Melihat pesan yang dikirim belum dibaca Nafisa ,ia meletakkan ponselnya.
Mungkin dia sudah tidur, gumamnya.
*******
Tepat pukul 03.30 turun hujan deras bersama petir. Nafisa terbangun dari tidurnya dinginnya udara dini hari benar-benar menusuk sampai tulang.
Ia bangun kemudian menuju ke dapur membuat susu jahe agar badannya hangat.
Setelah itu ia bergegas mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat tahajud dilanjutkan dengan membaca Al Qur'an sampai subuh.
************
__ADS_1
****Menu sate lilit kesukaan keluarga author nih gaes resep asli di Cookpad akun Dapur Syafa*.
*Maaf kalo ceritanya kurang menarik ya gaes,kutipan kejadian ada sebagian yang memang riil /nyata dengan di tambah penyedap biar seru ceritanya 😊👌***