
Nafisa mengeliat kemudian menarik selimutnya, rasanya cape sekali malas untuk bangun.
Tok...tok...tok
" Mbak...dicari Mas Yudha, katanya penting banget." suara Bi Siti mengusik tidur gue di pagi hari, si kampret Yudha lagi mau apa sih pagi-pagi gini ganggu orang tidur aja.
" Ya Bi suruh tunggu bentar baru ngumpulin nyawa nih."
"Hehehe iya Mbak ....Bibi turun dulu ya."
Nafisa langsung pergi ke kamar mandi cuci muka sama gosok gigi, kemudian menyambar jilbab instan warna hitam yang panjangnya menutup sampai telapak tangannya.
Berjalan menuruni tangga dia mendengar dua orang bercakap-cakap sepertinya tidak asing lagi. Ternyata Yudha sama kak Alfian sedang ngobrolin bola.
" Apaan sih Yudh... pagi-pagi gini ganggu orang tidur aja.." kata Nafisa sambil menghempaskan diri ke sofa ruang tengah.
" Astaghfirullah dek udah siang gini masih tidur...gak kuliah nanti? Tadi perasaan udah bangun bikin mie goreng kakak cari gak ada ternyata tidur lagi.... Zaky aja udah jalan-jalan beli bubur lho Tante," itu suara papanya keponakan gue guys...dia bandingkan gue sama anaknya yang batita.
" Apa Lo senyum-senyum mau ikut ngatain ya?" Gue lihat si kampret Yudha senyum mengejek kemudian mengangkat ke dua jarinya.
" Peace dong Mak... pagi-pagi kok tensinya tinggi sih. Gue lupa ada tugas Kimia Analisa 2 ajarin dong mana ntar masuk pagi lagi." Yudha merajuk.
Nafisa memang beda jurusan dengan Yudha. Tapi sama-sama ada mata kuliah Kimia Analisa, dimana Nafisa jurusan Kimia murni atau MIPA KIMIA sedangkan Yudha,Rizky, Adam jurusan Teknik Kimia,sedang teman yang lain ada yang Teknik Mesin, Teknik Elektro. Yudha terpaksa mengulang mata kuliah Kimia Analisa karena sering bolos sedangkan Rizky dan Adam bersyukur karena hasil ujian semester kemarin Kimia Analisa mendapat nilai B itu juga karena mereka belajar dengan Nafisa.
" Na...na....na..mamam....na..." Celoteh batita satu tahun alias Zaky anaknya Kak Alfian sambil mengangkat kedua tangannya minta gue gendong padahal baru duduk dipangkuan sang ayah,memang pesona seorang Nafisa bisa mengalahkan ayah si batita hahaha ha....
Zaky kalau lihat Nafisa pasti bilang Nana...Nana... mungkin mau panggil Nafisa hanya kata depan aja yang bisa diucapkan kemudian diulanginya jadi Nana.
"Kak...bilang dong sama Zaky panggil aku tuh aunty cantik gitu masak Nana...disangka orang aku nani-nya( pengasuh nya)".
" Ah kamu tuh sensi amat sama keponakan sendiri , Zaky belum bisa bicara jelas mungkin mau bilang Nafisa cantik tapi baru bisa bilang Nana...Nana.." sahut Yudha sambil mengedipkan matanya genit.
Nafisa mengambil boneka sapi kecil milik keponakannya kemudian melempar ke muka Yudha.
" Hahaha..Kalian itu lucu kalo ketemu berantem terus,kapan jadiannya coba?" tanya Alfian.
"Jadian apaan sih kak, ogah sama Yudha aku cari yang lebih tua bisa ngertiin Fisa,ngemong juga gak ngajakin gelut terus kaya nih orang sambil melempar bantal sofa ke pangkuan Yudha."
"Setelah dipikir-pikir gue juga ogah punya bini kaya Lo main pukul terus itu namanya KDRT. Kalau ngajak gelut mending di ranjang ya kan kak." Yudha menaik turunkan alisnya.
"Astaghfirullah... mulutnya lemes banget bang belum sarapan tumis zandal jevit sih," Nafisa mencubit lengan Yudha.
Yudha dan Alfian tertawa, mereka senang pagi-pagi bisa menggoda Nafisa dan membikin dia marah.
" Sak karepmu Yudh..aku wegah ngajari Kimia garepen dewe.( terserah kamu Yudh gue gak mau ajarin Kimia kerjain sendiri).
Nafisa mengambil Zaky dari pangkuan kakaknya." Sama aunty cantik yuk mamam buburnya, Papa Zaky biar mandi terus sarapan kan mau kerja cari uang untuk beli susunya Zaky iyakan sayang?"
" Ih Mak...kok gue Lo anggurin sih ,ajarin dong gue traktir ke waroeng steak deh ntar sore." Yudha mengikuti langkah Nafisa ke ruang makan.
"it's oke...gue mo nyuapin ponakan dulu, Lo mau sarapan apa bubur or mie goreng?"
" Gue mie goreng aja deh."
Mereka duduk di gazebo taman belakang Nafisa sibuk menyuapi Zaky sedangkan Yudha menuliskan reaksi kimia yang diajarkan Nafisa sambil menyuap mie goreng buatan Bi Siti.
Setelah selesai mengerjakan tugasnya segera Yudha merapikan bukunya. Handphone Nafisa bergetar ternyata Pak Dimas menelponnya.
Nafisa
Assalamualaikum Pak Dimas.
Dimas
Wa'alaikumsalam Fisa, Kamu hari ini ada kelas gak?
Nafisa
__ADS_1
Kebetulan tidak ada Pak ke kampus hanya mengembalikan buku ke perpustakaan terus ke Biro Administrasi itu aja.
Dimas
Bisa minta tolong gantikan saya mengajar Kimia Analisa 2 di ruang A5 anak teknik kimia semester 3.
Nafisa
Maaf Pak sebelumnya, bukannya saya asisten bapak untuk penelitian bukan untuk menggantikan mengajar di kelas.
Dimas
Saya sudah bikin suratnya kusus untuk mata kuliah Kimia Analisa kamu asisten saya, memang belum saya beritahukan karena baru kepikiran sekarang kalau jadwal kimia analisa banyak bentrok waktunya karena sibuk maka saya menunjuk seseorang untuk menggantikan tentu tidak asal tunjuk karena saya tahu kemampuan kamu Nafisa.
Nafisa
Ba...baiklah kalau begitu saya tidak bisa menolak meski ini membuat saya bingung dan krisis percaya diri Pak. Maaf untuk materinya sampai apa ya Pak?
Dimas
Nanti kamu ketemu sama Pak Riyan ya tadi sudah saya telepon biar beliau ambilkan materi di ruang kerja saya.
Nafisa
Baik Pak terimakasih atas kepercayaan bapak kepada saya. Semoga apa yang bapak amanahkan bisa saya laksanakan dengan baik.
Dimas
Baik kalau begitu terimakasih atas kesediaan kamu menggantikan saya. Assalamualaikum
Nafisa
Wa'alaikumsalam Pak.
Nafisa menghembuskan nafas. " Lo dengar obrolan gue tadikan? Itu berarti nanti Lo ikut kelas di anak semester tiga Yudh?"
" Ya... begitulah Mak."
" Aih....Mak janganlah mengancam pangeran tamvan nan rupawan dong...dendam itu dosa loh!"
" Masa bodoh mau dosa atau gak...yang penting Lo belajar karena gue pingin merasakan jadi asisten dosen yang kejam hahaha."
" Astaghfirullah....kesambet setan mana sih Lo kok jadi Mak Lampir.?"
"Bodo..wle..." Nafisa menjulurkan lidahnya kemudian lari menaiki tangga sambil menggendong Zaky hendak bersiap-siap ke kampus.
Yudha pun bergegas pulang ke rumah bersiap pergi ke kampus,tapi dia baru ingat kalo motor kesayangannya masih di bengkel sedang Papa mama nya sudah berangkat dari tadi ke kantor.
" Aaargh sialan gue naik apa ke kampus mana ojek online susah nyantol nya dari tadi order, oiya kenapa gue bego numpang sama Mak Lampir aja hehe."
Yudha segera menelepon Nafisa.
Yudha
Halo Mak gue nebeng dong... please
ntar gue traktir deh.
Nafisa
Motor Lo kemana ?
Yudha
Masih di bengkel sudah dari kemarin
Mobil dibawa Papa Mama
__ADS_1
Ojol susah nyantol
Tolong gue dong Mak....
Lo cantik deh baik hati ..😘😘😀
Nafisa
Alah banyak maunya muji-muji gue
udah buruan keluar Lo, gue udah di depan pos satpam mo putar balik
Yudha
Alhamdulillah ....
Makasih Nafisa cantik
Nafisa
Basi tau gak...
*******
Di Kampus
Setelah mengenalkan diri, Nafisa segera memulai kegiatan belajar mengajar di kelas A5.
Ia menuliskan 10 soal dari Dimas untuk dikerjakan dan dikumpulkan sebagai latihan menjelang ujian akhir semester.
" Ya kalau sudah silahkan dikumpulkan lembar jawabnya, dan jangan lupa tugas minggu kemarin dari Pak Dimas sekalian dikumpulkan,saya tunggu 10 menit lagi ...oke."
*
*
*
*
Tanpa sadar 10 menit sudah berlalu Nafisa melirik ke arah para mahasiswa masih ada separuh kelas yang hadir tadi belum juga selesai mengerjakan.
" Well ...10 menit sudah berlalu tapi masih banyak yang belum selesai mengerjakan?"
" Apakah kalian mengalami banyak kesulitan untuk mengerjakannya?"
" Iya kak... banyak yang belum kami pahami," itu suara sang ketua kelas yang bernama Iqbal wajah blasteran Arab sangat tampan.
" Apakah kalian habis ini masih ada kelas?" tanya Nafisa.
" Tidak kak..." Jawab mereka kompak.
" Oke kalau begitu... kakak akan bantu untuk mengerjakannya maksudnya cara penyelesaiannya kalau jawabannya tergantung dari hasil perhitungan kalian masing-masing."
" Alhamdulillah....iya kak mau di ajarkan caranya." seru mereka bersamaan.
Setelah selesai menjelaskan Nafisa menunjuk Yudha untuk mengumpulkan semua tugas ke ruang Pak Dimas.
" Oke .... teman-teman, kelas saya akhiri sekian
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."
" Wa' alaikumsalam," jawab seluruh mahasiswa.
" Oiya.... saudara Yudha, nanti tolong di kumpulkan ke ruang Pak Dimas ya saya tunggu disana,lembar jawab dan tugas yang kemarin."
" Siap laksanakan."Yudha berdiri tegak.
__ADS_1
Nafisa melangkah keluar menuju ruangan Dimas, karena Dimas dan dua orang dosen lainnya sudah menunggu di ruangan untuk membahas penelitianya.
**********TBC**********