
Minal Aidzin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Sudah lama vakum dari Mangatoon.Kangen ngetik cerita halu πππ. Terimakasih Mangatoon bisa menjadi tempat untuk menorehkan coretan cerita unfaedahku. Aku masih belajar, pasti banyak kekurangan mohon untuk komen biar bisa jadi masukan untuk lebih baik kedepannya. Cerita ini sebenarnya tidak asal ketik,beberapa adegan seperti saat Nafisa bekerja di klinik,apotek ,kegiatan di kampus, Taekwondo itu berdasarkan pengalaman pribadi dan wawancara dengan ahlinya.
Kenapa update tak tentu karena aku banyak kesibukan di dunia nyata yang tak bisa aku ceritakan detailnya.
Promo Cerita baru
Ramaikan vote dan komennya ya reader ....πππ
******Salam Sayang Nafisaππππ********
Jam 08 pagi lebih 10 menit Nafisa melangkah tergesa. " Gawat telat nih mana dosennya Pak Dimas lagi."
Sementara Mata kuliah Kimia Analisa dan Kimia Fisika biasa diampu oleh Ardian sekarang Dimas yang pegang sambil menunggu dosen pengganti, karena Dimas juga seorang lulusan Master Teknik Kimia jadi bersyukur sekali Dimas mendapat tugas mengajar di Fakultas MIPA karena bisa ketemu Nafisa gadis cantik yang membuat jatuh cinta pada pandangan pertama nya.
Ardian sudah tidak mengajar di kampus Nafisa karena sekarang memegang perusahaan ayahnya dan sebentar lagi dia akan menikah dengan wanita masa lalunya Amira.
Tok....tok...tok...
"Assalamualaikum" ucap Nafisa
"Masuk... Wa'alaikumsalam."
Membuka pintu perlahan kemudian menatap sesosok makhluk tampan sedang memegang spidol whitebord menulis reaksi kimia.
"Maaf Pak saya terlambat, apakah masih boleh mengikuti kuliah Kimia Fisika?" cicit Nafisa sambil menundukkan kepalanya.
Dimas memandang Nafisa sebentar kemudian duduk di kursi singgasana dosen, "Duduk , setelah kuliah ini ke ruangan saya."
" Baik Pak , terimakasih." sahut Nafisa.
" Perhatian... untuk semuanya, Meskipun saya hanya dosen pengganti sementara tapi saya hanya toleransi untuk keterlambatan masuk di jam kuliah saya 10 menit, lebih dari itu tidak usah masuk kelas, dan untuk absensi maximal ketidakhadiran 3x , lebih dari itu nilai ujian D atau silahkan mengulang semester depannya lagi, paham...?"
" Paham Pak." jawab seluruh mahasiswa.
Menatap papan white board pikiran Nafisa berkelana entah kemana. Sesekali Dimas mencuri pandang pada mahasiswi yang tadi datang terlambat sekarang malah sepertinya melamun. Jadi gemes Dimas tuh pengen peluk terus cium eh ... belum halal ding hihihi, kira-kira seperti itulah pikiran Dimas.
Tak terasa 90 menit sudah berlalu. Dimas membereskan buku dan laptopnya. Mahasiswa satu persatu keluar dari kelas hanya tersisa Nafisa yang tampak sibuk menyalin catatan dari Nara.
Ingin menyapa mahasiswi yang masih sibuk menulis di bangkunya, tapi bingung mau ngomong apa yang ada jantung Dimas berdetak up normal jika berada didekat gadis itu.Akhirnya Dimas memilih untuk keluar kelas menuju ruangan Rektor menemui Kakeknya lebih tepatnya adik dari kakek Dimas.
**************************
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
*
Melangkah dengan malas menuju Fakultas Teknik mencari ruangan Dimas. Dia tidak melihat kalau ada gerombolan cowok teman Taekwondonya.
Tiba-tiba ada yang melempari kacang "Mak ....mau kemana Lo?"
" Sialan ... kampret sih Lo lempar-lempar kacang emang gue monyet apa?" Nafisa melotot karena kaget.
" Cie gitu aja marah...btw mau kemana sih Mak buru-buru amat gak mau nongkrong sama kita-kita dulu nih," kata Kevin.
" Gak.."
" PMS Mak...galak amat," itu suara Yudha.
" Alah nyantai dulu Mak...." Adam menarik tangan Nafisa menuju kantin yang kebetulan dekat dengan ruangan Dekan.
Semua teman Nafisa ramai-ramai menuju Kantin, Adam sedang berbaik hati mentraktir karena sebentar lagi akan mengakhiri masa lajangnya menikah dengan Karin sahabat Nafisa.
" Senyum dong Mak...kita ditraktir sama bos Adam lho mau makan sepuasnya boleh kok, kata Dion.
" Gue lagi sebel aja tadi pagi mobil mogok mana kuliah pagi diisi Pak Dimas jadi telat. Sekarang gue mau ke ruangannya disuruh kesana tau dikasih hukuman apa," keluh Nafisa sambil menyeruput teh panas.
"Santai Mak....makan dulu gih mau pesan apa Siomay,bakso,soto?"
" Makasih deh gue udah minum teh panas aja takut ntar Bapak dosen marah gue kesiangan kesananya," sambil menusuk siomay di piring Kevin memakai tusuk gigi kemudian memakannya.
" Lapar bilang bos....disuruh pesan sendiri gak mau tapi main comot aja huh.."
" Heh Keplin gue cuma minta satu siomaynya pelit banget sih....dah ya mau ke Pak Dimas dulu bye, makasih ya teh panas nya Dam."Pamit Nafisa.
" Awas Mak.. hati-hati ntar jatuh cinta." seru Yudha dan Dion.
" Bawel Lo semua ..wlek...," Nafisa menjulurkan lidahnya kemudian berlalu menuju ruangan Dimas.
Tok...tok...tok... "Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam.....masuk ," Dimas menjawab.
Nafisa membuka pintu pelan kemudian menutupnya kembali.
"Siang Pak Dimas," sapa Nafisa.
"Siang....oh Nafisa silakan duduk sini."
Nafisa tersenyum kemudian menarik kursi didepan Dimas. Mengambil Nafas kemudian membuangnya pelan. " Maaf tadi bapak menyuruh saya ke ruangan ada apa ya pak?"
" Karena kamu sudah terlambat tadi...saya akan memberikan kamu tugas tambahan, bantu saya mengoreksi Kimia Analisa karena minggu ini saya sibuk sekali."
" Baik Pak, dimana saya harus mengerjakan di ruangan ini atau saya bawa pulang?"
" Di sini saja kebetulan saya akan keluar rapat sebentar dengan Bapak Rektor dan dosen lainnya. Kamu kalau sudah selesai tolong kunci ruangan ini titipkan ke satpam depan cukup kamu wa saya nanti saya ambil di satpam."
" Oh iya Pak."
Setelah Dimas meninggalkan ruangan. Hening terasa hawa dingin terasa karena hembusan dari AC di ruangan.Sudah satu setengah jam berlalu berkas hampir selesai kemudian terdengar suara ketukan pintu menghilangkan kantuk yang tertahan.
Nafisa segera berdiri dari sofa tempat ia mengoreksi tugas adik tingkatnya. Sebelum ia melangkah pintu terbuka. Terlihat sosok wanita cantik nan modis bersama anak kecil yang dua bulan lalu pernah makan bersama dengannya bersama Dimas dosen yang ia kagumi.
__ADS_1
" Hai kak Nafisa," gadis kecil itu berlari menghampirinya sementara wanita cantik yang berjalan mendekat kearah Nafisa tersenyum manis. Nafisa tersenyum melihat gadis kecil yang langsung duduk di sofa tempat ia menyelesaikan tugas dari Dimas, ya si imut kecil itu adalah Nabila.
" Selamat siang Pak Dimas kemana ya,dari tadi saya telpon kok gak diangkat sih." kata wanita cantik itu
" Siang Bu ..."Pak Dimas tadi bilang ada rapat di luar bersama Bapak Rektor dan jajaran dosen lainnya.
" Oh pantas gak diangkat teleponku," keluh wanita itu.
Kemudian wanita cantik itu duduk di sebelah Nabila, " Sayang....kamu sudah kenal dengan kakak ini?"
" Sudah mama.... dulu Nabila pernah diajak Papa Dimas makan bareng kak Nafisa, ya kan kak?"
Nafisa tersenyum dan mengangguk sambil mengelus kepala Nabila yang kini disandarkan di lengan Nafisa.
" Oh kalau begitu saya nitip Nabila ya Nafisa karena saya ada urusan keluar kota mendadak. Nanti saya WA Dimas kalau Nabila sudah nungguin di kampus,terimakasih."
" Nabila kamu ikut papa Dimas ke rumah Oma ya...gak boleh nakal ya sayang."Mamanya mencium pipi kanan dan kiri.
" Oke mama," Nabila mengangkat jempolnya.
Setelah mama Nabila pergi meninggalkan ruangan Dimas, Nafisa mengambil kertas kemudian menggambar Cinderella kemudian mewarnai bersama Nabila.
Kebetulan Nabila pulang sekolah jadi ia membawa perlengkapan gambar lengkap. "Lihat Kak Nafisa Cinderella cantik banget ya .... kakak pinter banget gambar sama kasih warnanya.... kereeennn." Nabila mengangkat kedua jempolnya.
"Terimakasih sayang...kamu juga keren pinter mainkan gradasi warnanya.'
Nabila memainkan ponsel Nafisa setelah ia mendownload game Onet. Segera ia menyelesaikan lembar koreksian adik tingkat. Tak lama kemudian pintu terbuka pelan menampilkan sosok ganteng idola mahasiswa teknik bapak dekan Dimas meski sudah siang tapi aura kegantengannya tetep tak berubah.
" Papa Dimas..." seru Nabila kemudian ia menunjukkan gambar Cinderella " Lihat cantik kan Pa..?!"
"Wah iya cantik banget ...kamu yang gambar?"
" Bukan Pa..Kak Nafisa yang gambar terus yang mewarnai kita berdua ya kan kak."
Nafisa mengangguk lalu tersenyum." Maaf Pak ini saya sudah selesai...tidak ada lagikan yang harus saya kerjakan?"
Dimas menggeleng...."Sa...boleh saya bicara sebentar?" tanyanya.
Nafisa mengangguk..." Silahkan Pak."
" Bantu saya.... Nafisa,saya butuh banget asisten karena pekerjaan saya padat sekali."
" Maaf Pak... semester ini saya harus konsentrasi penuh agar IP stabil karena saya akan mengambil penelitian dan juga KKN pekerjaan sambilan sayapun sudah saya tinggalkan, asisten laboratorium juga sudah tidak lagi."
" Nafisa ...saya dalam waktu dekat melakukan riset kamu bisa turut serta nanti akan memudahkan dalam penelitian kamu juga, saya akan mencarikan dosen pembimbing yang akan membantu dan membimbing tanpa bertele-tele pokoknya saya jamin cepat selesai penelitiannya juga tugas akhir kamu karena proyek penelitian ini juga melibatkan dosen dari Fakultas MIPA Kimia."
" Kenapa bapak tidak mencari mahasiswa lain Pak yang lebih pintar dari saya kan banyak, saya gak PD untuk ikut tim penelitian bapak."
"Nafisa kamu harus percaya diri, kalau saya ambil mahasiswa lain saya harus adakan seleksi tes tertulis,tes wawancara dan butuh waktu yang lama, saya sudah kenal kamu tau kemampuanmu,saya juga sudah cek nilai akademis kamu dari semester awal, dosen di jurusan kamu juga tidak keberatan setelah saya mintai pendapat."
Dimas menatap Nafisa, ia tampak gelisah tidak tenang kemudian tersenyum sambil mengangguk hormat.
" Baik Pak akan saya pikirkan kembali tawarannya Insya Alloh besok saya infokan ke Bapak keputusan saya."
" Oke kalau begitu berhubung sekarang sudah siang ....ayo kita pulang sekalian beli makan siang dulu, kamu sudah laparkan Bila?"
" Iya Papa....asyik kita makan bareng lagi sama kak Nafisa." Nabila memeluk Nafisa yang sedang membereskan perlengkapan gambar Nabila. Kemudian Dimas siap berkemas untuk pulang.
__ADS_1
Nafisa mengusap sayang kepala Nabila. " Kalo kakak gak ikut gimana ? Kakak di rumah ada adik kecil nangis terus nyari kakak karena Papanya gak di rumah kerja jauh, sama bibi yang ngasuh gak mau, jadi kakak harus pulang dulu nenangin adik kecil dulu."
*******TBC*******