Nafisa

Nafisa
Part 46


__ADS_3

"Fisa , Fisa...bangun sayang," tepukan hangat dari sang mama membangunkannya. Tak terasa setelah menerima telepon dari Dimas ,Nafisa tertidur hingga adzan Maghrib berkumandang.


Nafisa menggeliat kemudian memeluk guling. Netranya mengerjab menyesuaikan cahaya lampu yang silau, terdengar adzan Maghrib berkumandang. " Astaghfirullah....sudah subuh ya?" Nafisa bergumam sendiri kemudian duduk di tepi ranjang. " Belum subuh sayang tapi sudah magrib ,anak perawan kok tidur sampai magrib cape ya?" tanya mama.


Baru sadar ada orang lain di kamarnya," aahh... mama..kangen....!!!" seru Nafisa kemudian memeluk erat ,mencium pipi kanan kiri mamanya.


Mama Nafisa tersenyum hangat kemudian mengusap lembut punggung anak bungsunya. "Sayang ....mandi dulu terus sholat magrib ya, papa sudah menunggu di mushola bawah...oke ." kata mama.


" Oke ma." Nafisa berlari menuju kamar mandi.


Mendengar suara berisik didekatnya Zaki pun terbangun dia menggeliat kemudian matanya mengerjap lucu,melihat cucu pertamanya terbangun segera Mama Kinarra (mamanya Nafisa) menggendong dan mencium pipi gembul Zaky. Tak ada perlawanan dari sang cucu dia senang tertawa karena merasa geli.


" Hai .. ganteng,cucu Oma udah bangun? yuk turun , Opa Herry kangen banget sama kamu."


Sebelum turun ke bawah Mama Kinarra berjalan ke kamar mandi kemudian mengetuk pintunya," Fisa .... Zaky mama bawa turun ya, dia sudah mandi belum?"


" Iya mama bawa turun aja, minta tolong ke Bi Siti untuk bikin susunya,dia udah mandi tadi habis Ashar." kata Nafisa.


***********


Setelah Maghrib


Semua berkumpul di ruang tengah bercanda dengan baby Zaky yang sibuk memainkan boneka sapi di kereta dorongnya. Tak lama kemudian topik pembicaraan mereka beralih membicarakan tentang bisnis, sedang baby Zaky bermain dengan Nafisa.


" Ehmm....Fisa sekarang semester berapa kamu?" tanya sang Papa.


"Semester akhir Papa.... sekarang sibuk menyelesaikan laporan Penelitian hampir selesai dikit lagi lanjut nanti ke skripsi."sahut Nafisa.


" Cepat banget kamu Fis... penelitiannya udahan aja kayanya baru kemarin?" tanya Alfian.


" Iya dong kan penelitian bareng bapak dosen jadi lebih cepat dari teman-teman Fisa ,hebatkan kak?! Nafisa gitu loh.... hihihi."


" Curiga nih.... jangan- jangan dosennya ngajak penelitian sambil meneliti hati kamu Fis?" tanya sang kakak.

__ADS_1


" Eh jangan salah kak, karena Nafisa tuh mahasiswi berprestasi , aktif di kampus,juga asisten dosen makanya Pak Dimas ajakin Fisa ikut terlibat dalam penelitiannya sekalian menyelesaikan mata kuliah penelitian jadi tinggal skripsi aja, main tuduh aja ihhh..sebel." Nafisa melempar bantal sofa ke muka Alfian kakak nya. Mereka yang ada disitu semua tertawa melihat perdebatan kedua kakak beradik itu.


Sungguh keluarga utuh yang bahagia ada Mama,Papa,Oma,kakak juga keponakan yang lucu, suasana seperti ini yang Nafisa dambakan berkumpul bersama berbagi cerita.


"Zaky ikut Tante yuk ah cari kucing garong di rumah sebelah," Nafisa menggendong keponakannya.


" Bahasamu dek... ngajarin keponakan yang santun napa sih? udah malam ntar Zaky kedinginan, sini yuk ikut Papa Fian biarin Tante sendiri ke rumah om Yudha ,ntar dedek Zaky jadi obat nyamuk," sahut Alfian hendak mengambil alih Zaky dari gendongan Nafisa.


" Pinjam bentar ih..pelit amat lagian kakak kan baru flue jangan deket-deket dengan Zaky," Nafisa memukul tangan kakak nya.


" Apa-apaan sih kalian,ribut aja gak malu sama umur ,tadi Fisa bilang cari kucing garong ,Fian bilang ke rumah om Yudha? mana yang bener siapa Om Yudha itu? orang yang piara kucing?" tanya Mama Kinarra.


" Ma, Yudha itu tetangga sebelah rumah yang kebetulan temen kampus Nafisa,mereka gak pernah akur kalo ketemu pasti berantem,kalo ada maunya baru akur...heran juga sih kenapa gak jadian sekalian,kalo tetangga sebelah gini kan enak Ma...Pa...kalo misal mereka sampai nikah ya kan?" Sambil menaik turunkan alisnya Fian menggoda Nafisa.


Nafisa langsung mencubit lengan Alfian dan lari membawa Zaky keluar rumah. Papa,mama,Oma tertawa melihat tingkah putrinya.


Nafisa menelpon Yudha, memastikan jadi tidaknya ia meminjam mobilnya untuk pergi ke Cafe sesuai janji dengan teman-temannya membahas bisnis bersama.


" Gue disini Fis...gak usah nelpon-nelpon, kangen berat pasti." kata Yudha- sambil senyum-senyum menyebalkan.


" Pas banget...kalo gitu,gue kesini mau bilang gak jadi pinjem soalnya Yulinda mau jemput gue," sambil menarik turunkan alisnya.


" Lo jadian ya sama Yulinda....hayo ngaku Lo kampret...?!" Nafisa bersorak gembira.


"Baru pe-de-ka-te... Do'a kan ya biar langgeng sampai gue lamar dia nantinya." kata Yudha.


( Si kembar Yulinda atlet poomsae taekwondo di kampus pernah di ceritakan di awal,dia jarang nongkrong dengan teman-temannya karena selalu disibukkan dengan olimpiade tingkat universitas)


" Aamiin....,Zaky lihatlah rupanya sekarang situasi aman terkendali, karena kucing garong sebelah sudah ada pawangnya," kata Nafisa kepada Zaky sambil menciumi pipi tembem keponakannya, balita itupun tertawa geli.


" Eh... kampret Lo enak aja ngatain gue kucing garong!!!"sembur Yudha.


" Sudah pulang sana ....salam buat Yulinda," kata Nafisa.

__ADS_1


" Oke."Yudha mengangkat jempolnya.


*****************


Nafisa masuk ke dalam rumah, ternyata semua anggota keluarga sedang makan malam. Nafisa segera mengambil kursi makan Zaky dan mengambilkan biskuit serta susu di dalam dot, karena Zaky sudah makan tadi sore ,biar tidak rewel karena semua orang makan maka Nafisa hanya menyediakan camilan biskuit bayi dan susu.


" Cucu Oma pinter banget ya duduk makan sendiri nurut banget sama aunty nya."


" Iya dong Oma....kalo gak nurut aunty,siapa nanti yang gendong Zaky kalo Papa gak di rumah?" itu suara Nafisa menirukan suara anak kecil.


" Fisa kamu dah cocok lho jadi mama muda....,Lihat Pa..Zaky nurut banget sama anak kamu, kalo kamu belum ada pacar biar Papa yang cariin gimana siapa tahu cocok,kenalan dululah minimal." kata Mama Kinarra.


" Makasih Ma, Pa,tidak usah repot-repot Carikan Nafisa jodoh,Insha Alloh besok ada laki-laki Sholeh yang akan datang ke rumah meminta izin dari Mama, Papa, untuk serius menjalani hubungan dengan Fisa."


" Uhuk...uhuk," Alfian tersedak, Oma langsung memberikan minum pada kakak Nafisa yang tampak kaget.


" Siapa Fisa? Kok kamu gak pernah cerita ke kakak?" tanya Alfian.


"Rahasia atuh kak...lihat saja besok yah..oke?


Sebenarnya sudah seminggu yang lalu dia bilang mau serius sama Fisa, dan itu butuh waktu untuk Fisa berpikir dan sholat istikharah memantapkan hati. baru tadi sore dia bilang ke Fisa besok pingin ketemu sama Mama papa."


" Alhamdulillah,kalau sudah ada pria sukses yang serius ke kamu Fisa." kata Oma.


" Kok Oma tahu dia pria sukses?" tanya Alfian.


" Tahulah mana mungkin cucu Oma mau sama pria yang pengangguran hanya mengandalkan tampang ganteng, atau mahasiswa sok kaya tapi masih minta duit ke ortunya." kata Oma Ela.


" Oma Ela ku sayang emang the best besok bisa lihat sendirilah oranngnya seperti apa,?"


*************** TBC*************


izin promo cerita baru...

__ADS_1


mohon kritik sarannya ya teman2 🥰🙏



__ADS_2