
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu keras sekali....
tok
tok
tok
"Nafisa bangun sudah jam 6 katanya ada kelas pagi sayang...teriak mamanya."
Nafisa terkejut dan langsung lompat dari tempat tidurnya...."Ya Ma ini sudah bangun."
"Astaghfirullah... ternyata mimpi Pak Ryan nembak di taman restoran semalam, padahal semalam sehabis dinner dengan calon Bang Firman terus pulang ini kok malah main ditaman sama Anisa terus Pak Ryan menyatakan perasaannya...dasar...nih otak kenapa Pak Ryan Mulu yang dipikir sih?"
Nafisa memukul kepalanya sendiri.
'Dunia sempit ya ternyata adiknya Pak Ryan calon Bang Firman batin Nafisa,nah terus siapakah jodoh gue....????'
**********
Pulang kuliah Nafisa mengantar Mamanya ke bandara untuk kembali ke Singapura ke perusahaan milik papanya rencana 2 hari kemudian pulang ke Malaysia.
Nafisa kembali ke rumah mengendarai mobil Brio kuning yang dibelikan mamanya.
Segera membersihkan diri kemudian beristirahat dengan tenang, dan akan bangun ketika waktu sholat saja lanjut tidur lagi karena hari ini shift malam di kliniknya.
*******
Sekarang klinik tempat Nafisa kerja buka 24 jam otomatis jam kerja sesekali merasakan jam masuk malam sampai pagi. Apalagi sebentar lagi ini klinik akan berubah jadi rumah sakit tipe D, renovasi bangunan klinik menuju rumah sakit tipe D 90 persen selesai.
Bismillahirrahmanirrahim kerja harus ikhlas dan semangat. Gue melangkah melewati koridor UGD yang sekarang terlihat mewah. "Mbak Fisa ya ?" Sapa seorang wanita paruh baya.
__ADS_1
"Iya Bu.... "sambil senyum bingung,gue perhatikan mirip siapa gitu lupa- lupa ingat .
"Pasti lupa ya sama ibu....saya Bu Wira tetangga komplek."
"Ya Allah ...iya saya kok bisa lupa ya..maaf habis nya jarang keluar rumah saya ,makin padat jadwal kuliah apalagi sambil kerja disini,Bu."
"Oh jadi mbak Fisa kerja di sini?"
"Iya Bu ,saya di bagian farmasi nya,oh ya siapa yang sakit ?"
"Pak Wira ... kambuh tensinya naik,gula darah juga naik."
" Oh bapak yang sakit , terus sekarang gimana Bu,sudah diperiksa dokter belum?"
"Sudah , nunggu hasil laboratorium sebentar lagi mungkin untuk memastikan rawat inap atau rawat jalan."
" Boleh saya jenguk bapak Bu? tanya Nafisa dengan sopan.
Bu Wira membuka gorden UGD yang tertutup ,Nafisa sedikit kaget karena selain infus Pak Wira juga dipasang selang oksigen.
"Bu.... apakah tadi bapak sempat pingsan atau sesak napas?"
" Iya tadi sempat pingsan di rumah,terus sampai rumah sakit sudah sadar."
Kemudian dokter datang membawa hasil laboratorium.
"Sa kamu ngapain di sini , tanya dokter jaga yang tak lain abang sepupunya.
" Shift malam saya Pak dokter, sekalian jenguk tetangga plus dosen kampus dok," jawab Nafisa formal.
"Dok tolong berikan yang terbaik buat Pak Wira ya, pilihkan dokter spesialis yang bagus juga."
__ADS_1
"Siiip ..." Firman mengacungkan jempolnya.
" Bu ,saya permisi dulu ya saya dah telat nih mau absen dulu ,yakin sama pak dokter aja ya Bu semoga itu yang terbaik buat Pak Wira."
"Aamiin,iya makasih ya mbak Fisa."
"Sama-sama Bu, salam buat bapak....Assalamualaikum, selamat malam."
"Mari Pak Dokter sapa Nafisa sambil mengedipkan mata kemudian tersenyum jahil kemudian berbisik,"besok nebeng pulangnya awas kalo ninggalin."
"Bawel...", jawab Firman datar.
Akhirnya Dokter Firman menyarankan Pak Wira untuk rawat inap ,ia sudah memesankan kamar VIP untuk tindakan medis selanjutnya.
Firman memilihkan dokter spesialis penyakit dalam yang paling profesional di klinik itu. Hanya tinggal menunggu kamar yang baru disiapkan oleh perawat.
Nafisa mengeratkan jaket nya hendak menuju instalasi farmasi,memang malam ini dingin sekali karena dari tadi sore hujan deras sekali.
Tiba- tiba dari arah berlawanan seorang pria menabraknya hingga Nafisa nyaris jatuh.
" Mas hati- hati dong kalau jalan kok lari-lari kaya dikejar setan aja."
" Maaf Mbak...."
"Ya gak papa....."
Kemudian Nafisa berlalu dengan cueknya.
Pria yang tidak sengaja menyenggol Nafisa bengong kemudian tersenyum sendiri malam- malam begini ada bidadari di rumah sakit batinnya.
*****bersambung******
__ADS_1