
Assalamualaikum....Readers....
kalau kalian.suka cerita ini tolong vote nya dong cerita ini banyak yang baca dan menikmati tapi kenapa kalian gak mau like dan vote sih kan bikin seneng author gak ada salahnya kaliii... cerita ini hanya hiburan gratis lho.....cuma like sama vote aja gak bayar susah banget sih jadi malas update deh...Hua...Hua...nangis kejer nih😭😭😭😭😭😁🤭😘😘😘😘😘
Sebenarnya mo lanjut dikit2 tapi di platform ini minimal 500-1000 kata per bab jadi ya tunggu memenuhi target ya
Jujur aku bingung guys mo tak apakan ini cerita 😀🤭
Nafisa...Nafisa....bikin author bingung mo ngapain lagi .....dia mah enak dijodohin ma kak Dimas lha.... author gigit jari lihat mereka mesra wkwkwk 😆😆😆 Mau tak bikin konflik takut sama si Dimas.
Dimas:" Awas Lo Thor bikin calon istri gue nangis atau sakit tak hapus cerita kamu dari awal!"
Author: "Enak wae main hapus ngetik itu butuh waktu,butuh tenaga, pikiran juga Pak Dosen killer, (****dia manis di depan Nafisa eh kalo di depan mahasiswa nya kaya gue gini amit2 pingin mites rasanya****.---gumam author)"
Dimas:"Hayoh Lo ngibahin gue sama readers ya?"
Author: "Gak kok, ngibahin dosen lain, permisi Pak ......mo lanjut ngetik aja dari pada boring lihat bapak hehehe..kaburrr....🏃🏃🏃🏃
🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧🍧
Tak sadar disamping kedua insan itu ada Rosa kakak pertama Dimas dia tersenyum seakan mengerti keresahan calon adik iparnya.
Rosa menepuk pundak Nafisa, " Sa kamu mending gabung sama kami di sana ,ada Nabila kamu bisa menemaninya karena sering lari kesana kemari , bukannya saya gak mau menemani Bila tapi itu untuk mengalihkan perhatian para dosen, saya tahu apa yang kamu cemaskan."
Nafisa tersenyum kemudian memandang calon suaminya seakan meminta persetujuan,Dimas tersenyum mengangguk tanda setuju, " Ya Kak Rosa terimakasih idenya saya akan bersama dengan Nabila terus biar aman dari gosip."
Rosa dan Dimas terkekeh kemudian berbalik kembali menyambut para tamu undangan. Nafisa berjalan mendekati gadis kecil yang sangat menggemaskan,ya dia Nabila.
" Bila sayang, kesini aja kita makan dulu yuk sebelum ambil ice cream nya," ajak Nafisa yang dituruti sang gadis kecil.
" Kak....aku mau nasi dikit tapi supnya yang banyak terus pake itu udangnya," tunjuk Nabila.
" Siap Bos," kata Nafisa yang saat itu memakai masker alasannya sedang pilek takut nular ke Nabila.
Nafisa membawa piring menuju taman menyuapi sang gadis kecil. Ternyata disana sudah duduk Farel membawa piring kecil berisi kudapan. " Kak Farel, kok disini gak gabung dengan yang lain?" tanya Nafisa.
" Gak...lagi malas aja, kalau ketemu sama saudara pasti pada nanyain mana calon kamu? mau jawab apa aku? pertanyaan itu yang membuat aku rindu pada Shafa."
Tak terasa air mata Nafisa menetes, " Yang sabar ya kak.... berdo'a lah sama Yang Kuasa agar di dekatkan dengan jodoh dan ikhlaskan kak Shafa agar dia tenang di alam sana. Jujur kak kalau tidak banyak kegiatan di kampus dan di rumah,pasti akan sering memikirkan kakak kembarku, rasanya seperti mimpi kehilangan dia begitu cepat hingga cita-cita kami berdua belum terwujud."
Nafisa mengobrol dengan Farel sedang Nabila main ayunan di taman dekat kolam ikan tidak begitu jauh dengan tempat Nafisa.
" Kak Fisa dicari Papa Dimas," Nabila menunjuk Pria tampan yang berjalan mendekat.
__ADS_1
" Sayang....aku cari-cari eh gak taunya disini,sudah makan belum?" tanya Dimas.
" Alhamdulillah sudah tadi,iya nemani Nabila main eh ketemu kak Farel yang lagi galau jadi ngobrol sedikit tadi." jawab Nafisa dengan senyum cantiknya.
"Oh ... gitu, ingat Nafisa kamu calon istri saya jadi kamu harus bisa menjaga hati saya agar tidak berprasangka yang bukan-bukan!"
" Hahahaha cemburu nih ceritanya pak dosenku yang guanteng ," Nafisa tertawa sampai mengeluarkan air mata melihat Dimas cemburu.
" Dimas ..Dimas...kamu gak perlu cemburu sama aku, aku gak ada perasaan sama sekali dengan Nafisa, karena calon tunanganku Shafa bukan dia dari penampilan,suara, semua tingkah lakunya berbeda hanya kebetulan wajahnya sama karena mereka kembar."
" Yah...aku hanya waspada saja,apa itu salah kak?"
" Maafkan dia yang posesif ya Kak Farel,mohon maklum baru bucin hehehe," kata Nafisa yang diangguki oleh Farel.
" Sudahlah kak Dimas kita ambil es krim yuk keburu habis nanti. Ayo Nabila ikut kakak," Nafisa mengajak Nabila dan Dimas untuk masuk ke dalam resto mengambil es krim sekaligus menyudahi perdebatan antara Dimas dengan Farel.
Setelah masing-masing mendapat mangkuk kecil berisi es krim, Dimas dan Nabila duduk bersebelahan, Nafisa berdiri hendak mengambil potongan buah-buahan yang sudah tertata apik di piring kecil. Dia berjalan sambil memperhatikan kanan kiri nya takut kalo ada yang mengenal nya. Tiba-tiba.... byur ..panas terasa di dada Nafisa rupanya secangkir kopi tumpah tepat di dadanya. "Astaghfirullah Aargh panas," teriak Nafisa yang mengundang perhatian beberapa orang.
" Sorry gak sengaja gue," kata wanita berbaju sexy kurang bahan itu sambil melenggang pergi.
Nafisa terbengong dasar dosen tak tahu diri tak berperikemanusiaan,sudah menumpahkan kopi di gaunnya mana panas lagi hanya bilang sorry kemudian berlalu seakan tak punya dosa.
Dimas terkejut kemudian menghampiri Nafisa sambil menggandeng Nabila," Bila sayang kamu sama Om Farel dulu ya." Nabila mengangguk kemudian menghampiri Farel.
" Ke...ketumpahan kopi kak."
" Ayo kita bersihkan dibelakang," ajak Dimas sambil menarik tangan Nafisa.
" Sebentar ya,saya minta kotak P3K dulu." kata Dimas. Ia mencari waitress yang standby di dekat situ untuk segera mencarikan Nafisa salep luka bakar.
Setelah mendapat salep Dimas mengajak Nafisa ke toilet untuk segera mengoleskan obatnya." Perlu saya bantu Fisa?" tanya Dimas
" Ih Pak Dimas jangan macam-macam ya, saya bisa oles sendiri tau?!" kesal Nafisa yang ditanggapi senyum jahil Dimas.
Sementara Nafisa masuk ke toilet,Dimas segera pergi ke butik yang berada di seberang restonya. Selesai transaksi singkat disana Dimas kembali masuk ke resto kemudian memanggil kembali waitress tadi," Tina sini tolong panggilkan Pak Reswan, bilang kalo saya mau ketemu penting banget."
" Siap Pak!" sahut Tina kemudian berlalu.
Ya restoran tempat merayakan ulangtahun pernikahan Pak Wira milik Dimas jadi semua karyawan tentu mengenalnya, dan Reswan adalah manager resto itu seorang duda ganteng yang kebetulan adalah sahabat sekaligus tetangga di apartemen Dimas.
Dimas meminta rekaman CCTV saat acara berlangsung, ia curiga orang tadi sepertinya sengaja menumpahkan kopi di gaun Nafisa. Karena dia pergi begitu saja tanpa bersalah, Dimas tidak terima calon istrinya diperlakukan seperti itu, sudah gaunnya kotor kulitnya juga luka kena air kopi yang panas. Setelah mengecek rekaman CCTV bersama Reswan yang kebetulan memang hadir di acara kedua orangtuanya Dimas, begitu tercengang rupanya rekan dosen yang mencelakai Nafisa. Karena calon istrinya tidak fokus dengan apa yang ada di depannya dengan sengaja sang dosen wanita itu menumpahkan kopi ke baju Nafisa entah motifnya apa.
" Kamu mengenalnya?" tanya Reswan.
__ADS_1
" Iya dia dosen di kampusku cuma kami beda Fakultas tapi kita saling kenal, aku heran kenapa dia berbuat seperti itu sama calon istriku mengingat dia juga bukan dosennya,apakah dia ada masalah dengan Nafisa ya tapi sepertinya tidak mungkin." sahut Dimas.
" Kamu tanya saja Nafisa untuk lebih jelasnya, sekarang dia dimana?"
" Ada di toilet sedang mengobati lukanya."
" Oke aku ke dalam dulu ya, mudah-mudahan masalah kalian cepat selesai," Reswan menepuk bahu sahabatnya.
" Oke terimakasih bro!"
Tak lama kemudian Nafisa keluar dari toilet , "Kak Dimas.... makasih ya gamisnya pas banget cocok buat Fisa. Emang Kakak beli dimana tadi?"
" Alhamdulillah kalau kamu suka,tadi saya beli di butik sebrang jalan hampir tutup sih tapi saya maksa buka lagi karena mau beli gamis untuk calon istri tercinta kebetulan karyawan mereka pelanggan resto ini jadi mereka gak keberatan memilihkan gamis yang bagus dan pas buat kamu sayang."
" Masya Alloh.... terimakasih ya kak Dimas yang ganteng jadi makin sayang nih," Nafisa terkikik geli.
" Gimana luka kamu sayang? Apa perlu kita ke rumah sakit?"
" Alhamdulillah kak gak begitu parah kok kebetulan tadi saya pake pakaian dobel dan gaunnya bahannya agak tebal jadi cuma merah aja di kulit gak melepuh kok."
" Syukurlah kalo begitu....by the way apa kamu tahu orang yang menumpahkan kopi ke gaun kamu?" Pura-pura tidak tahu Dimas bertanya kepada Nafisa.
" Iya kak....dia dosen di kampus kita, yang saya heran kan kenapa dia seperti gak merasa bersalah dan cuek aja padahal sudah menumpahkan kopi panas ke baju Fisa...ya dia hanya bilang sorry terus tanpa menoleh atau membantu Fisa karena buah yang aku pegang jatuh ke lantai,songong sekali dia kak tapi biarlah toh nanti ada balasannya sendiri, InshaAlloh Fisa ikhlas memaafkannya meski ini bukan yang pertama kali sengaja dia lakukan kepada Fisa."
" Maksud kamu apa sayang...?"
" Hah...ma...maksud aku.......mmmm" ,Fisa bingung hendak menjawab apa karena dia tidak sengaja mengatakan apa yang tidak harus ia ceritakan kepada Dimas.
*********TBC************* 1481 kata
Sampai disini dulu yah kapan2 lanjut lagi....ini buat hiburan readers di malam mingguan 😁😁🤭
sementara author mau masak-masak dulu besok mau menjenguk bunda yang lagi sakit....
Tolong do'akan bundaku ya biar cepat sehat pulih seperti sedia kala ......🥰🥰🥰🙏🙏🙏
Tolong jangan lupa like 👍👍 dan Vote nya ❤️❤️❤️ ya.....Salam sehat selalu buat para readers Nafisa ....I Love You.....😘😘😘
Aku suka baca komen kalian, maaf kalau belum aku balas.... pokoknya do'a terbaik buat kalian semua......
Met malam mingguan......
...SEE YOU BYE BYE...
__ADS_1