
Rintik hujan masih menghiasi hari seakan enggan berhenti hingga menghalangi sinar sang Surya yang hendak menyapa gadis cantik berhijab putih.
Nafisa berjalan menuju ruang Dekan.Seperti biasanya dia mau mengantarkan pesanan Bu Mariska ,beliau baru hamil muda liat apa aja yang di posting Nafisa di Facebook beliau jadi kepingin pake banget.
Dia duduk di kursi depan ruang Dekan ,tak lama Pak Satya sang Dekan datang bersama istrinya Bu Mariska.
"Selamat Pagi Pak Satya,Bu Mariska."
"Pagi juga jawab mereka kompak, ah Nafisa tau aja kalo saya lapar belum sarapan nih, nunggu Rice Cup Teriyaki canda Bu Mariska.
Pak Satya memandang penuh kasih ke Bu Mariska," oh jadi ini yang kamu bilang pesan sarapan sama anak MIPA, siapa nama kamu" tanya Pak Satya.
"Saya Nafisa Pak,dari Jurusan Kimia," sambil mengangguk hormat.
"Jadi semua berapa nih tanya Bu Mariska."
"Lima puluh ribu Bu,o iya ada 2 Cup puding strawberry bonusnya."
"Makasih ya Bu,Pak, permisi."
Nafisa berlalu berjalan menuju kantin dia juga akan sarapan karena belum sempat makan di rumah.
Tak lama kemudian Ardian datang,ia ada kelas pagi hari ini.Sama dengan Nafisa dia tidak sempat sarapan di apartemennya apalagi ngopi jadi ia memutuskan pergi ke kantin sekedar beli kue dan kopi.
Sambil membawa secangkir kopi panas ia menghampiri gadis yang sedang makan sambil mengetik di laptop yang tak lain adalah Nafisa.
" Ehem boleh saya duduk disini ?"
Nafisa mengangkat kepalanya,"Silahkan Pak Ardian."kembali memainkan jemarinya di keyboard laptop sambil menunduk acuh.
"Sibuk ngerjain tugas?" tanya Ardian.
"Tidak Pak cuma menyelesaikan menulis buku aja lama terabaikan."
"Oh kamu author ,suka nulis apa ?"
Nafisa mengangkat kepalanya dan tersenyum, hehehe baru belajar kok Pak, biasanya saya nulis cerpen anak kalo sekarang saya mau menyelesaikan buku tentang cara mudah belajar Kimia Anorganik."
"Bapak tumben ngopi di kantin?"
"Ya karena saya lihat kantin sepi jadi apa salahnya sambil menunggu jam masuk ke kelas kamu, ngopi disini dulu karena di rumah belum sempat sarapan."
"Nah belum sarapan kok minum kopi hati-hati lho Pak bisa memicu sakit Magh."
__ADS_1
" Malas mau sarapan ,tadi mau beli kue di kantin tapi belum ada."
"Oh ya kebetulan saya bawa kue nih Pak coba cicipin baru semalem bikinnya Kue Talam Kentang Panggang,di oven aja Ampe sejam lebih tapi hasilnya beuhhh endes Pak dijamin ketagihan pokoknya"Nafisa mengeluarkan kotak Tupperware nya berisi kue Talam Kentang.
"Untuk Saya? tanya Ardian"
"Iya Pak silahkan ambil untuk sarapan bapak."
"Saya sudah makan ini Rice Cup Teriyaki Alhamdulillah kenyang,tadi kue itu mau saya kasihkan teman saya tapi dia gak masuk hari ini."
"Makasih ya Nafisa."
"Oh ya yang kemarin gimana sudah kamu pikirkan?"
Dasar dosen killer udah dikasih sarapan masih bahas yang kemarin pingin gue tampol bener ,batin Nafisa
"Oh itu Pak ,saya mending jadi asisten bapak aja deh daripada nemenin bapak jalan bisa diamuk masa saya."
"Diamuk masa gimana?" tanya Pak Ardian.
" Ya kan penggemar bapak banyak di kampus kalo ada yang tahu saya jalan dengan bapak tamat riwayat saya."
"Ah kamu bisa saja perasaan saya bukan artis kok mana ada penggemar saya."
" Gimana Pak enak gak kuenya," tanya Nafisa.
" Hmm enak kok ....pake banget malah."
"Hahaha terimakasih pujiannya."
"Pagi Pak Ardian ,Nafisa,sapa Pak Wira dosen akuntansi yang kebetulan tetangga komplek jadi Fisa mengenalnya, Selamat Pagi juga Pak Wira" jawab Nafisa.
"Pagi Pak Wira, ngopi juga nih?" tanya Ardian.
"Hem iya baru pingin aja nih ,yuk Pak saya kesana dulu" beliau menunjuk bangku yang berisi beberapa dosen sedang melakukan aktivitas sarapan sambil ngobrol.
"Pak Ardian,buruan pindah kesana banyak dosen tuh di sana,ntar dikira saya pdkt sama bapak lho."
"Terserah saya dong mau duduk dimana ini tempat umum kalo kamu lupa."
"Oh iya kalo begitu saya yang akan pindah,"Nafisa merapikan laptopnya dan beranjak pergi.
"Kamu mau kemana Fisa?"
__ADS_1
"Mau masuk kelas Pak dosen yang terhormat, bukankah sebentar lagi kelas saya akan di isi oleh anda sendiri kalo bapak lupa dan saya tidak mau terlambat karena tidak mau dihukum lagi,permisi."
(Mampus lo Ardian, Nafisa bisa balas,niat mau pdkt padahalππππ- author pov)
********************
*****Di Laboratorium*****
Jadwal Nafisa jaga karena dia asisten laboratorium Kimia Analisa, bertepatan menggantikan seorang pegawai laboratorium yang cuti melahirkan.
Mata berkaca-kaca, hidung mampet, nyeri kepala terasa sangat hebat, double sick pokoknya itu yang Nafisa rasakan.Ia sedang merapikan alat-alat di laboratorium Kimia Analis.
Gue pingin istirahat bener-bener remuk rasanya nih badan, kira-kira ijin bisa gak ya, batin Nafisa. Karena partnermya sekarang dengan doskill alias dosen killer.
"Maaf Pak saya ijin pulang duluan bisa? Saya tidak enak badan, untuk pretest sudah saya koreksi, peralatan juga sudah saya cek lengkap, tinggal 2 kelompok yang belum selesai."
"Silakan Nafisa, biar saya nanti yang koreksi hasil mereka."
Nafisa pun berpamitan dengan adik tingkat yang belum selesai praktikumnya dan berpesan untuk merapikan kembali peralatan sesuai tempatnya
Bisik-bisik dari mahasiswa yang belum kelar praktikumnya di dengar oleh Ardian dari balik almari peralatan laboratorium.
Ardian sudah tidak ada pekerjaan lagi jadi ia memainkan ponselnya sekaligus menajamkan kupingnya.
"La, itu asisten lab siapa namanya sih?" tanya Radit kepada temannya di kelompok sebelah.
"Oh dia kak Nafisa, baik orangnya juga pinter."
"Kok sepertinya kamu kenal akrab banget sih La tanya Radit.
"Sering ketemu aja ,Kak Fisa kalo sore kerja di klinik dia asisten apoteker, dulu dari diploma 3 farmasi terus lanjut di sini ambil kimia, lo mau tanya kok gue bisa tau ya iyalah oma gue rutin periksa ke klinik jadi 2 minggu sekali ketemu kak Nafisa, begitulah ceritanya tuan Radit. "
"Oke Lila makasih infonya, jadi tambah sayang deh abang."
"Lila hanya mengendikan bahunya, kemudian melanjutkan menulis hasil reaksi kimia."
"Sepertinya kak Johan ketua BEM itu suka deketin kak Nafisa tapi gak digubris sama kak Fisanya padahal cakep, tajir kak Jo,nah lo punya prestasi apa mau deketin kak Fisa?" tanya Lila ke Radit.
"Ehmhm..." terdengar deheman dari Pak Ardian berjalan mendekat ke kelompok Lila.
"Kalian belum selesai tapi masih ngomongin orang ya, apa mau saya suruh ulang bikin laporan?"
"Tidak Pak," jawab mereka kompak.
******
__ADS_1
Bersambung.....