Nafisa

Nafisa
Part 22


__ADS_3

Tak terasa adzan Maghrib sudah berlalu 30 menit yang lalu. Nafisa tampak lelah setelah aktivitas seharian di kampus kini duduk selonjoran di bangku kosong ruang tunggu pasien karena memang malam ini sepi tak seperti hari biasanya selalu ramai dan ia pun tak sempat duduk santai seperti sekarang.


Asyik berselancar di dunia maya,ia dikagetkan suara bariton seorang dokter umum yang kebetulan sedang jadwal piket di UGD .


" Sa ...kamu nyantai aja dari tadi beli cemilan kek atau apa gitu boring nih,"keluh dokter Feri.


" Malas dok..beli gorengan bikin gemuk dan tentu saja bikin batuk karena minyaknya itu lho....heran saya kenapa dokter doyan jajan gituan sih?"


" Alah gak tiap hari juga kok, habis enaknya makan apa ya?"


" Beli bakso aja dok kenyang sekalian atau nasi Padang hehehe."


" Boleh deh...bakso saya belikan ya ,anak di UGD sekarang ada 6 tambah yang di IF (Instalasi farmasi) kamu jadi berapa orang ,minumnya samain semua aja orange juice biar sehat nih uangnya ," Feri memberi Nafisa 3 lembar uang berwarna merah.


" Oke dokter yang baik hati dan tidak pelit,saya segera meluncur," seru Nafisa.


Tidak sampai 1 jam Nafisa sudah kembali ke rumah sakit membawa pesanan dokter Feri, sebelum ke UGD ia membagikan bakso dan orange juice ke teman IF nya yang hanya 4 orang saja kemudian menuju ke UGD mengantarkan pesanan dokter Feri.


" Makasih ya sayang"..kata dokter Feri seperti biasa dia selalu becanda dengan Nafisa , untung nya ia bukan tipe cewek Baper an jadi cuek aja menanggapi guyonan dokter Feri.


Nafisa berjalan keluar dari UGD tak sengaja bertemu dengan seorang pria yang menggendong seorang wanita yang kakinya berlumuran darah.


Tampak sibuk teman- teman yang bertugas di UGD karena ada beberapa pasien datang bersamaan dengan pria tadi.


Dering telepon di meja depan tempat menerima pasien sampai terabaikan. Kemudian Nafisa kembali lagi masuk untuk menerima telepon ternyata telepon dari bagian OK ( Ruang Operasi) memberitahu kalau ruang OK siap menerima pasien dengan Dokter Firman sebagai dokter jaga sekarang.


Nafisa segera menyampaikan pesan tersebut ke dokter Feri yang sedang mendatangi pasien untuk memeriksa nya.


" Maaf dokter...mbak Dina bilang ruang OK sudah siap katanya."


" Oke makasih sayang...oh ya tolong siapkan ini ya Dokter Feri memberikan catatan permintaan beberapa injeksi dan infus yang stok menipis di UGD."


" Oke Dokter siap laksanakan jawab Nafisa."


"Dokter perlu bantuan perawat lagi gak? Kayanya sibuk semua pendaftaran pasien UGD kosong lho kalau iya biar saya telepon kan bangsal minta bantuan sementara."


Dokter Feri mendekati Nafisa dan berbisik, "Saya perlu perawat spesial untuk saya pribadi dan itu kamu Nafisa," dokter Feri tersenyum jahil.


"Ish Dokter apaan sih nyebelin ditanyain bener- bener kok.., ambil sendiri infus sama injeksi nya huh..!!" Nafisa berjalan menuju pintu samping pendaftaran yang langsung tembus ke IF UGD.


"Sa... urgent itu cepetan bawa kesini ngambeknya dilanjutkan ntar aja." seru dokter Feri.


**************


"Nafisa ada telepon dari OK " seru Mbak Ayu partnernya hari ini.


"Iya mbak ini mau otw ke sana langsung nanggung bawa barang nih gak bisa terima telepon ,pasti dari operator OK kan?"


"Bukan , ini dari dokter Firman ini gak tau ada apa," sahut mbak Ayu.


"Tolong pegang gagang telepon nya mbak aku mau ngomong sama dokter Firman. Halo dokter Firman,ini saya Nafisa mau ke OK sekarang kok gak lama gak sampai 5 menit sampai."


Nafisa segera memasukkan pesanan obat dari OK ke keranjang sepeda khusus yang disediakan rumah sakit untuk mempercepat distribusi farmasi, kebetulan stok injeksi di IF OK ( Instalasi farmasi ruang operasi) kehabisan injeksi analgesik segera meminta dari UGD yang stoknya melimpah.


Habis ini pasti dapat ceramah dari Abang sepupunya dokter Firman kenapa stok injeksi bisa menumpuk di UGD.Sebenarnya Nafisa tidak tahu sebabnya karena dia tidak pernah shift pagi atau siang kecuali kalo ada tukar jadwal atau pas hari libur dia masuk jadwal itu.Ya karena Nafisa masih kuliah jadi dia ambil shift sore- malam atau malam-pagi.


Setelah sampai dengan cepat ia turun dari sepeda sedikit berlari masuk ke IF OK menyerahkan barang pesanan kemudian keluar sambil mengendap-endap takut bertemu dengan Dokter Firman.


Setelah menoleh kanan- kiri ia menuju ke tempat sepeda yang diparkir dekat taman samping ruang operasi.


" Sa...."panggil dokter Firman.


" Allahu Akbar!" Nafisa memegang dadanya terkejut akhirnya ketauan juga nih batinnya.


" Ya ampun Sa...segitu kagetnya kamu ini."


" Kenapa buru- buru banyak pasien UGD ya?" tanya Firman.


" Gak kok dokter...cuma takut aja ketemu dokter Firman, takut dimarahin masalah injeksi numpuk di IF UGD.


" Oh itu masalah nya Lo ngindarin gue, tanya Firman.


Kalo mereka sudah berdua mulai saling manggil Lo gue dan Nafisa memanggil dokter Firman Abang. Takut ketahuan teman- temannya lah alasannya karena jadwal Nafisa yang di istimewakan.


" Sa ....gue gak seperti yang Lo kira asal marah , semprot sana sini. Sepertinya gue besok perlu meeting dengan jajaran Farmasi dan pimpinan bangsal , untuk bahas ini.


" Alhamdulillah iya bang harus nya memang begitu, jujur seperti ada kejanggalan dalam distribusi farmasi ke bangsal dan UGD ,baru seminggu ini sih aku merasakannya."


" Iya Abang juga sudah curiga seperti itu."


" Sa...kamu harusnya dulu lanjutkan ke farmasi lagi sampai jadi apoteker jangan di Kimia," Firman kembali membahas masalah kuliah lagi,mengelus puncak kepala Nafisa dan sekarang merangkulnya.


" Bang turunin tangan nya ,malu Kalo ada yang lihat dikira gue godain dokter bedah heh.."


" Oh iya lupa gue....tapi tenang sudah sebagian dokter tahu kok kalo Lo adik gue."


" Ya tapi ini di tempat terbuka bang kalo ada perawat atau teman sejawat lewat bisa jadi fitnah..dong." Nafisa meninju lengan firman pelan.


Jam tepat menunjukkan pukul 10 malam setelah pergantian shift dan beres- beres berkas tugas kuliah yang sengaja Nafisa bawa ketika sedang kerja,ya mungkin ada waktu luang sebentar untuk sedikit demi sedikit menyelesaikan tugasnya, tapi kalo pasien banyak ya...gak mungkin pegang lembaran tugas dari kampusnya.


Nafisa mengendarai Brio kuning kesayangannya melaju dengan kecepatan sedang. Setelah sampai di rumah segera ia mandi dan beristirahat agar paginya ia fresh untuk foto model hijab dan gamis terbaru ,berlatar pemandangan pantai .


*********


Pagi hari yang cerah Nafisa sudah siap dengan semua perlengkapannya kebetulan hari Senin tanggal merah kuliah libur dan jatah libur kerjanya juga pas hari Senin.


Tak lama kemudian handphonenya berdering menampilkan nama Kevin sahabat tengilnya yang dari fakultas teknik.


Nafisa

__ADS_1


" Halo Assalamualaikum."


Kevin


"Wa'alaikumsalam, mak maaf gue gak jadi ngikut Lo lagi ada problem sama my darling yang harus gue selesaikan."


Nafisa


"Hahaha makanya jangan jadi playboy...jadi ribet ya urusannya,oke kalo gitu gue berangkat sekarang, semoga cepat selesai urusannya, pesan emak nih... jangan permainkan perasaan wanita.. ingat itu boy...!"


Kevin


" Siap Mak ku ,hati- hati di jalan ya Mak.. jangan sampai kecantol cogan di jalan ,kalo ada apa- apa kabari anakmu yang ganteng ini ya Mak."


Nafisa


" Oke .....emak cari duit ya boy..bye, Assalamualaikum"


Kevin


" Wa'alaikumsalam....Mak ku sayang"


Nafisa


wek jijay deh😛


Nafisa menyudahi percakapan absurd dengan temannya dari teknik,ia memasukkan bekal di tas ranselnya.


Drrrt... drrrt....drrrtt


Handphone di tas berdering kembali, segera Nafisa mengangkat teleponnya.


Nafisa


"Assalamualaikum, ada apa Karin?"


Karin


"Wa'alaikumsalam, jalan yuk say..boring gue di rumah sendirian.


Nafisa


Kebetulan nih gue sekarang ada jadwal pemotretan di pantai daerah Bantul mau ikutan sekarang langsung cuz TKP, biasanya kan Lo sibuk akhir bulan makanya gue gak ngajakin Lo kemarin.


Karin


Hah serius nih ,oke gue ganti baju sekarang, Lo bawa mobil kan tunggu di perempatan jalan Wonosari ya, pas dekat pos polisi itu lho ntar gue kesitu naik gojek biar cepet.


Nafisa


Oke deh kakak.....gue tunggu ya.


" Sa.... tunggu dong gue ikutan, teriak Adam."


" Oke,tapi Lo yang bawa mobilnya ya.."


"Kirain Lo gak ikutan soalnya Kevin gak jadi."


"Boring gue di kost mana orang pada kencan semua kalo liburan gini...."


"Nasib jomblo.... hahaha" Sahut Nafisa berbarengan dengan Adam.


" Eh Dam...ntar sampai perempatan jalan Wonosari yang ada pos polisi berhenti di situ ya."


" Hah ngapain Lo mau sewa polisi buat ngawal...kaya artis aja Lo sok keren...."


"Ada teman mo ikutan juga...... teman sekelas gue kemarin sengaja gue gak ngajakin karena biasanya dia akhir bulan gini sibuk sendiri."


Setelah sampai di tempat janjian , Nafisa turun dari mobil menghampiri Karin. Kemudian membuka pintu depan buat sahabatnya.


" Rin Lo depan ya ,gue ngantuk mo tidur dibelakang."


" Oke deh ngikut maunya yang punya mobil,kan gue cuma nebeng, jawab Karin."


" Sa... ngapain Lo jam segini udah ngantuk?" Tanya Adam.


" Cape semalem shift sore sampai malam."


" Oh iya Karin kenalin ini teman gue sejak SMP , sekarang teman di UKM Taekwondo ,dia dari fakultas teknik."


" Hai gue Adam ," Adam mengulurkan tangannya kearah Karin. Dan Karin pun membalas uluran tangan Adam ," Saya Karin sahabat Nafisa sejak masuk di fakultas MIPA."


***************


Setelah sampai di pantai sesi pemotretan segera di mulai. Adam dan Karin berjalan jalan di pantai sambil ngobrol dan becanda. Mereka cepat akrab Adam suka becanda dan Karin yang cerewet sangatlah cucok.


Nafisa melihat keduanya sangat akrab jadi tersenyum sendiri.' Bisa nih gue comblangin biar mereka jadian gak jomblo lagi hehe,' batinnya.


***************


Di pantai Depok


"Kak Nafisa .... sekarang posenya di kapal nelayan itu ya ..!"seru Arin sang fotografer.


" Yuk kamera action. ....!"


Jepret... jepret...


"sekali lagi kaki nya sedikit diangkat ya kak..oke... action..."

__ADS_1


" Yups bagus kak..."


" Ganti gamis santai lagi ya kak 2 kali selesai kok."


"Oke siap."


Setelah di selesai sesi pemotretan Nafisa berpamitan kepada pemilik butik terkenal Bunda Amelia dan timnya.


" Nafisa semua gamis tadi untuk kamu dan uang akan segera saya transfer nanti ya setelah urusan disini beres ."


" Iya Bunda...siap, terimakasih banyak atas kepercayaannya kepada saya," kata Nafisa sambil mengulurkan tangan menjabat erat Bunda Amelia.


Masih dengan gamis yang terakhir kalinya ia pakai saat pemotretan tadi Nafisa berjalan sambil menoleh ke kanan kiri mencari sosok Adam dan Karin.


" Aduh mereka pacaran dimana sih main ngilang seenak jidat aja,mana handphone gue lowbat..."


" Nafisa.....kamu Nafisa kan yang Anak MIPA itu?" Tanya pria yang sekarang berdiri berhadapan dengannya.


" Bapak ....Pak Dimas kan ya? Seru Nafisa heboh kok bapak bisa ada di sini?"


" Ya bisalah ini kan tempat umum siapapun bisa kesini tanpa kecuali."


"Hehehe iya juga sih.. bapak sendirian?"


"Iya seperti yang kamu lihat sekarang..."


" Kamu sendirian atau sama pacar ? Tanya Dimas. Nafisa...kamu tampak beda gak seperti biasanya."


" Maksud bapak apa?"


"Ya kalo di kampus penampilan kamu biasa sederhana,tapi di luar kamu beda."


" Hehehe itu ya pak karena tadi saya habis selesai pemotretan pak ,belum sempat saya hapus make up ,saya cari teman saya tapi entah pada main kemana,mana handphone saya lowbat gak bawa power bank juga kelupaan tadi.


"Dan saya gak punya pacar pak,buat apa pacaran buang waktu saja ,saya lebih suka memanfaatkan waktu luang untuk cari uang untuk bekal masa depan saya yang belum pasti hehehe."


" Bapak punya power bank, pinjam ya sebentar saja untuk menghubungi teman saya."


" Nih pake aja."


Nafisa menelpon Adam yang ternyata baru asyik berfoto ria dengan Karin berada lumayan jauh dari tempatnya sekarang.Setelah mereka janjian akan bertemu di deretan kapal nelayan sekitar jam 11 siang, Nafisa mengakhiri panggilannya.


"Maaf jadi merepotkan bapak harus menunggu saya ini power bank nya saya kembalikan, terimakasih."


" Kamu pakai dulu gak papa batu saya full kok , siapa tahu kamu membutuhkan nya lagi."


" Ah gimana nanti saya harus mengembalikan ke bapak, lagian saya sudah janji mau menunggu teman saya disini jam 11an."


"Nafisa ....kamu kan bisa mengembalikannya di kampus."


" Hehehe iya juga sih saya bisa balikin di kampus."


" Ya sudah saya mau jalan dulu kesana."


Dimas menunjuk ke arah bibir pantai. Sedang Nafisa berjalan menuju arah toilet umum untuk membersihkan make up-nya.


****Tepat pukul 11 siang*****


Nafisa ,Adam,Karin bersendau gurau sambil menanti kapal mendekati bibir pantai.


"Hai...liat itu kapalnya!" teriak Karin girang sekali.


" Asyiiikkkk .... semoga ada yang gue cari nih,seru Nafisa sambil menyenggol siku Adam.


"Lo nyari ikan apaan sih?"


"Hiu tapi anaknya sih biasanya anak hiu sering kena jaring nelayan."


" Serius Lo ...dimasak apa emang enak gitu ?"


" Di sop enak banget kalo seger langsung dari laut gak bakalan amis."


" Habis ini kita makan bekal yang udah aku siapin di mobil terus lanjut kita pulang masak SOP hiu ya mau gak?" tanya Nafisa ke Karin dan Adam.


"Mau dong jawab mereka kompak."


"Yuk ah kita cepetan pilih ikan-ikannya,"seru Karin sambil berlari menghampiri kapal nelayan yang sudah menepi, mengeluarkan hasil tangkapan ikan-ikannya.


" Fisa...lihat deh cowok itu," Adam menepuk pundak Nafisa.


"Apaan sih Dam...yang mana?"


"Itu yang kaos biru ,celana jeans,itukan Pak Dimas Pak Dekan.."


"Terus kenapa emangnya,ada yang salah? tanya Nafisa.


"Ya engak sih cuma heran aja kok dia mau berjubel kaya gitu berebut ikan dengan pengunjung pantai lainnya, kenapa gak beli di supermarket aja kan dia orang kaya."


" Eh dodol disini tuh ikannya fresh jadi lebih enak lebih seger daripada di supermarket ya jelas pilih beli di kapal langsung."


"Iya juga sih...tapi kenapa cuma sendirian ya?"


" Alah jangan sok kepo ah..gue aja gak penasaran kok ama beliau."


Nafisa berusaha menyembunyikan kalau sebenarnya dia sudah bertemu dengan Dimas sebelumnya dan sempat meminjam power bank, mengingat sahabat satu ini mulutnya rese banget.


************Bersambung**********


note.

__ADS_1


Di Jogja ada pantai Depok yang kalo siang banyak kapal nelayan membawa hasil tangkapan mereka, banyak pengunjung yang langsung membeli ikan hasil tangkapan nelayan salah satunya anakan hiu yang kadang ikut kejaring nelayan meski hewan itu dilindungi tapi kalo tak sengaja kena jaring dan hiu itupun sudah mati sewaktu kapal menepi ke pantai jadilah hiu favorit pengunjung selain nutrisi yang tinggi daging yang tebal dan yummy jadi incaran penggemar ikan laut.


__ADS_2