
Setelah memakai dobok, head Guard, hogo, nashimca, hand protector yang terdiri dari hands guard,arms guard,lega guard dan gloves tak lupa Shin guard protector, mouth guard. Nafisa maju ke arena pertandingan membungkuk memberikan penghormatan kepada lawannya dari kampus lain,ia melihat penonton yang meneriakan yel- yel namanya siapa lagi kalo bukan Adam and the geng teman-teman dari fakultas teknik.
Nafisa terkejut tak menyangka jika orang nomor satu di kampusnya turut menyaksikan pertandingan ini duduk manis paling depan diantara penonton lainnya ya di kelas VIP Bapak Rektor dan juga Bapak Dekan Fakultas Teknik yang akhir-akhir ini selalu membuat jantungnya up normal.
Luar biasa beliau berkenan hadir untuk melihat pertandingan ini disaat weekend yang selalu dinantikan keluarga mereka untuk berkumpul, sungguh suatu penghargaan bagi mahasiswa yang tengah berjuang membawa nama baik kampus tercintanya.
Setelah pertandingan berjalan dengan sengitnya akhirnya Nafisa meraih medali Emas. Meski kakinya sedikit nyeri akibat terjatuh karena tendangan lawan tapi akhirnya Nafisa bisa membalasnya dan memenangkan pertandingan.
" Beres semua Fis?Bang Fian nelpon gue suruh anterin Lo pulang dia ada urusan mendadak katanya," Adam akan mengantar gue pulang karena ternyata Kak Alfian tidak jadi datang.
" Hmmm sudah ,habis ini anak-anak gak jadi kumpul-kumpul nih?"
" Gaklah Lo aja sakit gitu gak seru jadinya,lagian kalo jadi pasti gue diamuk sama Bang Fian karena ngajakin adiknya main padahal tau kalo cidera kakinya," cerca Adam.
Nafisa hanya senyum mendengarkan celotehan Adam, dia sangat bahagia karena kakaknya begitu menyayanginya. Meski kakinya sakit tapi dia tak begitu merasakannya karena hari ini sungguh sangat bahagia bisa merebut medali emas,tadi juga sempat foto bersama Bapak Rektor dan Dekan ,juga teman-temannya.
Masuk ke mobil Adam,dan ternyata mobilnya gak mau jalan alias mogok tiba-tiba, Nafisa turun duduk di bangku parkiran dekat mobil Adam , sedangkan sobatnya itu sibuk utak- atik mesinnya.
"Dam tolong gue pesenin taksi aja deh,kan ponsel gue ketinggalan tadi,lagian anak-anak pada bawa motor cuma Lo aja yang bawa mobil, kaki ini tambah nyeri aja."
" Kenapa mobilnya Dam?" tanya Pak Dimas yang kebetulan mobilnya parkir di dekat mobil Adam.
" Ini Pak, tau-tau mogok padahal mau anter tuan putri pulang," kekeh Adam sambil melirik Nafisa yang duduk di bangku.
Dimas menoleh, "Nafisa ."
" Iya Pak Dimas."
__ADS_1
" Bareng saya saja Fis, kebetulan saya mau ke rumah mama juga."
" Terus Adam gimana Pak?"
" Ini mau saya teleponkan montir di bengkel langganan saya biar di cek bisa diperbaiki disini langsung atau tidaknya nunggu montirnya."
"Wah terimakasih Pak Dimas," sahut Adam gembira.
" Fisa bareng Pak Dimas aja deh kayanya, kaki Lo sakit kan harus cepat pulang terus istirahat seperti biasanya sudah tau sendirilah Lo urus tuh badan kalo sakit gimana," sambil menarik tangan Nafisa agar cepat ikut ke mobil sang dosen ganteng.
"Apaan sih Dam main tarik tangan sakit tau!"
Nafisa mengikuti langkah Dimas masuk ke mobil Pajero miliknya. Di dalam mobil Nafisa hanya diam dia bingung mau ngajak ngobrol Dimas,canggung juga sih.
" Ehem ...Nafisa katanya kakimu sakit mau saya antar ke rumah sakit sekalian?" tanya Dimas
" Tidak Terimakasih Pak, langsung pulang saja nanti mungkin Abang saya ke rumah dia seorang dokter bedah kebetulan,hari Minggu gini malas saya kalo harus ke rumah sakit karena hanya ada dokter jaga di UGD saja jadi proses pemeriksaan akan lama menunggu dokter spesialis datang, mana saya lapar banget Pak sekarang."
Nafisa bengong ...." kok berhenti disini Pak?"
" Iya kita makan dulu yuk,kamu laparkan?"
" Ish bapak nih saya lapar pengen makan di rumah aja bukan disini."
" Gakpapa Naf saya yang traktir kamu mau ke kedai yang mana?"
" Yuk turun bisa gak ? atau saya gendong kamu kalo masih sakit buat jalan."
__ADS_1
"Bisa kok Pak tenang aja...."
Tapi tetap saja Dimas khawatir sama Nafisa dia membukakan pintu mobil kemudian menunggu sampai Nafisa turun dari mobilnya.
" Bapak pingin makan apa?"
" Kalo saya sih apa saja mau,sekarang kamu pilih ke kedai yang mana?"
" Saya ke kedai masakan Padang aja."
" Ya udah yuk kesana mumpung agak kosong biasanya rame banget."
" Bapak sering kesini ya?"
" Beberapa kali sih tapi memang enak masakan disini jadi selalu banyak peminatnya."
" Oh gitu," Nafisa mengangguk paham.
" Kamu mau pesan apa Nafisa?"
" Disamain aja dengan bapak."
" Nasi rendang sepertinya enak."
Setelah memesan makanan, mereka duduk di meja yang disediakan di taman dengan payung sebagai peneduhnya. Ya konsep resto ini memang menyediakan beberapa menu makanan yang dibagi beberapa kedai tapi pengunjung tetap jadi satu meja- meja semua ada disatu tempat yakni di taman dengan payung sebagai penghalang terik matahari.
Tiba- tiba .....datang seorang gadis kecil memanggil Dimas, dan berlari memeluknya," Papa Dimas..."
__ADS_1
Nafisa pun terkejut bukan main.
**********TBC**********