
Assalamualaikum....Readers....
kalau kalian.suka cerita ini tolong vote nya dong cerita ini banyak yang baca dan menikmati tapi kenapa kalian gak mau like dan vote sih kan bikin seneng author gak ada salahnya kaliii... cerita ini hanya hiburan gratis lho.....cuma like sama vote aja gak bayar susah banget sih ....bikin seneng author dong guys .. .
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Dimas POV
Setelah dari rumah Nafisa semalam, Nabila tidur di rumah baruku. Ternyata dia masih ingin main dengan Zaky batita keponakan Nafisa mahasiswi yang aku taksir. Entah mengapa aku merasa kesal dengan Yudha mahasiswaku sendiri yang tiba-tiba datang nyamperin Nafisa mana ngaku-ngaku jadi pacarnya juga.
Aku menyukainya tapi entah kenapa belum punya keberanian untuk menyatakan perasaanku padanya, takut ditolak mungkin. Setiap do'a yang kulantunkan di sepertiga malam terakhir jawabannya wajah Nafisa yang selalu muncul.
Tiba-tiba tengah malam Papa nelfon ternyata dari kemarin mama demam tapi tidak mau dibawa ke dokter, beliau minta aku segera pulang ke rumah berhubung kami tiga bersaudara dan hanya aku yang sekarang posisinya dekat dengan rumah maka papa segera menghubungiku, Mamanya Nabila sedang keluar kota, Kakakku satu lagi sedang berada di London menyelesaikan pendidikan S3 nya.
Segera aku bangunkan Nabila dan meluncur ke rumah mama. Jalanan memang lenggang kalau di jam 2 dini hari jadi aku bisa segera sampai ke rumah mama dengan cepat. Segera aku pindahkan Nabila yang masih tertidur di kamar tamu ada mbok Jumi ART mama yang menemani. Aku membawa mama ke mobil Papa menenteng tas berisi baju-baju mama untuk persiapan aja siapa tahu disuruh rawat inap.
Sekarang aku berada di Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dulu sih sepertinya klinik tempat aku berjumpa pertama kali dengan Nafisa. Ups kenapa coba malah keingat dia lagi.
Setelah menjalani pemeriksaan di UGD mama disuruh rawat inap karena diagnosa dokter mama terkena demam berdarah. Setelah mendapat kamar VVIP mama bisa tidur dengan tenang tangan kiri terpasang infus.
" Pa... sebaiknya Papa pulang saja istirahat di rumah besokkan harus kerja jangan disini semua."
"Kamu besok ada kelas pagi gak Dim?" tanya Papa.
" Ada Pa tapi udah aku suruh asisten menggantikan, paling berangkat agak siangan ada meeting sama temen untuk proyek penelitian."
" Oh ya udah kalau begitu Papa pulang dulu besok kalau kamu mau ke kampus biar mbok Jumi yang gantikan kamu."
*******POV END*******
.
Setelah semua urusannya dengan Dimas selesai Nafisa berjalan menuju perpustakaan untuk mengembalikan buku.
Tiba-tiba ada yang memukul pundaknya dengan gulungan kertas gambar.
"Astaghfirullah.....Kevin ngagetin aja sih."
" Tumben sendiri Lo, kemana temen yang lain?" Belum selesai kuliah masih ada kelas kayanya kata Kevin.
"Cari apa Fis..?"
" Habis balikin buku sih, terus ini cari referensi untuk penelitian baru baca-baca aja sambil nungguin temen-temen katanya ketemuan di perpustakaan,udah baca wa grup belum?"
" Handphone gue ketinggalan di kost tadi di charge soalnya jadi lupa." sahut Kevin.
__ADS_1
" Pantesan di grup Lo gak komen ,tadi Yudha ngajak ke Waroeng Steak Tamsis mau traktir kita baru dapat banyak duit tuh."
" Lo habis gambar apa Vin pake kertas segitu gedenya?" tanya Nafisa.
" Ini nyelesaikan gambar teknik Prarancangan Pabrik Pupuk Urea, pusing bener gue." keluh Kevin.
" Keren udah ngerjain tugas akhir ya, gue baru mau mulai penelitian besok, makanya sekarang kita refreshing jalan, makan, nonton atau nongki di cafe."
Tak lama kemudian ada notifikasi WhatsApp dari Yudha kalau sudah di tunggu di depan Perpustakaan.
" Vin cabut yuk mereka dah nunggu depan perpustakaan."
" Mak....muka Lo kusut laper ya?" tanya Dion
" Laper iya, sakit kepala juga iya ... kayanya gue gak jadi ikutan makan deh pengen pulang aja." kata Nafisa.
" Eh Mak kok gitu sih...kan Lo sendiri juga yang nodong ke Waroeng Steak Tamsis."
" Ini sakit pala gue juga gak direncanain Yudh, makanya gue tadi gak jadi ngerjain Lo pas di kelas A5," sahut Nafisa jahil.
" Ngapain Lo sama Yudha di kelas A5 Fis?" tanya Adam.
" Ehem jadi gini ya ....gue itu ngulang Kimia Analisa 2 nah berhubung dosennya berhalangan datang maka di gantilah dengan Mamake Nafisa begitu ceritanya."
" Wah jadi asistennya Pak Dimas Lo,wah kereeennn..T.O.P B.GT tuh sejak kapan?" Adam mengacungkan kedua jempolnya.
" Sejak hari inilah itu aja dadakan karena beliau sibuk." jelas Nafisa.
" Eh kak Fisa!" teriak Gladys yang dari tadi nyimak obrolan teman-temannya sambil main game di handphone nya menghampiri Nafisa kemudian menyeka hidung Nafisa dengan tisu karena tiba-tiba keluar darah.
Semua temannya panik karena dulu pernah kejadian seperti ini berakhir Nafisa harus rawat inap di rumah sakit.
" Tenang is oke... gue gakpapa kok gak banyak mimisannya udah gak keluar lagi.Mungkin ini sinyal gue suruh istirahat gak ikutan kalian pergi, kapan-kapan kita Nongki di Cafe dekat rumah tempatnya nyaman kayanya, gue yang traktir jangan kuatir."
" Alhamdulillah....,Semoga semua kebaikanmu menjadi ladang pahala bagi Lo Mak,"sahut Kevin.
"Aamiin..."
"Semoga amal ibadah Lo selama ini diterima disisi-Nya,"sahut Dion.
" Asem bener Lo kok do'a in gue cepet mati sih."
" Lo tadi bawa mobil atau motor kak?" tanya Gladys.
" Bawa mobil yang nyetir Yudha."
__ADS_1
" Hah....Yudha." seru mereka barengan.
Karena Yudha gak mungkin berdua sama cewek kecuali saudara atau teman spesialnya,itu yang Adam tahu.
" Lo jadian sama Yudha Fis?" tanya Adam.
" Jadian...jadian... sembarangan kalau ngomong." Nafisa kemudian menceritakan semuanya dari awal ketika secara tidak sengaja sang kakak yang baru pindah beli rumah di samping rumah orang tua Yudha, kemudian mengerjakan tugas Kimia di rumahnya berakhir ikutan nebeng mobil Nafisa dikarenakan kuliah pagi dan tak ada kendaraan di rumah Yudha ,ojol juga susah nyantol disaat genting itu.
" Ya kan siapa tahu.. kalau jadian kita dapat traktiran lagi PJ....PJ...ya kan Mak," Dion menaik turunkan alisnya sambil tersenyum menggoda Nafisa.
" PJ apaan sih kak?" tanya Gladys dengan polosnya.
" Aduh pacar Rizky nih kurang gaul bener sih tanya tuh sama laki Lo," Dion berkata sebal.
" Eh bang Dion ....Kak Rizky tuh bukan pacar Gladys tapi teman baik."
" Alah temen baik alasanya..... temen tapi mesra atau. . . temen lama-lama jadi demen.. hahaha,'"suara Kevin menyela sambil terbahak.
"Ah kok pada ribut sih nambah mumet wae. Gladys sayang....PJ itu istilah dari pajak jadian gitu...tapikan gue gak jadian. Terus sekarang tuh Yudha mau traktir karena tadi pagi, gue dah bantuin bikin tugas kimia dan kasih Tebengan ke dia secara gue tidak mau makan berduaan ya jadi kalian kecipratan rejeki deh...gimana...gimana baik sekali kan yang namanya Miss Nafisa itu?" Nafisa terkikik.
" Sini kak Nafisa duduk ," Gladys menepuk bangku sebelahnya " aku pijet deh sambil oles savecare biar agak ringan sakitnya."
" Makasih deh Gladys gue pulang sekarang aja deh tidur di rumah." sahut Nafisa.
" Yakin Lo pulang sendiri?" tanya Adam.
" Yakinlah ini udah bereaksi obatnya agak sedikit enakan cuma badan masih terasa gak enak ntar juga sembuh don't worry it's oke....see you ....bye my Friends Assalamualaikum." Nafisa beranjak pergi meninggalkan teman-temannya menuju parkiran.
" Wa'alaikumsalam."jawab mereka kompak.
" Kok seperti ada yang aneh ya dengan Nafisa, feeling gue sebagai teman nih ada yang gak beres." sahut Yudha
" Lebih baik kita tunda aja ya ke Waroeng Steak nya serasa gak kompak kalau bang Rizky,Nafisa gak ada."
" Terserah Lo aja sih, lagian yang ngajakin Lo sendiri." kata Adam
" Kita ke kantin aja yuk laper banget nih." keluh Kevin.
Mereka menuju kantin untuk makan siang. Sedang Nafisa sekarang sudah di jalan menuju ke rumah. Sempat ia mampir ke angkringan beli wedang kopi jahe( minuman kopi jahe) biar ilang pusing sama ngantuk nya.
Selesai dari warung angkringan pinggir jalan, Nafisa menjalankan mobil Brio kesayangannya dengan kecepatan sedang. Ketika mobil Nafisa melewati rel kereta tiba-tiba mobilnya macet ditengah rel kereta api.
APA YANG TERJADI KEMUDIAN.....
***********TBC**********
__ADS_1