
"Nafisa.... gila lo pacaran sama dosen Teknik... ganteng banget sialan kenapa gak pernah cerita Lo," tanya Karin.
"Pantesan gak masalah diusir sama Pak killer nah dianya asik mojok sama dosen ganteng gitu," sembur Nara emosi.
Nafisa ketawa ngakak ...."dosa Lo semua pada su'udzon ma gue, asal Lo tau semua ya dia sudah punya anak,dan anaknya itu dulu murid play group tempat gue ngajar.. wajarlah kalo kita akrab, ah sudahlah gue mo ke kandang singa dulu takut kena terkam kalo gak segera kesana....bye...bye."
"Oiya Karin ntar ke rumah gue ya bawain catatan Lo ya ,ntar gue mo bikin es krim sama Fluffy Pancake pasti lo gak nolak kan,hihihi...see you😘."
******
Nafisa menuju ke ruang Ardian.
Tok
Tok
Tok
"Assalamualaikum..."
"Wa'alaikumsalam..."
"Masuk....."
Pelan Nafisa membuka pintu , "permisi Pak Ardian."
Menatap tajam ke arah Nafisa, membuat Nafisa menunduk tak berani menatap sang Doskill, sambil meremas ujung hijabnya.
"Kenapa masih berdiri disitu,duduk .... perintah Ardian. Kamu terlambat masuk disuruh keluar kelas bukannya belajar malah pacaran."
Nafisa kaget kenapa nih dosen mulutnya gak bisa difilter kalo ngomong batinnya, kenapa semua orang menuduh gue pacaran sama Pak Ryan? Temannya juga ini dosen..apa tadi gue mesra sama Pak Ryan padahal biasa-biasa aja ngobrol ringan.
"Maaf saya gak pernah pacaran di kampus, dosa pak pacaran itu,lagian tadi saya cuma ngobrol sama dosen Teknik yang kebetulan anaknya dulu murid saya di PlayGroup, kebetulan juga tadi anaknya sakit terus video call sama Papa nya, terus anaknya ngajakin ngobrol ke saya.Mana mungkin saya pacaran sama orang yang sudah berkeluarga,enak saja bapak nuduh saya."
Ardian mengangkat bahunya, ada sesuatu yang membuatnya nyaman setelah mendengar penuturan dari Nafisa.
"Apa yang harus saya kerjakan Pak Ardian?" tanya Nafisa.
"Kamu merangkum Bab 7-9 Kimia Organik kemudian terangkan di depan kelas minggu depan, dan jangan lupa tugas kamu sebagai asisten dosen selama seminggu itu belum selesai."
" Kamu selesaikan koreksi tugas-tugas Kimia Analisa milik adik tingkat selama seminggu kedepan paham?"
__ADS_1
" Baik Pak Ardian saya paham."
" Berkas yang belum dikoreksi ada di rak no dua, kalau sudah selesai koreksi kamu rekap nilainya kemudian masukkan ke map coklat."
"Siap Pak."
***************
Tak terasa sudah hampir ashar. Ia mengambil ponselnya dan membaca notifikasi WhatsApp yang masuk.
*
*
*
*
*
Karin
Nafisa
Dasar Paijo selalu aja bikin rusuh kemana saja mo ikut, pawang nya diajak sekalian 😁
Karin
Nara gak ikutan ada acara katanya.
Nafisa
Emang Johan kelompok kita?
Karin
Gak dia kelompok sama Nara,tapi ya gitu Nara ada acara ke Solo katanya.
Nafisa
Ya deh terserah aja. Btw gue masih dikandang Singa sist 🦁 😁😁😁😁. Belum boleh pulang hiks...
__ADS_1
Karin
😍😍😍 Karena Singanya masih mau menikmati kecantikan calon istrinya 😉😂😂😂😂
Nafisa
Sialan kampret kamu Rin... Mendoakan teman sendiri yang baik gitu lho.... Do'a kan gue dapat Ustadz yang bisa bimbing gue dunia,akhirat gitu.... Ustadz yang Tajir tapi 😂😂😂
Karin
Aamiin . Semoga Ya Fis doa lo terkabulkan.
Nafisa
Eh Karin ,ini gue barusan dapat Chat dari teman kerja dia mau tukeran jadwal. Jadi ntar malam gue libur gak masuk, lo ke rumah habis magrib aja ya. Pingin tidur sore nih sakit kepala gue sering kambuh akhir-akhir ini. Oke beb...See you ...bye ..gue dilirik ma singa takut kena auman lagi... hihihi
Karin
Oke....beb...😍😘
"Ehem....kamu sudah selesai belum Nafisa,kok pegang handphone senyum-senyum sendiri? tanya Ardian.
" Eh ..iya pak dikit lagi kok,ini bales teman yang pingin tukeran jadwal shift kerja, jadi hari ini saya free bisa tidur sore sampai Maghrib " Nafisa cerita dari A sampai Z begitu padat hari-harinya hingga jarang sekali tidur siang, sambil mengoreksi sampai selesai.
Ardian hanya diam sambil sesekali tersenyum mendengarkan cerita gadis cantik di depannya sambil asik mengoreksi berkas-berkas milik adik tingkatnya.
"Pak saya sudah selesai,saya pulang duluan ya."
"Saya antar kamu tunggu sebentar."
"Ah gak usah Pak ,saya mau mampir ke Supermarket juga soalnya, makasih atas tawaran bapak."
"Assalamualaikum."
"Eh sebentar Fisa , kebetulan kalo begitu saya juga mau belanja untuk isi stok kulkas,jadi tunggulah."
"Mmmmm..... Apa tidak merepotkan bapak?"
"Tentu saja tidak Nafisa."
******bersambung***
__ADS_1