Nafisa

Nafisa
Part 31


__ADS_3

Nafisa POV


Jujur gue kikuk duduk bersebelahan dengan Pak Dimas di mobil dan lagi ini jantung dari tadi gak ada sopannya jempalitan gak karuan.


"Ehem...." itu suara Pak Dimas memecah keheningan di dalam mobil guys.


Gue menoleh melihat pahatan Tuhan yang begitu indah menawan,sambil senyum tentunya," Ada apa Pak?"


" Dari tadi kok diam aja ,kamu tinggal di kost- kostan atau rumah kontrakan Nafisa?"


" Saya tinggal di rumah kontrakan Pak dengan Bi Siti yang selalu menemani saya. Tapi sebentar lagi kakak saya mengajak untuk tinggal bersamanya karena dia sangat sibuk dengan pekerjaannya dan mempunyai anak yang masih kecil berumur 1tahun dia ingin saya mengawasi anaknya juga baby sisternya."


" Kemana istri kakakmu kenapa harus kamu yang mengawasi baby sisternya ?"


"Kakak ipar saya meninggal dalam kecelakaan belum lama ini."


" Inalilahi wainailaihi rojiun, maaf... saya tidak tahu."


" Tidak apa-apa...," jawab Nafisa.


"Oh iya Fis tadi kamu bilang rumahmu di Jalan Sakura ya sepertinya tidak jauh dari rumah mama saya. Gimana kalo kita ke apartemen saya dulu buat ambil barang-barang , karena mama meminta saya untuk menginap di rumah."


" Oh iya gakpapa Pak saya ngikut aja kan cuma numpang nih hehehe". Canda Nafisa.


Setelah sampai di parkiran apartemen Green House yang mewah, Pak Dimas mengajak untuk ikut ke apartemennya tapi gue gak mau mager banget rasanya.


Tak lama ponsel berdering.Nama Adam menari- nari langsung gue angkat.


Adam


Nafisa sekarang Lo dimana tadi gue ke rumah sakit tapi katanya Lo udah pulang.


Nafisa


I---iya gue udah pulang .....


Adam


Fis....jujur aja sekarang Lo ada dimana?


gue sama teman-teman ada di rumah Lo sekarang dan Lo belum sampai rumah.


Nafisa


gue pulang Dam ...ini lagi otw tadi taksinya ngisi bensin sama angin nah gue baru beli cemilan di Alfamart. Lo pengin apa gue beliin sekalian.


Adam


Gak ada..gue cuma pingin ketemu liat kamu aja Lo gak kasih kabar Bang Fian Fis?


Nafisa

__ADS_1


Gak lah emang kenapa? Awas aja kalo Lo ember ke Kak Fian tanggung sendiri akibatnya nanti huh...


Adam


Yaelah marah cepat tua Lo, kebetulan tadi bang Fian nelpon gue nanyain mahasiswa yang magang itu cari sendiri atau ditentukan kampus? karena perusahaan Bang Fian mau kerjasama dengan kampus kita untuk mahasiswa magang. Dan Abang Fian nanyain kabar Lo gue cuma bilang beberapa hari lagi mau tanding Taekwondo Kejurda jadi sibuk latihan.


Nafisa


Alhamdulillah kalo gitu Lo gak cerita yang sebenarnya, gak bikin Kak Fian panik. Udahan ya mo jalan nih.


Gue terpaksa bohong ke Adam masak iya mau jujur kalo sekarang Pak Dimas yang antar bisa rusak reputasinya kan kasihan.


Mumpung Pak Dimas belum sampai gue mau beli cemilan dulu ah kalo ini gue gak bohong emang sekarang mau jajan ke Alfamart yang ada dekat parkiran ini.


Selesai beli cemilan gue buka pintu mobil kaget benar guys... Pak Dimas sudah duduk manis dibalik kemudinya sambil bersenandung entah lagu apa.


" Astaghfirullah kaget saya Pak."


" Saya juga kaget pas buka pintu mobil kamunya gak ada ternyata belanja di Alfamart."


Gue cuma senyum aja sih." Pak...maaf sebelumnya ya jangan marah atau tersinggung, nanti saya maunya naik taksi aja ya Pak, karena teman-teman dari teknik pada ngumpul di rumah,tentu mereka hafal mobil bapak Dekan Fakultas Teknik, saya tidak ingin nanti mereka berprasangka yang tidak-tidak karena Pak Dimas antar saya ke rumah."


"Saya tetap ingin mengantar kamu selamat sampai rumah,kalo kamu naik taxi saya merasa seperti orang yang tidak bertanggung jawab,kamu tenang aja saya akan menurunkan kamu tidak di depan rumah persis ,kamu bisa turun sebelum rumah kamu atau sesudahnya yang penting tidak terlalu jauh jalannya,oke?!"


" Saya tidak ingin dibantah!" itu suara Pak Dimas tegas.


Nafisa melotot kok jadi ngegas si bapak ih..nyebelin gak tuh...sukanya maksa terus dari kemarin gue sumpahin Lo bakalan naksir gue !!! jerit Nafisa dalam hati.


"Bukan gitu pak tapi saya benar-benar gak enak masa dari kemarin ngerepotin bapak terus sih....nanti kalo misal ada yang lihat bapak antar saya terus jadi bahan gosip gimana?"


"Biarkan saja orang mau bilang apa toh apa yang kita lakukan gak merugikan dia kok,hidup itu jangan dengarkan apa kata orang lain tapi dengarkan apa kata hati nurainimu."


Nafisa tersenyum dan mengangguk sambil menatap Pak Dimas. Dimas pun mengacungkan jempolnya kemudian bilang "Good girl."


********


Nafisa membuka pintu gerbang rumah kontrakan tampak beberapa motor milik temannya." Alhamdulillah mereka gak nunggu gue di teras ....aman," batin Nafisa.


"Assalamualaikum",Nafisa berteriak lalu dijawab kompak dengan teman-temannya


"Wa'alaikumsalam...Mak apakabar kangen nih," seru beberapa temannya.


Nafisa tampak senang melihat teman-temannya kompak begini.


"Alah ember bocor sok- Sokan bilang kangen pasti Lo semua ada maunya kan?"


"Iya dong gue mo denger cerita gimana Lo kumat berantem lagi sama berandalan?" itu suara Adam.


" Lo pasti diceritain Bang Bryan ya?" tanya Nafisa.


"Ya lah kan yang bawa pulang motor gue dia," jawab Adam

__ADS_1


" Jadi ..... sekarang Lo ceritain gimana Pak Dimas bisa sama Lo, ada hubungan apa Lo sama pak Dimas?" tanya Yudha.


"Yud....Lo cemburu nih ceritanya?" tanya Kevin


" Ah udahlah beringsik kalian semua...,jadi ceritanya...blabla......" Nafisa menceritakan semua kejadian sampai berakhir di rumah sakit,tapi dia tidak menceritakan kalo Dimas menemaninya sampai bermalam di rumah sakit bisa bahaya kalo mereka tahu.


" Bi Siti kemana kok sepi sih" Nafisa bergumam sambil jalan ke dapur.


"Dam. Lo tau Bi Siti kemana?"tanya Nafisa


" Barusan keluar katanya mo beli cemilan di minimarket deket sini,"kata Adam.


" Assalamualaikum." itu suara Bi Siti


"Wa'alaikumsalam,eh Bibi sudah pulang beli apa Bi?" tanya Nafisa.


"Mbak Fisa ....ya Allloh sudah sembuh beneran nih mbak rencana Bibi mau ke rumah sakit bareng Den Adam...oh iya ini Bibi beli camilan buat teman-teman mbak Fisa habisnya bingung gak ada stok di rumah."


" Alhamdulillah Bi, Nafisa sudah sehat kok,oh ya Bi gimana kalo nanti habis Dhuhur bibi ikut pergi makan-makan bareng kita di Resto baru dekat apartemen mewah Green House katanya sih menunya enak."


"Bibi sih ngikut mbak Fisa aja deh."


**********


Di Resto


Semua teman-teman dari UKM Taekwondo berkumpul untuk makan siang bersama di resto dekat perumahan mewah Bi Siti juga ikut jangan salah guys Bi Siti belum terlalu tua dia tampil seperti wanita umur 30an dengan make up tipis membuat Dion berdecak kagum,,,ya Dion tipe penyuka tante-tante hahaha.


"Hai guys.... sorry telat nih," Yulinda dan Liliana baru datang ya dia si kembar yang juga ikut Kejurda Taekwondo Minggu depan.


Tak lama datang Gladys bersama Sofi mereka saudara sepupu,Sofi sahabat Nafisa yang sering bolos kuliah karena ikut urus bisnis orang tuanya. Karin sejak tadi nempel terus sama Adam mereka sekarang pacaran bahkan sebentar lagi mau tunangan.


Makanya Nafisa sering nongkrong di UKM TAEKWONDO karena dua sahabat nya semua sibuk sendiri. Mereka menikmati menu yang sudah tersaji. Nafisa tidak begitu tertarik dengan makanan dia memperhatikan konsep restoran tersebut.


Ada tempat bermain untuk anak-anak disampingnya ada taman bunga yang sangat terawat beserta kolam ikannya. Gubug- gubug tempat makan pun sangat cantik didominasi dengan bambu pun atapnya menggunakan jerami.


" Andai gue punya uang banyak pingin bikin resto kaya gini keren," kata Nafisa.


" Bokap Lo tajir Mak... tinggal minta aja kok repot amat berandai-andai segala!" jawab Yudha.


" Gue pingin bikin dari hasil jerih payah gue sendirilah ,gak mau minta-minta ke Papa," Nafisa mendorong Yudha.


" Aih sensi banget sih Mak gitu aja ," cecar Kevin.


" Biarin rese Lo!" Nafisa meninggalkan mereka yang lagi sibuk mengunyah menikmati makan siangnya.


" Mak Lo lagi PMS ya? Ngomel melulu perasaan dari tadi."tanya Dion.


" gak ...gue baru malas makan ,gue jalan ke taman depan situ ya."


Nafisa berjalan menuju taman bunga kemudian menaiki ayunan,dan mengayunkan pelan.

__ADS_1


**************TBC*******


__ADS_2