Nafisa

Nafisa
Part 4


__ADS_3

Sepulang dari butik Nafisa menyiapkan catatan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat kue. Ia pun segera mandi dan berdandan cantik.


Karena Toko Bahan Kue(TBK) didekat rumah tutup. Nafisa memilih untuk belanja di TBK Intisari yang super lengkap memang jauh dari rumahnya maka dari itu ia memesan gocar karena sore ini agak mendung takut kehujanan pulangnya.


Nafisa memilih DCC(Dark Cooking Chocolate) aneka merk, sibuk membandingkan antara harga dan kualitas sambil berjalan bergeser mundur tak sengaja ia menyenggol seorang pria yang sedang membawa kotak ice cream instan hingga terjatuh.


"Eh maaf Pak tidak sengaja" sambil mengambil kotak yang jatuh kemudian menyerahkan ke pria tersebut.


"Lho kamu Nafisa kan asistennya Mr. Arya?" tanya pria itu.


Nafisa mengangkat kepalanya, ia terkejut ternyata pria yang di senggol nya tadi adalah dosen yang termasuk most wanted tapi killer ampun dia mengajar di teknik kimia.


Nafisa mengenalnya ketika Mr. Arya memintanya untuk menggantikan kelasnya yang juga mengajar kimia dasar semester awal anak Teknik Kimia.


Flash back on.....


****Nafisa menunggu jadwal mengisi kimia dasar di kelas B untuk mahasiswa semester 1. Nafisa masih duduk dibagian ruang pengajaran setelah konfirmasi dengan staf ruangan tersebut kalo dia yang menggantikan Mr. Arya selama beliau ke luar negeri.


"Ehmm.... sedang nunggu siapa anda?" suara deheman seorang dosen mengagetkannya yang baru asik berselancar di facebook.


Nafisa tersenyum manis menjawab "oh ini pak habis konfirmasi jadwal Mr. Arya di Teknik Kimia hari dan jamnya. Ini yang sekarang ternyata jam 10 tepat masih kurang 20 menit lagi jadi saya nunggu di sini saja."


"Oh kamu asistennya Mr. Arya dari fakultas MIPA ya kok gak pernah lihat di Fakultas Teknik?"


"Iya Pak, nama saya Nafisa sambil menangkupkan kedua tangannya didepan dada dengan sopan memperkenalkan dirinya, maaf saya masuk kelas dulu ya Pak sudah jamnya sekarang, permisi."


Pria itu mengangguk sambil mempersilahkan Nafisa dan ia pun berlalu dari hadapan dosen tampan tersebut.


Selesai mengisi kelas Nafisa keluar kelas dengan wajah pucat pasi, keringat dingin, perut terasa diremas-remas mulas sekali, maklum hari pertama dia kedatangan tamu rutin tiap bulannya.

__ADS_1


Dia berjalan tergesa-gesa hingga tak sengaja menabrak dosen yang ia temui di bagian pengajaran tadi.


Bruk....


Buku tebal yang dibawa dosen itu jatuh dan Nafisa hampir jatuh tapi dengan sigapnya pak dosen ganteng menangkap tubuh Nafisa yang hampir limbung*.


"Nafisa kamu kenapa pucat sekali" tanyanya.


"Saya gak papa pak hanya tiba-tiba kurang enak badan sakit perut, maaf pak buku anda jatuh tidak sengaja," ucap Nafisa sambil mendudukan. dirinya di kursi panjang yang biasa untuk nongkrong anak - anak teknik.


"Oh no problem, saya antar ke klinik kampus ya kamu masih bisa jalan atau perlu saya gendong?"


"Ah gak usah pak makasih saya pulang aja bentar lagi ini nunggu taksi online saya sudah pesan."


"Bapak mau ngajar sekarang tanya Nafisa, silahkan lho pak saya gak papa kok sudah biasa seperti ini."


"Iya mau ngisi kelas B juga semester 3."


"Saya pegang OTK (Operasi Teknik Kimia) I, II juga kimia analis I, II, Nama saya Ryan."


Masih sempat Nafisa berbasa-basi padahal dia sendiri merasakan nyeri yang amat sangat di perutnya.


Ting..


Ada notifikasi dari aplikasi ojek online memberi taukan bahwa taksi yang di pesan membatalkan pesanan karena ada masalah di jalan.


"Apa dibatalkan!" seru Nafisa.


Ryan menoleh ke arah Nafisa, "Apa sebaiknya kamu istirahat di klinik kampus terlebih dahulu nanti pulangnya biar saya antar gimana?"

__ADS_1


Ah gak usah pak merepotkan bapak saja. Biar nanti saya bareng temen kebetulan dia kuliah di fakultas teknik juga kok."


"Ya sudah kalo begitu saya permisi dulu," ucap Ryan.Tapi Ryan tidak langsung pergi entah magnet apa yang menahannya untuk tetap berdiri di situ mengamati Nafisa.


Nafisa beranjak berdiri mau ke toilet dengan sedikit sempoyongan.


Ryan tak tega melihat keadaan Nafisa. Diam - diam ia mengikutinya. Dan benar saja belum sampai masuk ke toilet gadis itu sudah ambruk tak sadarkan diri tapi dengan sigap Ryan menangkap tubuh Nafisa. Ia membopong tubuhnya ala bridal style menuju klinik kampus


Ryan menitipkan kepada petugas kesehatan yang sedang jaga meninggalkan no hp kalo ada apa-apa segera menghubungi dirinya.


Setelah Ryan berpamitan ia segera melangkah menuju kelas dimana ia akan mengajar.


Entah kenapa baru sekali bertemu dengan Nafisa tapi ia merasa sangat bertanggung jawab atas keselamatannya. Ada setitik rasa nyaman ketika tanpa sengaja ia menatap wajah cantik Nafisa yang berstatus mahasiswi dan asisten dosen seorang profesor yang sangat disegani di kampus siapa lagi kalo bukan Mr. Arya.


Di klinik kampus Nafisa sudah siuman, setelah diperiksa oleh dokter jaga dan diberi resep vitamin, ia berpamitan untuk segera pulang. Dari kejauhan tampak Ryan lari menyusul Nafisa sambil berteriak memanggil namanya.


Merasa ada yang memanggilnya ia menoleh ke belakang ternyata benar suara bariton itu milik sang dosen tampan dari Teknik Kimia.


Nafisa menghentikan langkahnya. "Ada apa Pak" tanya Nafisa.


"Kamu pulang sendiri, biar saya antar saja ya." paksa Ryan, tadi kebetulan Mr. Arya nelpon ke saya, kemudian saya cerita kalo kamu menggantikan jamnya profesor dan kamu sekarang sakit di klinik, beliau menitipkan pesan agar saya menjaga kamu.


"Apa!! Jadi bapak cerita kalo saya pingsan?? ih Pak Ryan saya jadi malu."


Mau gimana lagi akhirnya dia nurut aja ketika Ryan memaksa mengantarkannya***.


Flash back off......


****T B C****

__ADS_1


Jangan lupa pencet ❤️👍ya gaes.....


Salam sayang.....


__ADS_2