
Menyimak kuliah kimia organik dengan setengah jiwa, jiwa yang separuh melayang entah kemana. Tak terasa 2 jam kuliah sudah selesai.
"Nafisa, selesai mata kuliah hari ini kamu menemui saya di ruangan."
"Maaf Pak ruangannya dimana?"
"Sama dengan ruangan Pak Arya."
"Ya pak."
Para mahasiswa pun berhamburan keluar kelas menuju ke kantin.
"Sa, kita masih ada kelas lagi kan ya hari ini?"tanya Sofi.
"Ada Kimia Analis 2 gak tau dosennya siapa lagi apa Pak Ardian lagi ya? karena tadi beliau bilang gantiin Mr. Arya."
"Wah kalo Pak Ardian lagi sih asyiikkk kali....ya kan Sof?" sambung Nara.
"Idih asik dr hongkong killer gitu mana aku masih ngantuk nih ntar bisa suruh cuci muka lagi."
Temen-temen Nafisa yang duduk didekatnya pada ngakak.
"Gak suruh cuci muka lagi lo Fis tapi suruh mandi biar seger... jangan-jangan lo ke kampus belum mandi ya? masih ngantuk aja."seru Johan.
Nafisa dengan muka cemberut melempar gulungan tisu ke muka Johan kemudian mendarat jatuh di piringnya yang berisi siomay dengan sambal kacang yang super pedas.
"Enak aja, denger ya gak ada dalam kamus seorang Nafisa pagi-pagi keluar rumah belum mandi, tuan ketua kelas yang pemalas, emang situ, praktikum pagi bangun kesiangan modal cuci muka ama gosok gigi doang?"timpal Nafisa tak kalah sengit adu mulut sama Johan.
"Kok lo tau persis sih Fis,apa lo naksir sama gue?" goda Johan sambil mengerling genit matanya.
"Enak aja naksir!.... gimana gak ngeliat ke lo, orang gue aja asisten di lab kimia analis kan waktu itu lo gak bawa jas praktikum, pretest juga gak bisa ngerjain, badan bau pasti lupa gak pake deodorant!" Nafisa nyerocos sambil menoyor kepala Johan.
Hahahaha temen-temen Johan ngakak so hard. Tiba-tiba Vino datang bergabung langsung mengambil sendok Johan dan menyuapkan siomay kemulutnya tanpa permisi terlebih dahulu.
"Ah iya gue duluan ya temen-temen mau ke ruang Bu Mariska any something nih lupa belum disampaikan."
"What? tanya Sofi, "maksudnya Bu Mariska istri Pak Dekan?"
"Iyalah siapa lagi sista Sofi? Bu Mariska cuma ada satu gitu loh, jawab Nafisa sambil mengangkat jari tengah dan jari manisnya.
Vino berteriak "busyett Lo Jo tisu dimasukin ke sambal siomay cuih.."Vino memuntahkan gulungan tisu yang bercampur sambal siomay.
"Hahahaha..." serentak teman-teman Nafisa tertawa. Nafisa melotot tak percaya kalo ternyata tisu yang ia lempar tadi mendarat di piring Johan.
"Maaf Vin, gue tadi yang lempar Johan pake tisu bekas gak tau kalo masuk ke sambal siomay "
"Apa....awas lo ya Fis gue cium baru tau rasa."
"Hahahaha ogah bau jengkol!" seru Nafisa sambil berlari keluar kantin.
"Siapa bilang bau jengkol ,bau kopi atuh neng geulis gak percaya?"
Ternyata Vino mengejar Nafisa keluar kantin. Sengaja mengerjainya adalah hobi Vino. Nafisa tau dikejar Vino lari sambil menoleh ke belakang memastikan Vino si playboy kampus benar-benar mengejarnya.
Brukkk...
Nafisa menabrak seseorang dan menjatuhkan tas berisi brownies pesanan Bu Mariska.
__ADS_1
"Maafkan saya tidak sengaja." sambil mengangkat mukanya Nafisa terkejut ternyata Pak Ardian yang ia tabrak.Nafisa buru-buru mengambil tas yang jatuh alhamdulillah masih utuh gumamnya.
"Lain kali kalo mau olahraga lari di lapangan jangan disini!" tegur Pak Ardian dengan mimik agak terkejut karena yang menabrak adalah mahasiswinya yang bermasalah di kelasnya.
"Nafisa..... Awas kamu ya!" seru Vino ternyata buruannya sudah makin dekat.
Nafisa terlonjak kaget kemudian sembunyi dibalik badan atletis sang dosen meminta perlindungan.
" Tolong saya pak, saya tadi lari gak liat arah gara-gara dia tuh Pak, mau melecehkan saya!" tuding Nafisa.
Vino berhenti begitu melihat sang dosen Killer dan mangsa buruannya sembunyi dibalik tubuh kekarnya.
"Mampus gue."gumamnya, "eh eh enggak kok pak becanda tadi... ya kan Fis... hehehe peace deh" Vino mengangkat dua jari kepada Nafisa.
"Rasain lo takutkan sama Pak Ardian?" ejek Nafisa sambil menjulurkan lidahnya.
"Permisi Pak," Vino langsung balik arah berjalan cepat.
"Emang kamu mau diapain sama dia?" tanya Pak Ardian.
"Cium." jawab Nafisa sambil memukul pelan bibir tipis nya.
Pak Ardian melotot kaget. Nafisa pun berterimakasih kepada Ardian sudah menolongnya dari kejaran Vino.
Nafisa kemudian berlalu dari hadapan sang dosen Killer menuju ke ruang Dekan untuk mengantar Brownies kukus kesukaan Bu Mariska.
Gimana Bu Mariska bisa kenal Nafisa? Secara tidak sengaja mereka berteman di sosmed. Yang mana Nafisa suka posting haskar di dapurnya untuk kepentingan promosi terselubung hahahaha. Bu Mariska yang liat postingan Nafisapun ngiler. Setelah saling sapa lewat inbox. Beliaupun memesan brownies ini.
****
Alhamdulillah sekarang hilang kantuk Nafisa sempat ngopi dulu di kantin. Kuliah berakhir dengan tugas yang super banyak lagi. Menghela nafas lega Nafisa menghampiri Sofi dan Karin.
"Kita kerjakan tugas kimia Analisa nanti malam atau sore ya di rumah Karin gimana? "
Sofi mengangguk setuju, "gimana Rin lo bisa kan?"
"Bisalah sore aja biar sebelum maghrib kita dah kelar, nah lo sendiri Fis apa gak masuk kerja?"
"Sementara gue libur klinik yang sekarang baru direhab belum selesai, lo jangan pada tanya ya kenapa gue gak di instalasi farmasi rumah sakit bersalin lagi?"
"Kenapa?" tanya Sofi dan Karin berbarengan.
"Yaitu dulu pernah gue ceritain ke kalian karena ada dokter playboy cap rada mesum yang ngejar-ngejar gue, jadi risi aja mending resign."
"Siiipp itu lebih baik" seru Karin dan Sofi kompak.
" Oh ya gue ke ruangan Pak Ardian dulu ya kita ketemu lagi habis ashar di rumah Karin." Oke mereka ber tos ria kemudian keluar kelas.
Nafisa berjalan menyusuri koridor kampus menuju ruang dosen.
Tok..tok...tok...
Silahkan masuk jawab suara si empunya ruangan.Nafisa membuka pelan pintu ruangan.
" Assalamu'alaikum, permisi Pak.
__ADS_1
Wa'alaikumsalam ya silakan duduk, jawabnya datar, cuek, dingin..... Catat itu gaes gak ada ramah-ramahnya sekali tuh dosen baru.
Satu....
Dua....
Tiga....
Empat....
Lima....
Lima menit Nafisa dicuekin. Nafisa menundukkan kepala sambil memainkan handphonenya. Akhirnya memberanikan diri menatap sang dosen dan membuka suara.
"Maaf Pak ada apa ya bapak memanggil saya kesini?"
Pak Ardian mengangkat kepalanya, "Iya saya kasih kamu hukuman karena tidur sewaktu jam kuliah saya."
"Apa hukumannya Pak?"
"Kamu bantu saya melanjutkan tugas dari Pak Arya yang belum selesai, mengkoreksi lembar jawaban Kimia Analis 1 anak semester 1,sama Kimia Anorganik semester 5,lembar jawabannya sudah ada di tumpukan itu juga, kamu cermati ya."
"Nafisa bengong lha tugas kelas aja belum diselesaikan sekarang suruh koreksi ini."
.
.
.
.
"Sekarang Pak?"
"Gak , tahun depan..... Ya sekaranglah mau kapan lagi," jawab Pak Ardian dingin.
Nafisa mengambil berkas kemudian duduk di sofa yang terletak di depan meja kerja Ardian.Sibuk mengoreksi lembar jawaban adik tingkatnya tak terasa waktu beranjak sore mendekati ashar.
" Maaf Pak apa boleh ini saya lanjutkan di rumah karena sudah sore, saya ada janji dengan teman-teman untuk mengerjakan tugas bersama."
"Ehmm lebih baik kamu selesaikan lagi disini besok, karena resiko kalau dibawa pulang berkas bisa tercecer hilang.Kamu paham maksud saya kan?"
"Paham pak."
Setelah merapikan berkas, Nafisa berpamitan dengan Ardian. Pulang dengan badan terasa super duper cape. Dua hari dia begadang menyelesaikan pesanan cake dari temannya yang dia kenal lewat sosmed Facebook.
Nafisa memang gadis rajin dia jadikan hobi masak sebagai bisnis kecil-kecilan, bisa menambah receh di tabungannya. Bukan karena orang tuanya gak sanggup memenuhi semua kebutuhannya, hanya karena Nafisa tidak ingin bergantung seratus persen kepadanya.
Sekarang pulang ke rumah lalu siap-siap ke rumah Karin. Rumah yang dimaksud Nafisa adalah rumah kecil yang ia sewa hanya dengan dua kamar tidur yang dilengkapi dengan kamar mandi, satu ruang lumayan besar yang kemudian ia sekat untuk dijadikan ruang tamu dan ruang santai, satu kamar mandi luar, satu dapur yang lumayan agak luas menyatu dengan ruang makan.
**************
Maaf kalo cerita amburadul gak jelas ya nanti, satu persatu akan diperjelas author. Kritik dan sarannya ya sob... biar author tau letak kesalahan dimana maklumlah karya abal-abal ini baru pertama saya tulis.
***Brownies asli bikinan author, resep ada di aplikasi Cookpad dgn akun Dapur Syafa
Lam sayang... 😍😍😍😍**
__ADS_1