Nafisa

Nafisa
Part 38


__ADS_3

Yudha menikmati kue brownies buatan sahabatnya sambil menonton acara televisi.


"Sa...katanya mau buka resto atau cafe jadi gak?" tanya Yudha.


" Jadilah...itu cita-cita gue merintis bisnis kuliner mau join Lo sama gue? Bisa diaturlah nanti atau ajak gih teman-teman Lo yang mau nanam saham kita rintis bisnis kuliner rame-rame, cari tempat strategis dekat kampus atau perkantoran gitu."


"Oke juga ide Lo ..besok lah gue bicara sama temen-temen."


" Kita sudah dewasa Yudh saatnya kita merintis usaha punya uang saku hasil jerih payah kita sendiri, malu lah masak masih minta orang tua terus ya kan?"


" Betul...betul, oh ya Sa gue pulang dulu ngantuk berat malam ini mo tidur di rumah mami....eh boleh dong bawa kuenya sepotong lagi?" tanya Yudha.


"Kamu suka? bawa ajalah sebentar aku ambilkan kotak mika." Nafisa bergegas ke dapur.


"Wah banyak banget makasih ya ...gue mau bilang mami dapat kiriman kue dari calon menantu.. hahaha," canda Yudha.


" Sialan Lo ." Nafisa melemparkan bantal sofa ke muka Yudha.


Di balas dengan melempar lagi kearah Nafisa, kemudian Nafisa membalas bertepatan dengan Alvian masuk ruang tengah maksud hati ingin menanyakan tumbuh kembang putra satu-satunya saat ia tidak bisa bersama dengan si kecil,tapi yang ia dapat bantal sofa melayang ke mukanya.


" Nafisa apa-apaan ini lempar bantal ke muka kakak?"


" Maaf gak sengaja mau lempar ke kunyuk itu malah kena kakak."


Alvian menoleh melihat ke arah Yudha ,"kamu pacarnya Nafisa?"


" Enak aja pacar Fisa...sorry lah yauuuuu..."

__ADS_1


" Dia teman Taekwondo, teman Adam juga, Yudha namanya," Nafisa memperkenalkan Yudha.


Kemudian Yudha mengulurkan tangannya menjabat tangan Alfian," Yudha kak kebetulan kedua orang tuaku tinggal di sebelah rumah ini tapi aku tinggal di kostan bareng Adam, baru tau kemarin kalau Nafisa pindah kesini."


"Makan malam yuk bareng kita,"ajak Alfian.


" Eh kak dia cuma tinggal disebelah rumah gitu ngapain coba ditawarin makan dia mah ngabisin aja ntar,tuh udah aku kasih brownies masih kurang mau dibawa pulang juga."


" Lah kok kamu gak ikhlas Fis...kan tadi katanya untuk mama mertua hahaha," ejek Yudha.


" Apaan sih Yudha...ih gue timpuk pake bantal lagi yang lebih gede tau rasa Lo." Nafisa mengejar Yudha yang lari keluar.


Alfian menggelengkan kepala, " Kelakuan masih seperti anak-anak gimana mau punya pacar Nafisa....Nafisa."


Bi Siti menghampiri Alvian " Mas Alfian, silahkan makan dulu sudah bibi siapkan kalau mbak Nafisa tidak pernah makan malam paling hanya minum jus buah saja."


" Bi Siti tau..itu anak yang main kemari?"


" Tenang Mas Alfian , Mbak Nafisa gak macam-macam kok dia berteman dengan banyak cowok karena gabung dengan club taekwondo,mereka semuanya baik."


" Namanya juga anak cewek Bi jauh dari orang tua, saya sebagai kakak juga gak bisa setiap saat mengawasinya, Alhamdulillah kalau selama ini Nafisa pergaulannya bener gak menyimpang." kata Alfian.


" Setau Bibi sih Mbak Nafisa gak punya pacar dulu ada sih dosennya sering ke rumah alasannya pesan kue, kalau dilihat-lihat sih ada rasa sama Mbak Nafisa tapi gak ditanggapi. Gak tau saya yang dicari seperti apa padahal ganteng,mapan,kalau ke rumah pakai mobil sport berarti orang kaya kan Mas?"


" Hahaha ya mungkin Nafisa kurang sreg Bi, kalau masalah pacar sih saya gak ngelarang asal tau batasannya, sama-sama muslim, dan orangnya bertanggung jawab, benar-benar menyayangi adik saya dengan tulus bukan karena harta itu saja, mau dia latar belakang orang kaya atau miskin gak masalah."


" Betul Mas Alfian bibi juga setuju," sahut Bi Siti.

__ADS_1


" Setuju apaan Bi Siti?" tanya Nafisa tiba- tiba masuk ke ruang makan mengagetkan kakaknya.


" I....itu mbak setuju kalau Mas Alfian mau Nikah lagi, hehehe...permisi," Bi Siti masuk ke dapur.


"Uhuk...Uhuk "Alfian tersedak makanannya sendiri.


Nafisa mengambilkan minum untuk kakaknya.


" Kak....emang kakak udah ada calon? kok gak pernah cerita ke Fisa sih...hmm?"


" Belum kok....entahlah Fisa... kakak hanya minta sama Alloh semoga kakak bisa dan kuat menjalani ini semua bersama- sama dengan Zaky."


" Aamiin....iya kak sabar ya aku selalu sayang sama Zaky akan selalu menjaganya 24 jam non stop. Ada atau tidak ada kakak disisinya aku selalu siap menjaga dan menyayanginya, don' t worry", Nafisa tersenyum.


Alfian memeluk Nafisa ," terimakasih adikku semoga kamu segera mendapat jodoh seorang yang Sholeh taat beragama dan menyayangi kamu dengan tulus."


Rumah kakak Nafisa



Rumah Orangtuanya Yudha



Sama-sama orang tajir berjodohkah mereka?


Brownies kesukaan Yudha sampai minta di bungkusin untuk oleh-oleh maminya dari calon menantu candanya😀😀🤭

__ADS_1



.*****TBC********


__ADS_2