Nafisa

Nafisa
Part 20


__ADS_3

Berendam air hangat adalah hobi Nafisa melepas lelah. Sambil mendengar alunan musik klasik. Tak terasa sudah 40 menit sudah berlalu.


Terdengar suara ketukan pintu Bi Siti, memanggil Nafisa.


" Mbak Fisa.... Nyonya nelpon dari tadi gak keangkat barusan nelpon bibi, sekarang mo nelpon lagi di handphone mbak Fisa."


" Ya Bi sebentar."


" Mbak Fisa,Bibi keluar ya..."


"Oke...",sahut Nafisa.


Nafisa segera keluar dari bathtub dan mengenakan bathrobe. Mengambil handphone yang ada di meja riasnya. Tak lama handphonenya berbunyi lagi.


"Assalamualaikum Ma..."


"Wa'alaikumsalam sayang... kamu lagi ngapain telpon mama gak diangkat?"


" Maaf Ma...tadi Fisa berendam di kamar mandi biasalah melepas suntuk jadi ya lama ...dan gak dengar ada telpon."


" Mama sama papa apakabar sehat- sehat kan?"


"Alhamdulillah kami sehat semua....kamu juga sehat- sehat aja kan, gimana kuliah kamu?"


" Iya Ma Fisa sehat , Minggu depan Fisa ikut tanding Taekwondo Kejurda memperebutkan Piala Gubernur do'a kan ya Ma ... Semoga dapat medali emas 🏅."


"Aamiin...Mama sama Papa selalu mendoakan yang terbaik buat kamu Fisa."


"Sa... kemarin waktu kita ke acara dinner sama calonnya Firman, Tante Rina bilang sebenarnya pingin kamu jadi menantunya, melihat kamu akrab dan sayang banget sama Anisa, dan juga..... sepertinya kamu sudah akrab sekali sama Ryan."


"Tapi sayangnya Tante Rina sudah ada janji dengan sahabatnya untuk menjodohkan anaknya, Mama sih do'anya semoga mereka tidak jadi berjodoh,dan kamu jadi jodohnya Ryan."


"Astaghfirullah Mama gak boleh seperti itu...jodoh,maut,rejeki sudah diatur Alloh SWT, kalau memang itu bukan jodoh Pak Ryan mereka tak akan bersatu Ma, sebaliknya bisa jadi mereka memang berjodoh dengan izin Alloh melalui perantara kedua orang tua.


" Tapi Mama pinginnya kamu sama Ryan ,kurang apa coba Sholeh, ganteng,pinter, dosen, pebisnis, sopan,sayang sama keponakan sampai mengadopsi jadi anaknya..."


" Ma....selama ini Nafisa memang gak pacaran, takut nambah banyak dosa, pinginnya sih kalau emang sebelumnya kita udah saling kenal sama-sama suka, seiman,dia memenuhi kriteria Fisa,ya langsung aja nikah, kalaupun belum saling kenal bisalah ta'aruf dulu kalau cocok ya nikah aja."


" Tapi Nafisa belum pingin nikah,masih mau melanjutkan kuliah juga aktivitas bisnis kecil-kecilan dulu, pingin jadi sukses dulu biar bisa jadi contoh untuk anak-anak Fisa kelak."


" Iya deh terserah kamu aja...tapi jangan sampai lupa sama umur ntar keasyikan berkarier jadi perawan tua kamu... Sa."


" Astaghfirullah jangan sampai lah Ma... intinya jodoh itu tidak bisa dipaksakan menurut kita baik belum tentu baik menurut Alloh dan sebaliknya menurut kita gak baik tapi baik menurut Alloh, semuanya sudah Nafisa serahkan kepada Tuhan Yang Maha Tahu masa depan Nafisa kelak."


" Anak Mama sudah dewasa ya sekarang...."


"Ya sudah Mama mau mandi dulu ya Sa...ntar malam Papa mau nelpon kamu, Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam Ma.."


Nafisa mengeringkan rambutnya, sambil mengingat pertama kali bertemu dengan Ryan, seorang pria yang telah mencuri hatinya. Dan juga pertemuan selanjutnya yang selalu membuat jantung Nafisa berdetak kencang.


'Astaghfirullah ini salah tidak mungkin gue suka orang yang sudah punya calon istri,'gumam Nafisa.

__ADS_1


**********


Tepat di hari Minggu pagi pukul 06.00 Kevin sudah menjemput Nafisa.


Malas turun dari mobil ia menelpon ponsel Nafisa.


"Assalamualaikum, Mamake sudah bangun belum nih.....?"


"Wa'alaikumsalam sudah bos...ntar Lo gak usah turun biar cepat gue langsung keluar rumah aja,oke."


"Siip,siap laksanakan !"


Nafisa keluar rumah dengan baju olahraga yang longgar tak lupa hijab dan topi yang berwarna senada menambah kesan cantik dan energik.


Nafisa berjalan menuju mobil Pajero hitam milik Kevin. "Hai Vin...sapa Nafisa, langsung beli buryam yuk atau mo jemput siapa lagi nih?"


"Adam sama Bang Rizky, kita lewat kontrakannya sebelum beli buryam."


"Oke let's go ."


***************


Setelah selesai sarapan bubur ayam Rizky,Kevin,Adam, Nafisa, langsung siap-siap untuk segera ke kampus.


"Sekarang kita langsung ke kampus aja ya sambil mempersiapkan semuanya," kata Rizky menggantikan Dion sang ketua HMFT ( himpunan mahasiswa fakultas teknik) karena mama Dion sedang sakit.


"Oke,siap bos" , seru Nafisa.


****Di Kampus....


Dekan fakultas teknik memberikan sambutan singkat setelah itu dilanjutkan dengan Nafisa dan Rizky naik ke podium untuk berbasa- basi dengan peserta senam sehat bersama, kemudian mereka berdua tampil memimpin senam.


Selesai senam bersama, dilanjutkan pemotongan tumpeng dan do'a bersama.


Tampak dihalaman berdiri beberapa gerobak soto , bubur ayam,lontong sayur,kupat tahu,dan aneka menu sarapan untuk seluruh keluarga besar Fakultas Teknik , tinggal pilih aja dan gratis,ini yang mahasiswa suka sarapan gratis.


Nafisa turun dari podium hendak menuju ke gerobak kupat tahu,tak sengaja ia bertemu dengan Ryan dosen killer tapi banyak yang mengidolakannya di fakultas teknik. Ryan bersama cewek cakep, berbincang dengan mesra menurut Nafisa, huh yang sudah punya calon istri pamer batinnya.


' Kenapa gue jadi sewot ya padahal Ryan bukan pacar gue ,dasar Nafisa **** 'umpat nya dalam hati.


Nafisa berbalik menghindari Ryan. Sekarang dia duduk santai di taman belakang kampus sambil menikmati roti Swiss kesukaannya ditemani susu UHT coklat. Alhamdulillah lumayan kenyang gue gumamnya.


Mengeluarkan ponselnya Nafisa membuka Facebook group masakan ,ada notifikasi dari admin grup mau kopdar di Jogjakarta.


Nafisa langsung inbox sama Admin grup mau ikutan juga siapa tau bisa sharing resep-resep enak. Jadi tak perlu sekolah atau kursus Boga cukup gali informasi sedalam-dalamnya kepada emak-emak pakar kuliner yang tidak pelit berbagi ilmu. Selama ini Nafisa hanya mengikuti lewat postingan para senior di grup masakan kalo ada yang ditanyakan pun juga lewat Facebook, yang menyulitkan kadang si empunya resep pas gak online di Facebook jadi rempong urusan, karena tak tau no handphonenya.


Nafisa senyum- senyum sendiri sambil berbalas chat di Facebook.


" Ehem.... suara deheman seseorang mengagetkannya, Nafisa mengangkat wajahnya, tersenyum hormat kepada pria yang berdiri di dekatnya.


" Kamu yang instruktur senam tadi kan?" Tanya pria itu.


" Iya Pak."

__ADS_1


" Kenapa tidak gabung dengan teman- teman kamu untuk sarapan?"


" Malas Pak tadi pagi sudah sarapan sebelum senam,dan ini tadi kebetulan bawa bekal roti sama susu,sudah cukup kenyang jadinya," jawab Nafisa sopan.


" Bapak sendiri kenapa tidak gabung dengan yang lain untuk sarapan?"


" Sudah tadi makan bubur ayam, karena lembut tidak perlu mengunyah jadi cepat habisnya, daripada disana saya bengong kan mending jalan ke taman sekalian melihat-lihat keindahan taman kampus,"sahutnya.


"Silahkan duduk Pak gak enak ngobrol sambil berdiri,"Nafisa menawari pria itu.


" Oh iya terimakasih." Jawabnya.


" Bapak ngajar jurusan apa?"


"Saya ngajar di Teknik Informatika,saya baru disini, Kamu jurusan apa?"


"Saya... dari fakultas MIPA" jawab Nafisa.


"Terus kenapa gak gabung dengan teman-teman yang lain ?"


" Lagi pingin sendiri aja sih... sambil buka Facebook lama gak buka medsos hehehe."


"Bapak sendiri ngapain malah nyamperin saya kesini gak gabung sama rekan dosen lainnya?


"Kan sudah di bilang kalo saya ingin liat- liat suasana kampus terus ada bidadari duduk sendirian sambil senyum-senyum sama handphone nya kan saya jadi kepo kepingin kenalan,oh ya nama kamu siapa?" Tanya pria itu sambil mengulurkan tangan kanan nya.


" Ah bapak bisa aja, saya.. Nafisa dari jurusan MIPA Kimia," jawab Fisa sambil menangkupkan tangannya didada kemudian tersenyum.


" Oh maaf kata pria yang duduk disebelahnya kemudian menangkupkan tangan nya juga, saya Ridwan dosen pemrograman di FTI."


Tiba-tiba terdengar suara teriakan memekakkan telinga " Mak Fisa kemana aja sih gue cari dari tadi!" Seru Yuda.


Kevin muncul dari balik badan Yuda ," Pacaran ya Mak mojok di taman belakang gini,biar kagak ada yang tau gitu ya?"


" Ststss kalian ngapain sih siapa yang pacaran dari tadi gue sendiri disini,ini bapak dosen baru dari FTI,biasa lagi puter-puter liat kampus kita cuma ngobrol biasa kok," jawab Nafisa.


" Lo dicari Pak Dekan Fis?" sahut Kevin.


" Hah kok bisa,Lo mau ngerjain gue ya?"


"Suerrr ...Mamake ,gue gak bohong Yuda mengangkat dua jarinya,ya kan Vin?"


"Kok Dekan Lo bisa tau gue,kan gue dari fakultas sebelah."


"Dasar emak-emak pikun tadi instruktur senam siapa? Dan nama lho juga jadi perbincangan para dosen wkwkwk",Kevin ngetawain Nafisa.


" Halah gak usah nambah- nambahin, dosa lo tambah banyak ntar Kepliiinnn."


"Yuk ah kesana anterin eh temenin gue ngadep Bapak Dekan."


"Mari Pak Ridwan....mungkin bapak masih ada acara lagi sekarang, " ajak Nafisa ke pria yang duduk anteng disebelahnya.


" Oke" jawabnya singkat.

__ADS_1


*************


__ADS_2