
Assalamualaikum....Readers....
kalau kalian.suka cerita ini tolong vote nya dong cerita ini banyak yang baca dan menikmati tapi kenapa kalian gak mau like dan vote sih kan bikin seneng author gak ada salahnya kaliii... cerita ini hanya hiburan gratis lho.....cuma like sama vote aja gak bayar susah banget sih ....bikin seneng author dong guys .. .
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Pagi yang cerah. Secerah hati Nafisa, ia
berjalan menuju Perpustakaan melewati ruang dekan fakultas teknik, ruangan siapa lagi kalo bukan ruang sang kekasihnya sekarang.
Tampak dari arah berlawanan Dimas berjalan beriringan dengan seorang wanita cantik dan modis, entah itu dosen atau karyawan di kampus Nafisa tak tahu. Mereka berbincang akrab sesekali tertawa bersama.
Otak: Cemburu ?
Hati: Jelas dong !
Kan dia sekarang calon imam Nafisa.
Otak: Jangan cemburu buta,Dia orang baik,cinta mati sama Nafisa mana mungkin selingkuh?
Hati: Iya nanti aku tanyakan ada hubungan apa mereka berdua.
Itu suara antara hati dan otaknya Nafisa yang saling adu argumen
Nafisa menyelinap di tembok dekat taman dengan leluasa ia bisa mengamati kedua insan itu. Tiba-tiba handphonenya bergetar ada panggilan masuk dari sang kakak.
Alfian
Assalamualaikum, Nafisa....
Nafisa
Wa'alaikumsalam...Kak Fian
Tumben nelpon ada apa kak?
Alfian
Fisa....Oma....
Nafisa
Oma kenapa kak?
Alfian
Oma kecelakaan.... sekarang kritis
dan....Papa...
Alfian menjeda kalimatnya dengan suara yang serak menahan tangis,menjelaskan keadaan keluarganya.
Papa masuk rumah sakit ....
Jantungnya kambuh, bisa sekarang kamu kesini? karena kakak bawa Zacky kesini, gantian jaga Papa maksud kakak karena anak kecil resiko tinggi di rumah sakit. Bi Siti lagi ngurus mama yang pingsan sekarang masuk UGD.
Nafisa
Hiks..hiks...i...iya kak sekarang aku kesana.
Tuts.... telepon pun terputus.
Nafisa duduk di bangku taman sambil terisak menutup muka dengan kedua tangannya.
Ya Alloh kuatkan hatiku,jiwaku,imanku untuk menghadapi ujian-Mu ini.....kemudian mengusap kasar mukanya dengan tisu. Dia harus minta tolong temannya untuk menyetir karena Nafisa merasa lemas tak bertenaga sama sekali takut terjadi apa- apa di jalan.
Nafisa segera membuka aplikasi WhatsApp masuk ke Grup Taekwondo
Nafisa
__ADS_1
Ada yang senggang kuliahnya?
please...gue butuh bantuan sekarang
gue di taman dekat perpus
Kevin
Ngapa Mak ... tumben?
Yudha
Gue senggang tapi lagi mojok ma calon bini, mak...mohon sabar menunggu
Risky
Astaghfirullah....Yudha ,ingat dosa!!
Halalin dulu baru mojok berduaan gak dosa.
Yudha
Siap Pak Ustadz
Adam
Jangan becanda guys
Kayaknya serius deh Nafisa. ...
Gue telepon gak diangkat jadi kepikiran kenapa tuh anak?
Risky
Gue baru antri mo bimbingan Pak Ryan.
Adam
Gue nangung baru praktikum sebentar lagi selesai
Kevin
Lo...berdua yang lagi mojok ,samperin tuh Mamake.... pastikan dalam keadaan baik- baik saja.
Yudha
Siap bosku....
Setelah mengirim WhatsApp ke teman di grup,Nafisa beranjak menuju toilet berniat untuk mencuci mukanya. Keluar dari toilet tampak mukanya pucat dan mata memerah, secara kebetulan Dimas keluar ruangan hendak ke bagian pengajaran melewati toilet.
"Nafisa...kamu kenapa hmm,sakit?" tanya Dimas.
Nafisa mengeleng, " gak sakit kok Pak, cuma lagi ada sesuatu aja jadi sedih." suara serak Nafisa menahan tangis kentara sekali.
" Ayo ikut saya ke ruangan" ajak Dimas.
" Tapi Pak ...."Nafisa ragu untuk mengikuti Dimas.
"Saya tidak suka dibantah Nafisa,ikut saya." kata Dimas.
Nafisa berjalan dibelakang Dimas kemudian tanpa diduga tangan Dimas menarik tangan Nafisa untuk berjalan berdampingan dan segera masuk ke ruangannya.
" Duduk sayang..."dengan mesra Dimas menuntun Nafisa untuk duduk di sofa yang tersedia di ruangannya.
" Ceritakan kamu ada masalah apa? Jangan segan untuk bercerita karena kamu sekarang adalah calon istri saya."
Sambil terisak Nafisa menceritakan semuanya termasuk minta tolong ke teman-temannya untuk membawa mobilnya karena dia tidak sanggup untuk mengendarai sendiri mobilnya menuju ke rumah sakit.
Dimas menghembuskan nafas sedikit kesal, " Kenapa kamu tidak langsung minta tolong sama saya Nafisa? Saya kan calon suami kamu?"
__ADS_1
" Maaf Pak Dimas....saya memang minta tolong ke teman-teman yang ada waktu senggang kuliahnya entah siapa yang bisa, saya gak berani bilang ke Pak Dimas takut menggangu aktivitas bapak di kampus. Bapak jangan bilang calon suami karena kedua orang tua kita belum tentu merestui kita."
" Maafkan saya sedikit kesal karena hal itu, dan mengenai hubungan kita saya serius 100%. Untuk itu kita harus bisa meyakinkan orang tua kita agar merestui hubungan kita. Oke saya bereskan berkas-berkas dulu setelah itu kita ke rumah sakit,oke?"
Nafisa mengangguk sedikit tersenyum. Kemudian mengeluarkan ponsel dari sakunya sejak tadi begetar terus ternyata ada chat dari Yudha.
Yudha beranjak dari duduknya bersama Yulinda, menuju taman dekat perpus. Belum sampai taman mereka melihat Nafisa menunduk mengikuti Pak Dimas, kemudian Pak Dimas menarik tangan Nafisa masuk ke ruangannya.
" Lin...lihat deh tuh Mamake sama Pak Dimas," kata Yudha.
" Eh iya ngapain tuh kak Nafisa masuk ke ruangan Pak Dimas,Kak? tanya Yulinda.
" Gak tau .....diakan asistennya Pak Dimas,ikut penelitian juga bareng beliau,wajarlah mereka dekat. Ntar aku mau wa dulu maksudnya apa dia minta tolong di grup kok sekarang sama Pak Dimas." kata Yudha
Yudha mengeluarkan ponselnya kemudian mengetikkan pesan WhatsApp ke Nafisa
Yudha
Fisa.. maksud Lo apaan minta tolong ke kita-kita terus main cabut aja sama Pak Dimas masuk ruangan pake gandengan tangan,untung cuma gue yang lihat coba kalo ada orang lain lihat pasti rame deh jadi gosip hot hihihi.
1
2
3
4
5
10menit
Nafisa
Tutup mulut Lo bawel, anggap Lo gak lihat apapun! Ntar gue wa lagi.
And catat gue gak gandengan tapi tangan gue ditarik sama tuh dosen killer. Puas Lo awas kalo nyebar gosip ke anak-anak taekwondo gue sunat Lo mampus!!
Yudha
Ampun....ampun bunda ratu....hamba khilaf salah ucap .... hahahaha kaburrrrr
gue tunggu cerita Lo
Nafisa memasukkan handphone ke dalam tasnya. Rupanya Dimas sudah selesai membereskan semua berkasnya.
" Mana kunci mobil kamu biar saya yang setir, kebetulan tadi saya berangkat bareng Papa jadi gak bawa mobil. Fisa...."
" Ya Pak ."
Dimas mendekat hingga kini mereka berada dalam jarak yang dekat sekali. Nafisa merasa canggung, parfum maskulin ,deru nafas bercampur aroma mint tercium jelas membuat jantungnya berdegup kencang.
" Nafisa kamu adalah milik saya dan saya tidak suka diabaikan karena saya sangat mencintai kamu, suka duka harus kita lalui bersama,paham?"
Nafisa mengangguk, tak disangka tangan Dimas memeluk pinggang rampingnya, kontan Nafisa mendorong dada Dimas, "Bapak apa-apa an sih dekat-dekat gitu ntar khilaf awas lho, apalagi kita cuma berdua disini yang ketiga berarti ...setan hi..hi," Nafisa melihat sekeliling ruangan Dimas kemudian mendorong kuat Dimas sampai terjungkal kebelakang untung ada sofa tepat dibelakangnya.
"Eh maaf Pak Dimas gak sengaja."
Nafisa tampak ketakutan dia mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Dimas yang jatuh terduduk di sofa.
" Saya yang harusnya minta maaf ,hampir khilaf tadi." sahut Dimas sambil tersenyum kemudian mengelus kepala Nafisa yang terbungkus hijab kemudian berkata," Ayo kita nikah jangan tunda- tunda lagi, dan jangan panggil saya bapak lagi kalo cuma berdua gini,oke?"
Nafisa tersenyum dan mengangguk. Kemudian mereka keluar dari ruangan. Dimas berjalan menuju halte sedang Nafisa menuju ke parkiran untuk mengambil mobilnya. Ia kendarai sampai halte kemudian bertukar posisi,Dimas sekarang yang mengemudi menuju ke rumah sakit tempat Oma,Papa,dan Mama Nafisa dirawat.
Dear readers maaf lama gak update karena kesibukan di dunia nyata. Tak bermaksud menggantung cerita kadang sudah ada ide cerita tapi tak ada waktu buat ketik2. Mohon kritik dan saran nya. jangan lupa vote,like ,komen jika suka.
terimakasih 🙏🙏 🙏
maturnuwun 🙏🙏🙏
__ADS_1
thanks 🥰🥰🥰🥰
"