Nafisa

Nafisa
Part 6


__ADS_3

Tepat pukul 13.45 Nafisa sudah sampai di klinik tempatnya ia bekerja sebagai Asisten Apoteker(AA).


"Assalamu'alaikum, Selamat Siang semua," sapanya ramah kepada teman-teman shift pagi yang hendak berakhir jamnya.


"Wa'alaikumsalam, oh ya Fisa kamu hari shift sore gak ada teman AA lho hanya sama kasir, dan reseptir (bertugas membantu AA untuk membuat sediaan obat yang sudah diracik oleh AA), Apoteker sore kebetulan ada acara seminar ke luar kota, dan kamu tau sendiri AA full time pulang kampung karena ibunya sakit, ucap Bu Rahma Apoteker seniornya.


"Inshaa Alloh saya bisa jalankan tugas bersama partner saya sekarang Bu, Bismillahirrohmanirrohim semoga semua baik-baik saja Bu Rahma," ucap Nafisa.


"Aamiin, oke ibu pulang dulu ya nak jangan lupa sebelum bekerja berdoa dulu pekerjaan kita taruhannya nyawa orang," itu selalu Bu Rahma ucapkan untuk para asistennya agar dalam bekerja selalu dalam lindungan Alloh SWT.


Ya bekerja di bagian farmasi memang harus fokus, konsen kalau tidak bisa salah racik obat fatal akibatnya.


Setelah semua shift pagi pulang semua, IF (instalasi farmasi) jadi sepi. Ia merapikan meja racik bersama mbak Yanti partner reseptirnya.


"Oiya mbak aku keluar sebentar ya, mau nelpon temen dulu. "


Gue kok lupa banget kalau ada pesanan bolu karamel mau diambil sore nanti, segera gue menelepon mbak Rista semoga orangnya gak marah, mau bikin ntar malam pulang kerja terus pagi-pagi mau diantar ke rumahnya.


Bolak-balik Nafisa menelepon tapi tak diangkatnnya. Ia pun resah mondar mandir di taman belakang klinik.


Akhirnya dia mengirim pesan lewat WhatsApp.


Nafisa


Assalamu'alaikum mbak Rista, maaf saya khilaf lupa pesanan mbak, karena ada teman kerja mendadak semalam minta tukar jadwal kerja.


Sendโžก๏ธ


Nafisa


Gimana kalau saya kirim besok pagi-pagi, share lokasi ya mbak, saya nanti pulang kerja malam soalnya


Sendโžก๏ธ


Nafisa

__ADS_1


Gimana mbak Rista, gak papa kan? jangan marah ya mbak..... ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Sendโžก๏ธ


Nafisa


Mbak Rista.....


Send โžก๏ธ


Belum terkirim masih centang satu, sambil mengetik Nafisa terus berjalan melewati ruang praktik dokter.


Sambil menunduk mengirimkan pesan WhattsApp ke Rista.


Brukk.....


Nafisa menabrak seorang dokter yang hendak memasuki ruang praktek.


"Maaf dokter tidak sengaja, menatap sekilas sang dokter."


Tepat pukul sembilan masih banyak tumpukan resep yang harus diselesaikan karena banyaknya pasien hari ini. Terakhir ia memasukkan obat di plastik kemudian memberi etiket aturan pakai.


Setelah di cek lagi dia memanggil pasien atas nama Bp. Alvian Narendra, seorang pria maju kedepan dengan mengenakan masker rupanya ia sedang batuk flue takut menular kemana-mana, Nafisa mengcek macam obat, memberi tahukan aturan minumnya kemudian menanyakan nomor handphone pasien.


Terakhir resep atas nama Sdr. Ardiansyah bapak tadi juga yang maju ke depan , hal serupa juga Nafisa lakukan memberi tahu macam dan aturan pakai obat meski di etiket masing-masing obat sudah tertulis.


"Nomor handphone sama dengan yang bapak Alvian karena kami tinggal serumah," ucap pria bermasker.


"Maaf kalau boleh tanya adakah cara ampuh yang paling aman, untuk menyembuhkan sakit flue tanpa harus minum obat-obatan yang terlalu banyak ini?"


Nafisa tersenyum manis menjawab "perbanyak istirahat, minum vitamin untuk daya tahan tubuh juga membunuh virus flue, makan yang cukup dan minum air putih yang banyak."


"Mas bisa konsumsi vitamin ini juga ia menunjukkan salah satu vitamin C dosis tinggi."


"Sebenarnya saya malas mbak minum banyak obat seperti ini, cuma tadi nemenin papa saya periksa jadi dipaksa sekalian berobat," cerita pria itu.

__ADS_1


Pria itu engan membuka maskernya mungkin tak mau menyebarkan virus flue nya. Selain itu dia tak mau ketahuan kalau ternyata dia adalah Pak Ardian dosen Killer di FMIPA.


Nafisa tidak menyadarinya karena Ardian memakai masker dan suaranya berbeda karena sedang flue berat.


Sebenarnya apa yang ditanyakan tadi hanyalah alasan untuk bisa mengobrol lebih lama dengan mahasiswinya.


********


Pukul 22.15 Nafisa sudah sampai di rumah. Segera ia mandi dengan air hangat untuk menghilangkan kepenatan seharian ini, juga menghilangkan aroma obat - obatan yang melekat pada dirinya.


Segera ia membuka ponselnya. Ada pesan WhattsApp masuk ternyata dari mbak Riska orang yang mau memesan bolu karamelnya.


Rista


Maaf mbak tadi hp eror baru bisa bener sekarang.


Rista


Iya gak papa mbak karamelnya besok rabu sore aja, kebetulan ada acara disini jadi saya pulang ke jogja rabu siang, sorenya suami saya ambil di rumah mbak.


Rista


Tadi saya mau ngabarin sebenarnya tapi hp malah rusak eror. Untung mbak belum bikin ya, kalau udah kan sayang bolu karamelnya.


Nafisa


Iya mbak alhamdulillah kalau begitu, saya lega jadi tidak mengecewakan pelanggan. Oke deh mbak saya siapkan rabu sore ya.


Bay.. See you again tomorrow.


--------------------โ€”-----------


Alhamdulillah sampai juga di part ini


Yang sudah baca jangan lupa tekan ๐Ÿ‘โค๏ธ ya. See you....

__ADS_1


Salam sayang๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž


__ADS_2