Nafisa

Nafisa
Part 25


__ADS_3

Dua insan yang sedang melepas rindu itupun kaget bukan main atas kedatangan tamu di pagi hari.


"Oh sedang sibuk melepas rindu ya, sampai tidak tahu tempat, harusnya kalian tahu diri dimana kalian sekarang berada dan kamu Ardian kamu seorang dosen ,seorang pendidik harusnya dapat memberi contoh bagi mahasiswa kamu bukan melakukan hal macam itu di lingkungan kampus," nasihat panjang kali lebar dari bapak Dekan Fakultas Teknik, Dimas yang ternyata juga seorang teman dekat Ardian.


Nafisa berdiri membatu dibelakang punggung kekar Dimas,bingung hendak berucap apa.


Dimas yang tanggap akan situasi canggung tersebut langsung bergerak menyamping,"ini mahasiswa kamu akan bertemu kamu hendak masuk ruangan ini sampai takut mengganggu kesibukan kamu karena dia melihat sendiri kelakuan dosennya mana pintu tidak di tutup lagi,"ketus Dimas.


Wanita cantik modis yang sudah turun dari pangkuan Ardian tersenyum centil kepadanya kemudian berkata dengan manjanya,"Sayang aku tunggu di cafe depan ya."


Dimas pun sudah lupa maksud dan tujuan semulanya hendak bertemu dengan seorang sahabat yang juga merangkap rekan dosen satu kampus, melenggang santai keluar dari ruangan Ardian.


"Nafisa tersenyum masam ma...maaf Pak Ardian, saya hanya mau menggumpulkan tugas dari bapak dan ini surat pengunduran diri sebagai asisten laboratorium karena sudah mendekati dengan KKN dan penelitian jadi saya sudah tidak bisa membagi waktu lagi, saya mohon bapak paham," Nafisa menunduk.


" Oke saya ACC pengunduran diri kamu,"jawab Ardian.


"Baik Pak terimakasih dan saya minta maaf apabila selama saya menjadi asisten bapak banyak melakukan kesalahan dan sering membikin bapak kesal terhadap saya," Nafisa menunduk.


" Iya sama-sama Fisa begitu pula saya mungkin selama ini saya selalu berbuat menyebalkan tapi ketahuilah dibalik semua itu sebenarnya saya ingin menepis rasa simpati terhadap kamu,gadis mandiri,smart juga cantik, sebenarnya saya ingin mengungkapkan perasaan saya terhadap kamu tapi tiba-tiba kekasih saya yang sudah 3 tahun menghilang tanpa kabar datang dan saya lepas kendali dan kamu melihatnya, mungkin kamu akan bilang saya pria brengsek menyatakan perasaan ke kamu tapi saat itu juga di depan mata malah bercumbu dengan gadis lain lebih tepatnya gadis masa lalunya."


Nafisa mendengar penuturan dosennya sungguh terkejut bukan main,matanya m embelalak, mulut nya sedikit terbuka.


"Nafisa ..... sungguh maafkan saya atas semua perilaku saya selama ini karena semua itu hanya untuk mencari perhatianmu saja sungguh....apakah saya boleh berharap kepada kamu .... saya ingin kamu menjadi kekasih saya."


"Ehmmm...ma maafkan saya Pak Ardian,sa...saya tidak bisa menerima anda...karena ada cinta masa lalu bapak yang sekarang sudah kembali, saya tidak ingin menghancurkan impian wanita masa lalu bapak... tentu dia punya alasan kuat kembali ke bapak meskipun lama tak bersama dan saling berkabar tapi dia masih mencintai Pak Ardian dan apapun alasannya di bawah alam sadar anda merindukannya buktinya tidak menolak untuk berbuat seperti itu meski di lingkungan kampus, maaf.... bapak lupa tempat sepertinya." Nafisa tersenyum.


"Saya tidak ingin menjalin kasih dengan seseorang dimana masih ada kekasih masa lalunya yang ingin kembali ke pelukannya, perasaan bapak terhadap saya bukanlah cinta mungkin hanya obsesi saja ....permisi Pak saya masih ada kelas lagi," pamit Nafisa kemudian dia keluar sambil menutup pintu ruang Ardian pelan.


Ardian meraup mukanya dengan tangan kanan nya tampak frustasi kenapa Amira tiba-tiba kembali di saat ia ingin menambatkan hatinya pada mahasiswi yang merangkap sebagai asistennya.


**********


Nafisa berjalan menuju kantin fakultas teknik seorang diri sebenarnya dia sudah tidak ada kelas lagi,dan teman-temannya sudah pada pulang tentunya, ia melamun.... pikirannya berkelana kemana- mana demi Alloh tidak menyangka Ardian terus terang berkata kalo menyukainya dan dengan brengs*knya dia bercumbu di ruang kerja hingga ke gab sama Pak Dimas dan dirinya hahaha dosen mesum tak tahu diri memang...ah lupakan saatnya menyantap bakso mercon khas kantin fakultas teknik yang sangat Nafisa suka.

__ADS_1


"Sendirian nih tumben... kangen ya sama Bang Yudha?"sapa Yudha dengan pede nya.


Nafisa senyum sambil melempar gulungan tisu kotor," Yudha Lo dah siap buat tanding taekwondo Minggu depan? ntar sore latihan yuk gue pingin jadiin Lo samsak deh hahaha."


"Widih sadis banget Mak gak kasian sama anak gantengmu ini Mak?"


"Gak !"


"Halo guys....ada yang mau traktir diriku kah?" seru Dion sambil meneguk es teh Yudha yang masih utuh.


" Halo babang guanteng se Bonbin( kebon binatang) kenapa sih selalu minta gratisan dasar pelit main serobot es teh punya gue," kesal Yudha.


"Sialan Lo Yud muji gue terus jatuhin masak se Bonbin dia bilang gue ganteng sendiri ,habisin nih es tehnya."


"Kalian beringsik gue mau menikmati bakso mercon nih...eh Dion habisin tuh es teh udah gue kasih sianida 1/2 sendok teh kok tenang menuju alam baka Lo babang Dion," kekeh Nafisa.


"uhuk uhuk.."


"Sadis banget Mak...!!"


Tak lama kemudian datang teman-teman dari UKM Taekwondo lainnya mereka sibuk membahas Kejurda yang akan diselenggarakan seminggu lagi.


Nafisa menunduk memainkan ponselnya.Sebentar lagi dia akan menjemput kakak tercintanya,mengingat kejadian memilukan yang dialami sang kakak membuat Nafisa serasa lemas akan melangkah bagaimana tidak di usia pernikahan ke enam tahun dia harus kehilangan istri tercintanya karena kecelakaan maut yang menimpanya ia meninggalkan seorang batita yang sedang lucu-lucunya berumur 14 bulan.


'Minta temenin Adam ah mudah-mudahan dia gak ada kelas' batin Nafisa.


Nafisa


"Dam,......sekarang lagi dimana ada kelas gak Lo?"


Adam


Barusan selesai ...kenapa tumben nanya 🙄

__ADS_1


Nafisa


Gue minta tolong bisa gak?


Adam


apaan Mak...?


Nafisa


Anterin ke bandara jemput kak Alfian ,gue gak kuat kepala sakit nih..mobil gue di parkiran kampus sebelah barat otw kesana nih dari kantin fakultas sekarang.


Adam


Oke ...


Nafisa segera memasukkan ponselnya ke dalam tas ranselnya.


"Maaf teman-teman, gue pulang duluan ya karena harus jemput kakak di bandara," pamit Nafisa.


" Oh is oke hati-hati ya Fis" itu suara Rizky.


Langsung menuju tempat parkir Adam sudah bersandar di mobil sambil memainkan handphone nya.


"Dam.... sorry gue ganggu Lo lagi ya."


"Santailah kita kan sahabat bagai kepompong... hehehe,"canda si Adam.


Tak lama kemudian mobil Brio kuning melesat menuju bandara Adisutjipto.


"Ada yang belum Lo ceritakan ke gue kayanya Fis," Adam membuka perbincangan di mobil Nafisa karena dari tadi suana hening tidak ada yang bersuara.


Nafisa tersenyum dan menceritakan semuanya ,tentang meninggal nya sang kakak ipar alias istri Alfian.

__ADS_1


Kepulangan Alfian ke Indonesia karena mengembangkan bisnisnya dibidang farmasi tepatnya di kota solo dan Surabaya bersama rekan-rekannya.Ia pulang bersama si kecil tak lupa baby sisternya juga turut serta yang sayangnya ternyata si baby sister hanya ikut di pesawat saja, ia akan kembali ke kampung halamannya di Purworejo karena akan menikah satu bulan lagi.


*********Bersambung******


__ADS_2