Nafisa

Nafisa
Part 42


__ADS_3

Assalamualaikum....Readers....


kalau kalian.suka cerita ini tolong vote nya dong cerita ini banyak yang baca dan menikmati tapi kenapa kalian gak mau like dan vote sih kan bikin seneng author gak ada salahnya kaliii... cerita ini hanya hiburan gratis lho.....cuma like sama vote aja gak bayar susah banget sih ....bikin seneng author dong guys .. .


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Petugas medis segera memberi pertolongan pertama kepada Nafisa dan membawa ke dalam mobil ambulance menuju rumah sakit terdekat. Pria tampan tadi mengikuti ambulance dengan mengendarai mobilnya dengan wajah panik ia merapalkan do'a untuk kesembuhan sang kekasih.


Setelah menjalani berbagai pemeriksaan akhirnya sang dokter keluar ruangan dan bermaksud menemui keluarga pasien untuk memberitahukan keaadan Nafisa sekarang.


" Keluarga Nona Shafa."


" Saya, dokter." Jawab Pria itu.


" Maaf anda siapanya pasien?"


" Saya calon suami pasien," jawabnya tegas.


" Oh jadi begini mas, kondisi Mbak Shafa berdasarkan hasil Rontgen benturan di kepalanya tidak apa-apa, cuma ada sedikit guncangan gelombang elektromagnetik di otaknya. Dia pingsan selain karena benturan keras juga karena syok hebat mungkin mbak Shafa panik dan syok ketika mobilnya berhenti tiba-tiba di rel tadi. Alhamdulillah anda datang tepat waktu jadi tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tadi. Tapi mbak Shafa harus rawat inap setidaknya 2 hari, karena asam lambung meningkat juga tensi darahnya sangat rendah.Nah sekarang anda bisa urus administrasi nya untuk menentukan ruang rawat inap yang kosong."


" Baik dokter, terimakasih."


Dari awal masuk ke UGD pria itu mendaftarkan Nafisa sebagai Shafa karena ia masih mengira gadis yang ia selamatkan adalah Shafa sang kekasih.


***********


Di rumah Alfian.


Tampak dua orang polisi duduk di sofa ruang tamu menunggu sang pemilik rumah keluar.


Tak lama kemudian Alfian keluar sambil menggendong Zacky diikuti Bi Siti yang sekarang merangkap jadi baby sisternya.


Kedua polisi kemudian berdiri memberikan hormat "Selamat siang apakah benar ini adalah rumah nona Nafisa Dewi Az-Zahra?" sambil membaca SIM Nafisa juga KTPnya, rupanya dompet yang berisi surat-surat penting termasuk ATM bisa terselamatkan.


" Iya betul Pak, saya kakak kandungnya Alfian ada apa ya Pak?" tanya Alfian was-was.


Polisi pun menceritakan kecelakaan yang di alami Nafisa sampai akhirnya ambulance datang membawanya ke rumah sakit terdekat.


"Terimakasih atas informasinya saya akan segera mengurus adik saya dan mobilnya," sahut Alfian.


" Baik Pak, kalo begitu kami permisi, selamat siang."


" Selamat siang."


" Bi....ternyata benar feelling aku tadi ya, Nafisa sedang tidak baik-baik saja. Ya Alloh selamatkan Nafisa, jangan Engkau ambil lagi adikku ,hanya dia satu-satunya yang tulus bisa menjaga anakku." Alfian menangis dia merasa sesak di dada.


Mengenang 2 tahun yang lalu kembaran Nafisa meninggal karena kecelakaan lalulintas juga di tabrak truk yang remnya blong, sedang kembaran Nafisa mengendarai sepeda motor maticnya.


" Mas Alfian, apa tidak sebaiknya mengabari Tuan dan Nyonya di Singapura?" tanya Bi Siti.


" Saya pastikan dulu keadaan Nafisa bagaimana Bi,saya tidak mau kedua orang tua saya kaget syok mengingat ayah memiliki sakit jantung."

__ADS_1


" Iya juga Mas, sekarang biar sopir aja yang mengantarkan Mas Alfian karena keadaan Mas baru kacau saya takut kenapa-kenapa di jalan." kata Bi Siti.


" Baik Bi, saya ikuti sarannya tolong panggilkan Pak Aldi suruh siapkan mobil. Saya akan mengemas baju Nafisa."


Alfian sangat menyayangi ke dua adik kembarnya, sekarang hanya tinggal Nafisa yang keadaannya belum ia ketahui, sambil berlinang air mata Alfian menaiki tangga menuju kamar Nafisa untuk mengambil baju-bajunya.


**********************************************


Di rumah sakit


Di ruang rawat VVIP Sekar Kemuning 2


Pria tampan yang tadi menolong Nafisa duduk di sebelah brankar sambil menggenggam tangan Nafisa.


Pria itu tertidur karena kecapean setelah pulang dari London, ia mendengar sang mama sakit hingga harus rawat inap di rumah sakit bukannya pulang dahulu tapi ia langsung menemui mamanya dengan membawa koper besarnya.


Sebenarnya ia tadi keluar rumah sakit untuk mencari Susu K28 yang bisa menaikkan trombosit. Dengan membeli secara online ia bermaksud COD di resto sekalian makan siang, maka ia sempatkan mampir ke Cafe and Resto Suka Makan dekat tempat terjadinya kecelakaan Nafisa.


****Satu jam sudah berlalu.****


Nafisa membuka matanya, menyesuaikan dengan keadaan sekitar. Melirik tangan kiri ternyata terpasang infus Ringer Laktat. Tangan kanan terasa berat ternyata ada orang yang menggenggam erat , Nafisa terlonjak kaget, kemudian menarik tangannya.


Merasa ada pergerakan pria disebelah Nafisa membuka matanya. " Shafa kamu sudah bangun sayang." kata pria tadi.


" Shafa? Aku bukan Shafa....Siapa kamu kenapa kamu menggenggam erat tanganku sembarangan !" teriak Nafisa.


" Aku Farel calon suami kamu.Maaf kalau aku lancang.... karena aku sangat rindu sekali denganmu Shafa. Sebentar aku panggil dokter dulu." kata pria tampan ternyata adalah Farel calon suami Shafa kembaran Nafisa.


Dokter dan perawat datang memeriksa kondisi Nafisa. Tidak ada luka yang parah, Nafisa pingsan karena syok dan benturan di kepalanya.


Nafisa hanya diam mendengarkan apa yang dokter Frida jelaskan. " Terimakasih dokter atas penjelasannya," sahut Farel. Kemudian dokter dan perawat pun undur diri.


" Jangan dekat-dekat ,aku bukan Shafa!"


" Oh oke....oke sayang kamu pasti marah setelah sekian lama kita berpisah ,tapi percayalah aku sudah berusaha mencari kabar tentang kamu, no handphone kamu tidak bisa di hubungi," kata Farel memandang Nafisa dengan mata berkaca-kaca.


**********


Alfian menuju ruang informasi pasien rawat inap. " Selamat siang Pak bisa minta informasi ruang rawat pasien atas nama Nafisa Dewi Az-Zahra?"


" Maaf Pak,disini tidak ada pasien yang bernama Nafisa."


" Hah ... masak sih Pak tadi informasi dari kepolisian adik saya dirawat di sini loh, kalau yang kecelakaan di perlintasan kereta api apa ada yang di rawat di sini? tanya Alfian ke petugas.


" Sebentar ya Pak ,saya telpon kan pihak UGD dulu untuk menanyakan."


Petugas informasi segera menghubungi suster jaga UGD untuk menanyakan korban perlintasan kereta api bernama Nafisa.


" Maaf Pak tidak ada korban bernama Nafisa, tapi ada yang mirip nama nya Shafa Dewi Az-Zahra."


" Apa....kenapa bisa ganti namanya?" Alfian kaget seperti tak percaya.

__ADS_1


' Kenapa nama Nafisa diganti Shafa ada apa ini?'batinnya.


" Pak kalau Shafa Dewi Az-Zahra di rawat dimana kalau boleh tahu, mereka kembar mungkin salah identitas saja."


" Untuk Nona Shafa dirawat di ruang VVIP Sekar Kemuning 2 lantai 3 no.321 ,silahkan lewat lif sebelah sini tapi nunggu kalau sepi ya mas karena khusus untuk petugas medis.Lif satunya rusak baru perbaikan. Ada tangga darurat sebelah sana kalau anda ingin cepat sampai tanpa mengantri."kata petugas tadi.


***********


Alfian sampai di depan pintu yang bertuliskan 321 kemudian mengetuk ...tok... tok...tok...."Assalamualaikum"


" Wa'alaikumsalam," jawab Farel


Alfian membuka pintu kemudian menghampiri Nafisa yang sedang menangis, " Nafisa.... kamu tidak apa-apa kan sayang mana yang sakit?"


Alfian memegang kepala Nafisa, kemudian menyentuh bahu,tangan dan kakinya.


Nafisa menangis dan menggelengkan kepalanya. Alfian menoleh kepada Farel ,"Siapa kamu, apakah kamu yang menyelamatkan adik saya?"


Farel mengangguk kemudian dia menceritakan awal melihat mobil Brio yang macet di tengah rel kereta api. Kemudian membawa gadis pengemudi Brio yang ia sangka adalah calon isterinya yang sempat terputus hubungan selama 3 tahun. Wajah mereka memang sama persis nyaris tidak ada bedanya.


" Terimakasih mas ....sudah menolong adik saya.


"Farel nama saya Farel kak," Farel menjabat tangan Alfian.


" Saya Alfian, jadi kamu yang masukkan adik saya ke rumah sakit ini atas nama Shafa Dewi Az-Zahra?"


" Iya kak."


" Apakah kamu tidak tahu kalau Shafa itu kembar?" tanya Alfian.


" Hah....kembar? Shafa belum pernah cerita kak, mengingat kami jarang bertemu, karena kesibukan masing-masing, saya dikenalkan oleh sepupu saya, setelah kami ta'aruf dan saling cocok satu sama lainnya saya berniat melamar Shafa. Saya berikrar kepada Shafa akan segera menikahinya setelah menyelesaikan kuliah saya di London yang sempat vacum.Sampai suatu ketika saya mengalami kecelakaan dan koma selama enam bulan. Saya sempat kehilangan memori dan harus menjalani terapi beberapa bulan. Setelah ingatan saya pulih, saya teringat dengan Shafa ia berjanji akan menunggu saya untuk melamarnya." cerita Farel.


Kedua orang tua Nafisa tinggal di Malaysia, kadang juga di Singapura, sebenarnya asli Tasikmalaya. Karena perusahaannya berada di kedua negara tersebut mengharuskan mereka berada jauh dari putra putrinya, Nafisa kuliah di Jogjakarta, Shafa kuliah di Semarang sedangkan si sulung Alfian kuliah, bekerja dan menetap di Amsterdam setelah istrinya meninggal baru ia pulang ke Indonesia. Mendirikan perusahaan bersama dengan teman-temannya.


"Memang saya belum sempat mengajaknya bertemu dengan kedua orang tua saya karena kecelakaan itu yang mengharuskan saya berobat ke Singapura. Setelah sembuh saya mencari Shafa di tempat kost ternyata rumah kostan sudah ganti pemilik dan tidak dikostkan lagi, no handphone tidak bisa dihubungi lagi tapi saya yakin ia masih setia menunggu saya. Sebenarnya saya sempat frustasi karena kehilangan jejaknya sepupu saya yang mengenalkan Shafa meninggal karena sakit Leukemia bertepatan dengan saya menjalani terapi memulihkan daya ingat. Saya tetap optimis dengan cinta Shafa yang selalu menguatkan saya, akhirnya saya berangkat ke London untuk melanjutkan studi. Tiba-tiba saya rindu ingin pulang ke tanah air, begitu mendengar mama saya sakit dan di rawat di rumah sakit saya langsung menuju rumah sakit dari bandara," cerita Farel sambil menatap rindu kepada Nafisa.


Alfian tersenyum, ia menepuk pundak Farel. "Saya pernah mendengar Shafa menceritakan kalau ia akan dilamar dan calonnya akan menyelesaikan kuliah dulu di London. Sebenarnya siapun calon suami adik saya kedua orang,dan saya pun tidak mempermasalahkan yang penting seagama, Sholeh,bertanggung jawab,menyayangi Shafa dan keluarga,bisa menjadi imam yang baik untuk keluarganya kelak. Shafa memiliki saudara kembar dia adalah Nafisa." Alfian memeluk Nafisa dengan sayang.


"Tiga tahun yang lalu mungkin bertepatan dengan kamu kecelakaan Shafa juga mengalami kecelakaan, ia tertabrak truk yang remnya blong. Shafa meninggal ditempat." Alfian menangis mengingat adik kembarnya yang sudah tiada.


" Inalillahi wa innailaihi roji'un." Farel menangis begitu juga dengan Nafisa mengingat kisah cinta saudara kembarnya yang memilukan.


" Kak Farel.... terimakasih telah menyelamatkan aku dari maut, terimakasih untuk kesetiaannya pada Shafa, andai dia tidak mengalami kecelakaan itu pasti kalian menjadi pasangan yang romantis karena saling setia." kata Nafisa.


" Sekarang kakak harus ikhlas, do'a kan Kak Shafa agar semua amal ibadahnya diterima disisiNya, diampuni semua dosanya."


" Aamiin Ya Rabbal'alamin."


Farel mengangguk dan menghapus air matanya. Alfian mendekati Farel ," Yuk kita keluar dari tadi wajah kamu pucat pasti belum makan nanti kamu tidak bisa menemani mama kamu yang baru sakit."


" Iya kak Al, Nafisa saya keluar dulu ya ,kamu istirahat saja." kata Farel.

__ADS_1


Nafisa tersenyum dan mengangguk, ia merebahkan diri dan menarik selimutnya, ia tertidur memimpikan sang kakak yang telah mendahuluinya menghadap sang Khaliq.


***************TBC************


__ADS_2