Nafisa

Nafisa
Part 21


__ADS_3

Nafisa berjalan mengikuti Yuda dan Kevin.


"Sa , ruang Pak Dekan tuh disitu,Lo sendiri atau perlu ditemenin?"


"Keplin temenin gue dong....kan gue gak kenal Dekan Lo dan ada keperluan apa gitu sampai gue dipanggil."


"Ya mungkin pingin kenal Lo aja beliau masih muda lho siapa tau dia tersepona sama goyangan Lo tadi di podium, hahaha,"canda Kevin.


" Astaghfirullah emang tadi kita senam biasa aja ya Yud gak ada gerakan erotis baju gue juga longgar gak ketat, sialan Lo Vin, awas aja besok gue gak akan ajak Lo ke pantai."


"He em...."sahut Yuda sambil asyik memainkan handphone nya.


" Eh..eh jangan gitu Mamake sayang gue jadi ikutan dong gak seru kalo gue pergi sendiri ke pantai, iya maaf deh tadi becanda ayo deh gue anterin.."


Kevin mengantar Nafisa ke ruang Dekan, sedangkan Yuda menunggu di depan ruangan masih asyik memainkan game di ponselnya.


Tok....


Tok....


Tok....


"Assalamualaikum....."


"Wa'alaikumsalam, silahkan masuk " jawab Pak Dekan.


Nafisa dan Kevin segera masuk dengan mengangguk hormat pada sang Dekan Fakultas Teknik. Nafisa sempat kaget karena Dekan FTI ini kelihatannya masih muda juga ganteng abis.


"Duduk ,kata Pak Dekan dengan datar dan dingin.


"Selamat siang Pak Dimas, tadi bapak mau bertemu dengan Nafisa ini anaknya Pak, Kevin memulai pembicaraan.


" Oh iya , Nafisa , perkenalkan saya Dimas Dekan di Fakultas Teknik, Dimas menangkupkan tangannya di dada. Saya Sangat berterima kasih atas partisipasi kamu turut memeriahkan Dies Natalis Fakultas Teknik dengan menjadi instruktur senam sehat pagi tadi. Oh ya saya mau minta tolong sekali lagi kalau kamu tidak keberatan .....siang nanti ada lomba memasak dosen dan mahasiswa, kebetulan Juri yang kita undang berhalangan hadir karena putra beliau sakit dan harus dirawat inap. Jadi saya meminta kamu menjadi juri pada lomba nanti kamu bersedia kan?"


" Lho kenapa saya Pak?"


" Saya gak bisa masak lho beneran."


" Jangan merendah,saya tidak asal menunjuk karena ada beberapa dosen di sini pecinta kuliner seleranya sangat tinggi merekomendasikan masakan kamu enak."


"Beberapa dosen?"tanya Nafisa.


"Iya kamu kenal dengan Pak Ryan dan Bu Mariska mereka selalu memuji masakan kamu yang sering mereka pesan."


Nafisa mengangguk paham,Bu Mariska adalah dosen nya, sedang pak Ryan adalah ayah Anisa muridnya di PlayGroup dulu. Mereka semua adalah pelanggan setia Nafisa.


"Iya InshaAlloh Pak, jam berapa nanti penjuriaannya?" Tanya Nafisa.


" Jam 11 , karena setelah itu kita lanjutkan dengan istirahat , sholat dan makan siang."


" Ya Pak , kalau begitu saya permisi dulu, Assalamualaikum." Nafisa dan Kevin undur diri


"Wa'alaikumsalam," jawab Dimas.


Diluar ruangan, Nafisa menyeret Kevin untuk segera mengantarkannya pulang.


"Vin cepetan dong anterin gue pulang,gue risih masak pake baju olahraga ntar pas penjurian?"


"Iya tapi gue gak bisa Sa,bentar lagi gue mau urus catering makan siangnya."


" Ya udah pesankan gue taksi online deh,kuota habis nih," keluh Nafisa.


" IDL" jawab Kevin.


" Apaan IDL Vin?"


"Hahaha masak gak tau IDL sih...Itu Derita Lo, kabur ah..."ejek Kevin sambil berlari melewati taman depan ruang Dekan.


"Dasar teman laknat rasakan sepatu terbang nih "Nafisa melempar sepatunya.

__ADS_1


Tapi dengan gesit Kevin mengelak dan sepatu Nafisa tepat mengenai punggung seseorang.


"Astaghfirullah "seru seorang pria kaget ada yang melempar sepatu kepadanya.


Nafisa melotot kaget, jantungnya berdebar segera ia menghampiri pria itu dan meminta maaf.


"Pak Ridwan... maafkan saya tidak bermaksud melempar ke bapak," Nafisa menundukkan kepala.


"Terus siapa target lemparan sepatu kamu?"


Nafisa menceritakan semuanya berikut kekesalan dengan Kevin.


" Ya sudah kalau begitu biar saya antar kamu pulang gimana?"


" Ah gak usah Pak ntar merepotkan bapak biar saya cari teman lain yang mau anterin saya."


" Nafisa....saya tidak merasa direpotkan dan saya tidak menerima penolakan."


"Tapi saya takut kalo ada yang lihat nanti bisa jadi bahan gosip yang bukan- bukan, terimakasih atas tawaran bapak,kalau boleh saya minta tolong pesankan taksi online aja pak kuota saya habis soalnya ."


" Bener nih gak mau diantar?"


Nafisa menganggukan kepala.


"Oke kalau begitu saya pesankan taksi online."


Ridwan memberi tahu nama driver dan nopol mobil yang akan menjemput Nafisa.


" Makasih ya Pak Ridwan,saya duluan," sambil menganggukkan kepala .


***********


Sampai di rumah Nafisa bergegas mandi dan menyempatkan berendam air hangat melepas lelah. Setelah selesai segera ia memilih gaun yang pantas untuk pergi ke kampus lagi.


Kali ini ia memakai gamis biru laut dengan hijab warna yang senada dengan memoles make up natural tipis. Penampilannya tampak beda, yang biasanya tampil polos tanpa make up kini berpoles make up tipis aja membuat siapapun akan mengaguminya.


"Mbak Fisa mau pergi lagi nih," tanya Bi Siti.


" Masak rica-rica kambing ,mbak Fisa suka kan?"


"Wah suka banget nih,mau dong Bi tolong ambilkan nasi sedikit aja takut ntar kekenyangan soalnya masih ada acara makan siang nanti di kampus sayang kalo di lewatkan, hehehe."


Nafisa sibuk membuat jus lemon less sugar , kemudian dimasukkan dalam botol Tupperware untuk di bawanya.


Setelah menyantap rica-rica kambing segera ia bersiap untuk berangkat ke kampus dengan mobil kesayangannya.


******************


Tidak lama kemudian Nafisa sudah sampai di kampus jarak dari rumah ke kampus tidak begitu jauh hanya sekitar 30menit saja.


Drrt...drrrt...drrrtt


Ponsel Nafisa bergetar menandakan panggilan masuk. Iapun segera mengangkat meski nomor tersebut adalah nomor asing. Siapa tahu orang itu pelanggan baru mau order kue pikirnya.


"Halo Assalamualaikum, Selamat siang..."


"Wa'alaikumsalam apakah benar ini nomor Nafisa Dewi Azzahra?"


" Iya betul ,maaf ini dengan siapa ya?"


" Saya Pak Dimas, sekedar mengingatkan saja nanti acara penjurian dimulai pukul 11 siang ya jangan sampai terlambat."


" Iya Pak Dimas ,maaf nanti di ruang mana ya ?"


" Di ruang T20, dekat taman belakang kampus."


"Iya Pak segera kesana saya sudah di kampus sekarang."


" Alhamdulillah kalau begitu saya tunggu disana, Assalamualaikum."

__ADS_1


" Wa'alaikumsalam," jawab Nafisa.


Nafisa berjalan dengan anggun kali ini karena ia memakai gamis. Menyusuri koridor gedung fakultas teknik sambil melihat ke kanan kiri siapa tahu ada mahasiswa yang ia kenal.


Matanya kini tertuju ke arah kanan di taman itu duduk seorang gadis yang ia tak kenal dengan seorang mahasiswa teknik yang kemarin menjanjikan mau antar jemput Nafisa ya dia Kevin.


" Si kampret pacaran disini rupanya pantas tadi dia gak mau anter gue ,bilang kek kalo punya pacar kan gue gak bakalan nyuruh jemput."


" Dasar buaya sebulan dah ganti berapa kali tuh ceweknya hehehe."


Nafisa ngomong sendiri ia pikir gak ada orang disekitarnya. Tapi ternyata ada seorang pria dibelakangnya mendengar umpatannya sambil tersenyum.


Nafisa pun dengan jahilnya berjalan agak mendekat ke arah mereka.


"Suit suit .... pacaran nih ye... hati-hati bang kalo berdua-dua an yang ketiga setan lho wkwkwk."


Kevin menoleh ke arah Nafisa," sialan Lo ganggu aja, tumben lho pake gamis habis pulang pengajian ya Mak?"


" Gak habis dari renang gue tadi bang , kedinginan jadi pake gamis,udah ya gue makan dulu disana."


" Makanya Mak cari pacar biar kalo kedinginan ada yang meluk kan jadi anget hahaha."


" Mulut kalo ngomong gak di filter dasar keplin, sukanya nyinyir awas aja Lo."


Kevin berdiri menggandeng sang kekasih pergi dari taman.


****************


Di ruang T20 sudah ramai sekali sepertinya lomba memasak sudah hampir selesai tampak peserta sibuk untuk menata hidangkan, menyelesaikan tahap akhirnya dengan memberikan garnish.


" Nafisa..." panggil Rizky.


" Eh ya Bang ada apa?"


" Sini kamu termasuk tamu undangan sebagai dewan juri pakai ini," Rizky memberikan 2 buah pin yang satu bertuliskan Dies Natalis Fakultas Teknik ke 40, satunya lagi bertuliskan Juri .


"Ya Bang makasih," Ia mengambil dan segera memasangnya.


"Yuk Sa aku antar kesana semua juri kumpul di sebelah barat" tunjuk Rizky selaku panitia lomba.


Nafisa mengikuti Rizky dan berkenalan dengan 3 juri lainnya. Satu juri diantaranya wanita paruh baya yang sangat cantik juga ramah, sepertinya bukan dosen dari kampus ini batin Nafisa.


Tak memakan waktu lama penjurian selesai tepat waktu sebelum adzan Dhuhur. Pengumuman pemenang lomba setelah Ishoma(istirahat, sholat dan makan).


Ternyata Nafisa tidak bisa mengikuti acara sampai selesai,dia harus masuk ke apotek rumah sakit jam 14.30 siang ,meski sekarang hari Minggu tapi untuk tenaga medis yang harus siap setiap saat 24 jam, harus ikhlas libur secara bergantian dengan rekan kerjanya.


Wanita cantik paruh baya tadi ternyata bernama Tante Risma pemilik restoran Jepang terbesar,yang juga Tante dari bapak Dekan Fakultas Teknik. Itu Nafisa tau juga dari Rizky tak sengaja menanyakan apakah ibu itu dosen dari fakultas Teknik juga.


" Maaf Tante Risma,saya tidak bisa sampai acara selesai ya,ini daftar nilai yang tadi", Nafisa menyerahkan hasil penilaian peserta lomba memasak kepada Tante Risma.


" Aduh memang kamu mau kemana sayang?"tanya Risma.


" Saya harus masuk kerja Tante jam 14.30,ini harus pulang dulu ganti seragam."


" Kamu kerja dimana kok hari Minggu tidak libur?"


" Saya di rumah sakit Tante kebetulan dapat liburnya besok Senin, sekarang masuk shift sore."


" Oh begitu, ya sudah tidak apa silahkan saja."


Nafisa menghampiri Pak Dimas yang kebetulan sedang ngobrol dengan Rizky untuk meminta izin pulang duluan.


" Kamu pulang dengan siapa Sa,"tanya Rizky.


"Pulang sendiri bang,tadi sempat pulang dulu habis senam ambil mobil."


"Terimakasih ya Nafisa kamu mau menyempatkan waktu untuk penjurian," ucap Pak Dimas sambil menyerahkan totebag berisi souvernir kenangan dari Fakultas Teknik.


" Iya Pak Dimas sama-sama,saya duluan ya... Assalamualaikum."

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam."


****************Bersambung*************


__ADS_2