
Setelah sampai di ruang rawat mamanya, Wisnu dan Bi Siti segera berpamitan pulang.
Nafisa mendorong kursi roda , membantu mamanya pindah ke kursi roda.
" Ma....maaf lama tadi Nafisa mampir kantin dulu beli ini Snack sama nemenin kak Wisnu makan kasian belum makan dari pagi."
" Apa kamu bilang nemenin Wisnu makan dan kamu panggil kak? bukannya tadi kamu panggil Pak Wisnu.... jangan-jangan kamu ada rasa ya sama driver Alfian?" tuduh mamanya sewot.
'OMG mulut gue kenapa keceplosan sih pakai cerita kalo makan bareng kak Wisnu?' batin Nafisa.
" Yuk Ma...kita jalan sekarang ,nanti Fisa ceritain siapa kak Wisnu itu."
Nafisa sebenarnya gelisah karena mau tak mau akan kembali mengungkit kisah sang kakak yang sudah tiada dan so pasti mamanya akan sedih.
Menyusuri koridor rumah sakit menuju ruang perawatan Intensive Care Unit Nafisa menceritakan siapa Wisnu itu. Tanpa Nafisa sadari Mamanya menangis mengingat kembaran Nafisa yang sudah tiada.
" Ma...disini Oma dirawat,tapi karena mama baru sakit juga gak boleh masuk, hanya lihat lewat sini aja ya Ma." Nafisa menunjuk pintu dan jendela kaca.
"Sebentar ya Ma, Nafisa mau cari Bang Firman dulu biar nemenin Mama, Fisa mau masuk ke tempat Oma."
" Emang boleh ?"
" Boleh...kan pake pakaian khusus, Papa pingin lihat keadaan Oma kata kak Fian,jadi Fisa mau masuk dulu mau fotoin Oma."
Tak lama kemudian Firman muncul dari Nurse station sebelah ruang ICU, menghampiri Kinarra mama Nafisa.
" Tante Narra....sudah baikan? kok sampai sini?" tanya Firman.
" Alhamdulillah sudah mendingan sih ,mau lihat kondisi Oma."
" Bang titip jagain Mama ya kalo Mama cape tolong antar ke kamar aja...kayanya Fisa lama deh pengen nungguin Oma soalnya."
" Oke, jangan terlalu lama, ingat itu ruang ICU," sahut Firman.
" Siap Pak dokter."
Masih ingat Firman kan guys? Iya dia sepupu Nafisa,ia sang empunya Rumah Sakit, juga saudara sesusuan dengan Nafisa karena mama Firman tidak lancar ASInya, akhirnya Firman menerima ASI mama Kinarra yang waktu itu baru menyusui Alfian, Selain itu di awal semester Nafisa kerja seatap dengan Firman meski beda profesi. sudah ada di awal cerita ya hubungan Fisa dan Firman.
Setelah memakai pakaian khusus untuk masuk ke ruangan ICU, Nafisa mendekati Omanya.
" Oma.....Oma cantik bangun dong, katanya mau kenal sama calonnya Fisa?"
" Oma....harus kenal dengan kak Dimas, dia dosen Fisa... orangnya baik, perhatian kalo sama Fisa aja ternyata hehehe," Nafisa tertawa kemudian menangis.
" Oma...tau gak? kata teman-teman Fisa...Pak Dimas itu dosen killer pelit nilai,terlalu disiplin tapi ganteng.... Alhamdulillah Pak Dimas selalu menunjukkan sisi baiknya ke Fisa."
Cerita tentang Dimas meluncur indah dari bibir Nafisa. Sambil mengelus tangan Oma air mata Nafisa menetes di tangan Oma. Nafisa tambah keras menangisnya tanpa disadari tangan Oma basah oleh air mata Nafisa. Dan..... tangannya menunjukkan pergerakan.
Nafisa melotot tak percaya ia segera menekan tombol panggilan darurat untuk dokter dan perawat jaga. Dokter dan perawat dengan langkah sigap segera menghampiri Oma ,dokter memeriksa detak jantung, tekanan darah, pupil mata dan macam-macam Nafisa pusing melihatnya.
"Bagus Fisa...Oma kamu sebentar lagi mungkin sadar,segera panggil kami jika beliau sadar." kata dokter Ayana, sahabat Firman.
"Terimakasih dokter Ayana."
" Sama-sama,Fisa...mari." Dokter Ayana berpamitan keluar dari ICU.
**************
10 menit
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
1 jam lebih 30 menit
Nafisa merasa matanya sakit karena menangis terus. Ia pun tertidur sambil menggenggam erat tangan Oma.
Tak lama kemudian ia merasakan ada gerakan tangan Nafisa langsung duduk tegak membuka netranya. Oma sudah sadar , jantung Nafisa berdetak kencang saking bahagianya. Kemudian memencet tombol panggilan dokter.
Dokter meminta Nafisa untuk keluar sebentar, karena tim nya akan memeriksa kondisi Omanya.
Nafisa segera menelepon Alfian memberitahukan kabar bahagia ini kebetulan mereka sekarang ada di ruang rawat Papa ada Mama, Bang Firman juga Dimas disana.
Firman memberitahu Dokter Ayana jika kondisi sudah baik ,ia meminta agar Oma di pindahkan ke ruang VVIP berdekatan dengan ruang rawat Mama Kinnara.
Firman mengirim WhatsApp ke Nafisa.
Firman
Sasa bumbu penyedap, Lo gak usah nunggu Oma di situ
Nafisa
Apa Lo Bang Fir'aun? Cantik-cantik gini dikatai bumbu penyedap terus..ih sebel.
Firman
Buruan kesini, Om sama Tante juga gue gak setuju kalau Lo deket sama Dimas. Ntar kalau Oma sudah selesai di periksa sama dokter Ayana mau dipindahkan ke ruangan sebelah Tante Narra
Nafisa
EGP gak setuju ya sudah masih banyak cowok di dunia gak cuma kak Dimas aja wkwk...
Firman
Nafisa tidak membalas candaan Firman, langsung memasukkan ponselnya ke saku.
Setelah sampai di depan pintu ruang rawat Papanya, jantung Nafisa berdebar gimana jadinya kalau memang benar-benar tidak direstui, padahal Dimas sudah mapan dari segi finansial, dia juga langsung melamar tidak ada niatan untuk bersenang-senang pacaran, tanpa permisi perasaan cinta datang dengan sendirinya hingga Nafisa memantapkan hatinya hanya untuk Dimas seorang.
Tok ...tok...tok...
"Assalamualaikum", Nafisa membuka pintu kemudian masuk.
"Wa'alaikumsalam" jawaban kompak dari semua yang ada di ruangan.
" Papa...., "Nafisa menghambur kepelukkan sang Papa.
" Fisa khawatir sama Papa, gimana sekarang Pa? Apa yang dirasakan, masih nyeri dadakah?" tanya Nafisa.
" Alhamdulillah,Papa baik-baik saja sayang," Papa Hery mengelus kepala Nafisa yang berhijab sambil tersenyum hangat.
" Ehem....Nafisa Dewi Az-Zahra duduk sini ada yang mau mama tanyakan," kata Mama Narra.
Nafisa terkejut biasanya kalau mama memanggil nama anaknya lengkap gitu pasti ada amarah terselubung, dilihat dari wajahnya seperti kurang bersahabat,Fisa melihat wajah Alfian terlihat sendu kemudian menunduk, Firman terlihat berwajah dingin, datar, sedang Dimas kelihatan gelisah tapi berusaha tersenyum ketika pandangan Nafisa beradu dengannya.
Tak ambil pusing ia pun duduk di sofa diikuti mamanya. " Sejak kapan kamu berani pacaran?" tanya mama nya dengan nada tinggi.
Nafisa pun terkejut kenapa mamanya bisa ngomong seperti itu,apa yang diucapkan Dimas ketika ia tak bersama mamanya?
" Maaf ....Ma, Nafisa tidak pernah pacaran,tanya saja kak Fian dan Bi Siti kalau gak percaya."
"Percuma mama tanya sama kakak kamu, karena dia sibuk dengan pekerjaannya, terus kenapa tiba-tiba dosen kamu tidak angin tidak ada hujan tahu-tahu mau serius sama kamu mau ngelamar kamu kalau bisa Nikah dalam waktu dekat....apa yang sudah kalian lakukan? hah!! jawab Fisa!?"
__ADS_1
Bagai disambar petir disiang bolong Nafisa tak menyangka atas sikap mamanya. Kepala serasa pening,nafas sesak,air mata tanpa permisi turun di pipi mulusnya yang ayu.
" Ma,Pa....meski Fisa jauh dari orang tua tapi Fisa masih memiliki moral,masih menjunjung tinggi norma keagamaan, kesusilaan,Fisa tidak serendah yang mama pikirkan."
" Demi Alloh,Demi Rasulullah Fisa bersumpah tidak pernah melakukan hal yang dilarang dalam agama, berpacaran atau melakukan perbuatan zina. Nafisa pertama kali berjumpa dan mengenal Pak Dimas karena Adam meminta Fisa ikut memeriahkan Dies Natalis di fakultasnya Pak Dimas", kemudian Nafisa menceritakan dari awal sampai akhirnya Dimas menyatakan perasaannya kepada Nafisa.
"Tujuan Pak Dimas menyegerakan pernikahan agar tidak terjadi fitnah diantara kita karena sering bersama, mengingat Fisa adalah asisten dosen dalam proyek penelitian yang dilakukan Pak Dimas. Bukankah menyegerakan sesuatu yang baik dalam agama sangat dianjurkan,Ma?"
" Apakah kata-kata kamu bisa dipercaya?" tanya Mama sinis.
" Maafkan Firman Tante, karena kesibukan Firman jadi lalai menjaga Nafisa,yah tahu sendiri kan ,Fisa itu keras kepala disuruh tinggal sama Mama gak mau,dia pilih kontrak rumah sendiri apa lagi kalau tidak ingin kebebasan, sekarang jadi satu sama Alfian saja dianya sibuk urus perusahaan sana sini, harap Tante maklum lah anak muda sekarang?" tambah Firman memperkeruh suasana.
" Abang .... kenapa berkata seperti itu? hiks...hiks...Abang jahat..."
Nafisa menangis...tak menyangka Abang yang selama ini ia banggakan karena selalu ada dikala ia kesusahan karena jauh dari orang tua dengan teganya berkata sinis seperti itu.
😀😀😀😀😀😀🎂🎂🎂🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊
Semua orang yang ada di ruangan Papa Nafisa tertawa terutama Mama Narra tertawa paling heboh kemudian memeluk putri satu-satunya, " Barakallah fii umrik Fisaku sayang. Semoga selalu sehat, panjang umur dan bahagia, tercapai apa yang kamu cita-citakan.Maafin mama tadi hanya becanda gimana akting mama bagus kan bisa bikin kamu jengkel sampai nangis gitu hahaha."
Nafisa diam membeku menatap satu persatu wajah yang ada didepannya penuh tanya,apa dia sekarang lagi di prank?
" Heh Sasa bumbu penyedap makanan kenapa malah bengong sih? Lo lupa sekarang kan ulang tahun Lo," seru Firman menoyor kepala Nafisa.
" Ish Abang apaan sih...sakit tau ..," Nafisa membalas dengan menyubit tangan Firman.
Nafisa kemudian tersenyum ia baru teringat hari ini adalah ulang tahunnya, maklum ia tak pernah merayakannya,ide ngerjain Nafisa adalah ide gila Firman sang Direktur rumah sakit alias Abang sepersusuannya.
" Aaaa.....kalian semua jahat ngerjain Fisa,bikin Fisa jengkel,sebel ampe nangis gini...ih sebel deh, pantas mama tiba-tiba marah gak biasanya juga kaya gitu sama Fisa," Fisa menghentakkan kakinya kemudian memeluk sang Mama.
Tiba-tiba entah darimana kue ulang tahun dibawa Dimas sambil mengucapkan "Miladuki sa’idy. Semoga Allah selalu melimpahkan keberkahan di sisa umur yang diberikanNya, semoga dapat menjadi wanita yang dirindukan oleh surga. Aamiin."
" Cie....cie....buruan dihalalin Dim,atau besok kita gelar nikahannya barengan." usul Firman
"Idih ogah bareng Abang, Fisa mau wisuda dulu lah yauuuu, wlekkk," Nafisa menjulurkan lidahnya mengejek Firman. Tak tinggal diam Firman menyentil dahi Nafisa.
" Pak Dimas....Fisa dianiaya sama Abang nih," nada manja Nafisa seperti anak kecil mengadu kepada ayahnya mengundang tawa semua yang ada di ruangan itu.
Papa turun dari ranjang dipapah Fian menghampiri sang putri yang ramai dikerjain kakak-kakaknya sama mama Narra."Barakallahu fii umrik ya gadisnya papa, Semoga apa yang kamu cita–citakan tercapai, dan senantiasa ada di dalam rahmat Allah.Aamiin."
"Aamiin Terimakasih atas perhatian dan kasih sayang dari Mama,Papa, kak Fian,bang Firman dan Pak Dimas." ucap Nafisa.
Kemudian mereka menikmati kue ulang tahun.
🎉🎉🎉🎉🎉🎂🎂🎂🎂🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉
Tamat .....
Atau lanjut nih.....
😀😀😀😀😀
Cerita ini ringan aku malas bikin konflik berat...bikin pusing soalnya 😀😀😀🤭
Terimakasih buat yang rajin komentar...aku suka karena bikin semangat untuk update...
kayanya perlu dikasih hadiah deh ...
🍜🍜🍜 🍜
🍿🍿🍿🍿
🍭🍭🍭🍭
🍬🍬🍬🍬
🚲🚲🚲🚲
__ADS_1
🚗🚗🚗🚗
Silahkan menikmati dalam dunia khayalanmu sendiri wkwkwk 😆😆😆😆🤭