Nafisa

Nafisa
Part 12


__ADS_3

Part 12


Nafisa POV


Melangkah ke kantin eh kok tumben belum buka ya.Coba ah beli nasgor di fakultas teknik cuek aja kalo banyak cowok nya toh gak mungkin ada yang ganggu gue gak pake rok mini dan juga bukan cewek kecentilan.


"Bu,saya pesan nasgor spesial dan jus jeruk ya."


"Oke neng siap, ditunggu bentar ya."


Sambil menunggu pesanan datang, Nafisa mengeluarkan novel, sambil membaca chat yang masuk ke ponselnya.


Nara


Turut berdukacita cita gue...


Maklumi aja Pak Killer kalo belum ketemu jodohnya galaknya ampyun deh...


Johan


Nyantai aja ya beb, tunggu gue di kantin


Gak usah takut sama Pak killer toh kita sama- sama makhluk hidup kokπŸ˜‰.


Karin


Tenang beb...gue pinjemin catatan oke...


Btw ada tugas nih Lo sekelompok ama gue ya..


Nafisa membaca sebentar pesan dari WhatsApp nya tanpa membalasnya. Kemudian asyik membaca novel lagi.


Ehem....boleh saya duduk disini Nafisa?


Kaget gue, setelah gue angkat kepala dari Novel ternyata ayah nya Anisa alias dosen gantengnya anak Teknik Kimia.


"Pak Ryan.... Selamat Pagi Pak."


"Pagi...tumben kamu ke sini sendirian lagi?"


"Hahaha iya Pak, kantin di tempat kami nongkrong biasanya masih tutup, gak buka kayaknya tau deh kenapa....tadi sih ada kuliah pagi tapi saya terlambat jadi ya seperti yang bapak liat saya gak boleh masuk kelas terus nongkrong disini aja sambil sarapan."

__ADS_1


"Bapak mau sarapan juga ya?"


"Iya saya gak sempat sarapan tadi buru-buru antar Anisa sekolah takut terlambat."


"Oh iya kata Anisa kamu sudah gak ngajar lagi ya di sekolahnya?"


"Iya Pak karena kontrak saya sudah habis dan saya gak bisa memperpanjang lagi karena banyak kesibukan saya."


" Kamu tahu , Anisa sedih banget karena pas hari terakhir kamu berpamitan dengan teman-temannya dia gak masuk karena baru sakit."


"Ah masa sih Pak, sampai segitunya."


"Ini nasgor nya mbak ,Pak Ryan ...."


"Lho kok bisa sama ya pesanan kita."


"Hahaha iya ya padahal gak janjian juga minumnya jus jeruk."


"Itu berarti jodoh mbak," kata ibu kantin.


"Betul sekali itu Bu," kata Pak Ryan.


"Sudah ah becandanya Pak ,saya lapar sekali nih, yuk ah makan dulu."


Mereka makan dalam diam, hanya suara sendok dan garpu saling beradu di piring yang terdengar.


Terdengar suara ponsel Ryan berdering , kemudian segera ia mengangkatnya.


"Assalamualaikum, ya ada apa sayang?"


Ternyata panggilan video call dari Anisa.


"Wa'alaikumsalam Papa, Anisa sudah pulang tadi kata bunda di sekolah badan Nisa hangat terus bunda telpon ke Oma deh jadi Nisa sekarang di rumah sama Oma dan Opa."


Bunda yang dimaksud Anisa adalah gurunya di sekolah.


"Oh iya kamu istirahat ya sayang banyak minum air putih biar cepat turun panasnya."


"Papa baru ngapain kok kayaknya lagi beli makan ya?"


"Iya Papa laper tadi pagi belum sempat sarapan, ini Papa makan di kantin nih sama Bunda Nafisa."

__ADS_1


Ryan mengarahkan ponselnya ke arah Nafisa,kontan saja Anisa menjerit.


"Bunda .....Nisa kangen, kok bunda tega sih gak pamit sama Nisa?"


"Maafkan bunda ya sayang.... karena kemarin lusa memang hari terakhir bunda di sekolah, bunda juga gak tau kalo Anisa sakit."


"Bunda.... boleh gak kapan-kapan Nisa main ke rumah bunda, Nisa pingin bisa bikin kue seperti bunda."


"Boleh dong sayang, kalo tiap sore bunda kerja sampai malam, kecuali Minggu sore bunda di rumah."


Tampak dari kejauhan sepasang mata elang menatap ke arah Nafisa dengan tajamnya. Sambil mengepalkan telapak tangan menahan amarahnya.


"Sekarang Anisa istirahat dulu ya sayang.... Papa nanti pulang jam 3 an ,kalo Anisa masih panas kita periksa ke rumah sakit Permata Husada."


"Iya Papa...dah ya Pa,bunda... Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam,jawab Nafisa dan Ryan bersama."


"Kamu kerja dimana Nafisa, apa tidak menggangu belajar kamu tiap sore sampai malam kerjanya?"


"Di klinik praktek dokter bersama, tapi saya di bagian farmasinya."


"Kamu farmasis kenapa tidak lanjut ke fakultas farmasi saja,Tapi ke MIPA Kimia?"


"Karena saya suka dengan kimia Pak,sejak masuk di SMF saya sudah mencintai kimia, kenapa saya masuk di SMF karena itu keinginan mama saya, sempat saya juga kuliah Farmasi tapi ambil Diploma tiganya."


Perbincangan ringan antara Ryan dan Nafisa terhenti karena teriakan dari teman-temanya.


"Nafisa....teriak Karin nyaring, astaghfirullah gue cari kemana - mana gak taunya ada di sini."


"Lo disuruh ke ruang Pak dosen Fis," seru Nara.


"Nafisa... saya duluan ya, sebentar lagi mau ada kelas saya, terimakasih sudah menemani saya ngobrol."


"Iya Pak sama-sama, salam buat Anisa semoga lekas sembuh."


"Iya nanti saya sampaikan, Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam, jawab Nafisa dengan senyum manisnya."


*****************

__ADS_1


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–Bikin Pak Ryan dag dig dug.....😍😍😍😍


__ADS_2