Nafisa

Nafisa
Part 23


__ADS_3

Sebelum sampai di rumah Nafisa sibuk dengan handphone nya membalas pesan dari sang kakak yang akan pulang ke Indonesia sebelum bulan Ramadhan.


Teringat akan ikan yang di beli begitu banyak nya segera ia chit chat dengan temannya di Grup WA Taekwondo


Nafisa


Makan malam di rumah gue gretongan sapa mau langsung cuzzz....


Menu hari ini ikan laut fresh ..


Kevin


Oke otw deh....


Yudha


Calon istri idaman mau dong Abang....


Nafisa


πŸ™„πŸ™„πŸ™„ Bangun... cepetan mandi Yud jangan ngigau...


Tuh iler sampai kemana- manaπŸ˜›πŸ˜


Yudha


Oke sayang.....


Nafisa


😎😎


Rizky


Segera hadir Mak...


Dion


Kayanya semua hadir deh Mak...


Ntar gue bantuin habisin kalo gak habis. Tenang.....


Gladys


Ikut kakak.....


Eh si kembar juga ikutan nih lagi sama gue jalan ke mall


Nafisa


Oke di tunggu ya bagi yang gak sibuk

__ADS_1


Silahkan bantuin Emakmu ini yang sudah renta..😌😌


Kevin


Makanya Mak cepat kawin biar ada yang ngurusin kalo dah renta gini mah bikin repot anak-anak nya aja.


Gue datang tinggal makan eh suruh bantuin....🀦


Nafisa


Dasar Anak durhaka...


Awas kau ...ku kutuk jadi kodok baru tau rasa


Dion


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Mampus rasain


Yudha


Wkwkwk 😁😁😁😁


Nafisa


Ah....sudah ah mau masak gue...


Gue tunggu ya sob.....


Tak lupa Nafisa juga mengajak beberapa teman dekatnya yang satu kelas.


Selepas magrib Nafisa dan teman-temannya kumpul semua menikmati makan malam dengan berbagai menu olahan ikan laut.


************


Mentari bersinar menembus tirai , sejuknya udara pagi membuat Nafisa enggan membuka netra.


Selepas sholat subuh sengaja ia membuka jendela kamarnya,sambil menghafal surat Al Mursalat Nafisa merebahkan tubuh lelahnya akhirnya tertidur pulas padahal baru sampai ayat ke 30.


Terdengar notifikasi dari aplikasi Facebook nya, Nafisa mengeliat kemudian membuka netra langsung terbangun.


'Astaghfirullah..kok malah tertidur sih ia menggerutu dalam hati.'


Segera Nafisa menyambar handuk memulai rutinitas pagi. Setelah selesai mandi, memakai baju santai ia kembali rebahan dan mengambil ponselnya.Ternyata ada inbox dari admin grup masakan yang ngajakin ketemuan namanya Bunda Fatimah Az-Zahra,biasa dipanggil bunda Fatim.


Bunda Fatim memberikan alamat lengkap beserta nomor handphonenya. Nafisa menyanggupi akan berkunjung ke rumah nya karena hari Senin ini jatah liburnya di rumah sakit juga tidak ada kuliah karena Pak Ardian masih di luar kota.


Kalo diperhatikan sepertinya alamat Bunda Fatim tidak jauh dari rumah kontrakan Nafisa mungkin beda gang atau jalan aja ya pikir Nafisa. Tepat pukul 9 pagi Nafisa pergi ke rumah Bunda Fatim sambil membawa donat hasil karya sendiri. Memakai kemeja warna Navy dengan hijab warna lebih muda , celana kain hitam,topi hitam makeup tipis,menambah kecantikan Nafisa.


Nafisa pergi dengan bersepeda karena dirasa cukup dekat rumahnya. Setelah bertanya dengan satpam komplek dan di beri tahu alamat tepatnya. Akhirnya sampai juga ke rumah Bunda Fatim.

__ADS_1


Memandang rumah megah berpagar besi tinggi ada pos satpamnya. Sepertinya tidak asing dengan rumah ini batin Nafisa. Setelah di ingat-ingat ternyata beberapa bulan yang lalu pernah ikut pengajian dirumah ini diajak Bu Rita tetangga sebelah rumah kontrakannya.


Setelah dipersilahkan masuk oleh Pak satpam, Nafisa menunggu di teras rumah. Tak lama kemudian pintu dibuka oleh sang pemilik rumah, karena sudah di WA Nafisa kalo sudah sampai depan rumah.


" Ya Allah..... ternyata nama Jasmine yang di Facebook itu kamu Nafisa ," Bunda Fatim memeluk Nafisa.


Nafisa tertawa ," Dunia memang sempit ya Bun, ternyata kita kenal di dunia nyata dan dunia Maya dengan nama yang berbeda."


" Iya...mari masuk ,anggap saja di rumah sendiri kamu naik apa kesini?"


" Naik sepeda Bunda, karena saya yakin alamat yang diberikan bunda tidak jauh dari kontrakan saya."


Ternyata Bunda Fatim adalah Bu Wira yang pernah bertemu dengan Nafisa di UGD beberapa Minggu yang lalu.


Pak Wira adalah dosen fakultas ekonomi yang memang sudah kenal akrab dengan Nafisa karena aktivitasnya di masjid komplek perumahan,ia juga aktif di kampus sehingga banyak dosen yang mengenalnya meski beda fakultas.


"Bunda ,Aku bawain donat semoga suka baru bikin tadi pagi."


" Alhamdulillah terimakasih sayang...jadi merepotkan nih."


"Ah gak Bunda kebetulan lama gak bikin sih..pas pingin aja karena jadi banyak aku bawa sini aja hehehe."


" Yuk kita ngobrol santai di taman belakang aja,kamu mau minum apa Fisa?"


" Air putih aja Bun lagi diet nih jadi gak minum yang manis-manis dulu."


"Alah pake diet segala badan kamu bagus gitu kok,bunda bikinkan jus jeruk ya less sugar kok."


" Iyain aja deh kalo orang tua ngomong takut kualat ntar hehehe..peace Bun."


Nafisa mengangkat kedua jari tangan membentuk V.


Bunda Fatim tersenyum menggelengkan kepala.


************


Dimas POV


Pagi ini terasa dingin sekali membuatku malas bangun setelah sholat subuh tadi badan terasa letih hingga tertidur sampai jam 8 lebih. Begitu mata terbuka terjaga dari tidur kenapa senyum menawan gadis itu selalu hadir???


Aku mengenalnya tak sengaja ketika menyusul mama yang membawa papa ke UGD karena papa drop pingsan gula darah naik, tekanan darah juga tinggi. Aku menabraknya di lorong sebuah klinik yang menghubungkan antara UGD dan bangsal rawat inap. Entah jodoh atau apa ternyata gadis itu adalah mahasiswi di kampusku ,dia sering kumpul dengan mahasiswaku padahal mereka beda fakultas.Selidik punya selidik ternyata mahasiswi yang aku maksud itu ikut organisasi kampus Taekwondo keren bangetkan guys.


Mahasiswi cantik itu bernama Nafisa, mahasiswaku yang memperkenalkan karena dia akan jadi instruktur senam sehat saat acara pembukaan Dies Natalis Fakultas.


Ketika seorang chef dari hotel bintang lima berhalangan hadir untuk penjurian lomba masak beberapa rekan dosenku menyarankan Nafisa untuk menggantikannya menjadi juri,beberapa dosen pecinta kuliner ternyata pelanggan masakan Nafisa.


Sungguh aku sangat mengagumi sosok seorang Nafisa luar biasa hebat dan serba bisa.


Dan ajaibnya aku bertemu lagi dengannya di pantai dengan penampilan angunnya dia berjalan mondar-mandir sambil ngomel karena hpnya lowbat sehingga ia tidak bisa menghubungi temannya, hingga akhirnya aku meminjamkan power bank. Ternyata Nafisa seorang model baju syar'i. Astaghfirullah hampir aku zina mata dengannya karena pesonanya seperti magnet.


Setelah sholat fardhu do'a yang aku panjatkan adalah menikah dengan seorang wanita yang shalihah, cantik luar dalam, cerdas,dan mencintai keluarganya. Setelah itu seringnya bertemu dengan seorang Nafisa membuat aku yakin bahwa jodohku adalah dia. Sekarang aku minta petunjuk kepada Alloh SWT apakah benar dia adalah jodohku dunia akhirat?

__ADS_1


*********bersambung*******


__ADS_2