Nafisa

Nafisa
Part 24


__ADS_3

Mentari bersinar cerah, burung berkicau nyaring menambah indahnya pagi. Se.telah menyelesaikan rutinitas pagi Nafisa berjalan menuju dapur untuk menyelesaikan pesenan donat.


"Tinggal kasih topping kelar deh" gumamnya.


" Mbak Fisa gak ke kampus?" tanya Bi Siti.


" Sebentar lagi Bi, mau anter donat ke rumah bunda Fatim dulu sekalian nanti berangkat kuliah."


" Ini dusnya donat sudah siap mbak Fis, langsung bibi masukkan ya."


" Ya Bi masukkan aja satu dus isi 12 donat ya Bi,terus yang mika brownies isi 6 donat."


" Oke mbak siap laksanakan." Segera Bi Siti menata donat- donat yang sudah cantik ke dalam dus dan mika.




Alhamdulillah .... akhirnya....selesai sudah.

__ADS_1


**********


Melangkah menyusuri koridor gedung B sambil mengecek ponselnya, ternyata ada notifikasi dari beberapa temannya kalau selesai kuliah pagi ada meeting untuk para mahasiswa yang akan bertanding Taekwondo hari Minggu.


Kuliah pagi ini diisi oleh Ardian. Seperti biasa setelah kuliah berakhir selalu ia memberi tugas kepada mahasiswanya dengan alasan supaya belajar dengan diberikannya tugas.


" Nafisa, kamu kumpulkan jawaban dari kuis hari ini ke ruangan saya nanti tepat jam mata kuliah ini berakhir, dan saya mohon maaf karena kuliah pagi ini terpaksa saya akhiri lebih awal dikarenakan ada rapat jurusan dengan Bapak Dekan mendadak, jangan lupa tugas yang dikerjakan di rumah dikumpulkan dua hari setelah hari ini."


" Ya Pak," jawab seluruh mahasiswa kompak.


Setelah Ardian keluar dari kelas,kini semua mahasiswa sibuk saling tanya, saling contek untuk mendapatkan jawaban yang tepat.


Nafisa melangkah keluar kelas menuju ke kantin terlebih dahulu karena lapar, setelah menghabiskan semangkuk soto Kudus kini ia berjalan menuju ke ruangan Ardian.


Ternyata pintu tidak tertutup rapat sayup-sayup ia mendengar alunan musik lembut entah lagu apa yang didengarkan Ardian Nafisa tidak begitu paham tentang musik.


Nafisa hendak mengetuk pintu tapi ia penasaran untuk mengintip aktivitas Ardian yang aneh tidak seperti biasanya mendengarkan musik klasik di ruang dosen.


Nafisa sangat hafal kebiasaan seorang Ardian karena sebagai asisten dosen ia sering membantunya untuk mengoreksi tugas-tugas dari mahasiswa. Dengan sedikit mendorong pintu ia bisa melihat apa yang terjadi di ruangan itu, seorang wanita duduk di pangkuannya dengan kedua tangannya menggantung di leher sang dosen kepalanya agak miring dan terdengar suara *******.

__ADS_1


Semua orang yang melihat adegan ini pastinya menduga mereka sedang dimabuk asmara hingga tidak sadar kalau apa yang mereka lakukan sangatlah tidak sopan karena berada di lingkungan kampus.


Nafisa melangkah mundur ia sangat ketakutan antara menunda mengumpulkan tugas atau nekat mengetuk pintu hal itu akan membuat kedua pasangan kaget dan salah tingkah karena terciduk berbuat mesum di kampus tampaknya Nafisa akan mendapat hukuman mengingat hobi Ardian adalah memberikan hukuman.


Nafisa tidak bisa berpikir jernih segera ia berbalik akan minta pendapat temannya. Karena saking paniknya ia menabrak seseorang yang juga hendak ke ruangan Ardian.


"Ma.... maafkan saya tidak sengaja," sahut Nafisa sambil menunduk.


" Hmmm.. no problem, kenapa kamu tidak jadi masuk?" tanya orang tersebut.


Nafisa mengangkat wajahnya ,tak percaya ia sekarang berhadapan dengan Dekan fakultas teknik siapa lagi kalau bukan Dimas,dosen ganteng idola mahasiswa teknik.


" I..itu tadi mau ngumpulin tugas eh Pak Ardiannya sedang sibuk rupanya takut mengganggu saya."


" Oh ya...?" Dimas melangkah maju " Tuh pintunya tidak ditutup ...."


"Karena tidak ditutup itulah saya takut mengganggu aktivitas Pak Ardian, Pak Dimas,"sahut Nafisa.


Karena penasaran Dimas mengetuk pintu kemudian mendorong membuka pintu,dan......

__ADS_1


*********Bersambung*******


__ADS_2