Nafisa

Nafisa
Part 30


__ADS_3

Adzan subuh berkumandang, udara dingin begitu menusuk tulang Dimas berjalan menyusuri koridor rumah sakit yang sepi menuju masjid. Setelah selesai sholat subuh tak lupa ia mampir ke pedagang kaki lima dekat masjid yang menjual makanan khas kota Jogja, sengaja membeli bubur gudeg untuk Nafisa dan nasi gudeg untuk dirinya sendiri tak lupa membeli wedang jahe sekedar menghangatkan tubuh di pagi hari.


Tiba-tiba ponselnya berdering,nama mamanya muncul dilayar handphone.


"Assalamualaikum ,ya Ma ada apa?"


" Kamu sekarang dimana Dimas?"


" Di apartemen Ma."


" Oke nanti malam kamu tidur di rumah ya nemenin Nabila,Mama sama Papa ada acara ke Batam, Bi Ijah pulang kampung jadi di rumah tidak ada orang kecuali Pak Ridho dan Pak Rojali,oh iya ada Mbak Ratih(salah satu art di rumah mamanya) tapi sore hari dia pulang ."


Sengaja Dimas berbohong kalo berada di apartemen ya kali dia jujur sekarang di rumah sakit nungguin mahasiswinya yang ada Mamanya akan marah besar karena berduaan di rumah sakit menginap lagi.


Jujur sebenarnya Dimas menemani Nafisa sampai dibela-belain tidur di rumah sakit karena ia berhutang budi lebih tepatnya berhutang nyawa dengan mahasiswinya itu.


Dimas memasuki ruang rawat Nafisa, tampak gadis cantik itu selesai sholat subuh diatas ranjang rumah sakit.


" Assalamualaikum."


" Wa'alaikumsalam," jawab Nafisa.


"Sekarang kamu tampak lebih segar Nafisa dan.... infus sudah dilepas sejak kapan kok saya gak tahu?"tanya Dimas.


" Alhamdulillah Pak Dimas semalam ketika infus habis saya memang meminta suster untuk melepas sekalian karena saya merasa sudah segar pulih kembali mau tidak mau harus pulang nanti setelah dokter visite, karena kakak dan mama akan berlibur di Jogja,saya tidak ingin mereka tahu semua ini karena akan membuat kakak dan mama sedih."


" Oh begitu, semoga semua baik-baik saja yuk kita sarapan ,saya tadi lihat ada yang jualan gudeg di depan rumah sakit,saya belikan kamu bubur gudeg," Dimas menyiapkan mangkuk dan sendok untuk Nafisa.


" Terimakasih Pak, sarapan enak nih."

__ADS_1


" Mau makan di tempat tidur atau di sofa?" tanya Dimas.


" Di Sofa aja deh sekalian lihat acara televisi," jawab Nafisa.


' Ah senangnya jika hidup gue seperti ini, dibelikan sarapan dituntun duduk di sofa menikmati sarapan sambil lihat acara televisi,berasa kaya punya suami beneran nih, nikmat mana yang engkau dustakan ,'batin Nafisa.


" Kok melamun ayo dimakan,apa kamu gak suka bubur gudeg?"


"Oh ...eh iya su-suka kok Pak,suka banget malah...saya hanya takut berat badan bertambah kalo makan karbohidrat terus disini," akhirnya bisa juga cari alasan dasar Nafisa pembohong,lha iya masa harus jujur gak tahu malu hehehe.


Dimas membuka nasi gudeg dan langsung ia makan dari bungkusnya tanpa memindahkan ke piring karena itu lebih nikmat menurutnya.


"Ayo Fis dimakan katanya nanti pingin pulang kok gak semangat gitu apa perlu saya suapin nih," segera Dimas mengambil sendok dimangkuk bubur dan disuapkan ke Nafisa.


" Eh eh saya bisa makan sendiri kok Pak ,"Nafisa meraih sendoknya dan menyuapkan sendiri ke mulutnya.


' Astaghfirullah....jantungan lagi nih,' batin Nafisa.


Setelah sarapan selesai Dimas membereskan semuanya. Mereka sudah mandi pagi tentunya gak barengan ya guys sendiri-sendiri.


Nafisa tampak mengemas semua barang- barangnya setelah dokter visite dan memperbolehkan ia pulang.


" Fisa...saya keluar sebentar ya."


" Ya Pak."


Setelah selesai berkemas Nafisa menunggu Dimas duduk di sofa sambil menikmati acara televisi tak terasa dinginnya AC ruangan membuainya hingga iapun tertidur.


Di luar ruangan Dimas menyelesaikan semua administrasi Nafisa selama rawat inap, ia menerima obat-obatan dari suster jaga yang harus diminum Nafisa selama di rumah nantinya.

__ADS_1


Dimas membuka pintu ia tersenyum melihat Nafisa tertidur di sofa,segera ia matikan televisi dan menepuk pelan pundaknya.


" Nafisa.... bangun Fis...mari kita pulang sekarang."


Nafisa mengeliat mengucek matanya,"Eh...Pak Dimas ma-maaf saya ketiduran."


"Yuk kita pulang sekarang," ajak Dimas sambil membawa tas yang semalam dikirim Bi Siti berisi baju Nafisa.


"Sudah saya selesaikan tadi administrasi nya,ini obat yang harus kamu minum."


" Aih Bapak tadi kenapa gak ngajak saya, habis berapa tadi Pak, mana kwitansinya?"


"Sudah....jangan dipikirkan habis berapa banyak yang penting kamu sudah sehat dan sekarang kita pulang ,oke?!"


" Pak gak bisa gitu dong masak ngerepotin terus sih..ayolah mana kwitansinya biar saya ganti," tanpa sadar Nafisa menggoyangkan lengan kekar Dimas.


Dimas melirik tangan Nafisa yang merengek seperti anak kecil meminta jajan. Nafisa segera sadar dan melepaskan tangannya.


" Maaf ....," Nafisa menunduk.


" Saya seratus persen ikhlas kok jadi jangan dipikirkan lagi ya..",Dimas tersenyum sambil mengusap kepala Nafisa.


Lagi-lagi jantung Nafisa berdetak kencang gara-gara tangan nakal Dimas yang sering usap kepala..kan kan jadi baper nih huhuhu.


"Te--terimakasih Pak ,saya tidak bisa membalas semua kebaikan bapak, semoga bapak selalu dalam lindungan Alloh SWT selalu diberi kesehatan, kesuksesan dan kebahagiaan."


" Aamiin do'a terbaik juga buat kamu, Nafisa."


*********TBC**************

__ADS_1


__ADS_2