
Memang gue munafiq monolog Nafisa dalam hati, "gue ingkari kalo sejujurnya gue suka sama Pak Ryan sejak pertama kali berjumpa, begonya kenapa gue selalu menghindar takut bertatap muka ada sedikit rasa tak rela Pak Ryan akan dijodohkan tapi gue juga bukan siapa-siapanya Pak Ryan pacar bukan teman dekat juga bukan,hanya seorang mahasiswi yang mengagumi seorang dosen yang tampan,hanya seorang mantan guru Playgroup yang kebetulan mengajar anak angkatnya."
"Gue simpan perasaan ini dihati cinta bertepuk sebelah tangan. Lihatlah seorang Nafisa yang memiliki banyak teman, sampai menolak ajakan pacaran dari beberapa teman kampusnya sekarang sedang jatuh cinta yang langsung berakhir pada patah hati,"Nafisa menertawakan dirinya sendiri. Tak terasa air mata keluar begitu saja tanpa permisi karena netranya melihat Ryan dan rekan dosen perempuan berjalan berdampingan sambil bercengkrama yang tak lain adalah perempuan yang dijodohkan oleh bundanya Ryan.
Mengusap air mata dengan punggung tangannya,berusaha tersenyum,sambil menghirup nafas dalam-dalam kemudian melepaskannya. Nafisa berjalan menuju ruang latihan Taekwondo, setelah menyimpan tas ransel dan sepatunya ,ia berlari mengelilingi ruangan, melakukan pemanasan, kemudian berlatih sendiri menendang,memukul samsak yang tergantung semakin lama semakin kencang menendangnya.
Tak lama kemudian datang beberapa temannya dari fakultas teknik untuk berlatih karena memang sebentar lagi akan diadakan Kejurda Taekwondo, sedang Nafisa berlatih untuk melepaskan rasa sesak dan kesal dihatinya.
"Woi bro.... lihat tuh Mamake Fisa semangat dia dah datang duluan kesini !" seru Kevin kepada teman-temannya.
Semua mata mengarah ke samsak yang ditendang dan dipukul tanpa ampun oleh Nafisa mereka melotot.
"Nafisa ngamuk" seru Adam ,dia berlari mendekat dan berteriak "Fis...Fisa.. ngapain Lo...sadar woi!"
__ADS_1
Adam sahabat lama Nafisa dia hafal wajah sahabatnya jika sedang kesal banyak masalah.
Merasa ada yang meneriaki Nafisa berhenti kemudian menatap sekitar ada beberapa temannya saling melempar pandang prihatin karena keadaan yang kacau jilbab berantakan mata memerah. Nafisa mengusap kasar wajahnya karena keringat yang bercucuran.
"Dam tukeran gue bawa motor Lo ,mobil gue Lo yang bawa nih kuncinya," Nafisa melempar kunci mobil dan ditangkap Adam. Adam pun menyerahkan kunci motornya.
"Mau kemana Fis gue gak mau Lo kebut-kebutan bisa bonyok gue dihajar Bang Fian." Karena Alfian kakak Nafisa sudah berpesan untuk menjaganya jangan sampai kambuh hobinya balapan liar dan berantem antar gang. Meski seorang Nafisa yang cerdas,mandiri dan kadang bisa berpenampilan anggun tapi ada sisi buruknya akibat pergaulan dengan teman-temannya semenjak remaja tanpa pengawasan kedua orang tuanya.
Nafisa berantem pun dia pasti dipihak yang benar , balapan liar hanya sekedar hobi bukan untuk taruhan dia masih bisa membedakan mana yang diperbolehkan dalam Islam. Masuk ke Bar saja dia tidak berani.
"Tenang....gue masih waras kok," Nafisa tersenyum miring.
Nafisa berjalan melewati teman- temannya, "Bang Rizky gue ijin latihan mo cabut sekarang besok gue kesini lagi,"Nafisa melempar kunci ruang latihan ke Rizky ketua UKM TAEKWONDO.
__ADS_1
" Hati-hati Fis.... jangan lupa janji Lo besok datang latihan, persembahkan medali emas 🏅 untuk kampus kita tercinta," semangat Rizky untuk Nafisa.
" Oke Bos," Nafisa mengangkat kedua jempol tangannya dan tersenyum.
" Yuk guys gue duluan bye..." pamit Nafisa kepada teman-temannya.
******
Dimas POV
Aku mendapat undangan dari ketua UKM TAEKWONDO Rizky untuk menyaksikan mahasiswa-mahasiswi yang ikut berlatih untuk menghadapi Kejurda memperebutkan medali dari Gubernur minggu depan.
Ketika aku akan masuk ruang latihan, ternyata ada gadis idamanku Nafisa keluar ruangan dengan mata merah sembab muka pucat entah apa yang terjadi.
__ADS_1
Aku cuma sebentar melihat mereka latihan karena ada telepon dari kakakku agar aku menjemput anaknya Nabila untuk bermalam di rumah bunda karena kakakku ada tugas ke luar kota selama beberapa hari. Karena kakakku seorang wanita karier yang mau tidak mau menjadi tulang punggung keluarga karena suaminya meninggal akibat sakit kanker stadium lanjut. Nabila anak bungsu dari tiga bersaudara kedua kakaknya kembar kuliah di ITB. Otomatis Nabila akan tinggal sendiri di rumah tanpa mamanya jika kakakku ke luar kota karena asisten rumah tangga hanya sampai sore saja.
********TBC********