
'Kan...kan sialan bener nih bapak dosen dulu bilangnya masih sendiri kok ada anak kecil panggil papa......eh kok gue jadi sebel sih sama tuh dosen ngapain coba???..pacar bukan... jangan- jangan gue jatuh cintrong sama tuh orang lagian semua sikapnya bikin gue baper benerannnn, gimana ini ....Mama....tolongin anakmu ini jangan sampai jatuh cinta sama orang yang sudah berumah tangga hiks hiks gak mau gue jadi pelakor...Naudzubillah Min Dzalik.' Monolog Nafisa dalam hati.
" Nafisa...Fisa...." Dimas melambaikan tangannya ke muka Nafisa.
" I...iya Pak Dimas", Nafisa gugup menjawabnya.
"Kamu melamun hmmm....?"
" Sa....saya hanya memikirkan kalo habis makan nih rendang magh saya kambuh lagi pantangan dari dokter makan pedes tidak diperbolehkan sedang saya pecinta rendang, kan jadi bingung mau makan",alasan Nafisa menutupi keresahan hatinya karena hadirnya gadis kecil itu.
" Oh iya saya lupa kamu punya riwayat sakit magh ya,gimana kalo rendang diganti dengan soto Lamongan saja? Biar nanti rendang bisa dibungkus saya bawa pulang ."
" Ah gak usah Pak nanti ngerepotin bapak bismillah saja semoga aman perut saya," jawab Nafisa sambil tersenyum dan melirik gadis kecil disebelahnya yang asyik makan es krim.
Merasa diperhatikan gadis kecil tadi menoleh lebih tepatnya mendongakkan kepalanya kemudian tersenyum sambil mengulurkan tangannya," Hai..kak kenalkan namaku Nabila...apakah kakak teman papa Dimas?" tanya gadis kecil tadi yang ternyata bernama Nabila.
Nafisa menyambut hangat tangan mungil didepannya" Hai juga Nabila...nama kakak Nafisa, kakak adalah mahasiswa Pak Dimas,lebih tepatnya murid dari Bapak Dimas."
Sementara itu Dimas sedang memesan soto Lamongan dan Es Jeruk untuk Nabila dan Nafisa. Dari kejauhan Dimas memandang kedua gadis beda generasi tampak bahagia tertawa bersama membuat hati Dimas menghangat.
Nafisa menceritakan tetangga di kontrakan memelihara banyak hamster,dan hamster itu sering kabur ke rumah Nafisa karena pintu rumah sering dibuka jarang sekali ditutup.
" Hahaha kakak lucu banget sih...terus- terus gimana akhirnya hamster itu?" tanya Nabila kepo.
" Ih kok ketawa sih... kakak ketakutan bener lho diketawain????" Nafisa memanyunkan bibirnya manja.
" Hahaha kakak sih cara bercerita nya juga lucu ,wajah kak Nafisa kaya anak kecil tuh pake manyun-manyun segala."
" Wah sepertinya seru sekali nih pada cerita apasih?" tanya Dimas sambil meletakkan Es Jeruk di meja. Tak lama kemudian datang pelayanan mengantarkan pesanan Dimas.
"Rahasia wanita," jawab Nafisa sambil nyengir.
" Kok gitu ...,ya sudahlah sekarang Nabila makan dulu oke?"Dimas memberikan semangkuk soto Lamongan ke Nabila.
" Gak mau Papa...tadi Nabila sudah makan cilok sama Mbak Rastri masih kenyang," Nabila menolak soto yang di pesankan Dimas.
__ADS_1
Nafisa tersenyum melihat perdebatan kecil antara ayah dan anak gara-gara makanan. Ya karena belum tahu siapa Nabila sebenarnya jadi ia mengira kalo gadis kecil itu anaknya Dimas.
" Ehem... Nabila sayang, ini sudah siang hampir sore malah tapi kamu belum makan hanya makan cilok saja, apakah tidak kasian sama perut kamu? Didalam perut ada lambung dia pasti menjerit kesakitan karena yang masuk didalamnya makanan yang tidak sehat seperti cilok,es krim...dia akan menangis kalo tidak terisi oleh karbohidrat,protein,dan vitamin,yang di mangkuk itu sotokan? ada Nasi sebagai karbohidratnya, protein ada di daging ayamnya ,kemudian tauge ,tomat itu sumber vitamin. Kalo lambung menangis orang tersebut akan sakit perut yang disebut sakit magh karena tidak teratur makan.Nabila kan anak pintar pasti paham akan penjelasan kakak."
" Iya kak paham kok mulai sekarang aku akan makan teratur biar lambungku gak nangis dan aku sakit perut." Jawab Nabila.
" Anak pintar," Nafisa mengusap sayang kepala Nabila.
Ketika Nabila sedang asyik makan tiba-tiba datang Rastri sekretaris Mamanya, " Non Nabila ,aduh saya cari kemana- mana gak taunya disini."
" Eh iya Mbak Rastri,maaf tadi dari toilet terus lihat Papa Dimas ada disini jadi aku samperin deh."
" Oh gitu ya gak papa sih cuma lain kali bilang sama Mbak Rastri biar gak bingung, sebentar lagi meeting Mamanya Non Nabila selesai dan lanjut makan siang gimana masih mau disini atau ikut mbak?"
" Aku ikut Papa Dimas aja deh mbak, tolong bilang ke Mama aku juga mau ke rumah Oma bareng Papa,ntar aku telfon Mama kalo sudah di rumah Oma."
" Baiklah nanti Mbak Rastri sampaikan ke Mama Non, kalo begitu saya permisi Pak Dimas, Mbak.....?"
" Nafisa....saya Nafisa mbak," Nafisa mengulurkan tangannya ke Mbak Rastri sekretaris Mamanya Nabila.
" Baik Mbak Nafisa ,saya titip Non Nabila ya, terimakasih..."
" Tadi Dimas makan disini dengan siapa,Rastri?" tanya Rosa.
" Gadis berhijab cantik Bu, sepertinya masih muda banget namanya Nafisa."
Rosa tersenyum ia bergumam," rupanya kamu sudah punya pacar ya Dimas."
************
Nafisa POV
Yaelah ini bocah kenapa pake ngikut coba...kan jadi makin cangung aja dan merasa dimata- matai gue tuh.
Lagian nih pak Dimas tau bininya meeting ditempat yang sama kenapa gak disamperin maksudnya gimana sih..bingung gue sama drama keluarga ini atau jangan- jangan,dia udah cerai terus anaknya ikut istrinya gitu...??
__ADS_1
Wow...wow....masak gue naksir sama duda beranak satu dan catat istrinya masih hidup guys... bisa-bisa runyam kisah cinta Nafisa dengan bapak Dekan Fakultas Teknik, mana anaknya masih suka nyamperin bapaknya lagi.
Kenapa gue jadi GR sendiri coba... hahaha yang ada cinta bertepuk sebelah tangan kali...orang Pak Dimas aja anteng-anteng aja gak pernah ngungkapin perasaannya kenapa gue berandai- andai Pak Dimas jadi pacar gue.
Nafisa jangan terlalu percaya diri, sebelum sakit hati dan merasa tersakiti mending mundur teratur....1...2....3.....4...5..6....kabuuurrrr masuk kamar mandi berendam air hangat itu hobi Nafisa kalo lagi suntuk.
******************
Setelah seminggu di Surabaya Alfian bersama Zaky anaknya pulang ke rumah kontrakan Nafisa. Rupanya kakaknya itu sudah membeli rumah untuk ditempati bersama. Sebuah rumah mewah yang dijaga ketat keamanannya 24 jam oleh security.
"Fisa...sudah beres semua baju kamu?"
" Sudah kak....,biar aku yang gendong Zaky koper aku udah dibawa Bi Siti kedepan kok."
Nafisa mengambil Zaky dari gendongan kakaknya. Zaky tertawa senang ikut tantenya.
" Ulu-ulu si ganteng seneng ya digendong Tante Fisa ?" goda Nafisa menoel pipi gembul batita.
Seminggu lebih Nafisa sengaja menghindari Dimas. Dia merasa berdosa jika ingat sang dosen sudah punya anak istri tetapi masih sering berinteraksi dengan Dimas.
Nafisa sudah mengundurkan diri dari semua kegiatan kampus termasuk Taekwondo dan asistensinya di Fakultas MIPA sekarang fokus ke Cafe dan menyelesaikan sekripsinya.
**************
Satu bulan sudah berlalu tak terasa mereka sudah menempati rumah Alfian bersama Bi Siti. Selama itu pula Alfian belum menemukan baby sitter yang cocok. Untuk sementara waktu Bi Siti bergantian dengan Nafisa untuk mengasuh batita gembul nan lucu itu. Untuk pekerjaan rumah sudah ada ART lain yang mengerjakan.
Selama itu pula Nafisa berusaha menghindar tidak berlama-lama berinteraksi dengan Dimas. Hal itu yang membuat Dimas sangat gemas dengan Nafisa kenapa sulit untuk mendekati gadis itu. Ditawarkan untuk menjadi asisten juga dia menolaknya, padahal akan mempermudah untuk kelanjutan penelitian di semester akhir.
***************💖💖💖💖💖💖*************
Maaf ya reader aku lama update kadang ada ide tapi gak ada waktu untuk ketik. Aku gak bermaksud menggantung cerita ini, karena ini perdana aku bikin cerita mohon maklum banyak typo, mungkin alur juga kurang menarik mohon dimaafkan 🙏🙏🙏.
Aku sangat ingin dapat respon dari reader masukan atau kritik saran yang membangun.
Ini aja aku pas rapat di sekolah telinga untuk mendengarkan materi tangan sibuk ngetik cerita halu ...hehehehe karena ide udah aku siapkan tadi malam cuma mau ketik ngantukkk polll....
__ADS_1
Tunggu kelanjutannya ya reader..jujur aku bingung....mau ku bawa kemana cerita Nafisa ini.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖