
Nafisa POV
Sebenarnya gue malas harus semobil ama singanya anak kimia alias Pak Ardian, tapi setelah gue basa-basi menolak dia punya alasan juga buat antarin gue. Kalo kekeh nolak bisa diterkam alias di kasih hukuman lagi, habis deh masa indah di kampus ini karena disibukan jadi asistennya.
Alhamdulillah gue sudah selesai kontrak jadi asisten laboratorium Kimia gak mau perpanjangan lagi cape. Jadi sekarang fokus ke tugas kuliah sama bisnis kecil-kecilan kuliner online. Sementara ini gue belum boleh mundur dari klinik Bang Firman jadi yah jalanin aja dulu sambil mengamalkan ilmu yang sudah gue dapat dulu di bangku Farmasi.
"Fisa.... panggil Pak Ardian,kamu melamun?"
"Ya Pak ada apa... jawab gue sedikit kaget.
"Sedikit agak sakit kepala Pak " jawab gue.
"Kalo boleh tahu kenapa kamu tidak memperpanjang kontrak untuk menjadi asisten laboratorium?"
" Banyak kesibukan saya Pak , takutnya gak bisa bagi waktu nanti, kali ini saya lebih memikirkan ke bisnis online kuliner yang sebentar lagi saya akan lanjutkan dengan membuka cafe atau resto kecil-kecilan."
"Wah ada jiwa bisnis ternyata kamu, kenapa gak kuliah di ekonomi aja kamu?"
"Saya tertarik dengan kimia Pak makanya saya ambil MIPA Kimia,dulu saya kuliah di Farmasi karena keinginan Mama."
"Kalo untuk bisnis hanya iseng aja rasanya bangga kalo punya penghasilan sendiri tanpa meminta orang tua, dan rencana saya akan mengambil teman-teman kampus yang punya waktu senggang untuk bekerja paruh waktu di Cafe, biar menambah uang saku mereka juga."
"Wah ide kamu briliant juga Naf, Ardian menanggapi Nafisa dengan antusias.
'Sepertinya ini cewek idaman gue, cerdas, pinter masak, mandiri, punya prinsip no pacaran,jadi so pasti dia gadis suci tidak seperti sekarang dengan mudahnya anak- anak remaja pacaran gandengan tangan,cipaka cipiki padal bukan mahromnya,' batin Ardian.
"Bapak mau ke supermarket mana? ih kok bapak melamun sih."
"Gaklah kalo melamun bisa nabrak nanti, saya hanya lagi mikirin bisnis kuliner juga nih tapi di Jawa Timur, mama saya menyerahkan pengelolaan kepada saya sedangkan sekarang saya berada disini susah ngontrolnya,memang bisa lewat online untuk memantau semua administrasinya,tapi tidak bisa kalo cuma mengandalkan laporan online,harus ada yang terjun langsung melihat sikon disana."
"Ya harus ada orang kepercayaan kalo gitu jawab Nafisa ke Pak Ardian."
" Itulah susah cari orang yang bisa dipercaya sekarang ini, kalo pun ada saya juga harus menyisihkan waktu buat liat ke sana juga."
"Berdoa saja Pak, semoga Alloh mempertemukan bapak dengan orang yang jujur dan bisa menjalankan amanah dari bapak."
"Aamiin.. "
Tak lama kemudian mereka sampai di Supermarket Supersegar Silakan Beli ,yang menyediakan sayur dan buah segar.
Di supermarket Fisa bertemu dengan Firman, dan Firman pun menawarkan untuk mengantar Nafisa.
Nafisa berjalan mendekati Ardian yang sedang memilih buah apel,"Pak nanti saya pulang bareng Abang saya."
" Oh oke kalo begitu,saya duluan ya."
__ADS_1
"Iya pak hati-hati makasih ya Pak sudah antar saya belanja."
Ardian hanya mengangguk dan tersenyum manis. Membuat Nafisa terkejut karena selama di kampus tuh dosen gak pernah senyum sungguh ajaib bukan gaesss????
Setelah kepergian Ardian, Nafisa dan Firman menuju ke kasir untuk menyelesaikan transaksi.
"Sa,udah makan belum?"
"Belum bang."
"Yuk beli sate kambing kamu pasti sudah laparkan?"
Tak lama kemudian 2 porsi sate kambing terhidang menggoda untuk segera dinikmati.
"Gimana Sa ... rencana Lo mau buka Cafe?"
"Jadi Bang... persiapan sudah oke, tinggal cari tempat yang strategis aja rencana pingin cari dekat kampus meski harga sewanya mahal yang penting ramai nantinya."
Drrrt drrrt Ponsel Firman bergetar segera ia mengangkatnya.
"Ya hallo ....oke segera saya ke rumah sakit sekarang."
"Ada apa bang?" tanya Nafisa mendengar obrolan singkat Firman di ponsel yang menyebutkan bahwa akan segera ke rumah sakit.
"Ada hal urgent Sa, gue segera kembali ke rumah sakit ada operasi mendadak dokter bedah yang ada sedang keluar kota anaknya sakit, jadi gue harus menggantikannya karena keadaan pasien yang urgent harus segera ditangani."
"Gak usah bang gue bisa pesan sendiri, is oke silahkan bertugas Pak dokter semoga operasi berjalan lancar nanti."
"Aamiin makasih banyak... Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Firman menuju kasir, sedang Nafisa masih santai menikmati Es campur.
******************
Nafisa berjalan menuju ke halte dekat warung sate. Sepertinya ia nyaman menunggu Taksi disini sambil menikmati udara sore yang agak dingin karena sekarang tampaknya mendung akan turun hujan.
Nafisa mengambil ponsel di tasnya segera memesan ojek online.
"Aduh ini kenapa kok muter-muter kaya gini sinyal ilang kayanya , gumam Nafisa.
Sambil melongok ke kanan dan kiri mencari kemungkinan ada trans atau taksi lewat tanpa memesan lewat aplikasi ia bisa sampai rumah.
Tumben jalanan gak begitu ramai, gumam Nafisa sambil bersandar di tiang besi penyangga halte. Tiba-tiba....
__ADS_1
Bruk...
"Aww... jerit Nafisa kesakitan ditabrak dari belakang pria berbadan besar membawa sebuah tas wanita dia juga terjatuh.
Dari belakang Nafisa tampak seorang perempuan seumuran dengan Nafisa berlari sambil terengah-engah berteriak.. "copet.. copet..."
Nafisa langsung berdiri hendak merebut tas yang dibawa pria tadi ,pria tersebut langsung kabur tak disangka Nafisa melempar batu yang ada didekatnya tepat mengenai sasaran pria tersebut berhenti sambil memegang kepala bagian belakang.
Kesempatan Nafisa untuk mengejarnya dan melayangkan bogem mentah ke pria tersebut perkelahian pun tak bisa dielakkan. Gadis si empunya tas yang berteriak tadi jatuh terduduk mengambil ponsel di sakunya menelpon polisi ,ia baru teringat kalau ponsel tidak di dalam tas tapi di sakunya.
Tak lama kemudian polisi datang segera meringkus pencopet tadi. Polisi juga meminta kehadiran Nafisa dan gadis itu sebagai saksi dan korban.
"Hai mbak makasih ya udah nyelamatin tas aku,kenalkan namaku Ani " gadis tadi mengasongkan tangannya kedepan Nafisa.
" Iya mbak sama-sama "namaku Nafisa.
" Mbak mau pergi kemana?"tanya Ani.
" Saya mau pulang tadi pesan ojol tapi sepertinya sinyal tidak bersahabat, jadi saya nunggu taksi atau bus trans eh yang datang malah pencopet nabrak saya tadi gurau Nafisa."
"Maaf ya mbak gara-gara mbak nolongin saya jadi babak belur gini."
" Maaf apakah mbak nanti bisa ke kantor polisi untuk menjadi saksi kasus pencopetan ini?" tanya Polisi.
Nafisa terkejut ....'Eh nasib...nasib kok malah jadi saksi ke kantor polisi?' batinnya.
"Ayo mbak ikut saya aja ke kantor polisi nya ntar juga mbak saya antar ke rumah mbak, saya bawa mobil kok itu saya parkir di supermarket depan."
"Oh boleh kalo gitu keburu malam nanti yuk ,eh kok malah saya yang buru-buru ya padahal yang punya mobil mbak Ani hehehe ...."
"Gak papa mbak Nafisa ... takut turun hujan juga dah mendung banget."
"Ih panggil Nafisa aja gak usah pake Mbak 😄."
" Oke panggil saya Ani juga tak usah pake Mbak keliatan tua nanti."
Mereka tertawa bersama sambil menuju Honda jazz hitam yang terparkir di dekat Supermarket.
************
Ani menjalankan mobilnya menuju ke kantor polisi.
"Oh ya Nafisa kita ke klinik dulu ya buat obatin luka kamu."
" Ah gak usah An... tolong anterin aku ke apotek aja deh mau beli thrombophop untuk ilangin luka memar ini."
__ADS_1
Setelah dari apotek , mereka menuju ke kantor polisi. Nafisa segera menelpon sahabatnya mengabarkan keadaannya sekarang dan meminta tolong untuk menjemputnya sekarang di kantor polisi.
***********Bersambung************