Nafisa

Nafisa
Part 50


__ADS_3

Haloha....jumpa lagi dengan Nafisa....


Maaf kalo suka ngaret update nya karena ini pertama kali aku nulis novel online. Alur cerita sunguh aku tidak rencanakan sama sekali. Ini murni ide dari kehidupan sehari-hari yang aku bumbui sehingga menjadi sebuah cerita yang mungkin kurang menarik. Jujur aku suka jika kalian para reader komentar, biar aku tahu letak kesalahan atau mungkin alur cerita yang kurang pas atau malah jadi garing cerita nya??? butuh masukan nih....😀😀🤭


Intinya aku cuma pingin bikin cerita antara mahasiswi dan dosen gitu aja, karena aku memang suka alur percintaan antara dosen dan mahasiswa seru kayanya....jangan tanya ntar Nafisa sama siapa jadinya entahlah.... (aku sendiri juga bingung hahaha) sebenarnya aku pingin bikin sad ending tapi gak tega aku sama si tokoh cerita alias Nafisa nya.😃😃🥰🥰🥰🥰


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Kak Wisnu,duduk dulu ya sini," Nafisa menunjuk sofa di kamar VVIP tempat mamanya dirawat ada Bi Siti duduk disitu juga. Nafisa menghampiri mamanya yang sudah bangun.


" Assalamu'alaikum Ma ...., ini Fisa Ma " Nafisa mengusap lembut tangan mamanya. Sang Mama yang tadinya memandang ke jendela ruangan sekarang beralih menatap putrinya sambil tersenyum.


" Cepat sehat ya Ma, Fisa yakin mama kuat bisa hadapin ini semua.....ayah sudah mendingan tinggal nunggu pemulihan sekitar 3 harian, InshaAlloh boleh pulang. Oma juga sudah melewati masa kritisnya."


" Iya sayang....dimana kakak kamu?" tanya mama Kinarra.


" Ada ... kak Fian lagi nungguin papa."


" Zaky sama siapa di rumah gak mungkin kan cucu mama dibawa ke rumah sakit?"


Nafisa tersenyum ,"sama baby sisternya , sekarang Bi Siti mau pulang ke rumah untuk mengawasi baby sister Zaky karena masih baru dan Asisten rumah tangga Kak Fian masih tahap percobaan semua karena belum ada 3 bulan mereka bekerja disana, tahu sendirikan mama susah nyari orang yang bisa dipercaya bukannya kita Su'udzon tapi untuk lebih amannya kita serahkan urusan rumah kak Fian sama Bi Siti. Nanti Fisa nemenin Mama, Bibi Siti pulang sama driver kak Fian."


Mama Kinarra tersenyum," Iya mama percaya kok, kalian anak-anak mama yang bisa diandalkan tanpa orang tua harus turun tangan untuk urusan pekerjaan dan rumah tangga."


Mama menerawang ke atas menatap langit-langit ruang VVIP, " Fisa....antarkan mama ke ruang rawat Oma ya."

__ADS_1


" Iya Mama ...tapi makan dulu ya."


Nafisa membantu mamanya untuk duduk bersandarkan bantal yang ditumpuk, kemudian mengubah posisi ranjang jadi setengah duduk. Nafisa mengambil nampan yang diatasnya tersaji bubur ,sayur,lauk serta buah pisang.


" Fisa suapin ya," tangan Nafisa terulur menyuapkan bubur ,sayur lengkap dengan lauk tahu,tempe yang hanya di rebus. Kemudian Nafisa mengambil air putih ,"Minum Ma, oh iya Fisa ambil kursi roda dulu untuk mama kan mau jenguk Oma sama Papa. Mama sama Bibi disini dulu."


" Bibi temani mama dulu ya, Fisa keluar sebentar." Pamit Fisa ke Bi Siti.


" Pak Wisnu, bisa minta tolong temenin Fisa ambil kursi roda?"


" Bisa ." Jawab Wisnu.


Mereka keluar ruangan. Setelah menutup pintu, Nafisa mengajak Wisnu ke kantin. " Kak beli cemilan sama beli jus buah yuk ke kantin laper banget nih."


" Ayo ,dari tadi saya juga belum makan."


*****************


Setelah sampai kantin ,Nafisa hanya mengambil kue sus, makaroni schotel,jus alpukat untuk dimakan di kantin, tak lupa Nafisa juga membeli beberapa jajan pasar yang tersedia disitu  untuk sang Mama. Sedangkan Wisnu memilih menu soto lamongan dan es jeruk.


" Kak lama kita gak ketemu ya, gimana ceritanya kak Wisnu bisa ketemu sama kak Fian? Mana kak Fian panggilnya kok Pak Wisnu?"


Wisnu tersenyum kemudian meminum es jeruknya hingga habis." Iya  kita lama tak jumpa ada 3 tahunan mungkin?"


" Saya ketemu Pak Alfian ketika di rumah sakit saat itu , keponakan saya sedang rawat inap karena sakit demam berdarah,dan dia butuh darah golongan A pada saat itu stok bank darah di rumah sakit kosong, di PMI kota juga kosong,saya sudah menghubungi teman-teman tapi tidak ada yang golongannya A. Ada 2 orang tapi mereka sedang acara di luar kota mereka kakak beradik kembar. Di saat bingung takdir mempertemukan saya dengan Pak Alfian di masjid rumah sakit beliau bilang habis jenguk temannya. Dan saya pun cerita kalau sedang menunggu anak saya yang sedang sakit demam berdarah dan sekarang butuh darah golongan A. Alhamdulillah ternyata Pak Alfian golongan darahnya A beliau menawarkan diri sebagai pendonor. Setelah melakukan tes di PMI rumah sakit ternyata darah Pak Alfian cocok bisa untuk donor. Berawal dari situlah kita saling tukar nomor handphone." Cerita Wisnu.

__ADS_1


" Tunggu dulu kak,tadi kak Wisnu bilang keponakannya yang sakit, kok ke kak Alfian bilang kalo yang sakit anaknya kak Wisnu?"


" Iya dia memang keponakan saya tapi sudah saya anggap anak saya sendiri sejak 3 tahun yang lalu karena ayah dan ibunya meninggal kecelakaan lalulintas,namanya Aditya sekarang kelas 1 SD dia panggil saya Papa. Saya juga sudah tidak punya saudara lagi Papa,Mama meninggal sebulan sebelum kecelakaan yang menimpa kakak saya. Ada yang sengaja mencelakai kedua orang tua saya.Perusahaan diambil alih oleh adik tiri papa bukannya tambah maju tapi perusahaan gulung tikar. Setelah diselidiki ternyata dalang yang menyebabkan orang tua saya meninggal dan perusahaan bangkrut adalah adik tiri papa sekarang mendekam di penjara seumur hidup."


" Inalillahi wa Inna ilaihi Roji'un, turut berduka ya kak....," Nafisa mengusap air matanya.


" Kuliah ku belum selesai tinggal menyelesaikan sekripsi tapi yah ... seperti gak ada semangat, kebetulan Pak Alfian bikin status kalau buka lowongan driver untuk  sementara waktu menggantikan driver yang sedang patah kakinya, otomatis langsung saya respon dan Alhamdulillah diterima."


" Dunia terasa sempit ya..ternyata Pak Alfian adalah kakak kamu, Oh iya gimana kabar Shafa kakak kamu?" tanya Wisnu.


" Uhuk uhuk.." Nafisa tersedak minumannya sendiri.


" Kak Shafa....kak Shafa sudah gak ada hiks..hiks, dia meninggal karena kecelakaan....tiga tahun yang lalu. Dia ditabrak truk yang remnya blong."


" Inalillahi wa Inna ilaihi Raji'un, begitu banyak cerita tak terduga ya Fisa setelah tiga tahun lamanya kita tak jumpa."


" Iya kak mungkin ini sudah takdir yang harus kita jalani dengan sabar dan penuh keimanan."


Wisnu menganggukkan kepalanya. " Tadi katanya mau ambil kursi roda, yuk ah nanti mama kamu lama nunggunya."


Nafisa meminjam kursi roda ke perawat jaga. Wisnu yang mendorong sambil bercerita mengenang masa lalu sewaktu mereka sering  pergi bersama dengan sang kakak.


Ya ...Wisnu adalah kakak tingkat Shafa mereka satu kampus tapi beda jurusan Wisnu mengambil jurusan Teknik Informatika karena fakultas teknik dan kedokteran berdekatan dan mereka sering berjumpa di perpustakaan. Shafa dan Wisnu berteman lebih tepatnya bersahabat kebetulan letak kos juga tidak jauh. Shafa yang jauh dari keluarga merasa ada yang melindungi dengan kehadiran Wisnu sang kakak tingkat.


Nafisa ketika liburpun sering main ke tempat kost Shafa, Wisnu mengenal Nafisa yang bar- bar, tomboi,pandai bergaul,ceplas-ceplos kalo ngomong berbanding terbalik dengan Shafa yang pemalu,anggun,pendiam meski mereka kembar. Cara berpakaian mereka pun juga berbeda Shafa dengan anggunnya memakai gamis yang selalu serasi dengan hijabnya. Sedang Nafisa style muslim casual. Meskipun lama tak berjumpa Wisnu masih mengenal Nafisa. Dulu Wisnu sempat ada rasa tertarik dengan Shafa, tapi ia sama sekali tak menanggapi karena fokus untuk segera menyelesaikan kuliahnya di kedokteran.

__ADS_1


****************Bersambung*********


Maaf kalo ceritanya tidak sesuai ekspektasi para readers....maaf jadi garing cerita nya


__ADS_2