Nafisa

Nafisa
Part 52


__ADS_3

Assalamualaikum Hai guys.....jumpa lagi dengan Nafisa


Ini bab paling panjang ya guys 3000 kata lebih tadi mau aku bagi 3 bab tapi eror entah kenapa .....


jadi baca pelan2 untuk mengisi weekend ini ya guys.... hahahaha sok kepedean ya author nya.....


kira2 konflik apa yang kalian suka readers....


komen dibawah ya .......


maaf belakangan ini ide ada tapi suka gak ada waktu buat ketik2, Maklumlah ini Kak Dimas manja nya ampun deh .. ditinggal ngetik aja cemburu sama handphone.....hadehhhh...


😀😀😀😀 jadi curhat ..wes silahkan dilanjut baca.....🙏🙏🙏🙏


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Empat hari sudah berlalu, Papa dan Mama Nafisa sudah pulang ke rumah untuk pemulihan,sedang Oma baru keesokan harinya akan pulang itupun dengan melanjutkan perawatan di rumah, didampingi dua perawat yang rencana akan standby 24 jam bergantian jaga tentu Alfian akan menyiapkan kamar buat perawat itu agar tidak perlu repot pulang pergi.


Rinai hujan mengurai semburat senja, Nafisa duduk di gazebo taman belakang rumah. Mencari inspirasi sambil memberi makan ikan koi, ia masih bingung tentang cafe yang akan di buka menu apa yang akan dihadirkan,cafe aja atau cafe and bakery, tempat sudah oke strategis dekat kampus otomatis banyak anak kuliahan nongkrong apalagi free WiFi pasti tambah ramai tuh Cafe.



Gazebo tempat Nafisa mencari inspirasi,sumber pinterest.


" Dorrr..." ngalamunin Pak Dekan pasti tabokan panas mendarat di punggung Nafisa.


Nafisa menoleh, " Sakit...!! gak ada akhlak memang ... dasar curut jelek!"


" Sembarangan ngatain gue curut mana ada curut ganteng kaya gini hemm?"


" Bawel..."


" Biarin wlek..wlek."


" Tumben Lo nyamperin gue,sama siapa kesininya?"


" Tuh anak-anak di depan kan rencana mau jenguk di rumah sakit ,tapi karena pada sibuk jadi gak bisa barengan waktunya,baru sekarang deh kita sempat." lanjut Yudha.


" Pak Dekan gak kesini nenggok calon mertua nih?"goda Yudha.


"stst diam Lo dasar ember bocor....awas kalo sampai anak-anak pada tau!"


" Beres itu mah ada uang tutup mulut dong." Yudha menjahili Nafisa sambil menaikkan alis matanya tersenyum jahil.


" Dasar tukang palak!"


" Ayolah jangan pelit-pelit Bu Dekan... hehehehe."


" Baik nih..." Nafisa mengambil uang di sakunya 4 lembar uang warna merah


memberikan pada Yudha.


" Kok gak lima lembar sekalian sih, jangan pelit Lo Mak gue tahu uang Lo banyak!"


" Udah ntar gue isi kuaota sama pulsa kurangnya, puas Lo dasar tukang palak!"


" Kalo gak mau yah tinggal gue laporin ke Om Gala sama Tante Rias kalo anaknya malakin tetangganya yang cantik ini.. wlekkk," Nafisa menjulurkan lidahnya kemudian keluar gazebo untuk menemui teman-temannya.


" Eh ...eh ..tunggu iya aku setuju kok, jangan aduin ke papa mama gue dong...please..ya..ya..,"Yudha merajuk.


" Makanya jangan ember udah bersyukur gue kasih segitu,tadinya mau untuk belanja bahan kue."


" Halah jangan berlagak jadi orang susah deh,tinggal minta bang Fian,mama atau papa Lo aja lagian uang 400 ribu bagi Papa Lo itu seperti butiran debu ye kan Mak?"


" Butiran debu ndasmu Yudh."


" Eh... ngomong kasar Bu Dekan tak bilangin ke Pak Dimas lho hehehe."


Nafisa melotot " mulut ember bisa diem gak?"


--------


Di ruang tamu ramai teman- teman Nafisa bercengkrama dengan kedua orang tua nya, mereka memperkenalkan diri dan menceritakan kegiatan taekwondo yang mereka ikuti selama ini bersama.


Nafisa sudah bergabung dengan orang tuanya duduk bersandar manja pada sang Papa.


" Alhamdulillah anak papa memiliki banyak teman semuanya baik-baik dan sayang sama kamu nak," Papa mengelus kepala Nafisa yang terbungkus hijab hitam.


Setelah hujan reda Narra mengajak teman-teman Nafisa untuk makan bersama mereka memasak bersama di taman belakang,ya mereka akan memanggang ikan. Tak lama kemudian taman sudah disulap menjadi dapur out door plus meja makan untuk makan bersama.


" Fisa, kamu gak ngundang nak Dimas kemari?" tanya mama Narra yang sedang membumbui ikan.


" Gak Mah, apa kata teman-teman nanti yang ada nanti tersebar di kampus kalo kita dekat, fansnya Pak Dimas bisa bully Nafisa..ngeri ih, hanya Yudha yang tau kita dekat itupun karena tanpa sengaja Yudha pas ke sini ada Pak Dimas sama keponakannya main sama Zaky."


" Oh begitu rupanya.. hihihi gak jauh beda cerita cinta kamu sama mama dulu ya gak Pa?"


" Iya sayang anaknya siapa dulu .....ya kan?"Papa berada didekat mama mencium kening mama Narra.


" Cie....cie romantis niye." goda Nafisa.


" Memang Papa dulu dosen ya? Fisa kok gak tau baru tau sekarang, gimana ceritanya Pa,Ma..terus kenapa sekarang Papa gak jadi dosen?"Tanya Nafisa penasaran.


" Ya..sejak Papa nikah sama Mama kamu kita merintis usaha bersama sambil meneruskan usaha Opa kamu karena kesibukan itulah Papa jadi fokus untuk berbisnis bersama mama kamu, lagi pula mama kamu posesifnya ampun deh kalo menyangkut mahasiswa bimbingan skripsi ya kan Ma?" Goda Papa sambil mencubit pipi mama Narra.


" Ya jelas lah mana ada istri yang ridho kalo ada mahasiswa bimbingan yang genit godain dosen pembimbingnya biar cepat di ACC bikin naik darah aja." Sahut Mama Narra.


" Tapikan Papa juga gak ladenin mereka sayang...?uluh- uluh bucinnya Papa ngambek nih pake manyun segala,malu tuh sama anak- anak." Papa membelai hijap mama yang tertiup angin sore seakan membelai rambut panjang mama Narra.


'Romantis sekali mereka di usia sekarang, papa mama tetap mesra saling menggoda tidak canggung didepan anak-anaknya. Andai aku seperti mereka ah indahnya hidup ini' batin Nafisa.


" Mak....woi ngelamun wae, minta kecap lagi dong ,"teriak Kevin sambil mengangkat botol kecap yang kosong.


" Ya bentar, gak usah teriak kenapa sih gue gak budeg Vin."


" Bhahabhaha." Mereka menertawakan Nafisa.


" Padahal si Kevin tadi manggil Lo manis banget sumpah....tapi Lo nya aja malah bengong ngehalu ye kan...ye kan? Pasti mikir andai....dia ada disini...." belum sempat Yudha meneruskan ucapannya Nafisa mengambil potongan mentimun yang hampir selesai dipotong Yudha kemudian menjejalkan ke mulutnya," Nih makan terus diam apa gue tarik uang yang tadi hemm?"


"Iya maaf kanjeng mamake. ..huhuhu, Om Hery Tante Narra nih Nafisa sadis banget....hiks,hiks," si tengil Yudha mengadu kepada mama dan papa Nafisa.


Mama dan papanya hanya tersenyum menggelengkan kepala," Nafisa buruan gih ambil kecapnya," perintah mama Narra.


" Ya mama."


Tak lama kemudian terdengar bunyi telepon berdering ternyata dari sahabat lamanya Sofi ia besok tidak jadi ketemuan karena Sofi buru- buru diajak mamanya pergi ke London urusan bisnis. Sedang Karin akan fitting baju pengantin bersama Adam. Sebagai gantinya Nafisa mengajak berkumpul di rumah.


Sofi


Maaf banget ya beb....


Nafisa


" Oke, tapi sekarang Lo datang ya ntar dijemput sama driver Papa ke rumah Lo ,oke.Ini acara dadakan mama tadi yang bikin acara barbeque an di belakang rumah, ada teman-teman disini Karin baru datang nyusulin Adam tuh.


Sofi


Iya deh gue siap-siap dulu beb...see you..


tuts .... panggilan diakhiri.


***************


Setelah selesai acara barbeque yang diadakan mama Narra, Nafisa melepas lelah bercanda dengan si kecil Zaky yang kemudian tertidur dipelukkannya.


Matahari menerobos masuk lewat jendela kamar Nafisa gadis itu masih bergeming dengan selimut tebalnya, usai subuh sengaja ia tidur lagi sementara si kecil Zaky yang sudah bangun berpindah tangan ikut dengan Mama Narra.

__ADS_1


Tepukan hangat membangunkan dari mimipi indahnya, " Fisa bangun sayang sudah jam 6 katanya ada kuliah pagi," kata sang Papa.


Nafisa mengeliat membuka mata lebar-lebar, " Eh Papa...jam berapa sekarang?"


" Jam 6 sayang , katanya mau bareng Papa ke kampusnya,buruan mandi sana nanti terlambat."


" Yup Papa...tungguin Fisa ya!"


Nafisa melompat dari ranjang bergegas ke kamar mandi.


******Setengah jam kemudian********


" Naa....Nana...Naa..." Celoteh si baby gembul di baby stroller ya Zaky meminta gendong pada Nafisa...anak itu belum bisa memanggil Tante karena orang-orang di rumah memanggilnya Nafisa Zaky hanya bisa mengeja kata depan saja Nana....


" Aih.. aih si baby embuls mau ikut tante ya?"


Zaky tersenyum menggemaskan , kemudian Nafisa mengangkatnya dari baby stroller.


" Nih udah tante gendong, nanti main lagi ya sekarang sama Oma Narra dulu...oke?"


Zaky pun menangis ketika Mama Narra mengambil alih dari gendongan Nafisa," Eh..eh anak ganteng...anaknya Papa Fian nanti Tante belikan balon deh 5 warna...oke... senyum dong,jadi anak yang Sholeh ya." Nafisa mencium kedua pipi keponakannya. Tampaknya Zaky paham apa yang Nafisa janjikan anak itupun tersenyum senang kemudian membalas lambaian tangan Nafisa yang sekarang sudah berada di dalam mobil Alphard milik Papa Hery.


" Papa tumben berangkat pagi-pagi gini mau ketemu klien dimana?"


" Di Cafe dekat kampus kamu."


" Oh gitu, Pa nanti sore atau malam bisa minta waktunya sebentar ya mau sharing tentang Cafe yang mau Fisa rintis."


" Oke sayang ...kapanpun akan Papa luangkan waktu buat putri Papa yang cantik ini," Papa Hery mengusap lembut hijab Nafisa.


" Sudah sampai Non..." kata Wisnu sopir Alfian yang kebetulan hari ini dipinjam sang Papa karena acara mendadak dari klien nya.


" Makasih Pak Wisnu, Papa ....Fisa berangkat dulu ya, Assalamualaikum," Fisa mencium tangan Papanya.


Sang Papa menepuk pundak Nafisa dengan lembut," Wa' alaikumsalam baik-baik ya belajarnya jangan nakal,oke? Salam buat Dimas kalo ketemu."


" Siap Papa."


Nafisa berjalan menuju kelasnya melewati kantin fakultas teknik, tak sengaja dia melihat Kevin sibuk dengan laptopnya ditemani dengan Rizky sang ketua UKM Taekwondo yang asyik menyuap bubur ayam sambil memainkan ponselnya. Seketika ia lupa ada kelas pagi niat iseng untuk menggoda Kevin pun muncul, ia berjalan mendekat dengan langkah pelan kemudian mencolek pipi Kevin dan bersembunyi sambil jongkok dibelakangnya kebetulan ada tanaman perdu tepat dibelakang mereka Nafisa terkikik sendiri sambil menutup mulutnya,ia melihat Kevin marah pada Rizky , " Ya elah ngapain gue nyolek Lo kurang kerjaan banget!"


" Terus siapa kalo bukan Lo? gak ada orang lagi selain Lo di dekat gue?" ketus Kevin.


" Syaiton mybe ....." jawab Rizky santai


" Syaiton ...your head...mana ada pagi-pagi gini?"


Mereka kembali asyik dengan kegiatan masing-masing, Nafisa berdiri kemudian ganti mencolek pipi Rizky, kembali sembunyi lagi,kedua insan itupun ribut lagi. Lagi-lagi Nafisa terkikik sambil menutup mulutnya.


Tak sadar aksi jahilnya menarik perhatian dua orang dosen muda yang berdiri tak jauh dari kantin. Ya dia Dimas dan rekan dosen baru yang akan menggantikannya mengajar kelas MIPA,kelasnya Nafisa. Dimas menggelengkan kepala melihat aksi calon istrinya yang kadang masih seperti anak kecil.


"Mahasiswa kamu Dim?"


Dimas mengangguk tersenyum, kemudian melangkah mendekati Nafisa, menepuk pundaknya pelan. Nafisa terlonjak kaget.


" Eh...P- Pak Di...Dimas, Selamat pagi Pak hehehe."


" Pagi... ngapain kamu disini, bukankah sekarang ada kelas pagi Kimia Fisika hemm? kenapa kamu mengganggu teman kamu? "


" I...iya Pak..lupa saya,maaf....." Nafisa ketakutan karena Dimas pasang muka jutek yang serem,ia berjalan mundur tepat sebelum Nafisa berbalik terdengar teriakan Kevin dan Rizky.


" Ternyata Mamake yang jadi syaiton" teriak Kevin.


"Awas Lo Mamake!" teriak Rizky. Rupanya suara Dimas tadi membuat mereka tahu siapa pemilik tangan jahil yang mengerjai mereka berdua.


Nafisa hanya tersenyum kemudian mengangkat jari tangan membentuk huruf v peace. Kemudian berbalik mengambil langkah seribu menuju kelasnya.


Setelah masuk kelas, Nafisa bingung mencari tempat duduk, ternyata masih ada yang kosong di belakang sendiri,tepat dibawah AC.


'Ah nikmatnya dekat AC jadi adem nih ngilangin keringat.' batin Nafisa.


" Assalamualaikum, Selamat Pagi ..."Sapa Dimas.


" Wa'alaikumsalam,Pagi Pak..." Jawab seluruh isi kelas serempak.


" Perkenalkan ini Pak Davin yang akan menggantikan saya mulai hari ini. Tugas saya sebagai dosen sementara pengganti Pak Ardyan dulu sudah selesai, sekarang sudah datang dosen baru dan dosen tetap untuk mata kuliah Kimia Fisika. Saya mohon maaf jika selama mengajar di kelas ini banyak khilaf baik sengaja atau tidak, dan selesai kuliah Kimia Fisika saya mohon saudari Nafisa ke ruangan saya. Sekian dari saya , Wasallamu' alaikumsalam warahmatullahi wa barokatuh.Silahkan Pak Davin untuk memulai mata kuliah Kimia Fisika hari ini,tapi alangkah baiknya memperkenalkan diri dulu, setuju...."


" Setuju...!!!" jawab seluruh mahasiswa kecuali Nafisa ia memejamkan mata sambil menikmati dinginnya AC di kelas.


Dimas akhirnya undur diri keluar dari kelas MIPA. Mengambil ponsel dari dalam saku celananya kemudian mengetikkan WA ke Nafisa.


Dimas


Sayang....belajar serius ya,awas jangan naksir dosennya.


My Honey


iy


Dimas


Nanti siang ke ruangan kita lunch ya


Tidak menerima penolakan


My Honey


InshaAlloh


Dimas


🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘


Miss you.....


Kemudian Dimas memasukkan ponselnya, berjalan dengan muka datar ke ruang Dekan.


Davin memperkenalkan diri di depan kelas, berikut menyebutkan aturan- aturan selama dia mengajar. Semua mahasiswi antusias menyimak kecuali Nafisa yang asyik membaca pesan dari Dimas sambil tersenyum menunduk.


Davin berjalan sambil menjawab pertanyaan dari mahasiswa kemudian berhenti didepan meja Nafisa tiba-tiba " Brakk....." Davin memukul meja Nafisa. Handphone nya nyaris jatuh.


" Siapa nama kamu?" tanya Davin.


" Nafisa,Pak."


"Oke...Nafisa sekarang saya tanya apakah sopan ada dosen berbicara sedang kamu sibuk dengan handphone kamu?"


" Tidak Pak,maafkan saya." Nafisa menunduk.


" Oke dimaafkan, jangan diulangi lagi."


" Ya Pak."


Setelah selesai mata kuliah Kimia Fisika,Nafisa bergegas ke ruangan Dimas.


Tok...tok..tok


Nafisa mengetuk pintu kemudian membukanya perlahan setelah terdengar suara Dimas mempersilahkan untuk masuk.


" Assalamualaikum" Nafisa masuk ke dalam ruangan Dimas.


" Wa'alaikumsalam my honey...my love." Dimas tersenyum ceria bangkit dari duduknya kemudian mempersilakan Nafisa duduk di sofa.Nafisa duduk di sofa bersebrangan dengan Dimas sambil cemberut.


" Hai..my love kenapa manyun jadi pingin nyium nih."


"Pluk..." Bantal sofapun melayang tapi langsung ditangkap dengan gesit oleh Dimas.

__ADS_1


" Ais...marah beneran nih? mau cerita?"


" Gara- gara Kak Dimas aku kena marah Pak dosen baru."


" Kok gara-gara aku sih sayang? emang kenapa?"


" Tadi ngapain kak Dimas kirim WA pas masih Fisa ada kuliah Kimia Fisika?"


" Kangen sama kamu ...😘😘jadi pingin aja langsung chat kamu sayang."


" Ya itu aku baca dan balas WA kakak ..eh ketauan sama dosen baru itu terus di tegur mana sambil mukul meja lagi bikin kaget tau gak sih!"


" Hahaha....ya maaf, maafin kakak ya sayang?"


" Hem .."


" Kok cuma hem aja sih..?"


" Makan yuk ah ....lapar nih." ajak Dimas.


" Ini area kampus tuan Dimas,nanti jadi gosip gimana hem?"Sanggah Nafisa.


" Kamu bawa mobil gak?"


" Gak tadi bareng Papa ke kampusnya,mobil aku dipakai Kak Fian. Oh iya tadi Papa nitip salam buat kak Dimas."


"Wa'alaikumsalam, Ya udah kamu jalan duluan tunggu kakak di Halte oke?"


" Ya kak, sekalian nanti anterin pulang ya."


" Siap honey..."


**********


Di Restoran daerah Sumberwatu, Sambirejo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta




Restoran yang romantis menampilkan view alam yang masih asri.


" Kak Dimas gak ada kelas ngajar lagi?"


" Ini jauh loh kak kalo balik ke kampus lagi, apa nanti Fisa naik taksi aja ya,kalo diantar kak Dimas kasian ke kampus bisa kesorean."


" Tenang sayang, aku sudah bilang ke Pak Irwan sekertaris untuk membereskan ruangan karena aku ada acara penting di luar sekalian pulang."


" Kok bohong sih kak? dosa loh."


" Ya gak lah kita baru sekali ini makan di luar berdua ya kan? Ini acara penting bagi kita Fisa, Yuk kita komitmen untuk melangkah bersama,meraih ridho ilahi dengan menghalalkan hubungan kita ke jenjang pernikahan segera. Will you marry me?"


Nafisa tersenyum cantik kemudian menjawab," Yes I would."


" Alhamdulillah," Dimas bersyukur kemudian mengeluarkan kotak beludru merah berisi cincin berlian mewah menyematkan ke jari manis Nafisa.


"Terimakasih Kak Dimas, kok bisa pas sih, cantik lagi modelnya."


" Kak Fian yang kasih tau ukuran jari manis kamu sayang."


" Oh pantes bisa pas."


" Setelah ulang tahun Papa aku dan keluarga segera melamar ke rumah ya sampaikan ke keluarga kamu sayang,nanti aku kabari lagi tepatnya tanggal berapa."


" Ulang tahun....ah !! Astaghfirullah aku lupa kak!" Jerit Nafisa panik.


"Ada apa Fisa?"


"Ayo buruan anterin pulang ,aku lupa ada pesanan cake ulang tahun dari temanku kak."


Nafisa membereskan tas dan handphone nya,menghabiskan orange jus kemudian membersihkan bibir dengan tisu makan yang tersedia.


" Oke ayo aku antar sekalian pingin tau kamu kalau bikin kue gimana siapa tau aku juga bisa belajar kue."


Tepat pukul tiga sore Nafisa sudah sampai di rumah diantar Dimas kebetulan hanya ada Bi Siti di rumah,Papa Mama pergi mengantarkan Oma kontrol ke rumah sakit, Alfian ,Baby Zaky ,Nayla baby sister nya, dengan driver Wisnu pergi ke Solo ada acara keluarga dari pihak almarhumah istri Alfian.


Nafisa menuju dapur sebelumnya ia sudah menelpon Bi Siti untuk menyiapkan bahan-bahan kue tart buah, untungnya bahan sudah ready 3 hari yang lalu.


Dimas tampak terampil membantu Nafisa. Karena ia sudah terbiasa membantu mama nya yang hobi baking seperti Nafisa.


" Kak Dimas kok terampil banget nih dari mixer sampai mencampur adonan kue tau banget soal kue jangan-jangan mantan chef yang nyasar jadi dosen nih kak Dimas xixixi."


" Gak lah kalo terampil, cuma.....dari aku SMP sering banget bantuin mama yang hobi baking kaya kamu." Dimas mengambil sedikit tepung kemudian mencolek pipi Nafisa dan tertawa.


" Aih jahil juga rupanya ya bapak dosen nih, rasain lebih mantap colekan nya Fisa," 3 jari dioleskan di mangkuk yang masih ada sisa butter cream nya kemudian colek ke tepung baru mendarat mulus di pipi Dimas. Suasana Dapur ramai teriakan dari Nafisa dan Dimas saling menjahili. Tak terasa 1,5 jam sudah berlalu kue sudah jadi siap diantar ke pemesan.


" Fisa ....aku pulang dulu ya mau mandi, nanti aku jemput jam 7 oke? oh ya gimana kue nya perlu diantar gak?"


" Gak usah kak nanti Fisa aja tuh mobil Fisa ada kok di garasi kak Fian pake mobilnya sendiri ke Solonya."


" Oke aku pulang , Assalamualaikum." Pamit Dimas.


" Wa'alaikumsalam."


Nafisa segera mandi dan bergegas menyiapkan kue yang akan dihias di rumah sang pemesan yaitu bunda Fatim tak lupa ia mengajak serta Bi Siti agar kue cepat selesai di dekor. karena mengejar waktu untuk menghadiri pesta ulang tahun Papa nya Dimas.


Setelah sampai di rumah Bunda Fatim Nafisa dibantu Bi Siti sibuk menghias kue ulang tahun untuk Pak Wira mantan tetangga kompleknya dulu yang juga dosen fakultas ekonomi di kampus tempat Nafisa menimba ilmu. Tak butuh waktu lama karena sudah mahir menghias dengan bantuan Bi Siti juga jadi makin cepat. Selesai sudah akhirnya Nafisa ,Bi Siti juga Bunda Fatim puas akan hasilnya. " Bunda sudah selesai ya mudah-mudahan suka nanti Pak Wira nya,saya permisi nanti mau ada acara soalnya."


" Ah jadi gak bisa datang nih ke ulang tahun Pak Wira? sedih deh mau bunda kenalin ke anak bunda yang ganteng padahal ya udah deh lain waktu aja."


" Iya bunda maaf banget ya ,kue ini kado saya buat Pak Wira yang baik hati, semoga panjang umur,sehat dan bahagia selalu ya Bunda salam buat Pak Wira."


" Loh kuenya buat kado? Lah bunda gak jadi bayar nih berarti? Gak usah bunda cukup ajarin Fisa bikin kulit Pastry aja kapan ada waktu bunda "


" Oh okelah kalau begitu makasih ya sayang." Bunda Fatim memeluk Nafisa.



Nafisa undur diri kemudian pulang sebelum sampai rumah Nafisa mengajak Bi Siti mampir ke Butik langganan Mama Narra mengambil pesanannya Baju muslimah untuk dikenakan ke pesta ulang tahun Papanya Dimas.


Tepat jam 7 malam Dimas menjemput Nafisa, setelah berpamitan dengan kedua orang tua dan Oma nya kini Dimas melajukan mobil sport nya menuju Restoran mewah yang sudah di reservasi khusus untuk merayakan ulang tahun Papanya.


Nafisa tampak gelisah banyak gerakan tak nyaman yang dapat ditangkap oleh Dimas.


" Kamu kenapa sayang,sepertinya gak nyaman duduknya?"


" E...eh enggak kok ..emmm anu...kak...kak Dimas....Fisa takut kalau nanti papa, mama kakak gak suka sama Fisa."


" Oh itu... InshaAlloh mereka baik kok kenapa kamu bilang begitu kan belum kenal sama Papa mama nya kakak, tidak ada alasan untuk menolak calon menantu sebaik dan secantik kamu Fisa."


" Itu kan dari sudut pandang kakak, gimana kalau...."


" Ststsstt ...sudah...sudah...berdo'a yang baik aja jangan berpikir yang enggak-enggak kamu sih sering baca novel jadi seperti ini hahaha."


" Huh kak Dimas kenapa meski bener tebakannya."


" hahaha Fisa.....Fisa ada-ada aja kamu."


Pukul setengah delapan Dimas sampai di parkiran restoran. 'Suasana ramai sekali sepertinya acaranya untuk kalangan atas.' Batin Nafisa.


Nafisa menunduk merapikan gaun pestanya, 'gak sia-sia gue beli gaun ini,baru kali ini juga beli gaun mahal sampai jutaan, sesuai dengan acara nya pasti orang tua kak Dimas orang kaya nih.'


" Udah cantik kok ayo sayang." Dimas mengajak Fisa bergegas menuju tempat pestanya.


************Bersambung********

__ADS_1


__ADS_2