
Yudha dan Kevin berebut remote televisi di rumah kontrakan Gladys. " Eh headline news guys mobil tertabrak kereta api!" seru Gladys.
Mereka menyimak berita setelah ada pernyataan dari kepolisian bahwa pemilik mobil Brio yang tertabrak kereta adalah milik Nafisa seorang mahasiswi semester akhir. Gladys langsung berteriak " Kak Nafisa ya Alloh...mimpi apa aku semalam hiks...hiks hiks ,ayo kak Yudha kita cari informasi keadaan kak Nafisa." Gladys menarik tangan Yudha. Kevin terbengong-bengong " I...itu berita hoax pasti....gak mungkin mobil Nafisa,dia mantan pembalap guys," kata Kevin getir kemudian menjatuhkan pantatnya dilantai.
Yudha mengeluarkan ponselnya segera menghubungi beberapa teman-temannya untuk memastikan kabar Nafisa. Adam langsung menelpon Alfian. Setelah mendapat jawaban dari Alfian kakak Nafisa, Adam mengabarkan kalau sekarang Nafisa dirawat di Rumah Sakit karena pingsan cidera kepala.
*********
Di Ruang rawat
Nafisa tertidur setelah menjalani pemeriksaan CT SCAN KEPALA DAN EEG. Beberapa teman Nafisa masih setia menunggu hingga ia tersadar. Farel masih anteng duduk bersebelahan dengan Alfian kakak Nafisa. Nafisa bergerak gelisah " haus...". Farel dengan sigap segera mengambilkan minum, Nafisa segera menghabiskan air mineral yang disodorkan Farel. " Makasih kak."
" iya...sama-sama" jawab Farel.
" Kak Fian....,Fisa pusing banget." keluhnya.
" Ya.....kakak panggil dokter sebentar," Alfian memencet tombol untuk memanggil suster dan dokter segera.
Teman-teman Nafisa saling pandang, mereka sebenarnya gatal ingin bertanya siapakah Lelaki tampan yang dipanggil kak Farel apakah kekasih atau kakak Nafisa?
Setelah dokter menyuntikkan obat pereda sakit, Nafisa merebahkan kepala sambil memijit pelipisnya yang masih berdenyut.
"Kak banyak orang yang nungguin Fisa ya?" tanyanya. Samar-samar matanya menangkap beberapa orang duduk di sofa ruang rawat.
" Iya ...ada Adam sama teman-temannya," kata Alfian melambaikan tangan kepada teman-teman Nafisa untuk mendekat. Setelah mereka mendekat, Alfian dan Farel duduk di sofa, Nafisa membuka matanya kembali. Ia tersenyum menatap teman-teman seperjuangan di taekwondo, "gue masih hidup guys Lo jangan pada sedih ya....Kak Farel yang selamatin nyawa gue."Nafisa menunjuk Farel.
" Terimakasih kak sudah menyelamatkan sahabat kami," ucap Gladys sopan.
Farel tersenyum mengangguk.
" Vin ..Lo pasti shock liat berita di televisi?"tanya Nafisa.
" Bukan lagi shock Mak...gue nyaris gila kalo Lo ikut tergencet kereta api, Lo satu-satunya motivasi dalam hidup gue."curhat Kevin
"Lebay...," kata Nafisa.
"Beneran Mamake... tanpa Lo hidup gue serasa hampa, gak ada yang ngomelin gue,gak ada yang negur gue kalo gue salah," ucap Kevin sendu. Teman-teman yang yang lain pun ikut terharu karena ucapan Kevin.
" Segitu berartinya gue Vin? kenapa Lo gak pernah dengerin kalo dikasih nasihat...hmmm?" tanya Nafisa.
" Jewer saja telingganya kak biar denger." kata Gladys yang di angguki oleh teman lain.
" Rasain Lo."
" Mampus Lo."
" Tenggelamkan ke Samudera aja Fis."
__ADS_1
" Hahahaha," semua tertawa puas meledek Kevin.
" Tega kalian ....bully temen sendiri." Kevin merajuk.
Alfian,Farel hanya menggelengkan kepala,mereka mengagumi kesetiaan, kekompakan teman- teman Nafisa.
Nafisa tersenyum "Cukup sudah sandiwara receh Lo Vin, eneg gue dengernya" kata Nafisa.
" Lah ini curhatan dari hati yang paling dalam eh dikatain receh,gimana sih Mak?" keluh Kevin.
" Oh ya....baiklah, terimakasih sudah ngefans sama Mamake Fisa yang selalu dirindu."
" Uhuk...uhuk," Alfian baru minum air mineral tersedak, " Heran aku punya adik tinggal satu ini aja PD nya ampun deh."
" Lah si kakak baru tahu rupanya, ini bukan karena ke PD an memang mereka suka sama Fisa, coba sehari aja Fisa gak nongkrong di kantin pasti mereka pada nyariin," kata Nafisa.
"Yudha tolong sampaikan ke Pak Dimas gue izin tidak bisa mengikuti penelitian beliau, nanti tolong mintakan surat izin ke suster jaga ya."
" Siap...nanti disampaikan segera."jawab Yudha.
" Oh ya kalian pasti belum makan kan? Yuk makan bareng di Resto seberang Rumah Sakit,tenang....aku bayarin kok," ajak Alfian.
Semua teman- teman Nafisa kegirangan karena traktiran Alfian, maklumlah namanya juga anak kost serba gratisan itu adalah nikmat tiada dua apalagi di Resto depan Rumah Sakit yang terkenal enak dan mahal.
Nafisa hanya tinggal berdua dengan Farel di ruang rawat itu.membuat mereka merasa canggung." Nafisa... teman-teman kamu lucu-lucu ya, mereka suka banget becanda." kata Farel.
" Oh gitu ya .....kamu bersyukur teman-teman kamu mayoritas cowok semua menghormati dan menyayangi kamu."
Tak lama kemudian teman-teman Nafisa kembali ke ruang rawat, mereka masih saja becanda meributkan hal yang tidak penting, hingga membuat kepala Nafisa tambah pusing.
Farel pun segera undur diri ingin menemani mamanya yang juga baru sakit, kebetulan rumah sakitnya tidak jauh dari tempat Nafisa dirawat. " Sa, aku pulang dulu ya mau nemenin mama dulu." kata Farel.
" Iya kak makasih ya,salam buat mamanya semoga lekas sembuh." kata Nafisa.
" Iya... Assalamualaikum."
" Wa'alaikumsalam," jawab Nafisa.
" Kak Fisa, kak Alfian tadi bilang mau pulang dulu karena anaknya rewel agak anget badannya terus bilang ke kita suruh nemenin kak Fisa dulu sambil nunggu Bi Siti kemari bawa bajunya kakak," kata Gladys.
" Iya.. tapi kalian dari tadi ribut mulu bikin tambah pusing aja mau tidur gak bisa huh..." keluh Nafisa.
" Hiburan lah Mak....mumpung anak-anak pada ngumpul semua."
" Hiburan ..hiburan, yang ada kepala Emak Lo ini mau pecah punya anak kaya kalian ini...alesan jenguk teman sakit ntar pulang kemalaman mlipir kemana dulu terus besok ujian gak bisa." kata Nafisa berlagak jadi Emak-emak bawel.
" Hahahaha cucok banget jadi Emak bawel ," kata Rizky.
__ADS_1
" Iyalah Nafisa gituloh calon peraih Piala Oscar." Nafisa menepuk dadanya.
" Huek...muntah gue denger khayalan Lo," kata Adam.
" Eh Sa....kayanya Pak Dimas tuh ada rasa sama kamu deh.... kemarin nanyain tentang kamu lho pas ketemu di kantin." kata Dion.
"Hayo loh...."
" Ehem .....ehem...."
" Cie...cie .....Mamake ditaksir Pak Dekan."
" Rasanya setelah Adam married ada yang segera menyusul nih...."
"Mamake sold out... saudara-saudara."
Godaan-godaan keluar begitu saja dari teman-teman Nafisa,hingga membuat jengkel sang empunya kamar.
" Bringsik ah....pulang sana," usir Nafisa.
" Cie...marah nih?" goda Dion.
" Guys kita memang sudah waktunya pulang, apa kata Mamake tadi benar kita pulang terus belajar bukannya besok ada yang sudah mulai ujian midterm? Jangan sampai kita kecewakan orang tua kita guys. Dan lagi beri kesempatan pada sahabat kita untuk PDKT sama Pak Dekan yang terhormat karena sebentar lagi beliau akan sampai." kata Dion kepada teman-temannya.
" Aih kak Fisa so sweet sih, ya udah kita pamit pulang dulu ya, ntar juga asistennya kak Fisa kesini kata kak Fian tadi ditunggu aja ya kak maaf kita gak bisa nemenin,mau belajar.....hehehe," kata Gladys.
" Alah itu alasan Lo aja dys, mo ikutan ngeledekin gue kan?" kata Nafisa kesal.
" Antara iya dan enggak hehehe."
" Yuk ah kita cabut ....cepat sembuh ya Fis, gue kangen latihan bareng sama Lo lagi. Semangat pokoknya, do' a kita semoga Lo cepat sembuh terus kita bisa kumpul-kumpul lagi seperti biasanya..oke. Assalamualaikum," pamit Rizky sang ketua UKM Taekwondo.
" Wa'alaikumsalam...Aamiin, makasih ya kalian udah nyempetin nengokin gue...."kata Nafisa.
Bersambung
********************************************
Assalamualaikum.....masih setia dengan Nafisa kan? Maaf ya teman-teman ngaret lagi up nya.Karena situasi pandemi gini mau kemana-mana horor takut.....mau mudik ke rumah mertua gak berani. Akhirnya mudik ke rumah orang tua sendiri, eh malah akunya sakit sampai 2minggu an.... Alhamdulillah sekarang sudah sembuh..... Mudah2an bisa rutin up date ya....
Jaga Kesehatan
Jaga Pola hidup sehat
Jalankan Protokol Kesehatan
Salam Sehat Selalu
__ADS_1
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏