Nafisa

Nafisa
Part 15


__ADS_3

Part 15


Sampai di rumah Nafisa bergegas membersihkan dirinya.


"Rin sorry ya aku gak jadi masakin Lo kita go food aja ya, kebetulan Bi Siti juga lagi gak enak badan tuh."


" Ah nyantai aja lah Fis.. namanya juga baru dapat musibah , untungnya kamu jago taekwondo ya jadi bisa ngalahin tuh copet."


Nafisa hanya senyum saja.


" Oh ya Rin order Gofood pake handphone Lo aja deh , handphone gue mati belum di cas."


"Oke deh sistaku...eh ini Jo kirim WA katanya gak bisa ikutan kerja kelompok karena ibunya masuk ICCU di RSUP."


" Inalillahi Ya Alloh kasihan tolong sampaikan salam gue Rin buat Johan yang tabah,semoga Ibunya cepat sembuh,besok kita jenguk kesana."


"Pesan Nasi goreng seafood aja Rin gue sama Bi Siti, lo mau apa terserah ntar gue bayarin."


"Ya disamakan aja deh gue juga doyan kok nasgor seafood."


Tepat jam 22 mereka selesai mengerjakan tugas.


" Rin tidur sini aja udah larut malam,kamu telepon mama kamu bilang nginep di rumah aku,gak baik perempuan pulang malam- malam gini."

__ADS_1


" Iya juga sih, bentar ya aku telepon mamaku dulu."


Karin keluar kamar menelpon mamanya.


Tak lama kemudian ponsel Nafisa berdering keras hingga ia kaget sendiri. Ia melihat video call dari Pak Ryan si dosen teknik, kebetulan ia belum melepas mukena nya jadi tidak perlu repot-repot memakai hijabnya.


Mau gak diangkat ntar dikira sombong, siapa tahu juga penting. Ah diangkat sajalah bismillahirrahmanirrahim.


"Halo Assalamualaikum."


" Wa'alaikumsalam,bunda Fisa teriak gadis kecil diseberang sana siapa lagi kalo bukan Anisa."


" Hai Nisa sayang kenapa belum tidur ?"


"Belum kangen bunda rengeknya manja."


Memang dulu Nafisa pernah mengajar di sekolah Anisa tapi hanya seminggu sekali,jadi ia tidak begitu tahu biodata masing-masing murid nya.


" Nisa punya kamar sendiri Bunda Fisa, Papa tidur di kamarnya, ini handphone Papa ketinggalan di kamar Nisa."


' Wah ini Pak Ryan lagi ***- *** sama istrinya anaknya gak bisa tidur terus nelepon gue.'


' Apa jadinya kalo mamanya tahu anaknya telepon gue malam- malam gini,bisa runyam nih urusannya,'batin Nafisa.

__ADS_1


"Sayang....Anisa sudah gosok gigi belum nih sebelum tidur?" Tanyaku lembut.


"Sudah bunda,Nisa juga sudah ambil wudhu sebelum tidur, sahut nya tapi Nisa masih belum bisa tidur."


"Bunda boleh nanya sama Nisa gak?"


"Boleh dong .... bunda mau nanya apa?"


" Kalo Nisa gak bisa tidur apa gak kepingin tidur sama Papa,Mama?"


" Kalo Nisa tidur sama Papa takut ganggu bunda karena papa cape seharian kerja, biasanya sih Oma yang bacain Nisa buku cerita, dan Nisa sudah tidak punya Mama....bunda,kata Oma Mama dan Ayah sudah di Surga,jadi sekarang Nisa di rumah hanya punya Oma,Opa,Papa Ryan,Om Ferri, dan Tante Mega."


"Deg....serasa berhenti detak jantung gue."


Kaget tentu saja ....jadi selama ini tidak ada Mamanya Anisa hal yang selalu gue takutkan ketika Pak Ryan mendekati gue.


'Astaghfirullah tadi sudah su'udzon sama Pak Ryan kirain lagi gituan di kamar terus anaknya terlantar gak bisa tidur jadilah dia nelpon ke gue.


'Ampuni hambamu ini Ya Alloh ,batinku.'


Ya sudah sekarang bunda Fisa ceritain tentang keluarga kucing yang hidup di hutan.......


10 menit aku cerita plus menyanyi untuk Nisa sudah terlelap tidur dengan pulas tampak wajah cantik yang begitu damai.

__ADS_1


Segera gue akhiri video call dengannya.Kumatikan handphone dan tak lupa segera gue pasang charger.


******* Bersambung*******


__ADS_2