NERAKA DI RUMAH SUAMI

NERAKA DI RUMAH SUAMI
bertemu uncle Lee


__ADS_3

Operasi berjalan dengan lancar, bersamaan dengan tibanya Fira di Singapura.


Dokter keluar dari ruang operasi, mengabarkan tentang keadaan Ryan pada Bu Diana. "Dokter, bagaimana?" tanya Diana.


"Alhamdulillah, operasi berjalan degan baik, tapi pasien masih dalam keadaan kritis, masih perlu perawatan lagi, saya mohon ibu untuk mengontrol makanan dan minuman dari pasien, apalagi minumnya beralkohol, anda harus benar-benar ektra menjauhkan Tuan Ryan dari minuman haram tersebut." Dokter Arlan. menjelaskan keadaan Ryan saat ini dan beberapa pantangan yang harus di hindari terutama Alkohol dan obat yang di larang.


Bu Diana mengangguk paham dengan apa yang dokter tersebut katakan. Mulai saat ini Bu Diana akan ekstra ketat menjaga makanan dan jadwal Ryan, dia tidak boleh lengah lagi.


Ryan di bawa ke ruang ICU masih ada serangkaian pengobatan yang harus di jalani. Tubuh Ryan sangat lemah, sangat berbeda dengan Ryan yang biasanya yang penuh semangat dan enerjik, seakan dia tak ada harapan untuk bangkit dan sembuh.


Di Singapura, Fani turun dari jet perusahaan IT yang membawanya, mereka segera menuju ke hotel yang sudah di siapkan oleh perusahaan.


Fani satu kamar dengan Neti malam ini. "Fan, malam ini kita satu kamar, dan besok kamu bebas keluar untuk menemui teman-teman kamu." Neti memberitahukan pada Fani kalau besok dia bebas, dan malamnya juga masih bisa menginap bareng mereka di sini.


Semuanya berjalan menuju ke kamar masing-masing. Sesuai dengan nomer yang tertera dalam card masing-masing.


Setelah membereskan barang- barang nya ,Fani mengambil ponsel dari dalam tas kecilnya. Fani mencoba menghubungi om Lee. Dia memperoleh nomer tersebut dari Pak Budi. Tak selang waktu lama panggilan tersambung, terdengar suara pria yang kira-kira seumuran Raffi menerima panggilan tersebut.


[Halo]


"Halo om, perkenalkan saya Stefani putri dari Raffi hartawan dan Maria lee. Saya mendapat Amanah dari almarhum papa Raffi untuk menghubungi Anda," jawab Fani.


[Apa maksud kamu almarhum Raffi, sebulan yang lalu saya baru saja saling berkomunikasi dengan beliau.] Mr Lee merasa ada yang aneh dengan penyataan Fani.


" Benar om, papa baru saja meninggal seminggu yang lalu dan di makamkan bersanding dengan mama, bagaimana kalau kita bertemu saja supaya lebih jelas." Fani mengajak adik dari ibunya itu untuk bertemu.

__ADS_1


Fani sudah mengenal Mr Lee, tapi jarang berkomunikasi, kaena orang satu ini super sibuk, bahkan ketika Fani berada di Singapura, Fani tidak pernah menemui omnya tersebut.


Baru kali ini Fani tahu kalau Mamanya masih punya satu perusahaan yang dia titipkan ke mr Lee untuknya dan boleh di berikan ketika Fani sudah menikah.


Mr Lee menanyakan hotel tempat Fani menginap. Barulah pria paruh baya blesteran cina dan korea tersebut menemui Fani di restoran Hotel tempat Fani menginap.


Setelah menunggu kurang lebih tigapuluh menit, akhirnya pria cina tersebut datang dengan dua pengawal di belakangnya.


"Selamat malam, Fani!" Sapa Mr Lee.


"Uncle," jawab Fani.


"Wah sekarang kau sudah besar rupanya, tambah cantik dan mirip sekali dengan kakakku, tapi kenapa wajah kamu pucat dan kurus seperti ini?" Mr Lee yang mengenali keponakannya tersebut segera duduk dan kepo dengan keadaan keponakannya tersebut.


Fani mulai menceritakan kisah hidupnya mulai dari dia pulang ke tanah air dari kuliahnya di sini. Lee mendengarkan penuturan keponakannya tersebut dan sangat terharu.


"Astaga, apasih maksud wanita itu, apa otaknya sudah miring, menciptakan monster pembalas dendam, orang itu perlu di beri pelajaran, jangan khawatir, om akan membawamu pulang dan akan membantu keponakan om yang malang ini. Maafkan om yang tidak pernah ada untuk kamu, bahkan tidak pernah tahu kau lama menempuh pendidikan di sini." Lee sangat menyesal dengan ketidak tahuannya tersebut.


"Tidak apa-apa om, sekarang ini kota sudah bertemu, dan Fani mohon bantuan, Om!" Fani meminta bantuan Lee.


"Tentu saja, sayang. Sudah saatnya om serahkan perusahaan yang Maria titipkan untukmu, om akan menyiapkan orang terbaik paman untuk membantu kamu mengelola perusahaan tersebut supaya lebih maju lagi." Lee akan menyerahkan perusahaan mama Fani pada Fani, padahal Fani belum menunjukkan surat dari papa Raffi tentang perusahaan yang saat ini mereka bicarakan.


"Ngomong-ngomong, perusahaan tersebut bergerak di bidang apa ya, Om? soalnya basic pendidikan Fani di fashion." Fani bertanya pada Lee.


"Tepat sekali pendidikan kamu, sayang. Perusahaan kamu itu bergerak di bidang Fashion, brandnya sudah banyak di kenal. mama kamu memberi nama perusahaannya Bintang fashion. Dengan harapan usahanya akan bersinar seperti bintang," ujar Lee.

__ADS_1


Fani menutup mulutnya, dan membuka matanya lebar-lebar. Bintang adalah merk pakaian yang paling dia suka, kerena modelnya yang simple tapi terkesan elegant dan mewah.


"Bintang, ini adalah brand kesukaan Fani, Om. Hehehe," kata Fani.


Lee tersenyum, ternyata perusahaan itu sudah berjodoh dengan Fani, mulai dari dia menyukai model serta Brand tersebut, dan sekarang akan terjun di dalamnya.


Lee mengeluarkan tiga buah kartu, yang satu berwarna , kuning, hitam, lalu biru. Dia menyerahkannya pada Fani.


"Apa ini, Om?" tanya Fani penuh dengan keheranan.


"Kartu yang kuning ini, adalah milik mendiang ibumu, di dalam situ ada uang hasil peninggalan beliau dari keluarga besar Lee. Dan yang hitam ini, adalah tabungan atas nama kamu, di dalam situ berisi seluruh keuntungan yang harus om berikan pada kamu, sementara yang biru itu adalah hasil dari pembagian saham perusahaan Maria. Om memilah-milah nya, supaya enak dalam memberi laporan nantinya, sekarang kamu sudah ada, om akan serahkan semuanya pada kamu, Fani." Lee bahkan sudah menyiapkan semua yang menjadi haknya.


Fani meneteskan air matanya, adik dari almarhum mamanya ini cukup disiplin dalan semua hal, bahkan sekecil apapun, jadi dia tak mau menanggung resiko nantinya jika keluarga Maria menuntut, jadi semua sudah terorganisir dengan baik.


"Sekarang kita pulang ke rumah om! besok om akan membawa kamu ke rumah yang sudah di siapkan kakakku padamu, Lili sudah menunggu keponakan cantiknya ini datang, dia pasti akan senang." Mr Lee mengajak Fani kembali saat ini juga.


"Baik om, Fani akan mengambil barang-barang Fani di kamar lalu berpamitan dengan kak Neti, teman sekamar Fani." Fani minta izin untuk bersiap-siap.


Mr Lee akan menunggu di sana sementara satu orang pengawalnya akan mengantar Fani ke kamar dan membatu dia.


Fani segera menuju ke kamarnya, dia sudah tidak sabar lagi mengubah hidupnya menjadi lebih baik dan bangkit dari keterpurukan yang diciptakan suami dan mertuanya tersebut.


Fani minta izin pada Neti yang kebetulan baru saja masuk ke kamar, beliau baru saja mencari makan malam bersama rekan seperjuangan dia.


"Fan, kamu darimana saja? Aku mencari kamu lho sedari tadi, nih makan malam pasti kau lapar!" Neti cukup perhatian pada Fani bahkan sampai membawakan dia makan malam segala.

__ADS_1


__ADS_2