NERAKA DI RUMAH SUAMI

NERAKA DI RUMAH SUAMI
HAPPY ENDING


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana di lakukan proses transplantasi sumsum tulang belakang Ryan pada Bintang, putranya.


Setelah berdoa, dan meminta dukungan serta doa dari istrinya, Ryan masuk ke dalam ruang operasi.


"Ryan, tolong selamatkan putraku serta dirimu! aku tidak mau terjadi apa-apa pada kaian berdua!" Fani mengucapkan kalimat tersebut, saat sang suami masuk ke ruang tersebut.


Yani, Pak Budi serta Mr lee jauh-jauh datang dari Singapura untuk memberi dukungan pada mereka, dan ingin sekali mengetahui keadaan cucunya itu.


Yani memeluk erat tubuh Fani yang masih bergetar karena tangisnya, baru saja keluarganya bersatu, sudah ada lagi cobaan yang baru.


"Kamu harus yakin bahwa keduanya selamat, dan kalian bisa memperoleh kebahagiaan yang belum pernah kalian dapatkan. Pasti akan ada hikmah yang besar disamping ujian yang kalian hadapi nanti," kata Yani.


Yani terus memberi dukungan yang maksimal pada sahabatnya tersebut. Yani sepemikiran dengan paman Lee, beliau juga mengatakan hal yang serupa.


Akan ada hikmah di balik semua penderitaan, karena itu adalah ujian untuk mengangkat derajat hambanya, bahkan kelak akan mendapatkan kebahagiaaaan yang berlipat ganda.


Ini juga jawaban atas doa Fani kemarin malam, Allah tidak mengijinkan mereka berpisah, Tuhan memberikan sakit pada Bintang, supaya mereka bersatu dan melangkah bersama, meski awalnya demi kesembuhan dan kebahagiaan sang putra.


Tiga jam proses operasi itu, barulah lampu ruang ooperasi padam dan dokter keluar, memberikan berita yang sangat mereka tunggu-tunggu.


"Bagaiamana, Dok?' tanya Fani dengan sangat penasaran dan kehawatiran.


"Aamiin proses transplantasi berjalan dengan sangat baik, Putra nyonya sangat kuat dan keinginan sembuhnya sangat tinggi, sekarang keduanya dalam proses penyembuhan, nyonya." Dokter mejawab semua kekhawatiran ibu muda itu


"Aamiin , ya Allah, terimakasih Dokter, ini adalah berita yang sangat kami tunggu-tunggu," Kata Fani, dengan tangis harunya.


"Iya, Nyonya, selamat, tapi anda harus menjaga mereka, karena dalam satu minggu ini terkadang efek yang ditimbulkan akan berasa. seperti nyeri, ataupun panas," ujar Dokter.

__ADS_1


Fani mengangguk paham, dia akan merawat keduanya dengan baik.


Mr Lee juga bahagia, mendengar kabar tersebut, mereka juga mengatakan pada Fani kalau Ryan sebenarnya pria yang baik dan bertanggung jawab, dia setuju kalau keponakannya tersebut memberikan kesempatan kedua pada suaminya.


Mr Lee juga menceritakan kalau Ryanlah yang saat itu mendonorkan darahnya pada sang keponakannya itu, serta melarang dirinya seta siapapun juga untuk memberi tahukan pada Fani, takut akan menjadi beban pikiran Fani saat itu.


Semua di benarkan oleh Yani dan Lily, bahkan yang berhasil membujuk Bintang waktu itu adalah Ryan.


Fani mejadi paham dan meyakinkan dirinya kalau semua keputusan untuk memberi kesempatan kedua untuk suaminya tersebut adalah yang tepat.


***


Seminggu berlalu, ayah dan anak sudah pulih kondisinya, Bintang sudah diperbolehkan untuk pulang. Mereka pulang ke kediaman Hartawan. Fani memindahkan pusat perusahaannya di jakarta, dia ada satu perusahan yang diberikan Mr Lee saat Kelahiran Bintang, Yani yang akan menjadi wakil CEOnya, sementara Fani akan fokus pada keluarganya, mengurus putranya.


Mencurahkan waktunya untuk si buah hati, serta ke kantor hanya untuk mengecek semua perkembanagn perusahaan yang Yani pimpin.


Fani juga mengembaikan posisi Ryan di kantor sebagi pemimpin Gobal Grup. Mereka memulainya dari awal lagi.


"Kau ini ada-ada saja, Pa. Lihat itu buntut kamu sudah sebesar itu," jawab Fani sedikit malu-malu.


Fani ingat kalau anak mereka sudah satu, ini malah mau mengajak kenalan lagi seperti mau pacaran saja. Ryan kaget sekaligus senang dengan panggilan baru istrinya untuk dia, setidaknya Fani sudah mulai membuka hatinya untuknya.


" Tidak apa-apa, sayang.supaya lebih romantis. Papa kan sudah berjanji akan merubah trauma kamu dengan cinta," jawab Ryan.


"Terserahlah, aku ikut saja apa yang mau papa lakukan," jawab Fani dengan senyuman khas dia.


Ryan memperkenalkan dirinya, mirip dengan orang baru kenal saja, lalu Ryan mengajak istrinya untuk makan malam nanti. Di belakang rumah mereka, bukan di restoran mewah atau hotel, cukup di rumah saja.

__ADS_1


Ryan akan membuat kenangan indah di rumah ini, bahkan dia sendiri yang akan memasak untuk acaranya nanti malam.


Tidak cuma jago dalam pekerjaan, ternyata pria tampan satu ini sangat lihai memasak, Fani saja kalah.


Taman belakang di dekat kolam, adalah tempat istimewa mereka nanti malam. Beberapa ART yang menyiapkan serta menghias sesuai dengan permintaan Ryan.


Banyak lampu lilin di nyalakan di sana. Malam itu, lampu belakang rumah semua di matikan , yang ada hanyalah lampu lilin kecil yang membetuk lambang love mengelilingi meja makan tersebut.


Ryan membawa Fani ke sana, suasana sangat romantis. Malam itu Ryan menyatakan cintanya untuk sang istri. Ryan berjongkok di depan wanita cantik tersebut mengeluarkan cincin berlian yang indah.


"Fani, istriku. Malam ini dengan Rembulan menjadi saksinya, aku Ryan Sahir melamarmu untuk kedua kalinya, aku tidak bisa merangkai kata-kata seperti seorang pujangga, tapi malam ini aku datang dengan ketulusan dan cintaku, memintamu untuk menjadi istri dan ibu dari anak-anak kita nanti,. Merajut asa denganku." Kata Ryan.


"Terima"


"Terima"


Bintang di gendong Yani dan beberapa orang lainnya keluar dari persembunyian mereka dan memeberikan semangat pada Ryan, serta berharap Fani akan menerima cinta Ryan.


Fani menutup mulutnya, dia salah tingkah dan malu sekali, ada-ada saja. Tadinya di berpikir ini adalah makam malam biasa, tapi ternyata ada udang di balik bakwan.


"Bagaimana, Nona? Apakah kau terima lamaranku?" Tanya Ryan kembali.


Fani menganggukkan kepalanya, dan mengulurkan jari tangannya supaya Ryan memasukkan cincin berlia tersebut ke jari manisnya.


Ryan mengangakat tubuh Fani dan memutarnya, dia sagat bahagia dengan apa yang terjadi malm itu.


Untuk kebutuhan utamanya, Ryan akan bersabar menunggu sampai istrinya sipa dan tidak trauma lagi.

__ADS_1


Empat bulan Ryan bersabar, hingga Fani memberikan haknya, dia mencoba membuang traumany,a hingga, dengan kelembutan dan kejantanan sang suami, Fani bisa merasakan indahnya surga dunia satu itu.


Duan tahun berikutnya Fani melahirkan putra kedua nya.


__ADS_2