NERAKA DI RUMAH SUAMI

NERAKA DI RUMAH SUAMI
MENJAGAMU, WALAU HANYA SEBENTAR SAJA


__ADS_3

Ryan keluar dari dalam ruang donor, pria itu berjalan keluar, dan pamit pada keluarga Fani.


" Terimakasih sudah mengizinkan saya berbuat sesuatu untuk, Fani. Semoga dia bisa segera sembuh dan ceria kembali seperti dulu." Ryan pamit pada Mr Lee.


"Kamu mau kemana anak muda? jangan pergi begitu saja, bagaimana kalau Fani bertanya sesuatu?" Mr Lee mencegah kepergian Ryan dari sana.


" Saya mohon Tuan, jangan katakan apapun pada Fani, saya tidak mau ini menjadi beban pikiran dia nanti," jawab Ryan.


"Maaf, tapi apa kamu tidak ingin melakukan sesuatu? misalnya merawat dia hingga sembuh! serta mendapatkan maaf dari keponakanku," Mr Lee menawarkan sesuatu hal yang sebenarnya sangat menguntungkan Ryan.


"Apakah boleh, Tuan?" tanya Ryan.


" Kalau kamu tulus, dan sudah menyesal, kami hanya bisa membantu, tapi semua tergantung pada Fani," jawab Mr Lee.


"Beri saya waktu dua hari saja Tuan, saya akan merawat istri saya, tapi jika dia sadar nanti jangan pernah katakan apa yang saya lakukan untuk dia, pleasee." Ryan menangkup kan kedua tangannya dan memohon pada mereka, kelak mereka harus merahasiakannya dari Fani.


Mr Lee dan istrinya setuju, mereka memberi waktu dua hari untuk Ryan, sehari bersama Bintang dan sehari merawat Fani di rumah sakit ini, selama Fani belum sadar.


Hari ini Ryan yang akan menunggu Fani, hingga besok pagi, barulah dia akan menjemput Bintang.


Ryan sangat bersyukur, bisa bersama wanita yang sudah ikhlas mengandung buah hatinya itu, yang mungkin tak diinginkan kedua belah pihak, karena cara mereka yang salah.


Ryan begitu telaten membersihkan luka-luka di tubuh Fani yang terkadang mengeluarkan darah. Bahkan dia tak merasa jijik atau bernasfu saat mengelap tubuh Fani.


Ryan begitu tulus dan ikhlas melakukan semuanya, sebagai rasa tanggungjawab suami yang belum pernah dia lakukan pada istrinya.


"Fani, maafkan aku! semoga dengan melakukan ini Allah mengurangi dosa-dosaku, meski masih terlalu banyak," Ryan meraih tangan putih tersebut.


Baru kali ini Ryan memegangnya dengan lembut, dan penuh kasih. Ryan mengecup punggung tangan Fani dengan lembut dan cukup lama, tak terasa air matanya kembali menetes, membasahi tangan putih tersebut.


Malam ini Ryan tak beranjak dari tempatnya, dia tertidur dengan tangan yang masih menggenggam tangan sang istri.


Fani, hampir di sepertiga malam mulai membuka matanya, dia mengerjapkan matanya perlahan, melihat sekeliling dia yang terasa asing.

__ADS_1


Fani ingat tadi ada sebuah motor yang menabrak dirinya. Fani ingin menggerakkan tangannya, tapi terasa berat, ada tangan besar yang menggenggam erat jari Jemarinya.


Dia melihat sebuah kepala berada di samping dadanya, Fani merasa heran siapa pria ini, kalau itu Mr Lee, jelas bukan. Lelaki yang mukanya belum dia ketahui itu masih muda, jadi tak mungkin Mr Lee.


"Siapakah dirimu, Tuan?" batin Fani. Akhirnya Fani diam saja dan melanjutkan tidur dia. Kepalanya cukup berat untuk diangkat.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Malam berubah menjadi pagi, Ryan bangun dan melaksanakan Sholat Subuh. Fani yang juga sudah bangun, cukup kaget melihat Siapakah gerangan lelaki yang semalam bersamanya itu, dia adalah Ryan.


Suami sekaligus pria yang sudah menorehkan luka yang cukup dalam baginya, pria yang sudah menikahi dia hanya karena sebuah dendam, yang ternyata salah alamat.


Fani akhirnya memutuskan untuk masih pura-pura belum sadar. Sementara Ryan, setelah Sholat dia mengambil air hangat untuk menyeka tubuh Fani.


"Oke, Fan. Kau sudah cantik dan segar, aku harus kembali, dan Terimakasih, hari ini adalah hari yang terindah untukku selama masa pencarian dirimu, Assalamu'alaikum istri ku, semoga kamu bahagia! meski tak bersamaku." Ryan megecup pucuk kepala Fani dan juga tangannya.


Pria itu lalu keluar dari ruang inap Fani, sesuai janjinya, hari ini dia punya kesempatan sehari bersama Bintang.


Begitu Ryan keluar dari ruangan tersebut, air mata Fani langsung menetes keluar membanjiri pipinya. Dia bukan patung atau wanita sekeras batu, dia punya perasaan.


Ryan berjalan keluar dari rumah sakit, Lily pengasuh Bintang sudah menghubungi dirinya, kalau pagi ini Anak itu tak mau mandi, bahkan dia, menangis di kamarnya mencari Fani.


Awalnya Lili ingin minta maaf, dia minta izin kalau hari ini ternyata Bintang rewel, tapi Ryan meminta alamat mereka.


"Lili, sekarang kamu share lokasi alamat rumah nyonya Fani, aku akan kesana membujuk Bintang. Siapa tahu denganku dia mau mandi dan tidak rewel lagi," kata Ryan.


Lili dengan terpaksa menurut, dan memberikan alamat rumah mereka pada Ryan, karena Bintang tak cuma rewel tapi juga menangis terus.


Ryan melajukan mobilnya, menembus pagi di negara singa ini, dia menuju ke kediaman Fani dan putranya.


Setelah mendapatkan restu dari penjaga, mobil Ryan masuk ke dalam rumah mewah milik Fani, dia langsung di antarkan ke Kamar Bintang, di Sana ada Lili dan juga Asisten Fani yang memmbujuk Bintang supya mandi, anak itu terus minta untuk bersama sang ibu, sedangkan pihak rumah sakit melarang anak kecil ke rumh sakit.


Ryan datang mendekat, Lily dan juga Asisten Fani berdiri dari tempat.

__ADS_1


"Hai, jagoan!" sapa Ryan dengan lembut dan lebih cinta kasih.


"om Ryan," jawab Bintang.


"Kenapa nangis, Cayang?" tanya Ryan lagi.


"Mama, Bintang mau mama," jawabnya.


"Oh Bintang mau ke tempat Mama? tapi ada syaratnya!" Ryan memiliki sebuah penawaran.


"Apa?" tanya Bintang sambil mengusap air matanya.


"Kita mandi dulu, Yuk!" ajak Ryan.


Anak itu mengangguk setuju.


"Kita akan bertemu mama, kan?" Bintang memastikan.


"Tapi, tuan!" Lili mengelak. Ryan memberi kode pad si pengasuh dan juga Asisten Fani untuk diam saja, dia mengerti.


Ke-dua wanita yang mengerti maksud Ryan tersebut mengangguk paham, dan akhirnya Asisten Fani berangkat ke rumah sakit, untuk menjaga Bosnya duluan.


Lily mendekati kedua pria itu. " Ayo dek Bintang mandi dengan mbak Lily!" ajak Lily.


"Aku maunya sama , Om Ryan!" jawab Bintang.


"Oke, kita akan mandi bareng pagi ini, dan kita akan melakukan petualangan Seru! Bintang mau kan?" Ryan menawarkan sebuah petualangan pada anak tampan tersebut.


"Mau...! jawab Bintang dengan penuh semangat.


" Lily, kau siapakan saja pakaian dan sarapan untuk Bintang, biar saya yang memandikan dia!" pinta Ryan pada pengasuh putranya


nitip promo karya teman kak๐Ÿ™

__ADS_1



__ADS_2