
Ryan seminggu di rawat di rumah sakit, sebenarnya Ryan tidak mau pulang ke rumah, dia lebih tenang dan nyaman jika berada di apartemen, tapi Diana mengancam akan bunuh diri kalau Ryan masih tidak mau pulang.
"Ramon, kita pulang ke apartemen saja, aku ingin suasana yang sunyi!" Ryan meminta Ramon untuk membawa dirinya pulang ke apartemen.
"Tidak, kau pulang ke rumah! ibu tidak mau hal kemaren terulang lagi." Bu Diana mengajak putranya untuk kembali ke rumah saja, supaya dia bisa merawat dan mengawasi kegiatan Ryan putranya ini.
"Ryan, tidak akan minum lagi, dan Ryan butuh ketenangan, Bu." Ryan masih ngotot untuk kembali ke apartemen.
"Tidak, ya tidak! lebih baik ibu mati saja kalau anak ibu Tidak mau menurut, ini juga demi kebaikan kamu juga. Ibu juga bisa mengontrol pola makan dan asupan gizi kamu." Bu Diana beralasan.
Ryan mengalah dan ikut pulang kembali ke rumah. Sampai di kamar rumahnya, Ryan menitikkan air matanya dengan perlahan.
Di kamar inilah dia melakukan penyiksaan untuk pertama kalinya pada sang istri. Ryan membayangkan dia memojokkan Fani di tembok dan mencumbunya dengan sangat kasar, hingga sampai Fani menggigit lidahnya. Di ranjang ini pula mereka melakukan hubungan suami istri, bahkan Ryan memperlakukan istri dia bak binatang.
Ryan meremas seprei kasurnya, dia juga ingat betapa sulitnya menerobos dinding keperawanan istri malangnya itu, belum sembuh dari rasa sakit yang dia timbulkan. Giliran ibunya yang memberikan Fani siksaan, bahkan berbagai macam siksaan.
Ryan juga membayangkan wajah cantik Fani yang tersenyum riang saat berada di bandara, serta mulutnya yang manyun ketika saat sang ayah tidak bisa menjemput dirinya.
Rayhan tersenyum sendiri ketika mengingat waktu indah itu, seorang putri konglomerat, rela melepas keceriaan dan masa mudanya untuk berbakti pada sang ayah, bahkan waktu itu Tuan Raffi sempat pura-pura terkena serangan jantung karena Fani tidak mau menikah dulu.
Di negara seberang, setelah les privat dari orang kepercayaan Mr Lee, akhirnya hari ini Fani resmi diangkat menjadi CEO di Bintang ( star) Fashion, dia bertekad akan mengubah hidupnya, dia adalah wanita tangguh, bukan lagi putri ayah yang manja dan ceria. Fani menjelma menjadi CEO yang disiplin dan ulet. pengetahuan dia tentang fashion cukup banyak, jadi tak sulit untuk melebarkan sayap dia di dunia bisnis fashion.
__ADS_1
Mr Lee menunjuk Monika dan Yani sebagai asisten dirinya.
Sama halnya dengan Ryan, setelah dia pulih dia kembali ke perusahaan, dia bekerja keras disana perkembangan perusahaan Ryan juga berkembang begitu pesat.
Ryan mengubah kepemilikan perusahaan itu, semua atas nama Stefani istrinya, Fani masih sah menjadi istri Ryan, karena mereka tidak pernah bercerai.
Ryan jarang pulang ke rumah ibunya, di lebih suka tidur di apartemen atau kantornya. Ryan sangat tidak suka, kalau dia pulang ke rumah yang di bicarakan ibunya tetap sama, masih dengan seputar pernikahan.
Ryan belum juga berhasil menemukan keberadaan Fani, kini dia memutuskan untuk berangkat sendiri ke Singapura, siapa tahu dia bisa menemukan dia sendiri di sana, Ryan yakin kalau memang Fani berada di negara tersebut dan memakai identitas palsu.
Meski Diana melarang dan mengancam dengan berbagai ancaman, tapi tekad Ryan sudah bulat, Ryan berangkat ke Singapura, dangan berbekal alamat Apartemen yang istri tempati sewaktu kuliah dulu.
Ryan juga mengantongi nomer telpon Sahabat Fani, dengan meretas ponsel Fani yang masih di bawanya.
"Fani, suami kamu mencari-cari kamu, dia menemui semua teman-teman kita. Wajahnya sangat kusut, sepertinya dia sudah menyesal." Yani menceritakan semua yang terjadi pada dia dan teman-teman yang lainnya.
Fani menghembuskan nafasnya kasar, dia bersandar sofa ruangannya, siang itu Fani kepengen banget makan Seblak jadi Indonesia, Yani dengan segala usaha membuat kan atasan sekaligus sahabatnya ini seblak.
Fani mengelus perut dia yang sudah besar, usia kandungan dia sudah menginjak enam bulan. Dalam hati sebenarnya Fani ingin melihat wajah Ryan, bahkan sudah tidak bisa dia tahan lagi. Entah itu dari dirinya atau bayi yang ada dalam kandungannya itu.
Fani meminta nomer telpon dan alamat Ryan menginap pada Yani. Diam-diam malam ini Fani menuju ke hotel tempat Ryan menginap, dia menyamar dengan memakai hoodie besar dan memakai topinya juga.
__ADS_1
Fani duduk sendiri di restoran hotel, dari tempat dia duduk, Fani bisa melihat jelas bagaimana keadaan Ryan, wajahnya kusut dan lebih kurus dari sewaktu mereka masih tinggal bersama.
Tak terasa Fani menitikkan air mata dia, dalam hatinya yang paling dalam dia merasakan hal yang sama dengan Ryan, sesak di dada.
"Kenapa hatiku menjadi sesak melihat keadaan dia yang seperti itu, tapi aku tidak boleh lemah, aku harus bisa bangkit, dan membalas semua ini terutama ibu kamu. tapi itu tidak sekarang, biarlah kamu hidup dalam penyesalan kamu Ryan, tapi Ibumu masih belum sadar dan sadar Ryan, semoga kau bisa menyadarkan ibumu dan kalian bahagia.
Sebulan Ryan berada di Singapura tapi hasilnya zonk, dia akhirnya pulang dengan tangan hampa, Ramon sudah menghubungi dirinya, kantor sangat memerlukan dirinya
Dalam perjalanan menuju bandara, Ryan melihat sosok wanita yang sangat mirip dengan Fani, dia begitu cantik dan anggun, wanita itu masuk ke dalam sebuah Limousin hitam mewah.
Ryan menghentikan mobilnya, dan mengejar wanita tersebut, tapi dia terlambat mobil itu sudah berlalu semakin jauh. Dengan sekuat tenaga Ryan memanggil nama istrinya itu, dia sangat yakin kalau di dalam mobil itu adalah Fani istrinya.
"Faniii...." Tubuh Ryan terhuyung ke depan dan jatuh di aspal. Fani yang mendengar panggilan Ryan menoleh sebentar, dia melihat lelaki itu begitu gigih mencari dirinya dan dia masih hafal bagaimana selulit dirinya.
"Nyonya, bagaimana?" tanya Supir.
"Lanjut biarkan saja!" Fani meminta untuk lanjut. Belum saatnya Fani pulang. Dia akan menyusun rencana yang bagus dulu untuk bisa bertemu lagi dengan suami dan mertua jahatnya tersebut.
Limousin yang membawa Fani terus berlalu meninggalkan Ryan yang masik bersimpuh lemas di jalanan yang masih sunyi tersebut.
Ryan kembali ke mobil dan meneruskan perjalanannya ke bandara, hatinya lumayan lega, karena sudah melihat Fani, dan dia hidup dengan baik di negara ini.
__ADS_1
Ryan akan menyelidiki kembali status dari Fani di sana, Ryan juga sudah mengingat plat mobil itu, jadi dia bisa tahu dengan kata kunci ini.