
Bu Diana masih dalam keadaan kritis, untuk bernafas saja dia membutuhkan bantuan oksigen dan selang. Sesekali nafasnya tersengal dan sulit bernafas.
Ryan hanya bisa berdo'a yang menyerahkan semua hidup dan mati ayahnya pada Allah. Ryan memblokir ATM Monika, yang pernah dia berikan oleh Ryan, enak saja masih mau menikamati uang Ryan sementara dia yang membuat hidup ibunya di ambang maut.
Di kamtor polisi. Monika meraung minta tolong pada ayahnya yang seorang perangkat negara.
"Yah, tolong Monik! Monik tak mau di penjara, Yah." Monika merengek pada ayahnya.
"Apa yang harus ayah lakukan, kamu sangat mencoreng muka ayahmu ini, memang apa yang kamu lakukan pada Bu Diana? Bukannya dia mertua yang baik?" Pak lurah menanyakan hal yang tak dia ketahui.
"Baik apanya, dia mertua resek, Monik minta sarapan saja tak mau buatkan, malah dia mau melaporkan Monik pada Ryan kalau Monik sudah meminta dia masak dan beres-beres rumah, ya kan itu rumahnya sendiri, masa Monik yang harus memgerjakan semuanya, enak banget." Monik menjawab pertanyaan ayahnya dengan sewot.
Pak Sandi membuka matanya lebar-lebar, dia tak habis pikir kalau putrinya sudah kurang ajar pada ibu mertuanya, pak Sandi pikir mereka cukup karab dan saling menyayangi.
"Jadi ini kelakuan kamu di rumah mertua dan suami kamu?' tanya pak Lurah Sandi yang tak tahu menahu.
"Iyalah, aku punya senjata yang ampuh untuk membuat mertuaku yang malang itu mau menuruti apapun yang ku mau, tapi akhir akhir dia tak mau lagi menurut, Monik jadi geram ,dan aku cekik saja lehernya, lalu aku dorong, tapi aku tak tahu kalau dia terbentur almari." Monik cerita kejadian yang sebenarnya pada sanag Ayah.
Pak Sandi menampar putrinya dengan keras, dia tak pernah mengajari sang putri untuk berbuat kurang ajar pada orang yang lebih tua, apalagi itu ibu mertua dia sendiri.
plaak!
__ADS_1
"Auu..., Yah kenapa kamu menamparku?" tanya Monik tak terima jika sang ayah menampar dirinya.
"Itu yang patut kau terima, dasar anak tak tahu diri, apa yang ada dalam otakmu, ha? Bagaimana kalau Ryan tahu kamu sudah berlaku tak baik pada ibunya?" Pak Sandi semakin geram.
"Halah pria impoten itu, dia sejak awal tak menyukaiku, kami menikah karena ide ibunya itu, dan menjebak si Ryan. Aku pura-pura tidur dengan dia, eh ternyata terongnya lemes tak mau bangun , dia tampan dan kaya sih Yah, awalnya Monik sangat suka, tapi setelah tahu tak mau bangun itunya, makanya Monik hanya ingin uangnya saja," jawab Monika dengan entengnya.
Prok..., prok..., prok.
"Bagus sekali aksi anda dan ibu saya nona Monika, jadi seperti itu kejadian yang sesungguhnya." Ryan bertepuk tangan , sebenarnya dia sudah lama sampai di kantor polisi tersebut, tapi dia mengurungkan niat untuk masuk lebih dalam, Ryan duduk di kursi yang tak jauh dari tempat mereka berbincang.
Monika terhenyak kaget, tak menyangka Ryan mendengarkan semua kata-katanya.
"Mas, mamafkan aku, semua itu ide dari ibu kamu. Dia yang memaksa aku mencampurkan obat tidur di dalamnya." Monika mengakui telah mencampur obat tidur di dalam jus milik Ryan.
Pak Sandi meminta maaf pada Ryan dan dia akan pasrahkan semua urusan kasus tersebut pada hukum dan Ryan.
"Nak Ryan! Bapak minta maaf, bapak sama sekali tak tahu, ternyata kelakuan putri bapak di luar rumah seperti itu, bapak serahkan semuanya pada Nak Ryan,bagaimana baiknya?" ucap pak Sandi.
"Sebenarnya saya sudah tahu dari awal pak, tapi saya selama ini diam saja, dan mengikuti saja permainan ibu dan menantunya ini, ternyata semakin lama di biarkan dia semakin melonjak dan lupa diri," jawab Ryan dengan kesal.
"Bapak tak akan ikut campur dengan keputusan kamu, Nak, dan bapak juga akan mendukung tindakan kamu memproses dia secara hukum, bapak mau dia mendapatan hukuman apa yang sudah dia lakukan. Dia harus bisa bertanggung jawab, saya bukan ayah yang menutupi kebusukan anak saya sendiri. Apalagi saya sebagai tokoh masyarakat, bagaimana saya membari contoh yang baik bagi warga saya kalau ternyata saya tak bisa menata keluarga saya sendiri."
__ADS_1
Pak Sandi begitu tegas dan tak mau menolong Monika, karena memang yang salah adalah putrinya sendiri.
"Baik pak, terima kasih atas pengertiannya, dan hari ini juga, detik ini juga. Saya akan menalak Monika putri pak Sandi dengan talak tiga. Pernikahan ini sudah tak sehat sejak awal, dan tak bisa di teruskan lagi," ujar Ryan.
"Enggak Ryan, aku tak mau kau ceraikan! Aku mencintai kamu, aku tak bisa hiduo tanpa kamu." Monika menolak keputusan Ryan.
"Maaf Monik aku talak kamu dengan talak tiga, sekarang kamu bebas bermain atau selingkuh dengan para brondong ataupun sugar daddy kamu, semua fasilitas yang sudah aku berikan padaku sudah aku tarik semua, nanti sore orangku yang akan mengantarkan semua barang-barang kamu ke rumah orang tua kamu." Ryan juga membongkar semua yang sudah Monik lakukan di belakang dia selama, ini.
Pak Sandi juga semakin geram dengan tingkah liar Monika. Pak Sandi lebih memilih pulang dan dia tak akan membantu sedikitpun urusan Monika, biar saja pacarnya yang membantu. Pak Sandi cukup malu dan ingin terjun saja ke laut terdalam. Mau di taruh mana mukanya bahkan di depan warganya nanti.
Ryan juga sudah memberikan berbagai kesaksian kasus Monika serta dia menunjukkan rekaman suara monika dan pak Sandi tadi, bahwa Monika juga mengakui telak mencekik leher Bi Diana.
Ryan keluar dari kantor polosi dengan perasaan lega. Satu masalahnya sudah teratasi, dia lepas dari wanita ular tersebut, sekarang tinggal memikirkan kesehatan ibunya dan bertemu dengan istri dan juga anaknya.
Ketika sampai di tempat parkir, Ryan mendapatkan tepon dari rumah sakit.
" Pak Ryan! Nyonya Diana ibu Anda, kembali mengalami kritis, kami butruh tanda tangan Anda untuk melakukan operasi susulan, pembengkakan di kepala bu Diana semakin pesat, kami takut akan berakibat fatal kalau terus mengembang." Dokter mengabarkan keadaan Diana.
"Sekarang juga lakukan yan terbaik untuk ibu saya Dok, nanti sesampainya di sana saya yang akan tanda tangan, sekarang dokter lakukan yang terbaik dulu!"
Ray memberikan ijin pada Dokter spesialis tersebut untuk melakukan tindakan medis pada ibunya, apapun itu demi keselamatan Diana.
__ADS_1
Ryan langsung masuk ke dalam mobilnya. Melajukan kuda besi itu dengan kecepatan tinggi, menuju rumah sakit di mana ibunya di rawat.
Kabar mengenai Ibu Ryan serta kasus istri Ryan juga sudah sampai di telinga Fani. Wanita cantik tersebut sangat iba terhadap kejadian yang menimpa Ryan dan keluarganya yang bertubi-tubi, , tapi itu yang mereka kehendaki selama ini.