
Ryan memang tidak tahu apa-apa, yang dia ingat dia sangat mengantuk dan tertidur di sofa, kenapa tiba tiba ada di kamar dan dalam keadaan telanjang bulat seperti ini. Ryan jadi yakin kalau ini adalah ulah ibu dan perempuan sok baik ini.
" pasti ini ulah ibu, dan perempuan ular ini. Baiklah aku akan turuti permainan kalian." Ryan berkata dalam hati.
Ryan melihat noda merah dalam seprei putih ranjangnya, Ryan mengernyitkan dahinya. Ryan merasa aneh dengan noda tersebut, sangat berbeda dengan milik Fani waktu mereka melakukan hubungan untuk pertama kalinya.
Pak Lurah meminta Anaknya memakai pakaiannya. "Bapak pikir kamu pria baik-baik, ternyata sama saja, dasar kurang ajar. Amarah pak Lurah meluap luap.
"Tapi saya sungguh tidak melakukan apapaun juga kepada Monika, tadi malam saya tertidur di sofa, saya tidak tahu kenapa bisa sampai disini." Ryan menjawab denngan sejujurnya.
"maling mana ada yang mengaku, kalau mengaku penjara pasti penuh, memangnya putriku yang menggendong kamu ke kamar begktu ha? lalu noda merah di kasur kamu itu noda apa?" tanya pak Lurah lagi.
Ryan hanya bisa mengusap mukanya dengan kasar, sebenarnya malas berurusan dengan orang-orang seperti mereka. Bu Diana memapah Monika ke kamar mandi untuk memkai pakaian dia.
sekali lagi keanehan yang Ryan lihat, Monika sama sekali tidak merasa perih dan jalannya juga biasa saja, tidak ada yang aneh, seperti orang yang menahan perih di intinya.
Apalah daya, nasi sudah menjadi bubur, Ryan yakin kalau mereka sudah berkomplot.
"Sekarang apa yang pak Lurah mau?" tanya Ryan dengan malas.
"Kau harus bertangung jawab, kau sudah mengambil keperawanan putriku, bagaimana kalau dia hamil?" Pak Lurah minta pertanggung jawaban Ryan.
"Tapi sudah sembilan bulan ini, alat Vital saya tidak mau berdiri, setelah istri saya pergi meninggalkan saya pak, bagaiman tiba-tiba saya bisa menghamili anak bapak? kalau dia hamil berarti bukan anak saya. " Ryan bahkan mengatakan kalau sosis bakarnya tidak mau bangun setelah kepergian Fani.
__ADS_1
Pak Lurah tidak percaya apa yang Ryan katakan , ditambah lagi pembelaan Diana.
"Kamu jangan bohong nak, gara-gara perempuan jalank itu kau membohongi semua orang, kamu sebagai pria yang baik dan bertanggung jawab, sebaiknya kamu bertanggung jawab dan nikahi Monika!' Pinta Diana.
"Baiklah saya akan nikahi Monika tapi nikah siri, karena saya dan Fani istri saya belum bercerai, kalau kalian menginginkan pernikahan sah hukum dan agama kalian bisa menunggu Fani pulang." Ryan membuat penawaran pada ibu dan keluarga Pak Lurah.
Akhirnya semua setuju, pak Lurah sebenarnya kaget, kalau ternyata status Ryan adalah pria beristri , tapi dia akan tambah malu di depan warganya karena anaknya sudah tidur dengan Ryan, dan bagimana kalau status dia tidak dinikahi, berarti status Monim perawan tapi janda dong.
Rencananya siang nanti mereka akan menikah, pak Lurah memanggil penghulu yang bisa menikahkan mereka secara siri.
Mata-mata Fani yang dia kirim untuk selalu mengawasi kegiatan Bu Diana dan Ryan juga sudah melaporkan semuanya, bahkan Berita pernikahan Ryan terhadap Monika tersebut.
"Akhirnya impian ibu kamu terwujud Ryan, meski mereka menggunakan cara licik," batin Fani. Anak buah Fani juga mengatakan kalau Mereka hanya menikah secara siri karena Ryan masih suami Fani, dan tidak akan menceraikan Fani.
"Selamat menikmati neraka yang kau ciptakan sendiri ibu mertua, dulu kau menciptakan neraka untukku demi kesenangan kamu, dan sekarang kau ciptakan nerakamu sendiri demi keegoisan kamu." Fani tersenyum senang, dia sementara tidak perlu melakukan apa-apa untuk membalas wanita paruh baya yang egois dan jahat tersebut, dia akan fokus mengurus anak dan perusahaan dia.
Fani berjanji putranya Bintang tidak akan merasakan kekurangan kasih sayang orang tua, masih ada kakek Lee, nenek Lee yang sangat menyayangi Bintang.
Jam sepuluh pagi, Monika di dandani begitu cantik dan Ryan akan menikahi dia di rumah pak Lurah, saksi dan tetangga juga sudah berkumpul untuk menyaksikan pernikahan dadakan tersebut.
"Saya terima nikah dan kawinnya Monika sandra binti Sandi burhanudin dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." Dengan satu tarikan nafas, Ryan mengucapkan kabul atas Monika, sebenarnya dalam hatinya yang paling dalam , dia merasa sangat bersalah terhadap Fani.
Mulai hari itu Juga Ryan membawa Monika pulang ke rumah ibunya dan resmi menjadi istrinya, Monika sangat senang akhirnya dia menjadi Istri Ryan yang kaya raya.
__ADS_1
Setelah sampai di rumah, ryan malah meninggalkan istri barunya untuk berangkat kerja, Ryan lebih memilih menyibukkan diri di kantor, daripada melihat wajah palsu istrinya.
'Ryan kamu mau kemana, Nak?" Tanya Diana.
"Kantor Bu, sebentar lagi Ryan ada meeting." jawab Ryan dengan cuek, dia langsung pergi begitu saja, bahkan tanpa pamit pada Monika juga.
Ryan sedang membentuk usaha baru, yang akan dia siapkan untuk bekerjasama dengan perusahaan Milik Fani, ini sebagai cara agar dia bisa bertemu dengn wanita pujaan hatinya tersebut, ibu dari anaknya.
Perusahaan ini murni miliknya, bukan bagian dari Globe Grub. Ryan mencari orang-orang yang ahli di bidang fashion, supaya perusahaan itu cepat berkembang.
Sementara di rumah Diana, Monika ngambek dan kesal atas sikap Ryan terhadapnya.
"Bu, lihat itu anak ibu, sombong sekali, dia bahkan tidak melirikku sebagai istrinya, seolah aku ini boneka saja," kesal Monik.
"Kamu yang sabar ya Mon, sekarang kamu sudah menikah, dan pasti banyak cara untuk mendapatkan hati putra ibu." Diana menghibur Monika.
"Bu, sebaiknya kita belanja saja bagaimana? Bosan nih di rumah terus, masak pengantin baru manyun saja di rumah." Monika menagajak mertuanya belanja.
Dua wanita beda genre itu akhirnya berangkat ke mall dengan Monika yang menyetir mobil Diana. Istri Ryan membeli beberapa set baju mahal. Skincare mahal, serta dia minta perhiasan.
Diana hanya bisa diam dan tidak bisa berkata apa-apa, tabungannya ludes dalam waktu singkat. Ini baru saja sehari menjadi istri Ryan sikap Monika sudah mulai berubah.
"Hidup cuma sekali bu, kita harus menikmati, uang tidak di bawa mati, jadi tidak masalah habis, besok kita minta lagi pada mas Ryan, diakan kaya bu. CEO pasti uangnya banyak, kalau cuma disimpan saja juga tidak beranak." Kata Monika ketika dia melihat mertuanya cemberut uangnya sudah menipis.
__ADS_1