
"Kesya benar-benar tidak melakukan nya kak" gadis itu mulai menitihkan air mata takutnya.
Dan Dirga menatapnya kuat suara gedoran pintu dari luar tidak pemuda itu hiraukan.
"Kaka tidak perduli dengan penindasan itu.. kalau seandainya Kaka lihat sendiri Dede memukul orang pun, Kaka tidak akan memarahi mu.. Kaka akan tetap membela mu.. tapi untuk yang satu ini.. Kaka tidak bisa membiarkan nya!" ucapnya.
Kesya masih belum mengerti dengan maksud dari ucapan Kaka sepupunya. Namun gadis itu mulai menyatukan kedua tangannya memohon.
"Iya.. Kesya janji Kesya gak akan ulangi lagi.." sahutnya asal.
"Mengulangi apa?" Dirga memastikan yang di maksud oleh nya sampai ke pikiran Kesya.
Dan Kesya hanya diam saja karena sesungguhnya gadis itu tidak paham.
"Apa benar Dede suka sama Jho hah?" tanyanya. Kesya terdiam sedikit lama sebelum kemudian mengangguk ragu.
"Hekkm.." Dirga tersenyum sinis "Sebenarnya apa yang kamu cari hah? Dede sudah banyak yang sayang.. Daddy mu mommy mu.. Ka Briyan.. Ka Dirga.. kakek.. bahkan papi Yuda juga sayang sama Dede.. apa itu masih kurang hah?" ketus nya.
"Apa maksudnya ka? aku gak ngerti.." lirih Kesya dengan wajah lemot nya. Tadinya gadis itu pikir Dirga akan menghukumnya karena penindasan murid beasiswa itu ternyata ucapan Dirga membuatnya keder.
"Kamu tidak takut patah hati hah.? kenapa harus menyukai Jho? dia sudah punya pacar..!" sambung Dirga.
Kesya menunduk "Iya Kesya tahu.. Kesya juga sudah tidak menyukai Jho lagi.." sanggah nya.
Kepalan tangan Dirga mulai membuka saat mendengar jawaban itu "Apa bisa semudah itu?" lirihnya penuh harap.
"Tentu saja.. aku tidak benar-benar menyukai nya.." Kesya membual. Gadis itu ingin cepat-cepat menyelesaikan sidangnya.
Dan benar saja Dirga mulai menatapnya lega "Jangan pernah menyukai siapapun lagi.. mengerti..!" pesan nya dengan nada mengancam.
Gadis belia itu mengangguk meskipun hal itu tidak mungkin di turuti. Si belia nan cantik itu paling suka dengan gaya hidup nya sendiri. Sifat kekeh ibunya dan seenaknya ayahnya menurun lengkap padanya.
Dirga masih tidak mau melepaskan tatapannya bahkan tatapan itu semakin membuat nya serakah. Hatinya sempat tercabik saat mendengar gadis kecil itu menyukai lelaki lain.
Gadis yang ia sayangi dari masih sama-sama kecil. Gadis yang terus bersembunyi di ketiaknya. Gadis yang membuatnya damai dengan rengekannya.
__ADS_1
Namun sepertinya gadis itu tidak merasakan getaran apapun meski sorot mata tajamnya semakin dalam "Kaka.. apa sudah selesai memarahiku nya?" tanya gadis itu dengan tatapan polosnya.
Melihat hal itu Dirga memejamkan matanya. Kesal yang pemuda itu rasa mulai membuatnya lebih serakah lagi, bagaimana jika dia memberi tahu tentang perasaan lebih nya.
Perasaan yang lebih dari kasih sayang seorang Kaka sepupu. Mungkin dengan begitu Kesya mau mempertimbangkan nya.
Mulut nya sulit sekali mengatakan nya namun tubuhnya sulit sekali di kendalikan. Hingga sadar atau tidak pemuda tampan itu mulai memutus jarak di antara wajah mereka.
Tangannya mulai membantu gerakannya mencapai sesuatu. tangan itu merangkum kedua pipi gadis itu.
Dirga melihat gadis itu membelalakkan matanya karena terkejut namun masih tetap memejamkan matanya karena sepertinya gadis itu tidak menolaknya. Perlahan Dirga menempelkan bibirnya.
Brugh
"Ga..!!" seseorang baru saja menjebol pintu ruangan nya. Terlihat Briyan menatapnya sinis. Untungnya Dirga langsung reflek menarik kembali wajahnya meskipun setelah itu dia mematung canggung.
Dan tanpa curiga Briyan mendekati adiknya "Kamu gak apa-apa kan hm?" lanjutnya memeriksa keadaan adiknya. Namun gadis itu masih terlihat syok mendapati perlakuan aneh dari Kaka sepupunya.
"Kaka tahu kamu tidak akan tega menyakiti orang lain.. sekarang kamu ke kelas gih.." ucapnya namun wajah syok gadis itu masih nampak "Kamu tenang lah.. Ka Briyan yang akan menjelaskan ke Ka Dirga mu.. dia pasti mengerti kok.. pergilah ke kelas mu.." perintah Briyan kemudian.
...----------------...
Dalam perjalanan menuju ke ruang kelas. Kesya terus menerus memikirkan perlakuan aneh Dirga kepadanya beberapa saat yang lalu.
Bayangan wajah tampan Dirga yang mendekati nya mengacaukan pikiran nya "Apa barusan kak Dirga mau mencium ku?" gumamnya.
"Apa karena itu dia sangat marah pada ku?" timpal nya dengan langkah yang berjalan gontai.
"Kaka tidak perduli dengan penindasan itu.. kalau seandainya Kaka lihat sendiri Dede memukul orang pun, Kaka tidak akan memarahi mu.. Kaka akan tetap membela mu.. tapi untuk yang satu ini.. Kaka tidak bisa membiarkan nya!" ucapan Dirga terngiang kembali.
"Apa maksudnya? kenapa dia tidak bisa membiarkan nya? membiarkan apa?" gerutunya.
"Jangan pernah menyukai siapapun lagi.. mengerti..!" kalimat itu juga melintas kembali di otak lemotnya.
"Bukannya ka Dirga bicara seperti itu karena aku adiknya? lalu kenapa dia mau mencium ku? atau jangan-jangan dia memang... " ucapnya bingung. Dan cepat cepat ia menggelengkan kepalanya, berusaha mengusir pikiran negatif nya.
__ADS_1
"Tidak tidak.. Ka Dirga tidak mau mencium ku.. tadi dia hanya ingin menakuti ku saja.. tapi apa harus dengan mendekat kan bibirnya begitu?" pikiran gadis itu semakin kacau.
"Kes..!" seseorang menarik lengan nya membuatnya menoleh ke arah si pemanggil.
Bola mata malas nya memutar saat melihat Jho berdiri di hadapannya "Maaf aku sibuk.. aku sedang tidak mau ribut dengan mu.." ucapnya.
"Apa Dirga menghukum mu?" tanya Jho padanya dan pemuda itu terlihat sangat penasaran.
"Bukan urusan mu..! Aku harus masuk kelas..!" pamitnya yang lalu melanjutkan langkah.
Dan Jho hanya diam mematung di tempatnya.
...----------------...
Di ruang OSIS Dirga berjalan mondar mandir menampilkan wajah gusarnya "Bodoh.. bodoh.. bodoh.. kenapa aku tidak bisa mengontrol perasaan ku..?" tanyanya pada diri sendiri.
"Sekarang harus bagaimana aku? Kesya pasti tidak mau lagi dekat dengan ku.. dia pasti takut aku akan kurang ajar padanya lagi.." gerutunya gundah.
"Hanya karena dia menyukai cowok, lalu aku tidak bisa mengontrol perasaan yang sudah lama ku pendam ini.." ujarnya.
"Baiklah.. aku harus mencari alasan yang masuk akal jika nanti dia menanyakan ini padaku..." tambahnya.
"Hasshh sial.. tapi bagaimana cara nya?" timpal nya mengacak acak rambutnya.
"Tapi bibir itu.. menggoda ku.. aku juga seorang pria biasa yang bisa menyukai gadis cantik sepertinya.. ini normal.. ini tidak salah.. lagi pula dia hanya adik sepupu tiri ku.. aku masih boleh menyukainya.. bukan kah begitu..?" dan gerutunya kali ini membenarkan tindakannya sendiri.
"Mungkin aku mengaku saja padanya.. siapa tahu Kesya juga bisa memaklumi perasaan ku..?" harap nya.
"Perasaan apa Ga..?" dengan tiba-tiba Briyan muncul kembali di belakangnya membuatnya menoleh dan sedikit tersentak.
"Oh.. aku.. Emmh.. tidak . bukan apa-apa..!!" sanggah nya gugup.
...----------------...
Maaf ya teman teman.. aku suka ngepas kan seribu kata untuk per bab nya jadi suka ngegantung gitu hehe.. minta like nya ya..
__ADS_1