Nikah Kan Kami Daddy..!!

Nikah Kan Kami Daddy..!!
Bab 16. Cuma bayangan


__ADS_3

"Minggir.. aku mau lewat.." ketusnya.


"lewat saja kalau bisa.. bukannya kamu hebat.. akal kamu banyak.. mungkin kamu bisa melompati ku..?" ledek Jho tersenyum ringan.


"Kamu jangan menantang ku Jho.. atau kamu akan menyesal.." sambung Kesya dengan tatapan sinis nya.


"Coba lakukan lah.." tantang Jho masih tersenyum.


Satu dua tiga..


"Aaaaaaa sakit Jho... hiks hiks hiks... jahat sekali kamu Jho hiks hiks..." keluh Kesya mengibaskan kakinya dengan akting yang memukau. Wajah pura-pura sakit nya membuat Rafa berlari menghampiri nya.


"Kenapa Dede..? hah..?" panik nya.


Begitupun dengan Jho yang juga sempat berekspresi panik sebelum kemudian melihat senyum ledekan dari gadis itu.


"Jho menginjak kaki ku Om.. sakit Om hiks hiks.." mata Kesya melirik kearah Jho memastikan wajah kikuk pemuda itu.


"Jho..!!" Rafa melototi putranya.


"Apa? aku tidak pernah menginjak kakinya Pi.. aku.. Kes.. kamu berbohong.." pekik Jho melotot.


"Sakit Om.. huhuhu.. di sekolah Jho juga begitu Om.. dia selalu menindas ku Om.. hiks.. hiks.." Kesya masih mempertahankan aktingnya dan sesekali memberikan senyum ledekan pada Jho.


"Jho.. benar begitu hah..?" teriak Rafa kemudian. Dan Kesya tersenyum sambil merem merem tak jelas.


Jho melotot dengan mulut yang menganga seakan tak percaya Kesya bisa melakukan hal itu padanya "Pi.. jangan percaya padanya.. barusan dia tersenyum Pi.." ujar Jho dengan wajah sengitnya.


Namun sepertinya Rafa lebih percaya gadis itu dari pada putranya "Jho..!! minta maaf..!!" titah nya membentak.


"Pi.. dia itu.." Jho gelagapan "Kes.. " panggil nya seraya mendelik. Dan gadis itu hanya tersenyum di balik tubuh sang Om.


"Om.. Kesya mau pulang.. tapi Jho menghalangi nya.. Kesya sudah lapar Om.. suruh Jho minggir Om.. hiks.." Kesya masih terus berakting.


"Kamu minggir.. biar Kesya lewat.." bentak Rafa dengan mengibaskan tangannya pada putranya.


Dengan wajah sengitnya Jho melangkah mundur "Awas saja kamu..!" ucap Jho pelan yang masih bisa di dengar oleh Kesya.


"Terimakasih Om.." ucap Kesya pada Rafa dan perlahan Kesya melangkah maju seiring dengan langkah mundur nya Jho.


Sampai tibalah di penghujung jalan setapak itu Kesya menjijitkan kakinya membisikkan sesuatu "Bagaimana.? aku bisa kan melompati mu.? aku bahkan bisa menjungkalkan mu sekarang juga dengan akting ku.." ucapnya.


Plak plak plak tepukan ringan dari tangan lembut Kesya mendarat di pipi Jho.

__ADS_1


"Jangan coba-coba menantang ku lagi.. ok.." seringai nya.


Sedang Jho hanya diam mematung dengan mata yang tak berkedip "Anak itu ..." gumamnya sinis.


...----------------...


Di tempat lain yang tak jauh dari sana Dirga memperhatikan mereka dengan teleskop dari kamar Briyan yang berada di lantai atas.


Hingga dengan mudah nya Dirga melihat adegan Kesya yang terlihat akrab bersama Jho bahkan sampai membisikkan sesuatu di telinga Jho yang sekarang di anggapnya saingan.


Wajah galak nya mulai terpampang "Jodoh emang gak kemana..! tapi saingan di mana mana.. ternyata di depan mata pun ada.. sialan" gerutunya.


"Kamu kenapa Ga..? kaya orang stress ngomong sendiri begitu.?" tanya Briyan yang masih sibuk dengan novel fantasi nya.


"Jangan ikut campur.." sambung Dirga jutek sembari melangkah ke tempat tidur kamar itu.


"Oh tuhan.." keluh Dirga seraya menjatuhkan tubuhnya ke kasur.


"Jika dia bukan jodohku.. tolong hapus kata bukan dari hidup ku.." lanjutnya memohon.


Permohonan itu membuat pemuda yang masih asyik dengan novel nya tersenyum mencela "Siapa Ga.? kamu suka sama seseorang.? apa salah satu dari pemberi surat cintamu itu.?" tanya nya penasaran.


"Jika saja begitu.. aku pasti sudah bisa mencium nya Briy.. sayang nya bukan.. ini sangat menyulitkan ku.." lirih Dirga terlihat serius.


Briyan mengernyit seraya bergolak padanya "Kamu beneran jatuh cinta Ga.? memang nya siapa wanita itu.? apa cantik.? seksi.?" tanyanya sambil menyelipkan ledekan.


"Jangan meledek ku..!" pekik Dirga kemudian.


"Xixixixix.. sorry Ga.. aku penasaran siapa wanita itu..!" tawa Briyan.


"Dia itu.. cantik.. rewel.. manja.. keras kepala.. suka merengek.. dia lengkap untuk mendampingi hidupku Briy.." curah hati Dirga yang tiba-tiba serius.


"Hidup mu? kita masih SMA.. sudah memikirkan pendamping hidup? cih.." cibir Briyan "Lalu,, apa aku mengenal wanita itu?" lanjutnya bertanya.


Briyan sudah terlihat penasaran setelah melihat keseriusan Dirga.


"Mungkin lambat laun.. kamu juga akan mengerti.." sahut Dirga lirih. Meski serius wajah kanak-kanaknya masih tetap terlihat.


Suara ketukan membuat Briyan cepat cepat membukakan pintu. Dan Tami sang asisten rumah tangga mereka yang tersenyum nyengir di balik pintu "Den Aden yang ganteng.. yuk kita makan yuk.. bibik sudah siap kan makanan yang super enak loh.." ajak wanita itu.


"Iya bik.. kita segera turun.." sahut Briyan kemudian.


Mereka pun segera berjalan menuruni anak tangga menuju meja makan panjang keluarga hingga Kesya yang tengah meneguk minuman hampir tersedak saat melihat pemuda yang seharian ini menguasai pikiran nya.

__ADS_1


"Hati-hati sayang.." tegur Raya pada putrinya.


Keluarga besar mereka memulai ritual makan malam bersama sambil mengobrol saling memanfaatkan kebersamaan di waktu makannya.


Karena setelah itu mereka harus beristirahat di dalam kamar masing-masing dengan keluh lelah yang berbeda. Anak-anak lelah dengan kegiatan belajar sedang orang tua nya lelah dengan pekerjaan. Sementara para kakek dan nenek mereka lelah dengan tubuh yang sudah mulai menua.


"Jadi tadi.. kalian neduh di kafe Ga, De?" Reiner bertanya pada Dirga dan Kesya.


"Iya Om.." Dirga mengangguk.


"Orang-orang pasti berpikir kalian itu pacaran yah.. wajah kalian kan tidak terlihat seperti saudara.." sahut Raya dengan tawa kecilnya.


"Emmh.. Dirga memang menyukai Kesya Tante.. Dirga mau jadi pacar Kesya.. apa Tante merestui hubungan kita..?" sambung Dirga kemudian yang membuat seluruh orang di meja makan menatapnya.


"Apa.? Kamu menyukai Kesya? sepupumu sendiri..? Kurang ajar..!!" sahut Reiner yang beranjak dari duduknya.


"Brengsek kamu Ga..!!" sambung Briyan melotot.


"Daddy... maaf kan kami Daddy..." teriak Kesya seraya berdiri.


Sedang di sekelilingnya menatapnya heran dengan setengah melongo karena tiba-tiba gadis itu berteriak.


"Kamu kenapa sayang..?" tanya Reiner kemudian.


"Hah..??" kaget Kesya celingukan.


Ternyata Briyan, Dirga dan semua keluarga nya masih asyik dengan makanan mereka. Tidak ada keributan seperti yang barusan melintas di bayangannya. Dan kini gadis itu menjadi pusat perhatian di meja makannya.


"Jadi itu tadi hanya bayangan ku saja ya..? huff.. untung saja tidak benar benar terjadi.." batinnya lega.


"Dede kenapa tiba-tiba teriak begitu..? apa Dede punya salah sama Daddy hm..?" cecar Reiner dengan tatapan curiga.


"Hah..? tidak Daddy.. aku hanya teringat naskah novel saja.." ucap Kesya ngeles seraya duduk kembali dengan wajah yang sedikit malu.


Kening Reiner berkerut "Benar begitu.? kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan.?" tanyanya.


"Gak Daddy percaya lah.." lirih Kesya menunduk. Sungguh malu sekali gadis itu, kenapa tiba-tiba muncul bayangan yang begitu mengerikan baginya.


Dan melihat ekspresi wajah Dirga seperti terheran heran menatapnya "Aku malu.. kenapa aku bodoh sekali.." gumamnya pelan "ih ih ih..." Kesya memukuli kepalanya sendiri.


Sedang Dirga menatap Kesya penuh tanya.


"Dede kenapa? apa dia menyembunyikan hubungannya dengan Jho? apa mereka jadian dan takut Om Rei marah..?" batinnya curiga.

__ADS_1


...----------------...


Minta Like nya ya.. reader Ter Love..šŸ¤—


__ADS_2