Nikah Kan Kami Daddy..!!

Nikah Kan Kami Daddy..!!
Bab 12. Senyuman Briyan


__ADS_3

"Dede.."


Dirga memergoki gadis belia gugup membetulkan pot bunga pecah dengan wajah nyengir nya "Kak.. hehe.." seru Kesya.


"Kamu ngapain de..?" tanyanya.


"Kesya lagi beresin bunga ini.. bunga nya lucu.. Kesya suka.." jawab gadis itu sebelum kemudian "Aaaccchhhiiimmm..!!!" seru Kesya bersin.


Dirga menyipitkan matanya "Kamu bukannya alergi bunga Dede..? berhenti pegang itu.. kamu bisa pingsan nanti.." pekiknya.


"Aaaccchhhiiimmm..!!" hidung Kesya terasa tersedak aroma serbuk sari dari bunga-bunga itu.


"Ra.. tolong pegang ini.." Dirga menyodorkan kotak makan di tangannya ke Meira.


Setelah Meira menerima kotak. Sang ketua OSIS galak itu menarik lengan Kesya lalu mengambil sapu tangan dari dalam saku celana nya "Kenapa kamu lupa.. kamu alergi serbuk sari hm..?" ucapnya sambil membersihkan telapak tangan Kesya.


Jangan ditanya bagaimana kabar Kesya! Tentunya jantung gadis itu semakin tidak karuan.


"Ya ampun.. aku.. kenapa aku ini?" batinnya dengan pandangan yang mengarah ke bibir sang kakak sepupu.


"Bibir itu.. pagi tadi mau mencium ku.. oh ya ampun.. jantung ku.. aku tidak menuruni penyakit mommy kan? kenapa degup nya semakin kencang begini?" racau Kesya dalam hatinya.


"Sekarang.. kita makan dulu di kantin.. kamu belum makan siang kan..?" ajak Dirga menawarkan.


"Emmh.. iya.." gadis itu mengangguk gugup.


Dirga menggandeng tangan Kesya menuju kantin di ikuti oleh Meira dan juga Hilda. Sesampainya di sana Dirga mengarah kan tempat duduk untuk adik sepupu kesayangannya sebelum kemudian mengambilkan makanan untuknya.


Sedang Meira dan Hilda mengambil sendiri-sendiri makanan mereka sebelum kemudian duduk di sebelah Kesya. Hingga kini mereka duduk melingkar di meja kantin.


Namun sepertinya selera makan Kesya menghilang. Sudah kenyang dengan perasaan aneh yang tak menentu di dalam hatinya. Kesya hanya mengaduk aduk saja makanan nya.


Dirga yang melihat itu memberanikan diri untuk bertanya "Kamu kenapa diam saja? mau Kaka suapi?" tawar nya. Dan Kesya menggeleng.


Dirga berusaha untuk terlihat biasa saja di mata Kesya. Dirga tak mau membuat Kesya semakin tidak nyaman setelah insiden pagi tadi. Baginya tak masalah jika Kesya tidak menyukainya sebagai seorang lelaki asalkan gadis itu tetap berada di dekat nya seperti biasa.


...----------------...

__ADS_1


Sedang di tempat lain Zaline tengah asyik membaca buku di perpustakaan. Tadinya gadis itu di ajak Jho ke kantin tapi dia menolak dan lebih memilih masuk ke dalam perpustakaan yang megah dan cukup membuatnya nyaman.


Karena di sekolah sebelumnya Zaline yang kutu buku itu, tidak mendapatkan fasilitas membaca di tempat mewah seperti di sekolah nya sekarang.


Suasana hening di dalam sana membuatnya bisa mendengar lamat-lamat suara dari seberang rak buku. Tentu saja jiwa kepo nya meronta jika melewatkan obrolan mereka hingga akhirnya ia memasang telinga nya betul-betul untuk bisa mengetahui isi dari gosip itu.


"Eh.. katanya tadi pagi Kesya yang anak kelas satu itu dihukum ya?" tanya siswi A.


"Hah? Kesya yang adiknya Briyan itu? berarti adik sepupunya Dirga dong..!" sahut siswi B.


"Iya.. katanya sih.. ini semua gara-gara murid beasiswa. kok bisa ya Dirga menghukum adiknya sendiri? atau jangan-jangan dia suka lagi sama murid beasiswa itu?" sambung siswi C.


"Soalnya katanya sih cewek itu cantik, bisa jadi kak Dirga juga suka sama dia..! gak mungkin dong seorang Dirga menghukum adik kesayangannya itu.. kan aneh juga kedengarannya.. pasti ada apa-apa kan?" timpal siswi A terdengar sedikit berbisik.


"Iya.. orang Kesya saja menindas nya gara-gara Jho lebih memilih cewek itu kok.. kalian kenal Jho tidak? yang anak kelas satu itu loh.. yang imut itu.. liat gak kalian?" tanya siswi C.


"Iya liat.. aku tahu kok anak nya.." sahut siswi A.


"Enak ya jadi cewek cantik.. di sukai sama cowok ganteng dan kaya.. aku mah apa atuh yah" sambung siswi B.


Zaline tersenyum mendengar berita itu. Meskipun sebenarnya Zaline merasa bersalah pada Kesya karena beberapa saat yang lalu Kesya menyangkal tuduhan itu. Sebab sebenarnya penindasan terhadap nya murni dilakukan oleh Hilda dan Meira saja.



...Zaline Arta siswi pintar nan cantik....


...----------------...


Kepercayaan diri Zaline mulai keluar, jika di pikir lagi mungkin cara Dirga yang terus menerus menyebutnya pacar Jho hanya basa basi saja. Karena sejujurnya beberapa pertemuan dahulu saat masih di SMP Dirga terlihat baik padanya.


Dan saat Kesya melaporkan bangkunya kurang satu karena dia yang menempatinya pun Dirga tidak memarahinya. Fix.. Zaline punya kesempatan pikir nya.


Dengan hati yang mulai mendapat pencerahan Zaline memilih milih buku kembali dan kali ini dia mengambil sebuah novel cinta.


Namun sepertinya tubuh kecilnya tidak bisa menggapai buku yang terpajang di rak paling atas. Hingga kini gadis itu melompat lompat kecil berusaha meraih nya. Dan lompatan nya terhenti saat seseorang dari belakang nya meraih kan buku tersebut.


Tubuhnya yang tak sengaja bersentuhan membuat nya gugup meskipun belum melihat siapa orang itu. Aroma parfum dari pemuda itu tak sengaja tercium di hidung bangir nya dan sungguh wangi itu sangat menentramkan.

__ADS_1


"Kenapa jadi kaya adegan di film Korea sih?" batinnya.


Zaline menautkan rambutnya ke telinga sebelum kemudian membalikkan badannya menghadap ke seseorang yang mengambilkan buku untuk nya.


Dan ekspresi wajahnya mendadak merah saat yang di hadapinya itu Kaka kandung Kesya yang selama ini di hindari nya " K kak Briyan.." ucapnya gugup.


Sejujurnya Zaline takut jika sampai Briyan mengenalinya lalu memarahinya apa lagi sampai menindas nya. Ternyata pria yang waktu itu di marahi nya adalah anak dari pemberi beasiswa untuk nya.


"Makanya tumbuh itu ke atas bukan ke pipi.." sindir Briyan pada gadis chubby itu.


"Nih.." Briyan menyodorkan buku ditangannya kepada Zaline dan gadis itu menerima meski dengan wajah gugupnya "Te terimakasih kak.." ucapnya.


"Hmm!" jawab Briyan sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.


Zaline menatap wajah tampan Briyan dan ekspresi wajah itu seperti tidak pernah bertemu sebelumnya "Apa dia tidak mengingat wajah ku..?" batinnya.


"Kamu suka baca novel..?" tanya Briyan.


"Emmh.. iya kak.. sebenarnya iseng saja.." jawabnya masih gugup dengan pandangan yang menunduk.


"Zaline Arta.." Briyan membaca name tag di baju gadis itu.


"Jadi kamu yang namanya Zaline? siswi beasiswa itu? kamu teman sekelas Kesya?" cecar nya kemudian. Dan gadis itu mengangguk.


"Oh.. yaaaa sudah.. baca lah novel nya.." Briyan mempersilahkan dengan menaikkan alisnya sebelum kemudian melangkah menjauh.


"Oya.." Briyan menghentikan langkahnya "Di novel itu banyak adegan ciuman nya.. jadi kondisi kan bibir mu.." imbuh nya tersenyum menggoda namun masih dengan sikap dinginnya.


Zaline terlonjak "Hah..?" seru nya kaget. Seorang Briyan menggodanya dengan senyuman? dan senyuman itu cukup mendebarkan jantung nya hingga kini mata bulatnya tak berkedip.


"Jangan sampai kamu terbawa emosi penulisnya.." tambah Briyan yang lalu pergi.


Sedang Zaline masih diam mematung di tempatnya "Oh.. ya tuhan.. senyum nya.. kemarin kak Dirga masih terlihat lebih tampan dari nya.. kenapa setelah tersenyum kak Briyan jauh lebih tampan..?" Zaline menghela nafas.


"Huuff.. benar kah ada yang terlihat lebih tampan dari kak Dirga di mataku? oh my God.." gerutunya tak percaya.


__ADS_1


...----------------...


Minta Like nya Kaka.. terimakasih yang masih setia mengikuti cerita ini.. šŸ¤—


__ADS_2