Nikah Kan Kami Daddy..!!

Nikah Kan Kami Daddy..!!
Bab 40. Pertemuan


__ADS_3

"Percepat pencarian kalian.. bawa putraku segera..!!!" teriakkan seorang ayah menggema di dalam ruangan mewahnya.


Terlihat beberapa orang menunduk segan sebelum kemudian keluar dari ruangan itu satu persatu untuk segera melaksanakan tugas mereka.


...----------------...


Hari ini hari Minggu dan seperti yang sudah di rencanakan Briyan mulai mengatur pertemuan nya dengan saudara sekaligus sahabatnya Dirga Pratama.


Izin..? tentu saja anak-anak Reiner sudah bisa membujuk sang ayah yang meskipun dingin tapi penyayang itu.


"Kesya boleh kan ke mall.. sudah terlalu lama Kesya tidak berbelanja.. Kesya mau beli baju, tas, juga sepatu." pintanya tiga hari yang lalu. Sebab belanja ke mall adalah satu-satunya hal yang paling masuk akal untuk mereka jadikan alasan.


Dengan segala rengekan manja Kesya akhirnya kedua anak rupawan itu di perbolehkan keluar dari rumah, dengan catatan tetap di dampingi oleh para bodyguard, Reiner takut jika sampai putrinya kabur menyusul menantunya. Jadi yaa untuk berjaga-jaga saja.


Tentu saja Kesya setuju, asalkan bisa keluar, apapun syaratnya gadis itu turuti.


Dan kini Kesya Briyan sudah rapih dengan busana menawan nya, seperti biasa Briyan selalu mengenakan pakaian kasual. Begitu juga dengan Kesya. Mereka sudah duduk di dalam mobil mewah berwarna merah mengkilap.


"Hati-hati ya sayang.. jangan malam-malam pulang nya.." ucap Raya melambaikan tangan dengan senyum manis di wajahnya.


Dan seorang pria menyambar tubuh mungil Raya, memeluknya erat dari belakang "Kesya sudah kembali riang.. apa kamu yang merayunya? kamu yang menjanjikan sesuatu padanya hm..?" tanya pria itu membisik di telinganya.


"Iyah.. aku memang menjanjikan sesuatu dan akan menepati nya.. setelah Dirga pulang aku mau mereka kembali bersama.. titik..!!!" ketus Raya melepas pelukan suaminya lalu masuk ke dalam rumah meninggalkan pria itu dengan wajah jutek.


Reiner menghela nafas berat, kemudian menghembusnya perlahan "Ada apa dengan mereka semua? kenapa jadi aku satu-satunya orang yang terlihat jahat di rumah ini?" gerutunya.


"Brother.." seru suara dari belakang membuatnya menoleh ringan ke arah si penyeru.


"Iya ada apa Briel?" tanya Reiner kepada ajudannya.


"Yuda belum juga berhasil menemukan Dirga..! apa sebaiknya kita sebar saja selebaran..? kasih iming-iming hadiah uang yang banyak bagi yang bisa menangkap nya.. bagaimana menurut brother?" usul Gabriel.


"Lakukan apa pun.. asal anak itu cepat di temukan..!! tidak perduli jika sampai media mendengar nya sekalipun..!!"


...----------------...


Di dalam mobil, Kesya terus menerus mengembangkan senyum manis di wajahnya, hatinya bergetar-getar membayangkan pertemuan nya dengan sang suami tercinta.


Suami yang satu bulan ini tak nampak di matanya, akhirnya gadis itu mendapat kesempatan pergi keluar, setelah dengan sabar menunggu selama satu Minggu.


"Semoga saja aku benar-benar bertemu dengan nya.." ucap dalam hatinya berharap.


Setelah menempuh perjalanan selama lima belas menit, kini mobil mewah mereka mulai memasuki halaman parkir, kedua remaja Kakak beradik itu pun turun dari mobil, kemudian berjalan menuju pintu masuk gedung megah yang tampak ramai itu, di dampingi dua orang pengawal berbadan besar di belakangnya.


"Kaka.. apa Ka Briyan yakin.. kita bisa bertemu dengan Ka Dirga di sini..?" tanya Kesya berbisik di telinga sang kakak sambil terus berjalan beriringan.


"Tentu saja.. tapi kita belanja saja dulu.. supaya bapak-bapak ini tidak curiga.." jawab Briyan sekalian mengusul.


"Hu'um.. lagi pula Kesya juga mau belanja.."


Kedua remaja itu melanjutkan langkah memasuki outlet brand ternama di mall tersebut, berbagai macam model tas, sepatu, dan juga baju terpampang di dalam sana.

__ADS_1


Pramuniaga cantik pun segera menyambutnya karena wajah kedua remaja itu cukup familiar di gerainya "Silahkan Kaka..." ucapnya sopan seraya menunduk.


Kesya dan Briyan pun mulai memilih milih beberapa pakaian yang berderet di rak. Dan tanpa mencobanya dahulu gadis itu mengambil beberapa helai pakaian atasan dan juga bawahan "Kak.. aku mau yang ini.. ini.. ini.. dan ini juga.." ucap nya yang kemudian memberikannya pada pramuniaga.


"Baik.. Kakak.. ada yang lain.?" ujar karyawan itu menawarkan.


Setelah di tawarkan pandangan Kesya lalu beralih ke deretan sepatu heels cantik "Aku juga mau yang ini.. bungkus cepat yah Kaka.." ucapnya lagi seraya menunjuk produk yang akan ia beli.


Dan wanita itu mengangguk sopan "Baik Kaka.. secepatnya.. apa masih ada lagi yang lainnya.?" tanyanya kemudian masih menawarkan.


Kesya melambai "Tidak.! itu saja.." pungkasnya.


Sedang Briyan sibuk menoleh ke kanan dan kiri mengamati sekitar kalau-kalau ada seseorang yang ingin menghampiri mereka. Namun sepertinya belum juga muncul tanda-tanda.


"Apa jangan-jangan si Nguncup itu berbohong? awas saja kalau sampai tidak datang.. Kesya sudah teramat senang.. bisa-bisa nangis lagi di sini.." gerutunya gundah.


Sedang di tempatnya ternyata Dirga tengah memperhatikan keduanya, dengan memakai seragam ala Engineering mall tersebut pemuda itu mengintai istri dan Kaka ipar nya.


Seragam itu mereka dapat dari sepupu Ucup yang bekerja di bagian itu, yaah mereka memang menyamar demi melancarkan aksinya. Lagi pula orang-orang Yuda masih berkeliaran di mana-mana. Akan lebih aman jika mereka menyamar saja.



"Benar dugaan ku.. mereka di dampingi pengawal juga.." gumamnya.


"Kamu bersiap lah di tempat mu Cup.." ujar Dirga menepuk pundak Ucup.


"Ok.. siap.." sigap Ucup yang lalu melangkah pergi ke arah kanan.


Dengan memakai masker hitam di wajahnya Dirga mendekati kedua remaja yang masih berada di meja kasir. Namun sepertinya kedua pengawal di belakang Kesya dan Briyan akan sedikit merepotkan nya. Jadi lebih baik jika menunggu waktu yang tepat untuk memulai aksinya.


Dan untuk sementara Dirga lebih memilih bersembunyi di balik deretan rak sepatu yang berjejer, senyum manis mengembang di bibir sensualnya saat menatap wajah sang istri yang terlihat ceria "Kamu cantik sekali hari ini.." gumamnya.



Kakinya reflek melangkah saat melihat kedua remaja yang ia intai mulai meninggalkan meja kasir "Ok.. kita lakukan sekarang.." ucapnya bersemangat seraya mendekat.


Dengan langkah cepat Dirga menuju tubuh gadis yang masih berjalan beriringan dengan pemuda tampan dan kedua pria dewasa berbadan besar.


DUG Dirga menabrakkan diri ke tubuh kecil gadis itu.


...----------------...


...POV Kesya On...


Setelah menyelesaikan pembayaran di meja kasir, aku dan kak Briyan berjalan berdampingan, huff.. meskipun aku berjalan serampangan namun hatiku masih terus berharap seseorang yang sudah aku rindukan seeeettt.. tiba-tiba muncul di hadapan ku seperti adegan di film-film romantis.


Ah.. aku sangat menginginkan hal itu tapi ini bukan film, pertemuan kami pasti tidak akan seinstan itu, namun tiba-tiba saja seseorang bermasker hitam menabrak ku, tubuh yang lumayan keras itu membuat ku sedikit terpental dan meringis sakit di bagian atas dadaku "Menyebalkan sekali orang ini..!! jalan gak pake mata sih..!" batinku mengumpat.


Pemuda itu lantas mengambilkan barang-barang ku yang terjatuh karena ulahnya, ya iyalah dia harus bertanggung jawab karena sudah menjatuhkan nya.


Kemudian wajah pemuda itu mendekati wajah ku "I love you sayang.." ucapnya berbisik.

__ADS_1


DEG jantung ku berdegup lebih kencang mendengar suara itu, suara yang sangat akrab di telinga ku, suara yang selalu memanggil ku dengan sebutan sayang.


"Apa dia Ka Dirga ku?" celetuk ku dalam hati.


Kemudian aku memastikan dengan seksama bahwa pemuda di hadapan ku adalah dia.. dia kekasihku.. dia tambatan hati ku.. dia cinta ku.. dia suamiku.. ku tatap wajah nya tanpa kedip tapi aku hanya bisa melihat sorot matanya saja, sorot mata yang begitu dalam yang juga menatap ku.. Benarkah dia itu Dirga ku? aku terus menerus bertanya dalam hati ku.


Dan saat pemuda bermasker itu memberikan barang belanjaan ku dia juga meraih tangan ku, menyisipkan sesuatu padaku dan sepertinya itu gumpalan kertas, entah kenapa aku hanya diam menatap nya. Sentuhan tangannya sangat tidak asing bagiku, sentuhan lembut hangat itu. Yah aku yakin dia suamiku.!


Pemuda itu menyipitkan matanya seperti sedang tersenyum padaku sebelum kemudian berlalu dari pandangan ku, dia berjalan serampangan entah kemana, yang pasti aku sudah sangat yakin bahwa dia itu suamiku.


Mungkin saja saat dia menabrakkan tubuhnya padaku, itu bagian dari sekenario nya? sekenario untuk bisa segera bertemu denganku.!


Aku lantas meraih tangan kak Briyan lalu berjinjit mensejajarkan bibirku dengan telinganya, membisikkan sesuatu padanya berharap pengawal di belakang ku tidak mendengar suara ku.


"Kak.. sepertinya pemuda yang tadi itu kak Dirga.." ucap ku.


Dan Kak Briyan tampak mengernyitkan dahinya "Dirga? dengan seragam seperti itu?" tanyanya pelan dengan tatapan yang mengarah pada pemuda itu, dan aku hanya mengangguk secuil.


Perlahan aku membuka gumpalan kertas yang masih dalam genggaman tangan ku "Temui aku di rest room lantai empat" tulisnya.


"Kak.. lihat lah ini.." aku menyerahkan kertas lecek itu pada kakaku yang masih menatap ke arah berlalunya pemuda itu.


Dan dia menatapku dengan binar senang setelah membaca sepenggal kalimat yang tertulis di daluang itu "Berarti dia itu.. benar-benar Dirga..!" ucapnya memelankan suaranya namun aku masih bisa mendengarnya dengan jelas.


...POV Kesya off...


...----------------...


Kesya Briyan tidak mengulur waktu, mereka segera berjalan menuju tempat yang tertulis di secarik kertas lecek dari tangan pemuda yang sudah mereka simpulkan seorang Dirga Pratama.


Dan setibanya di tempat itu seorang pria muda berwajah gelap tersenyum sambil memberikan tanda silahkan menyambut kedatangan mereka. Dan Briyan kenal dengan pria muda tersebut, yah siapa lagi kalau bukan Nguncup.!


"Dede.. dia itu yang kemarin datang ke rumah kita.." ucap Briyan berbisik di telinga Kesya. Dan gadis itu mengangguk seolah tahu langkah yang harus ia lakukan.


"Kak Briyan aku mau ke toilet yah.. Kaka tunggu di sini gak papa kan.??" pamit Kesya keras sengaja ingin memberitahu kan kedua pengawal di belakang tubuhnya.


"Iya masuk lah.. Kami tunggu di sini.." jawab Briyan yang juga terdengar keras.


Dan tiba-tiba salah satu pengawal meraih lengan Kesya "Tapi non.. toilet nya rusak.. lihat lah.. ada tanda nya di lantai itu.." ucapnya menunjuk tanda peringatan yang menghadang di depan pintu toilet wanita.


Tapi benda itu memang sengaja di letakkan oleh Ucup, supaya tidak ada pelanggan mall yang memasuki ruangan tersebut. Melihat Kesya tampak kesulitan mencari alasan Ucup pun mulai mendekat.


"Permisi nona.. silahkan.. toilet nya sudah bisa di gunakan.." ucapnya menyambar pembicaraan Kesya dengan sang pengawal.


Sang pengawal pun percaya, karena Ucup memakai seragam karyawan mall tersebut.


"Oh iya.. terimakasih.."


Dengan segera gadis itu berjalan memasuki toilet wanita, langkahnya terhenti saat tidak melihat siapa pun di dalam sana.


"Kenapa tidak ada siapapun? Ka Dirga tidak di sini? apa aku salah masuk lokasi?" gumamnya.

__ADS_1


__ADS_2