Nikah Kan Kami Daddy..!!

Nikah Kan Kami Daddy..!!
Bab 21. Terciduk


__ADS_3

"Kamu kenapa masih keluyuran sendiri? ini sudah mulai gelap.. apa kamu tidak takut?" tanya Briyan sambil berjalan beriringan dengan Zaline. Mereka berdua masih dalam perjalanan menuju tenda setelah tidak sengaja di pertemukan saat Zaline di goda Bara dan Abhie.


"Aku?.." Zaline menoleh ke arah Briyan. Dan pemuda itu mengangguk tanpa menoleh karena memang hanya Zaline satu satunya orang yang berjalan dengan nya.


"Aku ikut mandi Kaka,, tapi aku belum punya teman akrab,, jadi aku sendiri saja.. dan takut? aku tidak takut sekarang aku berjalan dengan mu.." jawabnya.


"Kenapa tidak punya teman? bukannya Kesya baik padamu?" sambung Briyan kemudian.


"Emmh.." Zaline ragu.


"Jho? apa karena Jho kalian ribut.?" tanya Briyan sedikit cuek namun terdengar penasaran.


Zaline menggeleng kasar "Tidak Kaka.. Kesya baik.. hanya saja aku yang tidak percaya diri berteman dengan murid cantik dan populer seperti nya.." jawabnya.


"Oh.." sahut Briyan. Langkahnya lalu menaiki bukit "Kita lewat sini saja, sepertinya lebih cepat sampai.." usulnya sambil menunjukkan arah jalannya.


"Iya Kaka.." gadis itu mengangguk.


Sedang di tempat lain yang tak jauh dari sana, Dirga dan Kesya juga masih berada di perjalanan menuju tenda bermodalkan senter dari ponselnya mereka memastikan jalan agar tidak tersandung akar yang tertutup daun kering.


"Kaka kenapa diam saja? jangan membuat ku takut.. ini sudah gelap..!" ujar Kesya sambil memegang erat-erat lengan Dirga. Dan pemuda itu hanya tersenyum tanpa bersuara.


"Kenapa tidak menjawab ku hah.?" Kesya menepuk lengan Dirga dengan wajah kesalnya.


"Kenapa seram sekali sih.?" tambahnya, pandangannya mengelilingi sekitar yang tampak gelap karena waktu sudah menunjukkan pukul 18:21.


Seharusnya tidak sampai semalam itu untuk mereka kembali dari sungai namun karena waktu mandi Kesya yang sedikit lelet jadi mau tidak mau dia harus merasakan jalan berdua di tengah hutan dalam keadaan gelap.


"Kaka.. jangan diam saja.. ajak Kesya bicara.. Kesya takut kalo sunyi begini.." rengek nya sambil mempererat pegangan tangannya.


Tak lama kemudian Dirga menghentikan langkahnya dan bergolak menatap Kesya yang masih sibuk celingukan dengan wajah takutnya.


Kemudian Kesya membalas tatapannya dan "Aaaaaaa..." teriaknya. Gadis itu mendapati wajah sang Kaka tersorot lampu senter.


"Xixixixix.." Dirga terkekeh geli melihat ekspresi wajah Kesya yang semakin lucu saat teriak ketakutan.


"Kaka..!! jangan menakuti ku seperti itu.. hiks hiks hiks.. huhu..." keluh Kesya menangis.


Dirga meraih tubuh kecil gadis yang di kenal sepupunya lalu mendekapnya erat dengan wajah yang tersenyum "Kaka minta maaf.. cup cup.." ucapnya.

__ADS_1


"Hiks hiks.." Isak Kesya gemetar.


Dirga merenggangkan jarak mereka lalu menatap wajah Kesya yang sudah basah karena air mata takutnya.


"Maaf.. hm.." ucapnya lagi.


"Ayok kita ke tenda, Kesya takut.." ajak Kesya di selingi dengan Isak nya.


Dirga menyapu pipi Kesya dengan lembut menyingkirkan air mata yang menghalangi kecantikan gadis kesayangannya.


"Jangan dulu pergi.. aku mau memastikan jawaban mu sebelum kita kembali ke tenda.." Dirga berusaha memperlakukan gadis itu sebagai wanita. Dan gadis itu menatapnya lembut.


"Tolong jawab dulu.. mau kah Kesya menjadi kekasih ku..?" tambahnya dengan tatapan yang melekat.


"Aku,," gadis itu gugup dan ragu untuk mengiyakan.


Karena sesungguhnya itu terlalu cepat untuk di katakan rasa cinta atau suka. Mungkin saja itu hanya karena rasa penasaran atau gede rasa di cintai seorang pemuda. Dan rasa nyaman itu, mungkin saja karena sudah terbiasa dengan kenyamanan itu dan bukan karena rasa suka atau cinta.


"Apa Dede masih menyukai Jho hm?" tanya Dirga terus mencecar nya.


"Kesya yakin.. Kesya sudah tidak menyukai nya.." lirihnya kemudian.


Dirga mengernyit "Lalu? apa yang membuat Dede ragu menjawabnya? Kaka tidak apa-apa.. kalau Dede menolak nya.. katakan tidak jika menolak.. dan katakan iya jika menerima.." ucap Dirga dengan sedikit menggoyangkan lengan Kesya penuh penekanan.


"Kesya...."


"Sudahlah.. Kaka tahu jawabannya.. Dede tidak menerima Kaka.." sahut Dirga menyambar perkataan Kesya.


"Kita kembali ke tenda sekarang.." ajaknya dengan wajah yang kecewa.


Dan entah kenapa Kesya tak tenang melihat raut wajah itu, hingga dengan reflek nya ia menahan tangan Dirga untuk tetap tinggal di tempatnya.


"Kaka.. " ucapnya dan Dirga kembali menatapnya "Hm..?"


"Cup..." suara kecupan singkat di pipi kiri Dirga. Dan sang pemberi kecupan tersenyum padanya.


Kening Dirga mengerut heran "Jadi apa maksudnya ini hah? jangan membuat ku bingung.." ketus Dirga yang sudah terlanjur emosi. Si ketua OSIS itu memang terkenal galak juga emosian.


"Kesya juga merasakan hal yang sama seperti Ka Dirga.. tapi.. apa boleh kita berhubungan? bagaimana dengan Ka Briyan.. Daddy.. mommy.. papi Yuda dan kakek nenek..? apa mereka akan menyetujui nya..?" ujarnya bimbang.

__ADS_1


"Mereka urusan belakangan, yang penting Kesya membalas perasaan Kaka.. rasa kagum sayang cinta.. dan ingin memiliki lebih dari apapun.. iya.. begitu kan..?" tegasnya memastikan.


Dan gadis itu mengangguk malu "Cup"


Tanpa aba-aba Dirga menjatuhkan bibirnya ke bibir mungil Kesya.. yah, Kesya yang selama ini di kenal sebagai adik sepupunya kini sudah menjadi kekasihnya.


Perlahan Dirga memainkan bibirnya kecapan demi kecapan pemuda itu nikmati, meski gadisnya belum juga merespon nya. Oh sungguh itu sudah sangat cukup untuk nya.


Dan meski itu ciuman pertama bagi kedua insan rupawan itu, tapi mereka juga sering melihat adegan mesra di film romantis, tak akan sulit melakukan hal seindah itu.


Apa lagi tubuh kita akan bisa bergerak dengan sendirinya jika sudah bertemu dengan orang yang tersayang tubuh kita paling pintar dengan hal hal seperti itu bukan?


"Emmph.. emmph.." suara Kesya yang butuh oksigen.


Dan Dirga hanya menghentikan aktivitas bibirnya saat mereka ingin mengambil nafas saja setelah itu mereka memulai nya kembali dengan mata yang terpejam dan perlahan Kesya pun membalas permainan bibir Dirga yang semakin liar.


"Hhmmh.." seru Dirga di sela aktivitas nya.


Mungkin Dirga sudah merasa cukup hanya dengan mengecap bibir kekasihnya terlihat tangannya hanya berani meraba-raba punggung lentik Kesya saja meskipun sebenarnya pemuda itu ingin sekali meraih sesuatu yang menantangnya beberapa saat lalu di tepi sungai.


Tapi ya sudahlah begitu saja Dirga sudah merasa puas. Cinta yang selama bertahun-tahun ini di pendam nya sudah tersampaikan lewat ciuman pertama mereka.


"DIRGA..!!!!" teriakkan itu cukup keras terdengar membuat mereka menoleh ke arah sumber suara.


Dan sungguh mata mereka saling terbelalak ketika Briyan berdiri di sana dengan tatapan sinis nya. Terlihat pemuda dingin itu mengepalkan tangan dengan raut muka kecewa.


Di sampingnya ada Zaline yang juga terlihat sangat kecewa mendapati pemuda yang selama beberapa tahun ini ia kagumi tengah asyik mencumbu seorang gadis, yah gadis yang tidak lain dan tidak bukan adalah gadis yang di kenal sebagai adik sepupu Dirga sendiri.


"Ka Dirga.." lirihnya betul betul pelan.


Sedang Dirga dan Kesya masih berdiri di posisinya dengan wajah gugupnya, lambat laun Dirga juga akan mengatakannya pada Briyan, sahabat sekaligus adik sepupunya namun untuk saat ini belum saatnya, tidak seharusnya Briyan memergoki adegan itu.


"Bajingan kamu Ga..!! kamu apakan adikku hah..??" tanya Briyan keras. Langkahnya menuju tubuh Dirga yang masih berdiri berdampingan dengan Kesya.


Briyan menarik kerah jaket Dirga dengan tatapan marahnya "Bugh" satu pukulan mendarat sempurna di wajah tampan Dirga. Hingga kini wajahnya terpelanting dengan darah di ujung bibirnya.


"Ka Briyan...!!!" teriak Kesya terkejut tangannya menutupi mulut, begitu juga dengan Zaline yang juga tersentak dengan adegan itu.


...----------------...

__ADS_1


Jangan kaget dengan judul yang tiba-tiba ganti ya.. supaya lebih nyambung sama cerita nya.. "Nikah kan kami Daddy..!!" judul barunya..


Di tunggu Like nya.. Ok.!!! salam author untuk kalian pembaca tersayang.. By_Ayu Pasha.


__ADS_2