Nikah Kan Kami Daddy..!!

Nikah Kan Kami Daddy..!!
Bab 27. Keputusan Raya


__ADS_3

Dua hari pun berlalu, kondisi Raya mulai membaik, seperti biasa dokter ahli yang menanganinya dengan sigap mengambil tindakan, dan selama dua hari ini Kesya & Dirga di kurung dalam kamar mereka masing-masing.


Sampai saat ini, sepasang kekasih itu masih mempertahankan kebohongannya, berharap cara itu bisa membuat mereka tetap bersama.


Dan kini para orang tua mereka berkumpul di ruang rawat inap milik Raya, wanita itu sendiri lah yang mengundang Yuda dan Chloe ke kamarnya, Raya mau mendiskusikan tentang kelakuan putra putri nakalnya.


Raya juga mengundang Dirga & Kesya tapi sepertinya Reiner tidak membawa putrinya dan Yuda juga tidak membawa putranya.


"Rei.. Kesya sama Dirga mana? aku mau bicara sama mereka.." tanya Raya menatap suaminya, kali ini wanita itu sudah cukup siap menghadapi masalahnya.


"Sudahlah.. kamu sembuh saja dulu.. baru kita bicarakan tentang mereka.." sahut Reiner lembut tangannya membelai rambut istrinya.


"Iya.. lebih baik kamu istirahat dulu saja Ya.." sambung Chloe kemudian.


Raya mengernyit heran "Bagaimana bisa kalian setenang ini? anak-anak itu sedang mengalami goncangan, atau mungkin sekarang mereka depresi karena masalah ini.. meskipun ini salah mereka, tapi tidak seharusnya kalian perlakukan dia seperti ini.. kenapa kalian malah mengurusi ku di sini? lebih baik kalian putus kan apa yang harus kalian putus kan pada mereka..!" ucapnya panjang lebar.


"Tentu saja kami mengurusi mu.. kamu juga sangat penting.. lagian apa yang harus di putuskan? selain Dirga yang harus ke London.." sahut Yuda memutuskan.


"Iyah.. biar dia sekolah di sana.. bersama dengan mamah Yana.. dan papah Indra.. di sana juga ada Reinhard yang akan mengurus nya.. baru......."


"Baru apa..? baru apa Rei..?!" potong Raya memutus perkataan suaminya.


"Kalian mau memisahkan mereka? seperti dulu kamu yang lari ninggalin aku ke London begitu hah?" lanjut nya ketus.


"Sayang.. lalu mau bagaimana lagi.. mereka masih kecil.. tidak mungkin kita nikahkan.. setidaknya setelah menyelesaikan sekolah nya kita baru bisa ambil keputusan itu.. apa kata orang nantinya sayang.." jelas Reiner.


"Tapi mereka sudah berhubungan.. bagaimana kalau Kesya menuruni ku.. subur..? apa kamu mau membiarkan anak itu lahir tanpa ayah Rei,..? atau jangan-jangan kalian mau Kesya menggugurkan nya? dia juga cucu kita bukan?" cerocos Raya dengan mata yang mengelilingi semua orang di dalam sana.


"Lalu.? apa mau kamu hm?" Reiner mulai kehabisan alasan.


"Nikah kan mereka diam-diam.. dan biarkan Dirga tetap sekolah.. tapi Kesya, biar mengikuti homeschooling saja.. dan kalau nanti Kesya tidak hamil.. suruh mereka menunda hubungan mereka dulu.. mungkin mereka akan menyetujui nya.. mereka juga tidak akan merasa depresi satu sama lain.. kasihan mereka Rei.. jangan buat mereka stress di usianya itu.. kesalahan mereka tidak luput dari pengawasan kita.. dari cara kita mendidik nya.. bukan begitu Rei..?" ujar Raya penuh penekanan.

__ADS_1


Ketiga orang lainnya menimbang nimbang usulan Raya, dan jika di pikir lagi mungkin itu jalan satu-satunya. Lagi pula Dirga sepupu tiri, hubungan saudara mereka juga tidak terlalu dekat, mereka masih bisa di nikahkan.


"Jadi.. setelah menikah.. mereka tidak boleh bertemu begitu..?" tanya Yuda. Dan Raya mengangguk.


"Begitu saja yank.. sepertinya itu tidak akan merugikan siapapun.. mereka masih tetap sekolah.. tidak perlu bertindak ekstrim.." sahut Chloe mengelus lengan suaminya dengan tatapan penuh harap. Wanita itu juga tidak akan tega mengirim putra semata wayangnya jauh-jauh.


Sedang Raya menatap wajah suaminya yang masih terlihat bimbang "Rei.. bagaimana dengan mu.. kenapa kamu diam saja..?" tanyanya.


Reiner mengusap wajah nya lalu membalas tatapan istrinya "Tapi kenapa harus menikah? kalau mereka tidak kita izinkan bertemu.. kita tunggu saja sampai sebulan kemudian.. kalau Kesya hamil baru kita nikahkan.." sambungnya.


"Rei.. kamu tidak tahu.. itu membawa sial.." timpal Chloe yang sedikit punya pikiran kuno.


Reiner sudah mulai kehabisan kata-kata apa lagi yang bisa dia lakukan selain mengalah? sebab tidak mungkin Raya yang mengalah, selama ini pria dingin itu hanya mengikuti aturan istrinya.


"Terserah kalian saja.." ucapnya. Dan sepertinya Yuda pun tampak mengangguk setuju.


...----------------...


Reiner memaparkan pada ke empat orang tua nya, tentang duduk masalah yang sebenarnya terjadi pada putra putri mereka, dan para kakek nenek tersentak kaget.


Tapi sepertinya mereka masih sedikit lebih tenang karena ternyata kekasih Kesya, pemuda yang selama ini mereka kenal baik.


Setidaknya kesalahan itu terjadi bukan dengan laki-laki brengsek yang hanya ingin memanfaatkan keluguan Kesya si anak orang kaya itu.


Bukannya hal seperti itu sering terjadi? ada pria licik yang ingin menikahi gadis kaya karena keserakahan nya? tapi seorang Dirga tidak mungkin begitu, sebab Dirga sendiri juga pewaris tahta Indra ayah Yuda.


Mira membelai lembut puncak kepala cucu perempuan nya "Kesya.. Dirga.. kenapa kalian bertindak sejauh ini sayang.. bukannya kita tidak bosan-bosannya mengajari kalian hm.." ucapnya menyesal. Dan kedua anak itu hanya diam menunduk.


"Jadi.. kalian sudah sepakat? menikah kan mereka..?" tanya Hans pada Reiner, Raya, Chloe dan Yuda. Dan semua orang yang bersangkutan mengangguk mengiyakan.


"Kalau begitu siap kan secepatnya.. dan jangan sampai ada yang mendengar berita ini Rei.." perintah Hendrawan kemudian. Dan Leta sang istri mengangguk penuh harap.

__ADS_1


"Iya.. malam ini juga kita lakukan akad nikah mereka.." sambung Yuda memutuskan.


"Dan untuk kalian.." timpal Reiner menatap ke putra putri yang bersangkutan.


"Kalian sudah tahu kan aturannya? kami tetap merestui hubungan kalian.. tapi tidak mengizinkan kalian bertemu selama satu bulan ke depan..!! Jika Kesya tidak hamil, kalian harus menunda hubungan kalian sampai saatnya kalian pantas untuk menikah..! dan jangan coba-coba bertemu diam-diam atau aku akan menghukum salah satu dari kalian.. mengerti..!!" putusnya kemudian.


Dirga masih belum setuju, namun untuk saat ini hanya mengangguk yang bisa pemuda itu lakukan, selebihnya bisa diatur lagi nanti pemuda itu yakin tidak ada masalah yang tidak bisa di selesaikan.


"Baiklah.. Dirga setuju.." ucapnya lantang.


Briyan mengernyit "Bodoh.. bagaimana Kesya bisa hamil, kalian saja tidak pernah melakukannya.. kalian pikir berjauhan selama satu bulan bisa hamil begitu?" batinnya di balik diam nya.


Si tampan Briyan memang tahu kebenarannya, tapi tidak mengadukannya, pemuda itu tahu ketulusan Dirga dan juga Kesya. Kedua saudara nya tidak akan berbuat sejauh itu jika tidak benar-benar saling mencintai.


"Briyan.. sekarang bawa Kesya masuk kamar.. jangan izinkan dia keluar sebelum Daddy menyuruhnya.." perintah Reiner.


Dan pemuda itu mengangguk patuh "Iya Daddy.." ucapnya "Ayok Dede.. kita masuk.." ajaknya menuntun adik cantiknya.


Tapi gadis itu terus menatap ke arah Dirga, berat sekali menerima keputusan ini, karena sudah bisa di pastikan mereka akan berpisah, tidak mungkin Kesya hamil dengan sendirinya.


Jika sampai dalam jangka waktu satu bulan Kesya tidak hamil maka hubungan mereka harus di tunda, dan sungguh.. itu menakutkan bagi gadis ini.


Namun tatapan Dirga seolah mengatakan tenang lah sayang membuatnya sedikit lebih baik. Gadis itu percaya kekasihnya bisa mengatasi masalah nya.


Melihat putrinya mematung seolah tak mau meninggalkan Dirga Reiner mulai menyerukan suara lantangnya "Kesya..!!" pekiknya. Dan gadis itu mendengus kesal lalu melepaskan diri dari rangkulan sang Kaka.


"Kesya bisa jalan sendiri..!!" ketusnya yang lalu melangkah cepat menaiki anak tangga menuju kamar yang terletak di lantai atas.


...----------------...


Upah nulis kali Kaka.. minta bunga nya.. Vote juga gak papa..🤗😚

__ADS_1


__ADS_2