Nikah Kan Kami Daddy..!!

Nikah Kan Kami Daddy..!!
Bab 32. Salah kamar


__ADS_3

Dengan bibir meringis kesakitan seorang pemuda berjalan mengendap ngedap masuk ke dalam rumah, setelah dengan hati-hati menuntun motor dari depan gerbang berharap sang ayah tidak memergokinya.


Beruntung dan terus beruntung beberapa saat yang lalu, pemuda itu berhasil keluar dari rumah mertuanya tanpa di pergoki penjaga meskipun harus terjatuh dari tali yang tiba-tiba lepas dari pengaitnya.


Yaah.. itu tak mengurungkan niatnya untuk mencoba nya lagi nanti, pertemuannya dengan sang istri sungguh membuatnya merasa bahagia sebahagia bahagianya. Meskipun misi nya kali ini masih gagal tapi pemuda itu yakin usaha yang kedua akan berhasil. Semangat !!! tangguh dalam hatinya.


Kini langkah pemuda itu sudah memasuki kamar nya dan lagi-lagi Dirga lolos tanpa di pergoki siapapun. Fix.. hari ini hari keberuntungan nya.


Rasa ngantuk membuat langkahnya langsung menuju ke tempat tidur, bagaimana tidak mengantuk? semalaman pemuda itu asyik mengobrol sambil mencicip cicip istri dadakan nya. Dengan perlahan Dirga membaringkan tubuhnya di atas ranjang king size miliknya. Masih dengan wajah yang meringis tentunya.


"Mungkin aku bisa tidur dulu, sampai Mami membangunkan ku.. setengah jam cukup lah.." gumamnya yang lalu memejamkan matanya masuk ke dalam alam mimpi.


Satu jam berlalu Chloe masuk ke dalam kamar putranya bermaksud membangunkannya, kepalanya menggeleng ringan saat melihat pemuda itu masih tertidur pulas.


Dengan langkah gontai Chloe berjalan mendekat dan duduk di tepi ranjang milik putranya.


"Sayang.. kamu gak pergi ke sekolah hm..? ini sudah jam enam.. biasanya kamu gesit.. kenapa belum juga bangun.?" ucapnya sambil menggoyangkan tubuh putranya.


"Oh sayangku.. jangan tinggalkan aku.. sayang.. aku mencintaimu.. Dede.. Kesya ku.." celoteh Dirga mengigau. Membuat sang ibu tersenyum sambil geleng-geleng.


"Dirga.. bangun.." ucapnya lagi.


Kemudian seorang pria menghampiri mereka sambil mengibaskan rambut basahnya mungkin Dirga benar malam tadi Papi dan Mami nya usaha membuat anak lagi.


"Kenapa Mi? Dirga belum juga bangun?" tanyanya.


Chloe menoleh "Iya.. sepertinya dia kangen Kesya Pi.. kasihan dia.." jawabnya yang lalu menatap lekat wajah putranya.


"Dirga..! bangun.. sudah pagi.." seru Yuda yang lalu menggoyangkan tubuh putranya dan mengenai pinggang yang lebam.


"Aaak.. sakit.. sakit.." keluh Dirga dengan mata yang masih terpejam.


Hal itu membuat Yuda semakin geram "Dirga.." serunya lagi. Dan kali ini berhasil, pemuda itu membuka matanya perlahan kemudian mengernyitkan dahinya kaget.


"Papi.. Mami.." ucapnya.


"Bangun..! kamu tidak sekolah..?" tanya Yuda.


"Emmh.. Dirga ngantuk Pi.. Dirga izin ya.. besok baru Dirga berangkat.. pinggang Dirga sakit.." keluh pemuda itu meringis dan sepertinya lumayan cukup serius.


"Sakit..? kenapa..? apa nya yang sakit hah..?" tanya Chloe panik sambil memeriksa tubuh putranya.


"Dirga jatuh di kamar mandi Mi.. Atiiit..." jawab Dirga dengan bibir yang mengerucut manja.


"Oh kasihan putra tampan Mami.." sambung Chloe yang juga mengerucutkan bibirnya iba, tangannya membelai pipi putranya.


"Kamu tadi mengigau.. kamu sebut sebut Kesya.. kamu kangen ya.?" lanjutnya bertanya.


Dan putranya mengangguk dengan wajah manja "Kangen banget Mi.. hiks.. kenapa Papi jahat padaku Mi.." keluhnya berlebihan.


"Ooogh tayang-tayang.. sabar ya.. ini cobaan.." ucap Chloe yang lalu memeluk kepala putranya.

__ADS_1


Pemandangan itu membuat Yuda memutarkan bola mata malasnya "Anak sama Mami nya, sama-sama lebay nya..!" gerutunya yang lalu berjalan keluar.


"Sudah istirahat saja dulu.. nanti Papi telepon ke sekolah mu.." imbuh Yuda sambil terus melanjutkan langkah.


...----------------...


Hari berlalu begitu cepat tak terasa senja mulai tampak menghiasi langit. Dan seorang gadis turun dari taksi dengan wajah bingung.


Gadis itu mengedarkan pandangannya ke seluruh arah "Wah.. benar ini rumah nya Kak Briyan sama Kesya..? besar sekali.. mewah nya.. halaman parkir nya saja enam kali lipat luas rumah ku.." ucapnya kagum.


Dan seorang pria menghampirinya "Neng.. kamu siapa? apa neng yang di kirim sekolah buat belajar sama non Kesya ya.?" tanyanya.


"Oh iya bener pak..." jawabnya sigap.


"Yuk.. saya antar ke dalam.. tuan sudah menunggu kok.." ucap pria itu yang tidak lain tidak bukan adalah Rimbun salah satu dari penjaga rumah besar itu.


"Iya pak.. baik.."


Tiba di dalam Rimbun mempersilahkan gadis itu masuk lalu menunjukkan arah jalan yang harus gadis itu lewati.


"Silahkan neng naik saja ke tangga itu, nanti ketemu sama tuan di atas sana neng.." suruh nya.


Gadis itu sedikit rikuh "Emmh pak.. apa tidak apa-apa saya masuk begitu saja?" tanyanya.


"Tidak apa-apa.. setelah ini saya harus berjaga-jaga lagi di luar neng.. jadi masuk sendiri saja ya.." usul Rimbun kemudian.


Setelah mengangguk setuju, gadis itu berjalan ke arah yang sudah Rimbun tunjukkan dan kini langkahnya sudah menaiki anak tangga.


"Benar-benar mewah.. rumahnya.." gumamnya masih takjub.


"Selamat sore tuan.." ucapnya pada Om Om tampan itu.


"Oh ya.. sore.. kamu yang di kirim Arif itu yah..?" tanya pria itu yang tidak lain adalah Reiner.


"Iya tuan.. benar.." jawabnya sopan.


"Jangan panggil tuan.. Om saja.. kamu bukannya teman sekelas Kesya kan..?" ucap lelaki itu tersenyum.


"Iya benar tuan.. Eh Om.." gugupnya.


"Siapa nama mu?"


"Zaline Arta Om.."


"Ya sudah Zaline.. Om masih ada urusan.. kamu masuk saja ke dalam.. kamar Kesya di sana.. tidak di kunci kok.. barusan Om juga dari sana.." perintah Reiner menunjuk dua daun pintu yang sama-sama tertutup.


"Oh iya Om.. baik.." gadis itu menunduk segan sebelum kemudian mempersilahkan pria tampan itu berjalan menuruni anak tangga.


Kepala Zaline menggeleng kagum menatap punggung Reiner "Pantas saja, Kesya sama Kak Briyan, ganteng dan cantik nya luar biasa.. ternyata bapak nya juga super duper tampan.. mirip Song Wei long.." gumamnya.


Ia lalu melanjutkan langkah menuju pintu yang di tunjukkan oleh Reiner, dan sempat kebingungan menatap kedua pintu yang berjejer dan sama-sama tertutup.

__ADS_1


"Kamar yang mana ya.? yang ini.. atau yang ini..?" ucapnya sambil menunjuk ke dua pintu bercat putih kilap itu.


Zaline lantas memutar kenop dari salah satu daun pintu yang ternyata terkunci "Kok dikunci ya? bukannya tadi ayahnya Kesya bilang tidak dikunci..?" gumamnya bingung. Ia lalu memutar kenop pintu sebelahnya dan jeng-jeng terbuka.


"Oh.. yang ini.."


Gadis itu kemudian masuk ke dalam kamar tersebut dan seketika bibirnya menganga takjub dengan isi dari kamar yang super rapih juga kontemporer.


"Bagus sekali kamarnya.." ucapnya dengan pandangan yang mengelilingi seluruh sudut tempat itu.


"Tapi kemana Kesya nya.? tidak ada..?" tanyanya pada diri sendiri sampai akhirnya ia mendengar suara kericikan air dari dalam kamar mandi.


"Hm... lagi mandi yah.. ya sudah aku tunggu saja di sini..." imbuhnya yang lalu melangkah menuju pintu geser transparan yang menyuguhkan pemandangan luar griya.


"Berarti.. itu rumah Jho ya? katanya kan.. rumah mereka berhadapan.." timpalnya bergumam tatapan matanya mengarah ke bangunan mewah di seberang griya tersebut.


Click suara seseorang baru saja keluar dari kamar mandi, ia pun menoleh ringan ke arah sumber suara, dan seketika ia membalikkan badannya saat melihat seorang pemuda hanya memakai handuk di setengah badannya.


"Kak Briyan..??" gumamnya pelan dengan wajah yang terkejut.


"Sayang.. ngapain kamu di sini hm..?" tanya Pemuda itu dan sepertinya pemuda itu tidak ngeh siapa gadis yang berdiri di kamarnya.


Mata Zaline terpejam takut, grogi, campur aduk menjadi satu "Oh ya ampun.. kenapa harus masuk ke sini.." batinnya.


"Kamu mau pinjam ponsel buat nelpon suamimu..? oya.. hari ini suamimu gak masuk.. sakit katanya.. pasti gara-gara begadang sama kamu tadi malam.." ujar Briyan lagi, sembari membuka lemari dan mengambil beberapa helai pakaian.


Sedang Zaline masih belum berani bersuara karena takut membuat si pemilik kamar terkejut namun ucapan Briyan membuat nya bertanya tanya "Suami? suami siapa yang dia maksud?"


"Dede kenapa diam saja..?" Briyan melangkah mendekati gadis itu.


Dan seketika matanya membulat sempurna saat tahu gadis yang di ajak ngobrol bukan adiknya "Kamu..?? k kenapa ada di sini hm.?" tanyanya tersentak.


"Ma maaf Kak.. bukannya gak sopan.. tapi dari tadi aku juga terkejut.. ternyata aku salah masuk kamar.. aku kira ini kamar Kesya.." jawab Zaline terbata seraya menutup matanya, gadis itu tak mau menatap Briyan yang hanya memakai handuk.


"Ya sudah.. kamu ngadep ke sana.. aku mau pakai baju.." perintah Briyan.


"Iy iya.. pa pakai lah cepat.." gadis itu membalikkan badannya.


Dengan senyum di wajahnya perlahan Briyan memakai pakaian kasual nya dan cukup membuat gadis itu menunggu "Sudah.. kamu boleh menatap ku sekarang.." ucapnya.



Zaline pun menoleh kembali ke arah Briyan masih dengan wajah kikuknya "Emmh.. maaf Kak.. aku keluar ya.. mungkin Kesya sudah menunggu ku.." pamitnya yang lalu melangkah.


"Eiizz.. kenapa buru-buru..? bukannya kamu sudah masuk ke sini hm..?" cegah Briyan menghadang jalan Zaline dengan smirk dinginnya.


"Ma maaf Kak.. tapi.. ini kamar laki-laki.. tidak boleh aku berada di dalam sini.. apa lagi hanya berdua dengan mu saja.." ucap Zaline terbata.


"Kenapa? kamu takut aku memakan mu? bukannya kita sering jalan bareng? makan bareng? ke perpustakaan bareng? kamu canggung padaku?" cecar Briyan kemudian.


"Ti tidak juga..!" sergah Zaline menggeleng kasar.

__ADS_1


...----------------...


Like.. dan kasih bunga juga boleh.. biar aku makin semangat lagi nulisnya.. salam hangat author untuk kalian.. By_Ayu Pasha.


__ADS_2