
Empat hari berlalu begitu singkat namun terasa lambat bagi pasangan muda yang baru saja menikah, yaaah... si pemilik wajah sensual sudah tak sabar ingin segera melanjutkan misinya yang masih tertunda karena halangan sang istri masih belum juga kelar.
Dan selama empat hari ini setelah pulang dari sekolah, Zaline pergi ke rumah besar sang Presdir tampan untuk menjalankan tugasnya, gadis itu juga mendapat uang transport, uang jajan dan mungkin gajih bulanan jika sudah waktunya nanti, dan yaaah... si nakal Briyan suka mencuri-curi waktu pacaran dengannya.
Pacaran yang masih diam-diam, sebab jangan sampai Zaline di berhentikan dari sekolah gara-gara berhubungan dengan putra dari donatur utama sekolah elit itu, sekolah yang memberinya beasiswa. NO.. itu tidak boleh terjadi.
So ya... Anak-anak nakal itu masih terus saling menutupi rahasia mereka satu sama lain, IMPAS.
Dan kini Zaline bersama Briyan tengah berada di dalam kamar pink milik Kesya. Zaline terlihat sibuk mengajari Kesya. Sedang Kesya tampak puyeng dengan pelajaran yang membebani otak lemotnya. Pagi hari guru homeschooling nya sudah membuat nya pusing lalu sorenya gadis itu harus belajar dengan siswi yang otaknya tiga puluh kali lipat lebih cepat dari otaknya.
Sementara Briyan? pemuda tampan itu asyik menatap wajah cantik kekasihnya, kekasih yang sangat menawan di matanya, pacar pertama, ciuman pertama, sentuhan pertama bahkan cinta pertama baginya, yah.. Zaline lah yang pertama itu. Gadis pertama yang mampu menggetarkan hati sedingin kulkas dua puluh lima pintu.
Dreeetttt dreeetttt dering ponsel Briyan berbunyi, dengan santainya pemuda itu menoleh ke benda pipih yang ia letakkan di samping kanan tangannya.
Dirga galak tertera di layar ponsel nya.
"Hm? suamimu, telpon sayang.." ucapnya menatap ke arah adiknya yang kini menatapnya.
"Oh.. kali ini biar Kesya bicara ya kakak.. boleh kan..? Kesya kangen.." sahutnya memohon.
"Iya.. angkat lah.." sambung Briyan yang kemudian menyerahkan benda tujuh inci itu pada Kesya. Dan gadis itu berjalan menjauh setelah menerima ponsel dari tangan sang kakak.
Kesya menggeser tombol hijau lalu meletakkannya ke telinga "Halo.." ucapnya.
"SAYANG..!!!" jawab Dirga terdengar antusias.
"Kaka kangen sayang.. mmuaacchh.." suara Dirga yang sepertinya mencium layar ponselnya.
Kesya tersenyum "Kesya juga kangen.. kapan Kaka ke sini lagi hm..?" tanyanya.
"Secepatnya dong.. tapi apa Dede sudah sembuh..?" tanya balik Dirga terdengar lirih.
"Sembuh apanya?"
__ADS_1
"Datang bulannya, sudah berhenti kah? apa sudah bisa kita lanjutkan misi membuat Baby mungil lagi?" tanya Dirga kemudian.
"Datang saja dulu.. Kaka periksa sendiri.. Kesya tunggu.." suruh gadis itu masih dengan senyuman.
"Ok.. ok.. malam ini juga Kaka datang. I love you sayang.. mmuaacchh.." seru Dirga terdengar sangat bahagia.
"Maaf kan Kaka, jika terkesan sangat menginginkan nya, semua ini demi melanjutkan pernikahan kita yank. Kalau tahu akan sulit begini, Kaka akan benar-benar melakukannya sebelum kita menikah.. sebelumnya Kaka tak berpikir untuk melakukan dosa besar itu karena Kaka tulus padamu.." lanjutnya kemudian.
"Iya Kesya tahu. Tapi apa kali ini Papi Yuda juga akan lengah seperti waktu itu?" Kesya mulai menurunkan nada bicaranya, tak yakin.
"Papi lagi di luar kota yank, cuma ada Mami saja.. Dede tahu kan.. Mami orang terbaik sedunia.. dia pasti mengizinkan Kaka pergi.." sambung Dirga menenangkan.
"Iya semoga saja.. jangan lupa Kaka hati-hati..!" pungkas Kesya berpesan.
Kesya menurunkan ponselnya setelah sambungan teleponnya terputus, lalu kembali ke dua orang yang kini berpegangan tangan mesra.
"Nih.. makasih.." Kesya melemparkan ponsel ke bantal yang terletak di sebelah kanan tangan Briyan "Ka Briyan harus bantu Ka Dirga lagi nanti malam.. Ok.." lanjutnya kemudian. Dan pemuda itu mengangguk beberapa kali.
"Oya..." Briyan meraih tubuh adiknya kemudian menggelitik perut gadis yang kini sudah berada di atas ranjang pink, "Apa kamu mau mendahului Kaka mu ini hah..??" ucapnya gemas.
"Ampun Kaka.. aku kan sudah menikah.. sudah halal.." teriaknya menggelinjang kegelian.
Sedang Zaline hanya tersenyum melihat keduanya. Yaah.. gadis cantik itu sudah tahu tentang pernikahan dadakan Kesya bersama dengan Dirga.
...----------------...
Hingga malam pun tiba, Dirga bisa keluar tanpa mengendap ngedap karena Chloe sang ibu tercinta sudah mengizinkan nya, dan si tampan Briyan juga menjalankan aksinya kembali, seperti biasa Tami ikut andil dalam rencana mereka, dan yaah.. tak butuh waktu lama dengan mudahnya Dirga masuk kedalam rumah besar mertuanya, ya jelas lah, mereka sudah pernah melakukan nya jadi untuk kali ini lebih mudah di laksanakan.
Briyan masih mengawasi keluarga nya di dalam rumah, memastikan Daddy dan Mommy nya tak keluar. Dan kali ini Dirga membawa tangga lipat jadi tak perlu lagi bersusah payah menaiki tali yang membuat telapak tangannya pedas.
"Ok.. semoga kali ini kita berhasil sayang.." gumamnya bersemangat.
__ADS_1
Setelah memposisikan tangga dengan aman, pemuda itu lantas menaiki satu persatu anak tangga, jantung nya berdebar kencang, terbayang malam indah bersama dengan istri tercinta.
"Tunggu aku sayang.." gumamnya pelan.
"DIRGA..!!" suara seseorang membuatnya reflek menghentikan gerakannya.
"Hah?" kini pemuda itu mematung dengan kedua mata yang membulat sempurna.
"TURUN KAMU..!!" ucap seorang lelaki dari bawah. Dan suaranya terdengar sangat familiar di telinga nya.
"TURUN..!!" lelaki itu berteriak dan kali ini Dirga berani menoleh ke arah si penyeru.
"Eh.. Uncle.. hehe.. kapan pulang Uncle..?" sapa nya berbasa-basi sambil memperlihatkan deretan gigi putihnya.
"Sekarang turun.. jangan basa-basi..!!" ketus lelaki yang di panggil Uncle olehnya.
Dirga menurut, perlahan pemuda itu menuruni anak tangga, debaran jantungnya mulai lain, kini ada rasa takut juga kecewa di hatinya, pemuda itu lantas berdiri di depan lelaki bertubuh tinggi tegap itu.
"Uncle sudah pulang ke Indonesia?" tanyanya nyengir.
"Kamu tahu, Uncle tidak sedang bermain-main?" sahut lelaki itu dengan nada yang menusuk sembari melipat kedua tangan.
Kemudian Dirga menyatukan kedua tangannya "Maaf kan Dirga Uncle Gabriel.. Dirga janji, setelah ini, Dirga langsung pulang.. tolong jangan kasih tahu Daddy Uncle, please..!!" ucapnya memohon, pemuda itu takut jika sampai Kesya yang akan terkena hukuman.
Gabriel menyeringai sambil menunjuk beberapa penjaga yang tampak tertidur pulas di pos nya "Kamu masih kecil, sudah berani mengatur siasat licik seperti ini hah.? kamu kasih mereka obat tidur..?" bentaknya melotot. Dan Dirga menaikan kedua bahunya tersentak.
Suara gaduh dari bawah membuat gadis yang tengah berjalan mondar-mandir di dalam kamar keluar dan memeriksa nya "Ka Dirga.. Uncle.." ucapnya melotot kaget.
Begitupun dengan Briyan yang baru saja tiba di balkon "Ada apa Dede..?" tanyanya sebelum kemudian melihat Dirga dan Gabriel berdiri berhadapan dengan tatapan yang sama-sama menusuk.
...----------------...
TUNGGU LANJUTANNYA SESAAT LAGI... JANGAN LUPA LIKE YA...😚🤗
__ADS_1