Nikah Kan Kami Daddy..!!

Nikah Kan Kami Daddy..!!
Bab 7. Salah paham


__ADS_3

Setelah mengorek informasi dari Hera sang ratu gosip. Jho berjalan cepat menuju satu arah yang sangat ia pastikan akan bertemu dengan Kesya.


Karena baru saja Jho menelepon gadis cantik itu untuk bertemu dengan nya di suatu tempat namun masih di sekitaran sekolah. Karena kebetulan Kesya belum pulang.


Sesampainya di ruang itu Jho berjalan mondar mandir menunggu gadis yang ia minta mendatangi nya. Dan tak lama dari itu Kesya menghampiri nya dengan senyum semangat.


Kesya berjalan mendekati Jho dengan senyum yang tiada hentinya "Jho.. kamu sudah lama menunggu ku.?" ucapnya.


Jho menarik lengan Kesya lalu menoleh ke kanan dan kiri beberapa kali memastikan tidak ada yang melihat mereka.


Senyum gede rasa Kesya mengembang saat melihat gerak gerik Jho yang seolah mencurigakan "Kenapa kamu ajak aku kesini Jho.. Apa kamu mau mencium ku..?" batinnya.


Setelah beberapa saat celingukan Jho sudah merasa cukup aman ia pun menatap wajah gadis cantik yang terus menerus memberinya senyum "Aku mau bicara dengan mu.." ucapnya. Dan Kesya mengangguk seolah mengatakan "bicara lah".


"Mulai sekarang jangan pernah menyentuh Zaline lagi.. atau aku sendiri yang akan membalas mu.." pemuda tampan yang di beri nya senyuman mengancamnya. Dan seketika senyuman itu memudar.


"Maksud kamu..?" tanyanya.


"Setelah menindas siswi beasiswa lalu sekarang berlagak bego hah..?" ucap Jho ketus. Kesya hanya menatapnya penuh tanya.


"Apa kamu bilang.. Zaline merayuku? Zaline menggoda ku..?" tambahnya. Dan Kesya masih diam saja mendengar tuduhan itu.


"Kamu dengar Kes.. aku yang tergoda, aku yang merayunya, aku yang menyukainya.. mengerti..!" terangnya.


DEG panas di hati Kesya yang sudah di tahan beberapa saat yang lalu mulai tidak terkendali, rasa itu semakin menjalar ke seluruh tubuh nya.


"Oh.. selamat kalau begitu.. aku pergi ya.. aku harus pulang.." pamit Kesya karena sungguh Kesya tidak mengetahui apa yang sebenarnya di maksudkan oleh Jho selain dari Jho yang mengakui perasaannya pada Zaline.


Kesya pun segera berpaling dan melangkah namun tangan Jho menariknya kembali "Aku belum selesai ngomong Kesya.." pekiknya.


"Apa lagi..? bicaralah..! aku masih kuat mendengar ucapan cinta mu untuk nya" Kesya menatap ke arah Jho.


"Kamu harus meminta maaf pada nya.. seperti kamu yang menindas nya di hadapan orang banyak, begitu juga yang harus kamu lakukan saat meminta maaf pada nya..!" perintah Jho.


Kesya memang menyukai Jho tapi apa harus menerima tuduhan yang tidak pernah di lakukan oleh nya? tentu saja sifat kekeh Raya menuruni nya.


Kesya tersenyum mencela pemuda tampan itu "Aku..? seorang Kesya meminta maaf..?" ucapnya.


"Kenapa? apa kamu merasa lebih tinggi dari Zaline hah.?"


"Aku tidak akan meminta maaf jika aku tidak salah.. kamu dengar ya Jho.. aku tidak pernah melakukan hal yang kamu tuduh kan itu.." sanggah nya.

__ADS_1


"Apa kamu melihat penindas di wajah ku? atau kamu percaya aku bisa menyakiti orang lain dengan tangan ku ini hah..?" lanjutnya dengan nada yang berubah-ubah.


Jho tersenyum sinis "Kamu memang tidak bisa menyakiti orang lain dengan tangan mu itu.. karena kamu pengecut.. kamu hanya bisa berlindung di balik semua orang yang menyayangi mu.. Daddy mu mommy mu.. kedua kakak mu.. bahkan papi ku.." tukasnya.


"Dan sekarang kamu menyuruh kedua teman bodoh mu menindas Zaline ku.." lanjutnya menukas.


Di tuduh sudah sakit sekarang pemuda itu menyerukan Zaline ku.? dan itu sangat menyakitkan bagi gadis cantik ini.


Kesya memejamkan matanya sebelum kemudian.


PLAK !!! sebuah tamparan di pipi kiri pemuda itu "Ini untuk tuduhan mu yang tidak pernah aku lakukan..!"


PLAK !!! di pipi kanan pemuda itu "Ini untuk ungkapan cinta mu pada Zaline mu itu"


PLAK !!! di pipi kiri pemuda itu lagi "Dan ini untuk kamu yang melupakan janji-janji mu pada ku empat tahun yang lalu" ucapnya.


Dan pemuda itu hanya mematung menerima semua tamparan dari gadis cantik itu, mau apa lagi? membalasnya? itu tidak mungkin. Karena sejatinya Jho lah yang melupakan janjinya.


Setelah puas melampiaskan kemarahannya gadis cantik itu pergi meninggalkan pemuda tampan yang selama bertahun-tahun ini ia kagumi. Jadi ternyata perasaan nya selama ini hanya di gantungkan saja.


...----------------...


Malam harinya dari dalam kamar nya Jho menatap ke arah halaman rumah mewah gadis yang siang tadi menamparnya.


Terlihat gadis kecil itu melamun dengan kedua telapak tangan yang menengadah di atas pangkuannya, di samping nya ada seorang bibik yang tengah menyuapi nya makan.


Dari tempatnya Jho mengingat ingat kembali empat tahun yang lalu saat masih kelas enam SD. Di mana gadis mungil yang cantik jelita menyatakan perasaan pada nya.


"Jho.. aku menyukai mu.. mau kah kamu menerima cinta ku..?" ucap Kesya kecil.


Jho tersenyum "Tentu saja.. tapi setelah kita duduk di bangku SMA.. ok.." balas Jho kecil.


"Kenapa?" kala itu Kesya merubah ekspresi wajahnya.


"Kita masih kecil.. jangan pacaran dulu Kes.. aku yang akan menyatakan perasaan ku padamu nanti.. saat kita sudah SMA.."


"Benarkah..? janji..?" ucap Kesya yang kala itu mengembangkan senyuman penuh harap.


...----------------...


"Aku tidak mengira kalau kamu masih mengingat hal itu.." gumam Jho.

__ADS_1


Merasa bersalah Jho mendatangi gadis itu berniat untuk meminta maaf. Sore tadi Jho mendapat informasi lagi bahwa ternyata Kesya benar-benar tidak terlibat dalam kasus penindasan Zaline.


Dengan berjalan gontai Jho menuju ke pintu gerbang nya lalu menyeberang memasuki pintu gerbang lainnya.


Hingga kini Jho bisa melihat punggung gadis itu dengan jelas ia juga bisa melihat kedua telapak tangan gadis itu yang memerah dan sepertinya itu sangat menyakitkan.


"Aku tidak mau makan bik.. aku sudah kenyang.." ucap gadis itu pada sang bibik yang menyuapinya makan.


Jho melangkah mendekat "Emmh bik.. biar Jho saja yang menyuapi Kesya.." pintanya. Dan pengasuh Kesya menurut ia memberikan tempat makan kepada nya sebelum kemudian pergi dari sana.


Jho duduk di samping gadis itu "Ayok makan, aku menyuapi mu.. aaak" seru Jho menawarkan suapan.


Craaaakkk piring yang masih berisi makanan terpecah belah berserakan. Baru saja gadis itu menampik nya.


"Pergilah.. aku tidak mau melihat muka menjengkelkan mu itu.." Kesya menunjuk wajah Jho dengan amarah.


"Aku minta maaf, aku sudah salah paham padamu.." ucap Jho.


"Apa tidak cukup kamu menampar ku tiga kali, sampai kedua telapak tangan mu merah begitu..?" lanjut nya bertanya.


"Jika aku masih sanggup.. aku masih akan menampar mu.. sayangnya itu hanya akan menyakiti ku saja.." balas Kesya.


"Aku minta maaf kes..." sambung Jho penuh harap.


"Aku juga minta maaf sudah menggantungkan perasaan mu selama ini.. aku tidak mengira kamu masih berharap dengan janji konyol ku empat tahun yang lalu.." ucapnya enteng.


Kesya tersenyum sinis "Iya memang aku bodoh, mau saja berharap dengan janji konyol mu itu.."


"Ok.. aku memaafkan mu.. sekarang pergilah.." Kesya melangkah menjauh.


"Oya.. semoga saja perasaan mu di terima Zaline.. semoga kamu tidak merasakan yang aku rasakan saat ini.." ucapnya yang lalu melanjutkan langkah.


Jho hanya bisa diam mematung di tempatnya.



Kesya asmara putri gadis kecil nan lugu.. polos.. namun tindakan nya tidak sepolos kelihatan nya..


...-----------------...


HIBUR AUTHOR DENGAN LIKE YA KAKA...😍🙏

__ADS_1


Kalau kalian suka cerita yang menantang.. aku punya karya lain berjudul I LOVE YOU TANTE.. tapi yang itu untuk usia 19+ ya... terimakasih...


__ADS_2