
Zaline pasrah sepertinya Briyan akan kecewa jika di tolak. Gadis itu pun mengangguk "Baiklah.. sebelum nya terimakasih ya kak atas pertolongannya.." ucapnya.
"Iya.. sama-sama.. masuklah.." ajak Briyan. Tangannya memastikan kepala Zaline tidak terbentur atap mobil "Hati-hati..!" imbuhnya.
Kemudian pemuda itu ikut masuk dan duduk di samping Zaline lalu memerintahkan Parjo untuk segera melajukan mobil.
Zaline sendiri setengah tak percaya bisa duduk satu mobil dengan pria tertampan di sekolah nya, meskipun akhir akhir ini gadis itu sering bertemu, mengobrol, bahkan saling melempar candaan, tapi Zaline tak mengira bisa sedekat itu dengan Briyan putra donatur utama yang terkenal dingin itu.
Beberapa saat yang lalu gadis itu sempat berpikir akan kehilangan kehormatan nya namun ternyata lagi-lagi dan lagi pemuda itu membantunya.
Wajah damai Briyan saat menatapnya membuat khayalannya melambung tinggi. Dan kini Zaline menatap bayangan wajah Briyan dari pantulan kaca jendela mobil.
"Kenapa ya, anak-anak bilang kak Briyan dingin? sepertinya mereka salah, mereka tidak mengenal saja.. dia sosok pemuda yang hangat.. pelindung.. baik hati.. dan tidak memamerkan kekuasaan nya.. dia hampir sempurna menjadi seorang pria idaman.. uuhh sungguh aku akan merasa bahagia jika memiliki pacar sepertinya.." batinnya.
"Oh ya ampun,, lancang sekali aku.? berharap seperti itu.. siapa kamu Lin..? bangun kamu.. memang nya kamu ini Cinderella..? bahkan sepatu heels saja tidak punya, menghayal jadi Cinderella yang punya sepatu kaca..!" gerutunya dalam hati.
Sebelum kemudian ia mendengar suara dari pemuda itu "Kenapa kamu bisa berada satu ruangan dengan pria itu? apa dia kekasih mu?" tanyanya dan Zaline menoleh.
"Hah,?" sahutnya memastikan.
"Dia kekasih mu? pria yang bersama mu tadi? kenapa kalian bisa berada di ruangan yang sama, sore-sore begini.?" ulang Briyan bertanya nadanya terdengar posesif.
Zaline melambaikan tangan dengan cepat "Bukan bukan..." ucapnya "Dia itu murid dari kelas lain, sudah beberapa hari ini memintaku mengajarinya matematika.. aku tidak tahu kalau ternyata dia ingin berbuat jahat padaku.." lanjutnya sendu.
"Lain kali, tidak perlu mengajari orang lagi, apa lagi kalau yang memintanya cowok.. kamu harus menolaknya.." titah Briyan ketus, yang sedikit membuat Zaline melambungkan rasanya.
"Apa dia cemburu? eiizz.. gak mungkin.. berkhayal saja terus kamu Lin.."
"Kamu paham tidak aku bicara padamu?" lanjut Briyan masih ketus.
Zaline tersentak "Iy iya kak.." sahut nya.
Sesekali Parjo melirik ke kaca spion mengamati anak bos nya, baru kali ini Briyan terlihat dekat dan perduli pada seorang gadis.
Sudah lima belas menit mereka duduk berdampingan di dalam mobil tanpa berkata-kata dan tiba-tiba saja Zaline bersuara kembali.
"Emmh kak.. turun kan aku di sini saja.." ucapnya sopan sembari menatap wajah Briyan.
"Pak berhenti pak..!" titah Briyan pada Parjo yang langsung di laksanakan, kemudian tatapannya beralih ke gadis yang sudah celingukan "Rumah kamu di sini? dimana rumah mu.?" lanjutnya bertanya.
"Rumah ku masih jauh.. tapi aku mau membeli sesuatu dulu buat nenek ku kak.." balas Zaline.
"Kalau begitu aku juga akan turun menemani mu.." sambung Briyan.
__ADS_1
"Eh.. tidak usah kak.. aku bisa sendiri.. dari sini aku bisa naik ojek kok.. sudah kenal juga sama kang ojeknya.." sanggah nya.
"Kamu ini keras kepala.. aku bilang aku mau menemani mu.. titik..!!" putus Briyan yang tidak bisa di ganggu gugat. Kemudian turun dari mobil, lalu menunduk di ambang pintu "Ayok.. aku antar.." lanjutnya memaksa.
Zaline mengangguk "Emmh baiklah.." ucapnya setuju dengan sedikit cemberut, dari tadi pemuda itu terus menerus memaksanya, tapi mungkin sudah nasibnya tidak pernah bisa menolak.
Zaline berjalan menuju kedai makanan yang berjejer di pinggir jalan, gadis itu memasuki satu kedai bertuliskan Bakso Alis cetar.
Briyan yang membaca plang tersebut mendadak mengernyit heran "Kenapa aneh sekali nama warung nya..?" ucapnya.
"Silahkan dek.. kita namakan bakso Alis cetar karena bos kami itu alisnya cetar membahenol takendol kendol dek.." sambar seseorang pelayan pada Briyan.
"Hah..?" Briyan terkejut ternyata pelayan itu mendengar ucapan pelannya.
"Bang.. bungkus kan seperti biasa ya." ucap Zaline memesan, karena sudah terbiasa.
"Beres.. tapi betewe itu cowok cakep pacar neng ya.?" tanya si Abang menaik turunkan alisnya.
"Iya.. memang nya kenapa?" sahut Briyan ketus menyambar ucapan Zaline yang belum sempat terucap.
Zaline menganga "Ke kenapa Kaka berbohong?" tanyanya berbisik sambil menyenggol siku Briyan.
"Lalu.. kamu pikir aku mau di bilang sopir taksi online mu? mengaku jadi pacarmu sedikit lebih terhormat bukan.?"
"Oh.. pantesan.. cocok euy.." sambung si Abang "Tunggu sebentar ya.. lagi rame jadi harap sabar.." tambahnya.
Saat menunggu pesanan mereka sampai, si cantik Zaline terus menerus menatap wajah Briyan yang terlihat asing dengan tempat itu.
"Ka Briyan pasti heran kan dengan tempat seperti ini, Kaka biasa makan di restoran mewah.." ujarnya.
Oh sungguh kalimat itu menyundul harga diri pemuda tampan itu "Kata siapa?? a aku sering kok makan di tempat seperti ini.. kamu jangan sok tahu.." sahutnya dengan sedikit gelagapan.
"Benarkah? Kaka tidak sakit perut? bukannya kalian pikir makanan di pinggir jalan ini tidak higienis ya? tidak sehat..!" sambung Zaline dengan nada herannya.
"Biarpun katanya gak higienis.. tapi makan di pinggir jalan lebih sehat.. dari pada makan di tengah jalan..!" jawab Briyan selengean namun masih dengan wajah dingin nya.
Zaline menutup mulutnya tertawa "Gesrek juga kak Briyan.." batinnya
Pesanan sampai si Abang menyerah kan kantong plastik ke Zaline "Ini neng pesanan nya.." ucapnya.
Briyan pun mengeluarkan dompet lalu mengambil kartu kemudian menyodorkannya pada si Abang "Bayar pake ini.." sahutnya. Dan si Abang tercengang.
Zaline menahan tawa "Di sini harus cash Kak, tidak menerima kartu apapun.." sambungnya.
__ADS_1
"Sudah bang pake ini saja.. pas yah.." tambahnya seraya menyodorkan uang yang menurut Briyan receh.
Dan sekarang giliran Briyan yang tercengang "Kamu bayar berapa? kenapa seperti bayar parkir?" tanyanya penasaran.
Zaline masih tersenyum "Sudah yuk.. ini sudah sore.. Ka Briyan pasti sudah di tunggu orang rumah kan.." jawabnya melenceng dari pertanyaan.
"Oh ya.. ok.."
Mereka melanjutkan perjalanan pulang nya, dan setelah tiba di depan rumah Zaline pemuda itu turun terlebih dahulu lalu menunggu di ambang pintu dan sekali lagi ia memastikan kepala Zaline tidak terbentur atap.
Dan di halaman rumah yang cukup sempit seorang ibu menatap mereka penasaran hingga kini wanita itu menghampiri.
"Zaline.. sayang.." sapa hangatnya saat melihat putrinya turun dari mobil mewah dan melihat pemuda tampan memperlakukan nya dengan baik.
"Oh mah.."
"Sore Tante.." ucap Briyan sopan sedikit membungkuk.
"Iya sore.." ucap balik Shella "Siapa nak tampan ini..?" tanya sang ibu menatap putrinya dengan senyum di wajahnya.
"Ini Kaka kelas Zaline mah.." jawabnya.
"Oh.. kirain pacar kamu Lin.." sambung Shella "Mah.." pekik Zaline tak nyaman.
Briyan tersenyum kikuk "Emmh.. ya sudah saya langsung pulang ya Tante.." ucapnya sopan.
"Iya.. terimakasih ya nak.. kapan-kapan mampir ke rumah kecil Zaline.. nanti Tante masakin sesuatu yang enak.." tawar Shella bahagia.
"Tentu saja Tante.. permisi.." pamit Briyan yang lalu masuk ke dalam mobil. Dan perlahan Parjo melajukan mobilnya.
Dalam perjalanan Briyan masih memikirkan harga bakso yang Zaline beli "Pak Parjo.. bapak pernah tidak makan bakso di pinggir jalan.?" tanyanya pada sang sopir.
"Eh.." sahut Parjo "Tentu saja sering toh Den.." jawabnya.
"Berapa harga seporsi nya pak.?" tanyanya penasaran.
"Tergantung Den.. ada yang lima belas ribu, ada yang dua puluh lima ribu.. tapi di kedai kecil seperti itu mentok mentok harganya yaa sekitar tiga puluh ribuan Den.." terang Parjo sambil memutarkan setirnya.
"Oh.." Briyan berpikir keras, ternyata uang receh yang dia buang sembarangan di laci masih berharga bagi segelintir orang atau bahkan segerombol manusia.
Entah kenapa pemuda itu tertarik sekali dengan kehidupan gadis cantik yang akhir akhir ini ia temui di perpustakaan, senyumnya, suaranya, kesederhanaannya, malu-malu nya pemuda itu suka.
...----------------...
__ADS_1
Hibur Author dengan like dan tekan Love ya.. biar akooh lebih semangat lagi nulisnya..🤗😚